Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah memicu keluhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga jutaan rupiah akibat terganggunya aktivitas produksi dan layanan kepada pelanggan.

Di tengah kondisi tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan telah meminta PLN mempercepat langkah mitigasi untuk mencegah pemadaman listrik berkepanjangan. Bahlil juga menegaskan tidak ada kendala pasokan batu bara dari sisi pemerintah, namun distribusi ke pembangkit listrik PLN dan mitra perlu dipastikan berjalan lancar.

Lalu, apa sebenarnya penyebab utama pemadaman bergilir yang meluas di Pulau Jawa? Benarkah gangguan teknis pada sejumlah pembangkit menjadi faktor utama, atau justru persoalan stok batu bara yang berada di bawah batas aman?

Menurut CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) sekaligus pengamat energi, Fabby Tumiwa, kondisi ini diduga dipicu kombinasi beberapa faktor. Namun, faktor dominan disebut berasal dari ketersediaan batu bara di sejumlah PLTU yang berada di bawah level aman sehingga pembangkit tidak dapat beroperasi pada kapasitas maksimal. Fabby memperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen PLTU di sistem Jawa-Bali mengalami kondisi pasokan batu bara yang tidak ideal, sehingga pasokan daya harus dikurangi sambil menunggu kedatangan stok baru.

Lalu, seberapa besar dampak pemadaman ini terhadap masyarakat dan pelaku UMKM? Mengapa pemadaman bisa terjadi di tengah sistem kelistrikan Jawa yang selama ini disebut memiliki cadangan daya cukup? Dan apakah peristiwa ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan yang lebih andal?

Pembahasan selengkapnya akan menghadirkan CEO IESR sekaligus pengamat dan ahli transisi energi, Fabby Tumiwa.

#PemadamanListrik #PLN #BahlilLahadalia #FabbyTumiwa #ESDM

Baca Juga Menteri Bahlil Ungkap Biang Kerok Pemadaman Listrik Bergilir di Indonesia di https://www.kompas.tv/nasional/676035/menteri-bahlil-ungkap-biang-kerok-pemadaman-listrik-bergilir-di-indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676047/full-fabby-tumiwa-sebut-pemadaman-listrik-dipicu-70-persen-pltu-kekurangan-batu-bara-sapa-malam
Transkrip
00:00Topik berikutnya di Sapa Indonesia Malam.
00:02Pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah
00:04membuat para pelaku usaha kecil menengah rugi.
00:08Omset turun drastis jutaan rupiah
00:10hingga menerima komplain dari pelanggan.
00:16Pemadaman listrik bergilir sejak beberapa hari belakangan
00:19merugikan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
00:23Di Kota Semarang, omset usaha bengkel menurun drastis
00:26karena semua peralatan tak bisa beroperasi.
00:28Salah satunya bengkel di Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunung Pati.
00:46Pemilik laundry di Kelurahan Patemon, Semarang juga merugi
00:49akibat pemadaman listrik bergilir.
00:52Karena semua alat bergantung pada listrik,
00:54seluruh pengerjaan tertunda hingga mendapatkan komplain pelanggan.
00:59Dari customer tentunya pengennya barangnya selesai tepat waktu.
01:03Tapi karena ada pemadaman listrik,
01:053-4 jam jadi kita molor.
01:09Nah, di situ terjadi komplain dari customer,
01:11kemudian tidak datang ke sini lagi,
01:12itu juga berdampak bagi usaha seperti kami.
01:16Di Kota Belora, Jawa Tengah,
01:18pemilik usaha penggilingan padi di Desa Kamolan
01:20juga rugi akibat pemadaman listrik bergilir
01:22kerap terjadi hingga 3 jam lamanya.
01:26Terus ini penggilingan berhenti berarti Pak prosesnya, Pak?
01:28Berhenti, karena tidak bisa nyala listrik, tidak bisa nyala.
01:33Satu minggu ada bisa dua kali, ada bisa tiga kali.
01:39PLN minta maaf atas pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.
01:42PLN mengungkap pemadaman terjadi karena kendala teknis
01:46pada dua pembangkit listrik mitranya.
01:49Pasokan batu bara pada sejumlah pembangkit
01:51juga bagian dari kendala.
01:53Pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.
01:55Ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya
02:01karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir.
02:08Tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami
02:15agar perbaikan dua PLTU besar ini
02:19bisa berjalan dengan cepat.
02:23Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlila Hadalia
02:25menyatakan telah meminta percepatan mitigasi
02:27atas pemadaman listrik bergilir kepada PLN.
02:30Ia juga kembali menekankan kelangkaan batu bara
02:32untuk pasokan pembangkit listrik PLN dan mitranya.
02:35Ia bilang telah berkomunikasi intensif
02:37dengan Direktur Utama PLN empat hari terakhir
02:39terkait teknis mencegah pemadaman listrik berlanjut.
02:43Ia bilang tidak ada kendala pasokan batu bara
02:45dari pihak Kementerian SDM ke PLN.
02:47Namun PLN perlu memastikan teknis
02:49distribusi batu bara tersebut terpenuhi
02:51ke pembangkit listrik PLN dan mitranya.
02:57Batu bara tidak ada kelangkaan.
02:59Nah tapi teknisnya untuk sampai di powerplannya
03:04itu bukan tugas Dirjen Merba.
03:07Itu sudah merupakan teknis daripada
03:10manajemen logistik yang dilakukan oleh PLN.
03:14Jadi pemerintah punya kewajiban adalah
03:16menyiapkan alokasi perusahaannya apa
03:20dan segera mendorong untuk kontrak.
03:22Masalahnya yang PLN sampaikan itu adalah
03:25mereka kekurangan medium.
03:27Kalori yang medium.
03:29Tapi itu kan teknis mereka.
03:32Sama?
03:34Sama maintenance.
03:37Lalu apa dampaknya jika pemadaman bergilir
03:39terus berlangsung?
03:41Adakah cara yang harus dilakukan pemerintah
03:42untuk mengatasi ini dan
03:43benarkah pembangkit kita baik-baik saja?
03:46Bergabung dalam diskusi.
03:47CEO Institute for Essential Services Reform
03:49IESR sekaligus pengamat dan ahli transisi energi
03:53Fabi Tumiwa.
03:54Mas Fabi selamat malam.
03:55Selamat malam.
03:56Ini kondisi yang memang masalah teknis
03:59yang di luar kendali kita
04:00atau sebetulnya sudah bisa diprediksi Mas?
04:04Ya sebenarnya ini sesuatu yang harusnya
04:07tidak terjadi ya.
04:08Pemadaman listrik.
04:09Dan kalau kita tahu sebenarnya
04:10kalau kita lihat dari kapasitas terpasang
04:13daya listrik yang ada di Jawa Bali
04:15dan juga berdasarkan dari beban puncak
04:21sebenarnya situasi seperti ini
04:24harusnya tidak terjadi.
04:26Jadi memang dugaan saya ada sejumlah faktor
04:28tapi faktor yang dominan
04:31itu memang ada pembangkit yang mengalami
04:35mengalami kendala.
04:37Tetapi faktor yang dominan
04:39menurut saya adalah
04:41ketersediaan batubara
04:45di sejumlah pembangkit PLTU
04:47yang hari ini mungkin di bawah batas aman.
04:52Dan ini karena adanya
04:55hari operasi pembangkit
04:58atau cadangan batubara
05:00yang tidak dalam kondisi aman
05:02maka PLTU-PLTU tersebut
05:05bekerja atau beroperasi
05:08di bawah daya mampu maksimalnya.
05:12Nah, oleh karena itu
05:14memang kita melihat
05:15ada defisit pasokan listrik
05:18di Jawa Bali
05:19dan karena ini terjadi di banyak PLTU
05:23ada 27 PLTU di Jawa Bali
05:27saya kira sekitar 60-70 persen
05:31pasokan batubaranya itu
05:32tidak dalam kondisi aman
05:34atau berkisar antara 5-7 hari saja
05:38oleh karena itu
05:39untuk menghemat penggunaan batubara
05:43sampai menunggu pasokan datang
05:46maka dilakukan pengurangan operasi
05:50pengurangan daya
05:51sehingga terjadi defisit
05:53defisitnya itu cukup besar
05:55dan terjadi di banyak pembangkit
05:58oleh karena itu kita lihat
06:00bahwa kemadaman bergilir ini
06:03terjadi merata ya
06:04dari Jawa Barat sampai di Bali
06:05dan ini dampaknya sebatas pada ekonomi
06:08atau ada dampak yang lebih serius lagi mas?
06:10kalau dampak tentunya
06:11seperti yang kita tadi saksikan ya
06:14buat konsumen listrik
06:16pemadaman ini sangat merugikan
06:19misalnya bagi mereka yang punya usaha
06:21jika terjadi pemadaman antara
06:24yang terjadi rata-rata sekarang ya
06:25antara 3 sampai 5 jam
06:27tentunya itu sangat mengganggu
06:30usaha mereka
06:31belum lagi
06:33kita lihat di sejumlah
06:35usaha misalnya
06:37kalau mereka harus menyala listriknya
06:41maka mereka akan
06:42menggunakan genset misalnya
06:43nah genset itu mereka harus bakar
06:45BBM dengan harga yang cukup mahal
06:47jadi kalau bisa dibilang
06:50yang namanya pemadaman listrik
06:52itu membawa kerugian
06:54bagi konsumen ya
06:57besar kecilnya
06:58tergantung dari
07:01bagaimana listrik itu dipakai
07:03oke
07:04sehingga solusinya adalah
07:06menambah atau menambah
07:07pasokan batu bara itu saja
07:08atau ada solusi yang ngerasanya
07:09lebih cepat dan lebih efisien
07:11untuk menjawab masalah ini
07:12biar masalah pemadaman
07:13tidak terus-terusan berlanjut seperti ini
07:16ya solusinya adalah
07:18mengamankan pasokan batu bara
07:20seperti yang tadi saya sampaikan
07:23bahwa rata-rata
07:25cadangan atau ketersediaan batu bara
07:28di pembangkit
07:29pembangkit yang ada di Jawa Bali
07:31itu dalam kondisi yang kritis
07:34kritis itu di bawah 10 hari
07:36karena sesuai dengan perdir PLN
07:41cadangan batu bara
07:42atau hari operasi pembangkit
07:45itu harusnya
07:45kalau saya tidak keliru
07:47itu kira-kira
07:4721 atau 25 hari
07:51jadi kalau misalnya hari ini
07:53rata-rata
07:55HOP
07:56pembangkit
07:57itu di bawah
07:597 hari
08:00itu sudah dalam situasi
08:01kritis
08:04bahkan
08:04kalau kita lihat
08:06ada sejumlah pembangkit
08:08yang
08:08HOPnya itu mungkin
08:10sudah di bawah 5 hari
08:11jadi memang mereka harus
08:12benar-benar
08:13menghemat
08:14memang tetap menyalakan
08:17pembangkit listriknya
08:19karena kalau mati total
08:22menyalakan lagi
08:23PLTU itu butuh waktu yang lama
08:25maling tidak mungkin
08:27butuh waktu 1-2 hari
08:28sampai menyala
08:30kembali masuk ke sistem
08:32jadi
08:32menurunkan
08:35operasinya
08:36itu adalah cara
08:38untuk mengamankan
08:40pasokan listrik
08:41sebenarnya
08:41tapi
08:42karena ini terjadi
08:44di banyak
08:45PLTU
08:46oleh karena itu
08:48defisit
08:49secara
08:49agregat
08:51itu cukup besar
08:51sehingga menurut Anda
08:53singkat saja
08:53kalau kondisinya seperti itu sekarang
08:55pemadaman kemungkinan
08:56akan berlanjut
08:56saya menduga
08:58kondisi ini
09:00masih akan terjadi
09:01dalam mungkin
09:022 minggu ke depan
09:03jadi
09:04masyarakat sih
09:05harusnya siap-siap
09:07waspada
09:07dan
09:08kita harapkan
09:09PLN memberikan
09:11informasi
09:13mengenai
09:14pemadaman
09:14bergilir kepada
09:16konsumen
09:16jadi
09:18konsumen listrik
09:19itu memang bisa
09:21bersiap-siap
09:22dan
09:23menyikapi
09:24kalau misalnya
09:25terjadi
09:25pemadaman
09:26oke
09:27Mas Fabi Tumiwa
09:28terima kasih banyak
09:28sudah mau berbagi pandangan
09:29bersama saya kali ini
09:30selamat malam Mas
09:31terima kasih
09:32selamat menikmati
09:32selamat menikmati
09:33selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan