Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG, KOMPAS.TV - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara soal nasib sayembara Rp250 juta untuk menangkap Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Kabupaten Bandung.

Menurut Dedi, sayembara tersebut pada awalnya ditujukan untuk masyarakat yang memberikan informasi atau membantu menemukan keberadaan pelaku.

"Sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. (Karena ini) polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan. Takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kapolda," ujar Dedi Mulyadi di Garut, Rabu (24/6/2026).

Editor: Galih

#dedimulyadi #taufikhidayat #sayembara

Baca Juga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Berat di https://www.kompas.tv/nasional/676804/gubernur-jabar-dedi-mulyadi-minta-pelaku-penganiayaan-di-bandung-dihukum-berat




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676812/full-dedi-mulyadi-bicara-nasib-sayembara-rp250-juta-tangkap-taufik-hidayat
Transkrip
00:00Seembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan.
00:05Polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan.
00:09Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih sejak malam saya sudah menyampaikan ke Pak Kapolda.
00:15Berterima kasih ya bahwa cepat sekali topik diet bisa ditangkap.
00:21Yang kedua, saya tadi juga menyampaikan,
00:24coba para pemilik kos itu, orang yang kos ke tempatnya itu minimal dimotor dulu wajahnya.
00:32Kemudian disimpan datanya.
00:34Dan RT kan pasti punya juga HP, disimpan juga selain KTP.
00:39Kan sekarang lapor itu nggak usah dateng.
00:41Tinggal dikirim ke RT-nya, ini yang tempat saya ini, KTP-nya ini, wajahnya ini, KTP-nya ini.
00:47Jadi jangan sampai orang bermungkin di sebuah tempat, bukan pasangan suami istri, kok bisa.
00:54Yang ketiga, ya orang tuanya juga hari ini, anak-anak perempuannya jangan dilepas dengan bebas.
01:02Kalau pergi keluar dari daerah, ya ditemenin.
01:05Kalau pergi ngilep, ya harus ditemenin.
01:07Jangan sampai sudah berbulan-bulan, jadi ketahui limbahnya.
01:12Kalau laporan dari rumah sakit, Pak, kondisi korban saat ini?
01:15Sudah semakin lebih baik.
01:18Pak, terkait uang, uang.
01:19Bapak pengennya hukuman apa terhadap ini, topik, dan hukuman apa yang Bapak ingin?
01:24Ya, hukuman, ya gimana hukuman yang setimpal dengan perbuatannya?
01:28Ya, kan kesalahan tuh sangat-sangat besar.
01:30Kalau setimpal dengan perbuatannya berat loh, Pak.
01:32Ya.
01:33Berat.
01:34Setimpal dengan perbuatannya.
01:36Itu sudah berat.
01:38Ya kan korbannya kehilangan kedua matanya.
01:41Kehilangan bibirnya.
01:43Terus melepuh badannya.
01:44Nah tuh, kalau setimpal, berat banget itu, Pak.
01:47Harus dicolok juga.
01:49Ya lah, kita serahin ke hakim nanti memutuskan dengan perbuatan yang dilakukan.
01:55Harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada.
01:59Terkait uang sayembara itu?
02:01Ya, sayembara itu, Pak.
02:02Ya, sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan.
02:08Sekarang polisi.
02:09Ya, polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan.
02:11Nah, memenuhi, ya kan, takut ada unsur yang melanggar.
02:16Karena ini aparat, ya.
02:17Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kabulda.
02:19Uangnya dari mana aja, Pak?
02:20240 juta itu?
02:22Masa Gubernur nggak punya uang?
02:24Dari uang pribadi, ya?
02:25Ada lah, saya punya uang.
02:26Jadi uang pribadi, ya?
02:27Tiap bulan, punya dana operasional yang cukup.
02:30Punya usaha, cukup.
02:31Terima kasih telah menonton.
03:15Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan