Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya mengalami anomali.

Data pertumbuhan ekonomi tujuh tahun terakhir yang tumbuh rata-rata 5% per tahun tidak dirasakan langsung masyarakat. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU.

Prabowo bilang secara logika pertumbuhan tersebut seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih kaya. Namun, data yang diterimanya setelah menjadi presiden menunjukkan jumlah penduduk miskin justru bertambah.

Pemerintah kembali mengguyur paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun di semester II 2026. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik. Stimulus pangan menjadi salah satu fokus utama, yakni penyaluran bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima serta insentif harga bahan baku bagi produsen tahu dan tempe.

Selain stimulus pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp2 triliun untuk berbagai insentif transportasi guna mendorong mobilitas masyarakat pada dua momentum besar, yaitu libur sekolah dan periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Apa penyebab anomali yang dimaksud presiden terjadi? Apa solusi atas masalah ini?

Kita bahas di Kompas Bisnis bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom dan akademisi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca Juga Pemerintah Siapkan Rp6,26 Triliun untuk Magang Nasional 2026, Target 150 Ribu Peserta di https://www.kompas.tv/nasional/676815/pemerintah-siapkan-rp6-26-triliun-untuk-magang-nasional-2026-target-150-ribu-peserta

#prabowo #ekonomi #miskin #paketstimulus

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/676823/full-ekonom-soal-pernyataan-prabowo-sebut-ekonomi-tumbuh-tapi-rakyat-miskin-apa-maknanya
Transkrip
00:04Intro
00:06Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani
00:10Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya mengalami anomali
00:16Data pertumbuhan ekonomi 7 tahun terakhir yang tumbuh rata-rata 5% per tahun tidak dirasakan langsung masyarakat
00:26Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU
00:33Prabowo bilang secara logika pertumbuhan tersebut seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih kaya
00:40Namun data yang diterimanya setelah menjadi presiden menunjukkan jumlah penduduk miskin justru bertambah
00:54Logikanya selama 7 tahun Indonesia tambah kaya 30% 35%
01:03Tapi kenyataannya itu yang saya katakan saya merasa ditohok
01:09Waktu saya jadi presiden ini data ini muncul katakanlah 2 bulan setelah jadi presiden
01:22Kenyataan bahwa setelah 7 tahun tumbuh 5%
01:27Masa penduduk miskin tambah
01:30Negara tambah kaya
01:33Rakyat miskin tambah
01:35Ini kan
01:37Sesuatu yang
01:41Aneh yang anomali
01:43Yang kelas menengah
01:46Yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan
01:48Turun
01:52Saudara-saudara
01:53Katanya negara tambah kaya 30%
01:57Rakyat miskin tambah
01:59Kemudian kelas menengah berkurang
02:05Dan
02:06Ini juga
02:08Yang harus kita waspadai
02:11Bahwa
02:13Yang
02:14Tambah kaya
02:16Ternyata
02:17Hanya segelintir orang
02:19Harus kita lihat bahwa ini berarti
02:22Sistem kita keliru
02:27Sistem ini keliru
02:28Karena apa?
02:29Kalau orang miskin tambah
02:31Yang menengah juga berkurang
02:35Berarti yang menikmati pertumbuhan ini
02:38Hanya segelintir orang saja
02:43Pemerintah kembali
02:44Menggoyor paket stimulus ekonomi
02:46Senilai 26,34 triliun rupiah
02:49Di semester 2
02:502026
02:51Tujuannya
02:52Menjaga daya beli masyarakat
02:53Dan menopang
02:54Pertumbuhan ekonomi domestik
02:57Stimulus pangan
02:58Menjadi salah satu
03:00Fokus utama
03:00Yaitu penyaluran
03:01Bantuan beras
03:0210 kg
03:03Bagi
03:0433,24 juta
03:07Penerima
03:08Serta insentif
03:09Harga bahan baku
03:09Bagi produsen
03:11Tahu dan tempe
03:12Selain stimulus pangan
03:13Pemerintah juga
03:14Mengalokasikan
03:152 triliun
03:16Untuk berbagai
03:17Insentif transportasi
03:19Untuk mendorong
03:20Mobilitas masyarakat
03:21Pada dua momentum besar
03:22Yaitu libur sekolah
03:23Dan periode natal
03:242026
03:25Dan tahun baru
03:262027
03:27Menteri terubungan
03:29Dan kami hormati
03:30Bapak
03:31Bapak
03:32Stimulus yang dikeluarkan
03:33Oleh
03:34Pemerintah
03:35Untuk di semester
03:37Kedua ini
03:37Nilainya sekitar
03:3926,34 triliun
03:41Nukiah
03:42Stimulus
03:43Incentive transport
03:44Sekitar
03:442,64 triliun
03:46Adalahan magang
03:48Dan vokasi
03:49Sekitar
03:496,25 triliun
03:51Dan bantuan
03:52Tangan
03:52Sebesar
03:5318,04 triliun
03:55Ini pemerintah
03:57Sudah
03:59Atas arahan
04:01Bapak Presiden
04:02Pak Presiden
04:02Tade
04:03Mengarahkan
04:03Untuk ini
04:04Dilanjutkan
04:04Untuk
04:05Pujian
04:05Kemudian
04:07Yang dimulai
04:08Lagi
04:09Buang Juli
04:10Agustus
04:10September
04:11Untuk penerima
04:12Sebesar
04:1333,24
04:14Juta
04:15Menerima
04:16Dan dibutuhkan
04:17Anggaran
04:18Sebesar
04:1817,54
04:19Triliun
04:21Apa
04:22Penyebab
04:23Anomali
04:23Yang dimasuk
04:24Presiden
04:25Terjadi
04:25Apa
04:26Solusi
04:26Atas
04:27Masalah
04:27Ini
04:27Kompas
04:27Bisnis
04:28Akan
04:28Tanya
04:28Ke Zikri
04:29Firman
04:29Syahakam
04:30Ekonom
04:30Dan Akademisi
04:31Sekolah
04:31Bisnis
04:32Dan
04:32Manajemen
04:32Institut
04:33Teknologi
04:34Bandung
04:34Atau
04:35ITB
04:35Selamat pagi
04:36Mas Zikri
04:37Selamat pagi
04:38Mas Zikri
04:39Kalau logikanya
04:40Presiden
04:42Prabowo
04:42Pertumbuhan
04:43Selama
04:437
04:44Tahun
04:45Ini
04:45Sekitar
04:455%
04:46Kekayaan
04:46Seharusnya
04:47Nambah
04:4735%
04:48Tapi
04:48Menurutnya
04:49Ini
04:49Anomali
04:50Nah
04:50Gimana
04:51Anomali
04:51Yang dimaksud oleh Presiden Prabowo
04:52Bisa terjadi
04:53Apa faktor yang paling dominan
04:55Menyebabkan
04:55Pertumbuhan PDB ini
04:56Tidak sebanding
04:58Lurus
04:59Dengan penurunan
04:59Angka kemiskinan saat ini
05:02Baik
05:02Makasih
05:03Mbak
05:03Jadi
05:04Kalau kita
05:05Berbicara
05:06Teori ekonomi
05:07Memang harus dibedakan
05:09Yang namanya
05:10Korelasi
05:10Dengan
05:11Sebab akibat
05:12Jadi
05:12Kalau kita lihat
05:13Memang pertumbuhan ekonomi
05:14Memang ada korelasinya
05:16Dengan kemiskinan
05:17Dan penyerapan
05:18Tenaga kerja
05:18Tetapi
05:19Tidak serta-merta
05:19Bahwa
05:20Kita akan melakukan
05:22Pertumbuhan ekonomi
05:23Itu ada
05:23Sebab akibatnya
05:24Penyerapan tenaga kerja
05:26Dan kemiskinan
05:27Jadi
05:27Korelasi itu
05:28Tidak otomatis
05:29Jadi PDB itu
05:30Bisa tumbuh
05:30Tapi kemiskinan baru
05:32Benar-benar turun
05:33Kalau misalnya
05:34Si pertumbuhan itu
05:34Masuk ke mana
05:35Masuk ke income
05:36Peningkatan income kita
05:37Peningkatan income rumah tangga
05:38Dan juga
05:39Bukan cuma itu
05:39Menciptakan tenaga kerja
05:41Dan kemudian
05:41Bisa menahan inflasi
05:42Nah itu baru
05:43Misalnya dia
05:43Bisa menyerap tenaga kerja
05:45Dan kemudian
05:45Menangkat kemiskinan
05:46Tapi
05:47Ini menarik sih
05:47Saya ingin lihat data
05:49Karena data yang saya lihat
05:51Itu
05:51Kemiskinan selama 5 tahun
05:5310 tahun
05:54Itu secara persentase
05:55Itu justru berkurang
05:56Kalau misalnya kita lihat
05:57September 2025
05:58Tingkat kemiskinan itu
05:59Ada di 8,25%
06:01Ini ada 23,3 juta
06:04Penduduk miskin
06:04Kalau bandingin ke Maret 2025
06:06Itu 8,47%
06:08Itu menurunkan
06:09September 2024
06:10Itu 8,57%
06:12Dan kalau lihat dari jumlahnya
06:13Justru kalau saya lihat
06:15Itu bukan hanya persentasenya
06:17Justru orang miskin itu
06:18Turun sekitar 700 ribu
06:19Selama setahun ini
06:20Nah saya melihat sih
06:22Anomali yang dirasakan
06:23Justru oleh masyarakat
06:25Jadi anomalinya itu
06:26Yang pertama jumlahnya itu
06:27Masih sangat besar
06:28Itu kan 23 juta lebih ya
06:29Terus yang kedua
06:31Garis kemiskinannya ini
06:32Naik sekitar hampir 8%
06:34Jadi kalau kita lihat
06:35Garis kemiskinan itu
06:36Naik sekarang itu
06:37Jadi 641 ribu
06:38Per orang ya
06:40Per bulan
06:40Dan ini pangan
06:41Menyumbang hampir 8%
06:43Jadi kalau saya melihat
06:44Untuk keluar dari
06:45Garis kemiskinan ini
06:46Orang miskin
06:47Jadi harus punya
06:48Daya ungkit yang lebih besar
06:49Dan daya beli yang lebih besar
06:51Lebih susah lah
06:52Untuk keluar dari kemiskinan
06:53Dibandingkan dulu
06:53Karena tadi
06:54Garis kemiskinannya itu
06:55Lumayan besar sekarang
06:56Jadi faktor paling dominan apa
06:58Tetap kualitas
06:59Pertumbuhan ya
07:00Jadi pertumbuhannya itu
07:01Apakah menciptakan
07:02Tenaga kerja
07:03Dan bukan hanya tenaga kerja
07:04Asal tenaga kerja
07:05Harus yang formal
07:06Jadi jangan yang informal
07:07Harus yang berkualitas
07:08Dan apakah dia
07:09Menaikan upah real juga
07:10Jadi upahnya ini
07:11Harus berkualitas juga
07:12Dan apakah benar-benar terasa
07:14Di rumah tangga
07:14Paling yang menengah
07:15Yang rentan
07:16Bahkan yang miskin
07:16Itu menurut saya sih
07:17Yang paling faktor yang menentukan
07:19Oke berarti Mas Zikri begini
07:20Berarti bisa dikatakan
07:21Sebetulnya apa yang dikatakan
07:22Oleh Presiden Prabowo
07:23Soal ya memang ada pertumbuhan
07:25Tapi ini hanya dirasakan
07:26Oleh sekilintir orang
07:27Benar begitu?
07:28Ya kurang lebih
07:30Nanti kita bisa lihat
07:31Di breakdown
07:32Bahwa untuk
07:33Komponen-komponennya itu
07:36Memang kita harus lihat
07:37Jadi kalau kita lihat
07:38Misalnya contohnya
07:39Di kuartal 1 ya
07:40Tumbuh 5,61%
07:42Itu
07:42Kalau kita breakdown
07:43Penyumbang terbesar PDB-nya
07:45Itu ada
07:45Saya cek itu ada
07:46Industri pengolahan
07:4819%
07:48Perdagangan 13%
07:50Perdagangan 13%
07:51Konsumsi 10%
07:52Nah saya ingin ngecek
07:53Bahwa di sana itu
07:55Konsumsi
07:56Memang memegang peranan penting
07:58Lebih dari 5%
07:59Tapi kalau kita breakdown
08:00Konsumsi itu
08:00Siapa yang menikmati?
08:02Apakah misalnya
08:03Konsumsi itu
08:03Kalangan atas
08:04Menengah dan bawah
08:05Kalau kita breakdown juga
08:06Sebenarnya kalau
08:07Kalangan menengah itu
08:08Dia musiman
08:08Musiman itu
08:10Ketika misalnya
08:10Musim Ramadan
08:11Dan dia baru
08:12Misalnya mengeluarkan
08:13Spendingnya gitu ya
08:14Tapi kalau setelah
08:15Musim Ramadan
08:15Itu yang banyak
08:16Spending itu
08:17Banyak melakukan konsumsi
08:18Itu justru
08:18Kalangan menengah
08:19Atas
08:20Bahkan atas gitu
08:21Itu
08:21Itu persentenya
08:22Lebih besar
08:23Dan kalau kita lihat
08:24Setelah Ramadan
08:25Dan sekarang gitu
08:26Justru kalau yang miskin
08:27Itu tidak melakukan spending
08:28Bahkan mungkin
08:29Tabungannya 0
08:30Jadi konsumsi
08:31Jadi konsumsi itu
08:32Didominasi oleh
08:33Orang kaya gitu
08:35Jadi 5,5%
08:36Itu pertumbuhan ekonomi
08:38Basisnya konsumsi
08:39Itu justru didominasi oleh
08:40Orang kaya
08:40Seperti itu
08:41Oke menarik tadi
08:42Mas Zikri
08:42Menyinggung soal bagaimana
08:44Sebetulnya yang diperhatikan
08:46Adalah bagaimana
08:46Kualitas dari pertumbuhannya
08:48Nah tadi soal serapan itu
08:49Apakah bisa dikatakan
08:50Anomali ini dipicu
08:51Oleh pertumbuhan yang
08:52Berpusat ini
08:53Ke sektor padat modal
08:55Tapi
08:55Sementara sektor padat
08:57Karyanya tidak bertumbuh itu
08:58Atau justru stagnan
09:00Benar begitu Mas Zikri
09:01Ya sebenarnya
09:04Kalau kita lihat
09:05Bia bisa dibilang
09:06Ya bisa betul
09:07Tapi bisa juga
09:08Salah maksudnya
09:09Seperti ini
09:10Kalau kita lihat
09:11Yang kita
09:13Yang tadi saya sebut itu
09:145,61%
09:15Memang ada
09:17Breakdownnya
09:18Breakdownnya itu tadi ya
09:19Misalnya beberapa
09:20Yang kepadat modal
09:21Beberapa yang padat karya
09:22Nah masalahnya
09:23Tiap sektor tadi
09:24Itu memiliki
09:25Multiplier dan penyerapan
09:26Tenaga kerja yang berbeda-beda juga
09:28Nah misalnya contohnya
09:29Kayak tambang
09:30Smelter
09:30Hilirisasi
09:31Teknologi
09:32Itu kan outputnya besar
09:33Kontribusi terhadap
09:34Jidipnya besar
09:35Tapi masalahnya
09:36Apakah itu menyerap
09:37Tenaga kerja
09:37Secara besar juga
09:39Enggak gitu ya
09:40Nah
09:40Kalau misalnya
09:42Dia tidak menyerap
09:43Tenaga kerja
09:43Sebesar sektor padat karya
09:45Itu jadi catatan tuh
09:46Nah harusnya kita fokus
09:48Sektor-sektor yang dekat
09:49Dengan masyarakat bawah
09:49Yang menyerap
09:50Tenaga kerja
09:50Misalnya pertanian
09:51Pendengangan kecil
09:52Tekstil
09:53WMKM gitu ya
09:54Memang tumbuh
09:55Kalau kita lihat
09:56Dari tahun ke tahun
09:57Tapi menurut saya
09:57Ini belum cukup
09:58Menciptakan
09:59Tadi
10:00Pekerjaan yang berkualitas
10:01Dalam jumlah yang besar
10:02Dan long term
10:02Tapi bukan berarti
10:04Sektor padat modal itu salah ya
10:06Jadi kalau saya pikir
10:07Hilirisasi
10:07Contohnya itu
10:08Penting untuk jangka panjang
10:09Tapi kalau hanya berhenti
10:10Katakanlah di smelter
10:12Tapi tidak ada turunan
10:13Langsung ke rakyat
10:14Itu jadi permasalahan
10:15Nah
10:16Satu hal lagi
10:16Yang menurut saya penting
10:17Kita tuh harus punya pathway sendiri
10:19Kan kita tidak bisa disamakan
10:20Negara maju
10:21Seperti AS gitu ya
10:22Kalau kita cek
10:23Misalnya
10:23Hari ini tuh
10:24Saham AI
10:25Dan teknologi kan
10:27Di Amerika tuh
10:27Rontok tuh
10:28Itu saham chip
10:29Seperti Nvidia
10:30Mikro itu kan berguguran
10:31Di Kopsi Korea
10:32Itu kan berguguran juga
10:33Pemicunya kan
10:34Bubble AI
10:35Investor tuh mulai ragu
10:36Di sektor padat modal ini
10:38Bener-bener menghasilkan
10:39Untung atau tidak
10:40Nah kalau untuk Indonesia
10:42Saya pikir
10:42Kalau sekarang
10:43Masih banyak pengangguran
10:45Dan orang miskin
10:46Preferensi investasi
10:47Ke sektor padat karya
10:48Harusnya lebih diutamakan
10:49Ya apalagi
10:51Kita tahu sekarang
10:51Ternyata market
10:52Amerika dan AI
10:53Itu kan sekarang
10:54Bubble dan ternyata
10:55Tidak menghasilkan
10:55Keuntungan yang real
10:56Gitu ya
10:57Seperti itu
10:57Itu sih menurut saya
10:58Oke
10:59Mas Zikri
11:00Ini juga menarik
11:00Soal bagaimana
11:01Banyak kelas pekerja
11:02Yang pendapatan ini
11:03Tidak berubah
11:04Sedangkan
11:04Biaya hidupnya
11:05Terus naik
11:05Ini sejalan dengan
11:06Kelas menengah
11:07Yang terus turun
11:08Sejak tahun 2018
11:09Catatan kami
11:10Kalau mengacu
11:11Kecilian paradoks
11:12Mungkinkah
11:13Akan ada ledakan
11:14Protes dari kelas ini
11:16Kalau misalnya
11:16Kondisi ekonominya
11:17Tidak berubah
11:19Ya kalau menurut saya
11:22Sekarang
11:23Kalau protes
11:25Kita cek data dulu
11:27Cek data
11:28Misalnya
11:29Faktanya sekarang
11:30Lapangan kerja itu
11:31Memang masih tercipta
11:33Dan pengangguran itu
11:34Justru turun
11:35Kalau kita lihat
11:37Tinggan pengangguran
11:37TPT itu kan
11:38Sekarang
11:39Awal tahun 2026
11:40Turun ke
11:414,68%
11:42Tapi memang
11:43Yang jadi permasalahan
11:44Itu bukan
11:45Yang terserapnya
11:47Terus kita breakdown juga
11:48Ini yang terserap itu
11:49Jumlah tenaga kerja yang
11:50Formal atau informal
11:52Kalau kita lihat
11:53Hampir 60%
11:54Itu tepatnya
11:5559,4%
11:56Itu kan sektornya informal ya
11:57Jadi
11:58Artinya 6 dari 10 pekerja
12:00Yang ada di Indonesia
12:01Itu informal
12:02Kalau informal kan
12:03Ada risiko apa
12:04Risikonya kan kontraknya
12:05Gak jelas ya Mbak
12:05Terus apalagi dia
12:07Ada BPJS gak
12:08Ada misalnya
12:08Layanan-layanan
12:09Jaminan sosialnya
12:10Gak gitu
12:11Jadi saya melihat ini
12:12Ada risiko
12:13Bahwa kita ini
12:14Low quality job growth
12:16Gitu ya
12:17Jadi ada growth
12:18Untuk jobnya sendiri
12:19Untuk pertumbuhan ekonomi
12:20Tapi low quality
12:21Jadi ada pertumbuhan
12:22Tapi
12:23Ini cukup gak
12:24Untuk menaikan kesejahteraan
12:26Tapi kalau misalnya
12:27Untuk sampai ke
12:28Protes
12:29Atau seperti itu
12:30Ini saya pikir
12:31Kita harus
12:32Fair juga ya
12:34Memang BPS juga
12:35Rata-rata kan
12:36Sekarang tuh
12:37Rata-ratanya
12:373,29 juta per bulan
12:39Ini memang pas-pasan
12:40Kalau saya melihat
12:42Kalau misalnya ada
12:42Kenaikan harga pangan
12:43Transportasi kan
12:44Mereka akan
12:45Lebih banyak tergerus
12:46Dan ini
12:46Di batas rentan juga
12:48Ke inflasi gitu
12:49Jadi
12:50Saya pikir memang
12:51Ini harus menjadi concern
12:52Dan harus
12:53Dimitigasi risikanya
12:55Oleh pemerintah
12:55Jadi bagaimana
12:56Si pekerja-pekerja informal ini
12:58Tetap berkualitas gitu ya
13:00Dan lebih produktif
13:01Upahnya naik
13:02Dan ada jaminan sosial gitu
13:03Nah kalau gitu
13:04Berarti apa sebetulnya
13:05Catatan atau PR
13:06Untuk pemerintah
13:07Soal low quality job growth
13:08Mas itu tadi
13:09Mas Ikri
13:11Kalau catatan saya
13:12Satu ya
13:13Yang paling penting
13:14Adalah
13:15Contohnya
13:16Kalau dikaitkan dengan
13:18Stimulus misalnya ya
13:19Kalau misalnya
13:21Sekarang kan
13:21Angka
13:22Angka
13:23Suku bunga kita itu
13:24Naik nih
13:25Jadi 5,75%
13:26Jadi tentu saja
13:28Ini harus ada
13:28Short term sama long term
13:30Yang pertama
13:30Short termnya apa
13:31Short termnya
13:32Kalau misalnya kita
13:34Untuk sekarang
13:35Dengan adanya
13:36Ngimpitan ekonomi
13:37Terutama suku bunga tinggi itu
13:38Tentu saja harus ada
13:39Bantalan stimulus itu
13:40Menjadi penting
13:41Nah kalau misalnya
13:42Seperti itu
13:44Tapi harus ada
13:45Long termnya juga
13:46Kalau stimulusnya itu
13:47Untuk short term
13:48Dan ini untuk
13:49Demandnya
13:49Tetapi kalau untuk
13:50Long termnya seperti apa
13:51Berarti harus membuka
13:52Lapangan kerja yang
13:53Berkualitas juga
13:54Infrastruktur itu harus
13:58Ditingkatkan juga
13:58Jadi
13:59Saya pikir
14:00Lapangan kerja yang padat
14:01Karya itu
14:02Harus menjadi solusi
14:03Masalahnya kalau
14:04Misalnya
14:04Pemerintah
14:05Bukan pemerintah Indonesia
14:06Pemerintah dimanapun juga
14:08Biasanya itu
14:08Bagaimana menghasilkan
14:11Solusi yang short term
14:12Yang dapat dinikmati
14:13Jangka pendek
14:14Kalau bisa
14:14Di bawah 5 tahun
14:15Di masa pemerintahannya
14:17Dan untuk infrastruktur pun
14:18Biasanya pemikirannya
14:19Seperti itu
14:19Bagaimana infrastruktur
14:20Investasi yang bisa
14:21Dinikmati jangka pendek
14:22Tetapi kan solusinya itu
14:23Nggak bisa jangka pendek terus
14:25Jadi kita harus
14:27Berpikir kepada
14:28Solusi dan investasi
14:29Katakanlah
14:29Yang berpikir jangka panjang
14:31Investasi-investasi
14:32Yang katakanlah
14:33Sustainable
14:33Dan bisa dinikmati
14:35Secara sustain juga
14:35Stimulus
14:36Kalau jangka pendek kan jadi
14:38Hanya short term saja
14:39Oke kalau bicara soal pendapatan
14:42Tentu kita bicara juga
14:42Soal bagaimana
14:43Daya beli masyarakat
14:44Nah bagaimana
14:45Pelemahan
14:45Daya beli masyarakat
14:46Terutama kelas menengah
14:47Bawah
14:48Berkontribusi terhadap
14:49Meningkatnya
14:50Angka kemiskinan
14:51Meskipun
14:51Di saat yang sama
14:52Mas Zikri
14:52Konsumsi agregat makro
14:54Ini kelihatannya masih tumbuh
14:56Ya ini tadi
14:58Betul
14:59Ini tadi kita mention juga ya
15:01Mbak Uktayah
15:01Jadi
15:02Pelemahan daya beli masyarakat ini
15:04Memang kontribusinya
15:07Signifikan juga
15:08Tadi saya sudah mention bahwa
15:10Kalau misalnya
15:11Petumbuhan ekonomi kita ini
15:12Memang terpusat
15:13Di kalangan menengah ke atas
15:15Jadi
15:17Kalau kita bedah tadi kan
15:18Ini ada 4,1%
15:20Itu belanja itu ditopang
15:22Kelas menengah
15:22Itu tumbuh
15:24Nah ini lebih tinggi
15:25Memang dibandingkan
15:26Kelas menengah
15:27Bawah
15:28Miskin
15:29Dan kemudian orang kaya
15:30Tapi ini hanya
15:31Momentum sifatnya
15:33Hanya
15:33Insidental
15:34Dan kemudian tergantung
15:35Sama moment
15:36Seperti lebaran
15:37Kalau misalnya
15:38Setelah itu
15:39Itu yang lebih
15:40Takeover itu adalah
15:41Orang kaya justru
15:42Nah masalahnya
15:44Orang miskin itu
15:44Justru mereka
15:45Jangankan untuk
15:46Belanja spending
15:47Kalau kita lihat
15:47Dari indeks tabungan
15:49Misalnya mereka itu kan
15:50Paling tertekan
15:51Nah
15:52Saya berpikir bahwa
15:53Seharusnya
15:54Seharusnya
15:55Ini menjadi concern juga
15:57Bahwa
15:57Kalau konsumsi kita
15:58Hanya dikuasai oleh
16:00Segelintir orang gitu ya
16:02Katakanlah orang kaya
16:03Gitu kan harus jadi
16:04Menjadi problem
16:05Jadi secara
16:05Secara indeks
16:06Konsumsi makro
16:07Mungkin jadi baik gitu ya
16:08Tumbuh
16:09Tetapi kan masyarakat bawah
16:10Dan menengah ini
16:11Apalagi kan menengah itu
16:12Katakan bisa dibilang
16:13Jadi backbone kita kan
16:14Itu jadi
16:15Jadi bermasalah
16:16Yang atas itu bisa
16:17Masih belanja normal
16:18Tapi yang menengah itu
16:19Belanjanya hanya di momen
16:20Tertentu aja gitu ya
16:22Tabungannya terus menipis
16:23Apalagi kalau yang miskin itu
16:24Enggak punya tabungan malahan
16:26Nah ini sensitif juga kan
16:27Ke harga pangan
16:28Ke harga energi
16:29Kalau misalnya harga energi
16:30Kemarin naik gitu ya
16:31Sekarang misalnya
16:31Harga energi naik
16:32Mereka
16:33Inflasi akan terpengaruh
16:35Dan karena mereka ada di batas
16:36Yang tadi ya
16:38Batas rentan tadi
16:39Mereka yang paling tertekan
16:40Jadi itu harus dilihat tuh
16:42Konsumsi perkelompok pendapatannya
16:43Upah realnya harus dikaitkan juga
16:45Sama inflasinya seperti apa
16:46Inflasi itu
16:47Menjadi masalah juga
16:48Oke nanti juga
16:50Usah jadinya kita akan
16:51Berbincang soal
16:52Bagaimana stimulus
16:53Secara short term
16:54Maupun long term
16:55Mas Zikrit
16:55Dan saudara tetap bersama kami
16:57Di Kompas Bisnis
17:21Kembali di Kompas Bisnis
17:22Dan kita akan melanjutkan
17:24Perbincangan bersama dengan
17:25Zikri Firman Syahakam
17:26Ekonom dan Akademisi
17:27Sekolah Bisnis dan Manajemen
17:28Institut Teknologi Bandung
17:30Mas Zikri
17:30Kita lanjutkan kembali
17:31Tadi kalau disinggung soal stimulus
17:33Ini kan stimulus baru juga
17:34Baru diumumkan Menko Erlangga
17:36Sebetulnya
17:36Polanya sama seperti tahun sebelumnya
17:39Nah kebijakan fiskal
17:40Atau insentif seperti apa
17:41Yang harus dirombak oleh pemerintah
17:43Dan paling dibutuhkan
17:44Terutama oleh kelas menengah
17:46Ya
17:47Terima kasih Mbak
17:47Jadi memang
17:49Pak Menko ya
17:50Sudah memberikan stimulus
17:52Informasi terkait dengan stimulus
17:54Terkait dengan pangan
17:56Transportasi
17:57Konsumsi
17:58Kalau misalnya
17:59Saya lihat
18:00Memang stimulus ini
18:01Walaupun sifatnya short term
18:02Tetapi sebagai bantalan
18:04Itu tetap penting
18:05Tadi melihat
18:06Kondisi sekarang
18:07Apalagi suku bunga itu
18:09Sampai naik
18:09Itu tetap penting
18:11Untuk jangka pendek
18:12Kan pakai stimulusnya itu
18:13Kurang lebih 26 triliun
18:15Dan ini kalau kita lihat
18:16Memang 2025 pun
18:17Sudah pernah dikeluarkan oleh pemerintah
18:19Dalam rangka apa
18:21Untuk meningkatkan konsumsi tadi kan
18:22Jadi untuk sebagai insentif
18:24Ini ada bantuan pangan
18:2518 triliun
18:26Bagang fokasi
18:266 triliun
18:28Transportasi kan
18:292 triliun
18:29Sebenarnya insentif ini
18:31Kalau saya lihat
18:32Penting untuk sementara
18:33Untuk menahan
18:34Apa
18:34Menahan daya beli gitu ya
18:36Supaya
18:37Supaya dia bisa
18:38Daya belinya itu
18:39Masih terungkit
18:39Tapi kalau polanya sama
18:41Tiap tahun kan
18:42Dampaknya juga sementara gitu
18:44Ini gak mengobati
18:45Akad permasalahan sebenarnya
18:47Kalau misalnya
18:48Bantuannya habis
18:48Terus ngapain kita
18:49Masalah dasarnya kan tetap ada
18:51Masalah dasarnya apa tadi
18:52Pekerjaan berkualitas tadi
18:53Yang saya tadi mention
18:54Dan kemudian
18:55Upah realnya seperti apa
18:57Nah ini kan
18:58Belum kesolve gitu ya
18:59Sektor padat karyanya itu
19:00Kita belum tumbuh optimal
19:02Jadi sebenarnya
19:02Masyarakat yang dibutuhkan
19:04Memang kalau secara short term
19:05Itu penting
19:06Bagus gitu ya
19:07Tapi yang dibutuhkan secara real
19:08Adalah pekerjaan yang berkualitasnya
19:09Mana gitu
19:10Nah yang perlu dirombak itu
19:12Mungkin kalau saya melihat
19:13Kalau saya bisa kasih saran
19:14Adalah desain insentif fiskalnya
19:15Jadi kalau insentifnya
19:18Jangan hanya diberikan
19:19Misalnya kalau ke perusahaan gitu ya
19:21Atau UMKM
19:21Bukan hanya karena mereka invest aja
19:23Tapi jenis investasinya apa
19:24Investasinya dia
19:25Memberikan lapangan pekerjaan
19:27Enggak
19:27Terus dia meningkatkan
19:29Upah realnya
19:30Tidak gitu ya
19:31Nah kalau misalnya
19:32Perusahaan-perusahaan seperti itu
19:33Ya dapatlah misalnya insentif aja
19:34Atau subsidi bunga gitu
19:36Lebih besar
19:36Karena mereka tadi
19:37Menyerap tengah kerja
19:38Ngasih pelatihan
19:39Naikin upah dan seterusnya
19:40Jadi harus juga targeted gitu
19:42Kemudian misalnya ada insentif
19:45Misalnya ke belanja pemerintah
19:46Atau apapun yang memberikan
19:48Multiplier
19:49Atau sektor-sektor yang memberikan
19:51Impact yang padat karya
19:52Itu harus diprioritaskan
19:55Misalnya apa
19:56Misalnya perumahan rakyat
19:56Tadi transportasi saya setuju ya
19:58Tekstil
19:59UMKM
19:59Nah UMKM pun kan
20:01Yang dibutuhinkan bukan hanya
20:02Misalnya pelatihan-pelatihan saja
20:04Tapi bagaimana dia bisa
20:05Mengakses pasar
20:06Demainnya disediakan enggak
20:08Misalnya oleh
20:08Infrastrukturnya disediakan enggak
20:10Seperti itu
20:11Jadi stimulus itu
20:12Memang short run
20:14Untuk short term
20:15Itu bagus
20:15Jadi orang masih tetap belanja
20:17Dan kemudian misalnya
20:18Punya daya beli juga
20:19Tetapi stimulus juga harus bisa
20:21Membuat orang itu
20:22Memiliki pendapatan
20:23Yang sustain
20:24Dan ini upah realnya baik juga
20:26Oke
20:26Artinya memang
20:27Meskipun short term
20:28Tapi tetap penting
20:29Tapi apakah strategi
20:30Bansos ini sudah
20:31Efektif menahan laju kemiskinan
20:32Atau sebetulnya
20:33Kita butuh reformasi
20:34Yang lebih struktural
20:35Mas Zikri
20:36Yang lebih permanen
20:36Misalnya peningkatan upah real
20:38Dan juga ases kerja
20:40Ya
20:41Bansos ya betul
20:43Efektif
20:43Penting
20:44Untuk bantalan jangka pendek
20:46Gitu
20:46Kalau misalnya sekarang
20:48Harga energi kan naik
20:49Nanti harga pangan naik juga
20:51Secara simultan
20:52Gitu ya
20:53Dan kemudian
20:53Bansos ini membantu
20:55Rumah tangga
20:56Miskin tadi
20:57Terutama yang rentan tadi
20:58Untuk bisa memenuhi kebutuhannya
21:00Tapi
21:01Saya melihat ini kan
21:02Gak cukup
21:03Tapi bukan berarti
21:03Bansos itu salah
21:04Gitu ya
21:05Kalau misalnya
21:06Tidak ada Bansos
21:07Saya yakin
21:07Pasti banyak yang
21:09Jatuh ke kelompok miskin
21:11Banyak gitu ya
21:12Dan bisa lebih dalam lagi
21:13Ini kan tadi kita lihat
21:1423 juta orang
21:15Yang miskin kita
21:16Kalau misalnya naik
21:171-2 persen saja
21:18Kan itu udah jutaan juga
21:19Nah
21:20Jadi
21:20Bansos itu
21:21Penting
21:21Tapi gak bisa jadi
21:22Strategi utama
21:23Tadi betul
21:25Kita harus
21:26Menaikan upah real
21:27Upah realnya itu
21:28Harus naik
21:29Jadi bukan hanya secara
21:30Nominal
21:31Kan kita harus mengaitkan juga
21:33Terkait inflasi
21:33Kalau upah real itu kan
21:34Berarti nominal dikori inflasi
21:36Jadi inflasinya pun
21:36Harus dipertimbangkan
21:37Apalagi
21:37Inflasi kita sekarang
21:39Udah di atas 3 persen loh
21:40Jadi ada kemungkinan juga
21:41Kemungkinan bisa naik juga
21:43Nah kemudian
21:44Tadi UMKM
21:45Petani nelayan
21:46Ini kan butuh
21:47Akses modal kerja
21:48Ini lebih murah
21:49Lebih mudah
21:49Nah itu harus diprioritaskan juga
21:52Pendidikan vokasi pun
21:53Harus diselaraskan
21:55Dengan kebutuhan industri
21:56Kebutuhan real yang ada di lapangan
21:58Jadi
21:58Harus nyambung nih
21:59Kalau misalnya pendidikan yang ada di kampus
22:01Dengan divokasi itu harus nyambung
22:03Nah ini
22:03Menurut saya
22:04Reformasi strukturalnya
22:05Pendapatannya harus
22:06Ditingkatkan
22:07Harus
22:08Yang informal ini
22:09Harus berkualitas juga
22:10Gitu ya
22:11Dan kemudian
22:13Pekerjaannya harus produktif
22:15Dan
22:15Apa
22:16Jadi
22:17Mengakibatkan
22:18Multiple effect yang lebih tinggi
22:19Oke
22:19Insentif oke
22:20Tapi tentu perlu diperhatikan
22:21Soal bagaimana
22:22Perbaikan jangka panjangnya
22:23Yang lebih bermanfaat
22:24Lebih besar untuk masyarakat
22:25Supaya angka pertumbuhan ekonominya
22:27Tadi kalau kata Presiden Prabowo
22:28Nggak jadi anomali
22:29Jangan cuma cantik di atas kertas
22:30Tapi juga bermanfaat bagi masyarakat
22:31Terima kasih
22:32Mas Zikri Firman Syahakam
22:33Ekonom dan Akademisi
22:34Sekolah Bisnis dan Manajemen
22:35Institut Teknologi Bandung
22:36Sudah bersama di Kompas Bisnis
22:38Terima kasih
Komentar

Dianjurkan