- 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tiga hari pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, warga terdampak masih menghadapi keterbatasan tempat berlindung dan kebutuhan dasar.
Daerah Manggarai, sebagian warga terpaksa membangun tenda secara mandiri karena tenda pengungsian terpusat penuh. Kebutuhan mendesak yang disampaikan pemerintah daerah meliputi tenda layak, selimut, sembako, obat-obatan, listrik, dan air bersih.
Baca Juga UPDATE! BNPB-Basarnas Soal Korban Gempa NTT Bertambah: 70 Wafat, 1.182 Luka-luka, 40 Ribu Mengungsi di https://www.kompas.tv/video/686292/update-bnpb-basarnas-soal-korban-gempa-ntt-bertambah-70-wafat-1-182-luka-luka-40-ribu-mengungsi
BNPB mencatat hingga 18 Agustus 2026 terdapat 70 korban meninggal dunia, lebih dari 1.100 korban luka, dan sekitar 40.216 warga mengungsi. Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat distribusi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara, sekaligus memperkuat layanan kesehatan dan rumah sakit lapangan.
Bupati Manggarai Herybertus Nabit dan Plt Kapusdatin BNPB Berton Pandjaitan membahas kondisi terkini pengungsi, kendala distribusi bantuan, hingga rencana penanganan trauma dan hunian sementara bagi warga terdampak.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686307/full-bupati-manggarai-bnpb-soal-gempa-ntt-40-ribu-pengungsi-kurang-tenda-obat-kompas-pagi
Daerah Manggarai, sebagian warga terpaksa membangun tenda secara mandiri karena tenda pengungsian terpusat penuh. Kebutuhan mendesak yang disampaikan pemerintah daerah meliputi tenda layak, selimut, sembako, obat-obatan, listrik, dan air bersih.
Baca Juga UPDATE! BNPB-Basarnas Soal Korban Gempa NTT Bertambah: 70 Wafat, 1.182 Luka-luka, 40 Ribu Mengungsi di https://www.kompas.tv/video/686292/update-bnpb-basarnas-soal-korban-gempa-ntt-bertambah-70-wafat-1-182-luka-luka-40-ribu-mengungsi
BNPB mencatat hingga 18 Agustus 2026 terdapat 70 korban meninggal dunia, lebih dari 1.100 korban luka, dan sekitar 40.216 warga mengungsi. Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat distribusi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara, sekaligus memperkuat layanan kesehatan dan rumah sakit lapangan.
Bupati Manggarai Herybertus Nabit dan Plt Kapusdatin BNPB Berton Pandjaitan membahas kondisi terkini pengungsi, kendala distribusi bantuan, hingga rencana penanganan trauma dan hunian sementara bagi warga terdampak.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686307/full-bupati-manggarai-bnpb-soal-gempa-ntt-40-ribu-pengungsi-kurang-tenda-obat-kompas-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:20Tiga hari berlalu pasca gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Sabtu lalu.
00:25Warga terdampak gempa di kampung Barang Kolong Reok Manggarai NTT masih berjuang mencari tempat berlindung.
00:32Seorang ibu terpaksa membangun tenda darurat secara mandiri di lokasi pengungsian demi mendapat tempat berlindung.
00:40Ia tak punya pilihan lain karena semua tenda yang tersedia telah penuh.
00:45Selain kesulitan mencari tempat tinggal, ia mengaku masih sulit mendapat air minum dan makanan.
00:52Kalau belum ada tendanya kita mau tidur dimana sudah kasihan anak-anak, dingin.
00:59Terpaksa kita perempuan tuh, ya harus rata tuh.
01:03Selama ini saya tinggal di sini, di sekolah min di depan ini, tidak pernah dapat bantuan.
01:10Akhirnya saya kepikiran tuh namanya orang sudah tua saya.
01:13Itu jadi darat tinggi saya. Akhirnya saya pulang, datang lagi ke sini.
01:19Katanya ada gempa susulan akhirnya buat lagi di sini.
01:23Kapolri bersama rombongan mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa di Reok Manggarai, Selas Asia.
01:29Kapolri ingin memastikan penanganan korban beserta kebutuhannya terpenuhi termasuk logistik,
01:35pelayanan kesehatan dan proses evakuasi.
01:37Polri telah mengerahkan 236 personel dan pesawat CASA serta helikopter ke NTT untuk mendukung penanganan bencana.
01:46Kami telah mengiripkan 247,66 ton kantoran logistik.
01:52Dan kantoran ini juga tentunya kita harapkan bisa membantu
01:58gabungan dari makus dan polda-polda yang ada.
02:01Dan kami akan terus dorong sampai dengan kebutuhan kebunuhi.
02:09Sebelumnya Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyebut,
02:13penanganan darurat bagi masyarakat terdampak gempa di NTT terus diperkuat.
02:18Kemensos prioritaskan distribusi kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
02:22Kita prioritaskan sekarang ini yang kita distribusikan adalah kebutuhan-kebutuhan pokok,
02:30terutama permakanan, pakaian, dan tindak berserta selimut.
02:34Termasuk kemudian kita juga akan belanja, bekerjasama dengan bulog-bulog setempat.
02:39Dalam waktu dekat ini kita akan belanja 48 ton beras.
02:48Berdasarkan data Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,
02:52per 18 Agustus 2026 pukul 17.00, jumlah korban meninggal akibat gempa 7,7 NTT sebanyak 70 orang.
03:01Sementara korban luka mencapai 1.184 orang.
03:05Saat ini jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai 40.216 jiwa.
03:11Tim SAR masih terus melakukan penyisiran ke wilayah terdampak gempa.
03:15Penyisiran dilakukan ke lokasi yang diduga terdapat korban.
03:19Basarnas juga mengerahkan helikopter untuk mendukung evakuasi medis bagi korban terdampak gempa.
03:25Tim Liputan Kompas TV
03:31Gempa Nusa Tenggara Timur menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
03:35Hingga 18 Agustus 2026, BNPB mencatat 70 orang meninggal dunia, seribu lebih orang luka-luka, dan lebih dari 40.000
03:44jiwa mengungsi.
03:45Pemerintah terus mengupayakan penanganan darurat korban gempa terus dipercepat.
03:50Seperti apa upaya pemerintah dalam distribusi bantuan dan penanganan korban gempa?
03:54Kami akan ulas bersama dengan Bupati Manggarai, ada Bapak Heribertus Senabit, dan juga ada pelaksana tugas Kampus Pudatin BNPB, Bapak
04:04Berton Pancaitan.
04:05Selamat pagi, Pak Heribertus. Selamat pagi, Pak Berton.
04:09Selamat pagi.
04:09Selamat pagi.
04:11Ya, Pak Heribertus.
04:14Kemarin kita sudah berbincang bersama dengan Bupati Sika, dan hari ini saya berbincang dengan Bupati Manggarai.
04:21Saya ingin tahu dulu, Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah yang informasinya juga terdampak paling parah.
04:28Ada berapa wilayah, Pak, yang sampai saat ini masih terisolir dan masih membutuhkan bantuan untuk segera didistribusikan, Pak Heri?
04:38Ya, baik. Terima kasih, Mbak.
04:42Wilayah paling parah ini ada di wilayah utara Manggarai yang terdiri dari lima kecamatan.
04:48Ya, tapi empat kecamatan itu sudah bisa terjangkau.
04:52Tinggal satu kecamatan yang baru tadi malam kita bisa memasuki sepenuhnya setelah membersihkan longsoran-longsoran yang ada di, yang menutupi
05:03badan jalan.
05:04Sehingga praktis selama beberapa hari satu kecamatan ini tidak bisa ditembus untuk dimasuki bantuan.
05:13Tetapi pada tadi malam begitu jalanan semua sudah dibersihkan, longsoran bisa dibersihkan,
05:20maka tadi tengah malam bantuan-bantuan meskipun masih terbatas sudah bisa masuk ke semua tempat di wilayah Manggarai.
05:29Termasuk di kecamatan Reok Barat yang memang agak sulit beberapa hari ini kami masuki.
05:37Jadi, kira-kira begitu sementara situasinya sehingga sebagian besar wilayah itu sudah bisa dijangkau.
05:43Oke, jadi untuk di Kabupaten Manggarai ini hampir semuanya sudah bisa dibuka aksesnya ya Pak ya.
05:50Salah satunya adalah kecamatan yang tadi Anda sebutkan, Reok Barat,
05:53yang sebelumnya sempat tidak bisa dibuka untuk pendistribusian bantuan, semalam sudah bisa.
05:59Dan kita harapkan pendistribusian bantuan ini sudah sampai dan diterima oleh masyarakat di sana ya Bapak?
06:05Betul.
06:06Kami ingin tahu juga untuk kondisi korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,
06:12khususnya di Manggarai Barat.
06:14Bagaimana kondisi mereka dan posko pengungsian, tenda-tenda pengungsian ini dipusatkan di mana Bapak?
06:19Informasinya ada beberapa wilayah yang sampai saat ini masih banyak mendirikan tenda-tenda swadaya.
06:26Ya, betul.
06:29Sebagian besar masyarakat memang menggunakan tenda-tenda mandiri ya.
06:35Jadi pengungsi mandiri, bukan pengungsi yang terpusat di satu tempat.
06:39Nah, kita memang mengalami kesulitan dalam hal ini karena masyarakat punya pertimbangan sendiri kenapa mereka harus mandiri.
06:48Misalnya, mereka membangun tenda di samping rumah atau di depan rumah untuk juga menjaga, tetap menjaga harta bendanya.
06:56Yang biasanya bisa diyakinkan untuk ada di satu tempat pengungsian terpusat, itu adalah masyarakat yang memang rumahnya rusak berat.
07:08Artinya memang tidak ada harta benda yang harus diselamatkan lagi.
07:12Sementara yang rumahnya rusak sedang atau rusak ringan, biasanya tetap memilih untuk membangun tenda di samping rumah.
07:20Karena itu maka distribusi bantuan juga tidak bisa diperlakukan seperti kalau yang ada di pengungsian terpusat di beberapa tempat.
07:32Ya, artinya bisa di, kalau di pengungsian terpusat kan bisa dibangun dapur umum misalnya.
07:38Misalnya seperti itu.
07:40Tetapi kalau sudah pengungsi mandiri, berarti kita harus memperlakukan terpisah.
07:44Bantuan, apa namanya, bantuan sembahko dan lain-lain itu, itu harus langsung disampaikan masing-masing.
07:50Meskipun, ada pola di mana satu tempat pengungsian mandiri, itu bisa terdiri dari tiga kepala keluarga atau lima kepala keluarga
08:03misalnya.
08:05Jadi, itu polanya kira-kira seperti itu.
08:08Oke, lantas apa yang sampai saat ini masih dibutuhkan oleh korban terdampak gempa di sana?
08:15Nah, khususnya bagi warga yang sampai saat ini masih mengungsi secara swadaya, mendirikan tenda secara swadaya.
08:22Apa yang paling dibutuhkan?
08:23Informasi dari kawan kami di lapangan Citos Natun di sana.
08:27Di malam hari, masyarakat masih membutuhkan aliran listrik yang sampai saat ini juga masih randomly menyala,
08:36begitu kemudian juga alas untuk tidur, Bapak?
08:39Betul, betul.
08:41Saya kira yang paling penting sekarang beberapa hal.
08:43Pertama, tenda yang layak.
08:45Ya, tenda yang layak.
08:47Kemudian yang kedua adalah selimut.
08:51Ya, karena ini sudah masuk musim, di sini sudah masuk musim dingin, kalau malam dingin sekali.
08:57Ya, kemudian yang ketiga adalah tentu sembahko.
09:02Sembahko.
09:03Lalu yang keempat, saya kira yang paling penting sekarang adalah obat-obatan.
09:07Terutama untuk anak-anak.
09:09Saya kira per hari ini menurut saya bahwa kebutuhan kita banyak, tetapi empat hal pokok ini menurut saya yang paling
09:18-paling penting untuk kita penuhi dulu.
09:22Jadi, tenda selimut, tenda selimut, sembahko, dan obat-obatan.
09:29Oke, tenda selimut, obat-obatan, dan juga sembahko, termasuk juga aliran listrik juga harus juga diperhatikan oleh PLN di sana,
09:37termasuk juga ketersediaan air bersih,
09:39karena juga kebutuhan MCK juga merubahkan kebutuhan yang mendesak ketika darurat mereka harus mengungsi di tenda pengungsian, begitu ya.
09:49Saya ingin ke PLT Kapus Datin BNPB dulu, Pak Berton Panjaitan.
09:53Pak Berton, saya ingin tahu untuk data di pagi hari ini, Pak Berton, berapa yang meninggal dunia dan korban luka
10:03-luka akibat gempa di Nusa Tenggara Timur ini, Pak, untuk update informasinya?
10:09Ya, selamat pagi. Kami bisa sampaikan bahwa per jam ini kami masih tetap menyampaikan bahwa jumlah yang meninggal itu adalah
10:1970 jiwa.
10:21Tadi dari Manggarai 27 jiwa memang, jadi memang benar kalau yang meninggal di Manggarai itu ada 27 jiwa.
10:29Sedangkan secara umum, dari jenis kelamin yang meninggal ada 59 persen atau 41 adalah pria, selebihnya adalah wanita.
10:39Sedangkan warga yang mengalami luka-luka itu ada sebanyak, sebentar, data kami.
10:54Ya, sambil menjawab, mencari, ada 40 ribu sebenarnya yang mengungsi saat ini.
11:04Benar sekali tadi, bahwa di saat ini adalah banyak sekali pengungsi yang mandiri sifatnya karena traumatik atas gempa susulan yang
11:17saat ini sampai 2.768 kali per jam 5 tadi,
11:23waktu Indonesia bagian barat informasinya, sehingga ini membuat warga kita ketakutan secara psikologis mengalami panik ketika ada ini.
11:37Namun demikian untuk bantuan, Pak, kami tadi mendengar bahwa memang karena ada tersebarnya dari pengungsi saat ini,
11:49sehingga kita mengalami kesulitan memang untuk mencapai rumah-rumah, lokasi-lokasi.
11:56Sehingga memang kalau bisa, memang kita bisa menyampaikan ke masyarakat Pak Bupati agar lebih terorganisir,
12:05sehingga bantuan yang bisa itu bisa tercatat dengan baik, si A sudah mendapat, si B belum mendapat.
12:10Jadi gitu, tidak ada kadang-kadang dapat dua, ini dapat satu gitu.
12:14Jadi mohon kerjasama mungkin dengan pemerintah daerah, sehingga segala bantuan yang didistribusikan merata dan memang tepat guna.
12:24Oke, jadi pendataan ini benar-benar harus dioptimalkan begitu ya, jangan sampai kemudian ada yang belum mendapatkan terdistribusi,
12:33kemudian di wilayah lain, kemudian banyak juga yang bantuannya, droppingnya hanya sampai di wilayah tertentu saja.
12:41Ini yang kemudian harus dioptimalkan semuanya pendistribusian merata.
12:46Nah, kalau berbicara soal tenda swadaya, Pak, sebenarnya apa yang menjadi kendala dari BNPB
12:54dan juga kementerian sosial dan kementerian terkait lainnya untuk bisa menjangkau atau mendistribusikan,
13:00paling tidak tenda yang layaklah untuk masyarakat saudara-saudara kita di NTT?
13:05Ya, saat ini sebenarnya kemarin kami pemerintah sudah mengirimkan beberapa sorti untuk pengiriman permakanan maupun tenda.
13:19Bisa kami sampaikan bahwa ada 165,9 ton bantuan kemarin 12 sorti datang penerbangan.
13:29Jadi ini ada tenda, ada kasur, tempat tidur gitu ya, alas tidur.
13:38Ya, alas tidur. Ini sudah sedang datang kemarin dan sudah kemarin datang.
13:44Dan ini akan disampaikan secara sistematis seperti yang seterusnya.
13:51Seperti yang disampaikan oleh Bapak-Bapak tadi dari Kabupaten ke Kecamatan dan Kecamatan Tiga Desa-Desa.
13:58Dan ini pola ini akan kita terus kembangkan sehingga dari unsur pemerintah mengetahui bahwa ada bantuan.
14:05Sedangkan melalui Angkatan Udara, ada 4 sorti kemarin itu ada 46 ton yang dikirimkan.
14:13Itu sama juga dengan tenda dan banyak juga obat-obatan dan kebutuhan yang lain.
14:19Ini kami kira untuk sementara ini yang bisa kita dorong karena memang kebutuhan transportasi ini juga bisa kita dapatkan nanti.
14:33Selain itu, ada 2 sebenarnya saat ini menggunakan kapal laut.
14:38Jadi kemarin sudah datang semoga nanti melalui transportasi laut bisa kita segera datang dan membawa bantuan lebih banyak lagi tentu.
14:47Oke, saat ini tengah dioptimalkan untuk pendistribusian bantuan tidak hanya dari jalur darat tapi juga jalur laut dan juga jalur
14:56udara.
14:57Menggunakan helikopter supaya semua bantuan ini bisa tersebar, bisa merata bantuannya dirasakan oleh masyarakat.
15:05Nah, kalau tadi kita lihat di visual ini ada juga yang kemudian korban luka, kemudian yang paling sering terjadi adalah
15:12ketika sudah beberapa hari mengungsi di tenda yang ala kadarnya.
15:17Ini banyak juga masyarakat yang mulai terserang penyakit.
15:20Nah, bagaimana BNPB dan juga Kementerian Kesehatan berkoordinasi untuk bisa mendirikan juga posko kesehatan di sana atau kemudian rumah sakit
15:30lapangan, tenaga kesehatan yang ditambah, pasokan obat-obatan.
15:35Bagaimana soal ini, Bapak?
15:37Ya, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Bapak Menteri Kesehatan sendiri juga turun ke lapangan.
15:45Saat ini sudah berdiri rumah sakit lapangan di Ruteng, jadi ini menjadi bantuan yang signifikan untuk keluarga kita yang sakit.
15:56Jadi satu lagi nanti akan didirikan lagi, sudah sampai barangnya tapi mungkin fungsinya baru hari ini.
16:04Kemudian masalah obat-obatan, kami tidak lupa tetap membawa obat-obatan dari pesawat atau sorti-sorti yang datang kemari,
16:13sehingga tetap didistribusikan selain permakanan, tenda, dan obat-obatan menjadi satu bagian yang vital untuk dibawa.
16:22Oke, saya ingin tahu juga ke Pak Bupati.
16:24Mbak Bupati, di wilayah Anda, untuk di Kabupaten Manggarai, bagaimana dengan pelayanan medis khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah?
16:31Apa ada kendala soal pelayanan medis? Apakah bisa melakukan tindakan operatif di sana?
16:39Bagaimana rumah sakit lapangan di sana, termasuk juga pasokan obat-obatan di Kabupaten Manggarai, Bapak?
16:46Ya, yang salah satu fasilitas kesehatan yang paling terdampak di Manggarai ini adalah Rumah Sakit Umum Daerah,
16:53yang memang rusak parah.
16:55Karena itu, sejak hari pertama dan kedua kejadian, sampai dengan hari ketiga kemarin,
17:03itu masih beberapa hari pertama dan kedua, semua pasien itu kami keluarkan dan rawat di lapangan,
17:12di halaman rumah sakit dan di jalanan depan rumah sakit.
17:15Jadi kita bangun tenda, namun hari ketiga, ada beberapa pasien yang kita bisa yakinkan untuk masuk kembali ke dalam rumah
17:25sakit.
17:25Tetapi secara keseluruhan, memang rumah sakit mengalami kerusakan parah.
17:29Dan sudah disinjau oleh Bapak Menko PMK, Bapak Pratikno, dan Bapak Kepala BNPB,
17:36serta kemarin Bapak Menkes, juga sudah meninjau rumah sakit.
17:40Dan karena itu diputuskan untuk membangun satu rumah sakit lapangan di Rutek.
17:46Sejak kemarin sudah terbangun, hari ini semua proses-proses akan mencapai akhir,
17:52sehingga diharapkan paling tidak sore atau malam nanti, sudah mulai beroperasi, rumah sakit lapangan.
17:59Sedangkan di tenda-tenda pengungsian, memang kita tetap mendirikan juga posko kesehatan.
18:07Posko kesehatan untuk merawat masyarakat yang terdampak ini.
18:12Lalu yang berikutnya adalah puskesmas.
18:16Sebagian besar puskesmas memang terdampak dan mengalami kerusakan parah.
18:20Ini yang memang sudah kami laporkan dan mudah-mudahan akan mendapat atensi dalam beberapa waktu ke depan.
18:27Hal terdampak berkaitan dengan NAKES adalah, terutama di wilayah Banggara Utara,
18:32saya harus mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan.
18:37Karena di Banggara Bagian Utara, mereka sendiri sebenarnya adalah warga terdampak.
18:44Tetapi mereka bisa menguasai dirinya, tetap menampilkan dan menunjukkan profesionalisme mereka
18:53sebagai tenaga kesehatan untuk merawat sesama manusia.
18:57Saya kira luar biasa pengorbanan dan karena itu kita harus berikan pengorbanan kepada mereka semua.
19:04Oke, walaupun memang tenaga medis juga menjadi korban terdampak gempa,
19:09tapi kemudian juga mereka secara sukarela dan senantiasa tetap melakukan pelayanan medis.
19:15Tentu kita harapkan posko kesehatan, puskesmas, rumah sakit lapangan bisa segera kembali pulih
19:24untuk bisa melayani masyarakat secara maksimal bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
19:32Kita juga ingin tahu Pak, ini kan kondisinya memang sangat prihatin begitu ya Pak.
19:40Banyak sekali yang trauma dengan apa yang terjadi beberapa hari lalu
19:45dan mereka banyak yang enggan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing Bapak, warga Bapak.
19:51Bagaimana untuk bisa menimbulkan lagi rasa percaya begitu ya untuk trauma healing?
19:58Sampai saat ini bagaimana Pak untuk trauma healing kepada masyarakat
20:01agar mereka juga bisa merasakan rasa aman kembali?
20:06Bu, pertanyaan paling penting yang tidak bisa dijawab adalah pertanyaan
20:12sampai kapan ini berlangsung?
20:18Tidak ada satu orang pun bisa menjawab itu.
20:21Dan ini pertanyaan yang
20:25apa namanya
20:26itu cermin dari rasa trauma dan putus asa.
20:31Ya, karena itu maka
20:32saya kira
20:34kalau istilah saya bu kami di Manggara ini kembali ke titik 0
20:39Ya, karena harta benda semua hilang
20:43harta benda hasil perjuangan
20:44seumur hidup itu hilang
20:47dan sebagian besar kami tidak tahu
20:51harus sampai kapan ini berlangsung.
20:55Karena itu mungkin
20:59bantuan-bantuan yang bersifat pendampingan
21:04psikis dan lain-lain
21:06itu menjadi penting.
21:08Ya, dan sayang bahwa kami
21:10pemerintah daerah tidak punya keahlian untuk itu.
21:13Saya kira, saya harus katakan secara terus terang
21:17tentang ini.
21:18Ya.
21:19Oke.
21:20Pak
21:22Berton, bagaimana Anda merespon ini?
21:25Perlu ada segera trauma healing
21:27yang bisa dilakukan oleh pemerintah pusat
21:29kepada warga di Nusa Tenggara Timur
21:32karena mereka banyak sekali trauma
21:34dan mereka sampai saat ini
21:36tidak tahu bagaimana kemudian
21:37harus melanjutkan hidup mereka
21:39termasuk juga bagaimana penanganan
21:42untuk kedepannya kehidupan mereka
21:44huntara, hunian sementara
21:47bagi masyarakat yang rumahnya
21:49dalam kategori rusak berat.
21:51Bagaimana?
21:52Ya, memang sangat manusiawi
21:57bagaimana warga di Nusa Tenggara ini saat ini
22:01di mana gempa besar terjadi
22:03kemudian gempa susulan banyak sekali
22:04kita di sini juga merasakannya
22:06dan tentu pemerintah pusat tidak
22:09dengan pemerintah daerah
22:11tidak akan membiarkan warga
22:13akan begitu saja
22:15tetapi dari Kementerian Sosial
22:18tentu akan memberikan berbagai bantuan
22:21apa namanya
22:23trauma healing tentu
22:25sekososialnya akan jalan
22:27nanti mungkin dalam waktu dekat ini
22:29setelah itu juga kami juga berharap
22:31Bapak Bupati
22:32dari agama
22:35dari sektor agama juga bisa
22:36tentu membantu
22:38saudara-saudara kita ini
22:39karena memang tergoncang ya
22:41sehingga bisa membantu
22:46memulihkan jiwa skisnya
22:48dan mereka tidak terlalu takut lagi ke depan
22:51untuk
22:54bantuan di masa ia akan datang
22:56tentu pemerintah pusat
22:57dalam hal ini BNPB
22:58dengan kementerian yang lain
22:59akan tetap membantu
23:01misalnya membangun
23:02Huntara
23:02Huntab akan tetap kita
23:04laksanakan
23:05dan stimulan untuk
23:06warga yang rumah rusak
23:09ringan dan rusak sedang
23:11akan tetap dilaksanakan
23:12yang penting adalah
23:14pendataan yang
23:15yang benar dan
23:16akuntabel akurat
23:18kemudian
23:18tentu bantuan
23:20untuk
23:21sosial seperti tadi
23:23ekonomi sosial
23:24tentu akan dilaksanakan juga
23:25di masa yang akan datang
23:27jadi kami disini
23:29dari
23:30BNPB langsung turun juga
23:32untuk mendata
23:33sesegera mungkin
23:34setelah nanti tangkap
23:35berhasil selesai
23:35langsung
23:36transisi ini
23:38masa transisi
23:40untuk membangun
23:41rumah-rumah sementara
23:42ataupun
23:43meningkatkan
23:44perekonomian
23:44masyarakat
23:45jadi
23:45sinertitas antara itu
23:48berlanjut
23:48terus menerus
23:49sehingga nanti
23:50tidak ada putus
23:51pelaksanaan
23:53kegiatan
23:53oke
23:54yang jadi pertanyaan saya
23:56selanjutnya adalah
23:56ini kan masih
23:57masa tanggap darurat
23:58tentu kita harus
24:00fokus dulu
24:01ke masa tanggap darurat
24:02setelahnya
24:03akan ada
24:04masa
24:04dimana
24:05huntara dan juga
24:06hunian tetap
24:07juga akan
24:07masa transisi
24:09akan didirikan
24:10nah
24:11berapa
24:12huntara dan juga
24:13huntap
24:13yang nanti
24:14akan didirikan
24:15untuk masyarakat
24:16NTT yang terdampak
24:17disana
24:18dan lokasinya
24:19dimana
24:19apakah tetap
24:20akan berada
24:21di lokasi
24:21di tempat yang sama
24:22di dekat
24:23epicentrum
24:24atau kemudian
24:25ada pendataan
24:26soal wilayah-wilayah
24:27yang baru
24:27untuk kuntara
24:28dan juga
24:29hunian tetap
24:29bapak
24:30ya
24:31tentu kami
24:32akan bekerjasama
24:33dengan pemda
24:34untuk
24:35menentukan
24:36wilayahnya
24:37dimana
24:37jadi
24:38misalnya
24:39kalau huntap
24:40misalnya
24:41ada sebuah
24:42wilayah tertentu
24:44itu juga
24:45memungkinkan
24:45jadi terpusat
24:46atau memang
24:48di wilayahnya
24:49di rumahnya
24:50masing-masing
24:51di ketika
24:52memang
24:52mereka menginginkan
24:54nah
24:54kemudian
24:56masalah
24:56tentu
24:57masalah
24:58standar
24:58bangunan
24:59tahan gempa
25:00menjadi salah satu
25:02pemikiran kita
25:03concern kita
25:04sehingga
25:06ketika
25:07dibangun
25:08menurut kami
25:09ya wilayahnya
25:10sekarang ini
25:11tetap aja
25:13kalau memang
25:14ada gempa
25:14di kemudian hari
25:15di wilayah yang sama
25:16akan mengalami
25:18tapi kualitasnya
25:19yang menjadi
25:19kita
25:21tingkatkan
25:22tingkatkan
25:22nah
25:23pemerintah daerah
25:25perlu
25:26menyediakan
25:27tempat
25:28dan kami
25:28dari pusat juga
25:29akan melakukan
25:29assessment
25:30terhadap
25:31kelayakan
25:31tanah
25:32sehingga
25:34nanti
25:34bangunan
25:34seperti apa
25:35yang akan
25:35dibangun
25:36menjadi penting
25:37karena ada
25:37assessment
25:38kualitas
25:40tanah
25:41yang ada
25:41yang akan
25:43digunakan
25:43itu mbak
25:44oke
25:45kita berharap
25:45tentu ada
25:46percepatan
25:47yang
25:48benar-benar
25:49bisa dilakukan
25:50oleh pemerintah pusat
25:51kepada pemerintah daerah
25:52begitu ya
25:53karena memang
25:53masyarakat ini
25:54sangat membutuhkan
25:55tidak hanya di masa
25:56tanggap darurat ini
25:57tapi kemudian
25:57di masa transisi
25:59agar masyarakat
26:00di Nusa Tenggara Timur ini
26:01bisa kembali
26:02melanjutkan
26:03asa mereka
26:04kehidupan mereka
26:05secara normal
26:06terima kasih
26:07Bapak Bupati Manggarai
26:09ada Bapak Heribertus
26:10Nabi
26:11telah bergabung bersama kami
26:12sampaikan
26:12salam kami kepada
26:14saudara-saudara kita
26:15di Nusa Tenggara Timur
26:16dan juga Kabupaten Manggarai
26:17untuk bisa tetap
26:18tabah dan juga
26:20sabar untuk menghadapi
26:21ujian ini
26:22dan juga
26:23pelaksana tugas
26:24dari Kapus Datin BNPB
26:25Bapak Berton Pancaitan
26:26selamat bertugas
26:27kembali Bapak-Bapak
26:28sehat selalu
26:29selamat pagi
26:30terima kasih
26:31salam sehat
26:33saudara informasi penting
Komentar