Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Bibi korban penyekapan dan penganiayaan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, mendatangi Markas Polda Jawa Barat, Rabu pagi. Kedatangannya dilatarbelakangi rasa geram terhadap pelaku yang diduga telah menyekap dan menganiaya keponakannya selama bertahun-tahun hingga mengalami kondisi kesehatan yang memprihatinkan.

Erni Heryadi, bibi korban, mendatangi Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jawa Barat dengan harapan dapat bertemu langsung dengan tersangka yang saat ini ditahan di Mapolda Jawa Barat. Namun, keinginannya tersebut tidak diizinkan oleh pihak berwenang.

Erni mengaku masih sangat terpukul setelah melihat kondisi keponakannya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia mengaku terkejut melihat kondisi fisik korban yang mengalami luka serius akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku.

Menurut Erni, tindakan yang dilakukan tersangka telah memberikan dampak besar terhadap kesehatan dan masa depan korban. Karena itu, ia berharap proses hukum berjalan secara maksimal dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi penuh luka dan diduga menjadi korban penyekapan serta penganiayaan oleh kekasihnya. Saat ini, tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polda Jawa Barat.

Keluarga korban berharap proses penyidikan dapat berjalan tuntas sehingga seluruh fakta dalam kasus tersebut terungkap dan korban memperoleh keadilan.

#BudidayaNila #UsahaMandiri #EkonomiKerakyatan

Baca Juga Kasus Penyekapan Wanita di Bandung, Polda Jabar Ungkap Hasil Visum Korban di https://www.kompas.tv/regional/676764/kasus-penyekapan-wanita-di-bandung-polda-jabar-ungkap-hasil-visum-korban

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/676773/bibi-korban-penyekapan-di-bandung-datangi-polda-jabar-ingin-temui-tersangka-sapa-siang
Transkrip
00:00Geram, bibi korban penyekapan dan penganiayaan datangi Polda, Jawa Barat.
00:05Yang mengaku ingin bertemu secara langsung dengan pelaku yang saat ini ditahan di Mapolda, Jawa Barat.
00:16Rabu pagi tadi, Ernie Heriadi, bibi perempuan korban penyekapan dan penganiayaan kekasihnya,
00:22mendatangi gedung direktorat tahanan dan barang bukti Polda, Jawa Barat.
00:26Yang mengaku sangat geram dan ingin bertemu dengan pelaku, meskipun diizinkan oleh polisi.
00:33Sebelumnya, Ernie mengaku sangat terkejut saat melihat kondisi keponakannya di NSHS Kota Bandung.
00:39Ia berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya,
00:42lantaran perbuatan yang dilakukan menghancurkan kondisi kesehatan dan masa depan korban.
00:53Orang itu, makanya saya gak percaya loh.
00:55Itu anaknya pendiem, pinter.
00:58Ibunya cuma jualan gorengan,
01:00bapaknya cuma kulit panggul di pabrik,
01:01tapi dia bisa ngebiayain kuliah ya.
01:04Karena itu emang anaknya pinter.
01:05Dia sering bantu,
01:06kayak pemilihan umum dia suka bantu-bantu ya gitu.
01:10Aktif, aktif banget.
01:11Zaman dia di kuliahnya juga emang dia aktif banget.
01:14Bayi, dia jadi tuang punggu keluarga kok.
01:17Waktu neneknya sakit juga dia sering kirim ke saya,
01:20Ci, ini buat beli pampers.
01:21Buat neneknya gitu ya.
01:23Nah, semenyak dia hilang itu emang udah susah,
01:25gak pernah ngirim lagi buat neneknya itu udah gak ada.
01:28Waktu terakhir, waktu dikasih tau di rumah sakit Hasan Sedikin ya,
01:32kondisinya juga emang udah gak bisa dikenalin sih.
01:34Apa ini bener ya?
01:35Sampai saya ke ibunya.
01:36Saya kan panggil Cici ya.
01:38Kebetulan kami masih keturunan Chinese,
01:39cuma Cici saya mu'alaf.
01:42Ci, ini bener bukan sih?
01:44Ya, betul.
01:45Terus saya pegang.
01:46Saya tanya,
01:48Ini siapa?
01:49Dia langsung kenal suara saya.
01:51Oh, ini ineng ya.
01:55Dihukum setimpal-timpalnya, seberat-beratnya.
01:57Soalnya ini pertama ya,
01:59masa depan keponakan saya itu masih panjang,
02:01umur 29 tahun.
02:03Dia itu masih pengen ngejar karirnya.
02:05Masih istilahnya, dia tuh banyak lah cita-citanya gitu.
02:09Ya, dibikin hancur kayak gini gimana buat kedepannya.
02:12Kakak saya juga kan udah tua,
02:14gak mungkin bisa nurus dia selama dia sakit kayak gini.
02:17Ya, harapan itu.
02:18Pengennya sih dihukum seberat-beratnya ya.
02:20Terima kasih.
02:20Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan