00:03Seskap Teddy bilang harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain
00:09Dia membandingkan dengan Thailand, Filipina, Singapura
00:13Tapi mengapa Seskap Teddy tidak menyebut dan tidak membandingkan dengan Malaysia?
00:19Apa sebenarnya yang ditakutkan Teddy hingga harus menghilangkan Malaysia dari peta perbandingan?
00:24Grafik yang dipamerkan Seskap Teddy bukan cuma keliru
00:29Ini kebohongan yang dirancang sengaja, rapi dan penuh dengan kalkulasi politik
00:35Padahal Malaysia tetangga sebelah rumah sesama produsen minyak
00:39Struktur ekonomi paling relevan untuk dibandingkan dengan kita
00:43Tapi justru Malaysia yang dibuang dari grafik sementara Singapura, Thailand dan Filipina
00:48Negara net importer yang menyerahkan harga energinya ke pasar bebas
00:52Atau mencekik rakyatnya dengan pajak selangit dipajang sebagai perbandingan utama
00:58Ini bukan analisis, ini sulap data
01:01Tipuan murahan untuk membangun ilusi
01:03Untung kita masih di Indonesia
01:05Persis ketika pertamak baru melonjak ke harga 16.250 per liter
01:11Dan rakyat sedang menjerit menahan beban hidup dinaikkan ketika semuanya sedang tidur
01:16Coba masukkan Malaysia ke grafik itu
01:19Dan seluruh narasi BBM termurah di negara-negara lain
01:23Akan langsung ambruk dalam hitungan detik
01:26Di Malaysia BBM Ron 92 bersubsidi
01:29Kualitas di atas Pertalite kita dijual sekitar 8.500 sampai 8.700 per liter
01:36Bandingkan dengan Pertalite dengan Ron 90 seharga 10.000
01:41BBM kita jelas lebih mahal
01:43Kualitasnya jelas lebih rendah
01:45Bahkan harga non-subsidi Malaysia yang setara pertamak pun
01:49Memberi rakyatnya Ron 95 bukan Ron 92
01:53Menyembunyikan Malaysia bukan kelalaian
01:56Itu pengakuan diam-diam bahwa kebijakan energi rezim ini
02:00Gagal total melindungi daya beli rakyat
02:03Seskat tadi hentikan kebiasaan menyuapi publik dengan data yang sudah dikurasi untuk menipu
02:10Rakyat tidak butuh validasi palsu
02:12Rakyat butuh kejujuran bukan infografis yang menghina akal sehat
02:17Terima kasih telah menonton!
02:26Terima kasih.
Komentar