00:00menyampaikan kalimat penutup.
00:31Ketua Dewan Komisioner Autoritas Desa Keuangan dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia,
00:37Alhamdulillah, puji dan syukur kita penjatkan kehadirat Allah SWT.
00:42Tuhan Yang Maha Kuasa, kita dapat hadir dalam rapat kerja pada hari ini dalam keadaan sehat
00:48untuk melanjutkan dan menyepakati hasil rapat panitia kerja Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027.
00:56Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan
01:02dan seluruh anggota Komis 11 DPR RI atas dukungan yang solid selama pembahasan KEM PPKF tahun 2027
01:10yang berjalan dinamis dan konstruktif sehingga menghasilkan komitmen yang kuat
01:16untuk mendorong arah kebijakan fiskal tahun 2027 semakin efektif
01:21untuk akselerasi pertumbuhan dan kesejahteraan.
01:26Kami juga menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan, pandangan, dan saran
01:32yang telah disampaikan selama pembahasan.
01:36Seluruh pandangan tersebut akan menjadi perhatian serius
01:39dan akan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan kebijakan.
01:45Adapun hasil kesepakatan yang telah dicapai adalah sebagai berikut
01:48seperti yang telah dibacakan oleh Pak Ketua tadi.
01:51Untuk panjang pertumbuhan disepakati target pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8 persen sampai 6,5 persen
02:01sebagai transisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.
02:07Untuk itu, pemerintah akan terus memastikan program prioritas berjalan efektif,
02:13memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, dan dana antara,
02:20serta penguatan iklim investasi melalui deregulasi dan debattlenaking.
02:26Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan stabilitas ekonomi yang mantap
02:32melalui pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar, dan mendorong cost of fund yang kompetitif.
02:39Untuk itu, inflasi dijaga dalam menentang 1,5 sampai dengan 3,5 persen,
02:44suku bunga surat utang negara tenor 10 tahun antara 6,5 sampai dengan 7,3 persen,
02:52dan rupiah dalam menentang 16,800 sampai dengan 17,500 per dolar AS.
02:58Untuk panjang penerimaan, disepakati rasio pendapatan negara terhadap PDB tahun 2027
03:05pada kisaran 12,1 persen sampai 12,40 persen terhadap PDB.
03:12Pencapaian target pendapatan negara tersebut akan dilakukan melalui peningkatan tax compliance dan tax base.
03:19Tadi sudah kita ubah, Pak.
03:21Yang...
03:21Bukan, saya mau konformasi ini, boleh, Pak Ketua?
03:26Oh, 12,1.
03:2712,1, Pak Menteri. Sudah dirubah, Pak.
03:29Kita ubah kesepakatan.
03:31Kesepakati.
03:33Yang di...
03:3512,01, Pak.
03:37Saya salah baca ya, berarti.
03:38Oh, jadi 0,1.
03:40Terkejut juga, ya.
03:42Yang awal 12,1 saya ingat.
03:44Sekarang 12,1.
03:45Saya salah baca.
03:46Maaf, Pak. Koreksi.
03:52Kita terlalu agresif, Pak.
03:54Saya koreksi.
03:56Disepakati rasio pendapatan negara terlupanya semuanya menyimak.
04:00Salah ngomong, loncat semua ya.
04:01Saya mohon maaf, Pak, atas kekalanan tadi.
04:05Disepakati rasio pendapatan negara terhadap PDB tahun 2027 pada keseran 12,01 persen sampai 12,40 persen terhadap PDB.
04:16Pencapaian target pendapatan negara tersebut akan dilakukan melalui peningkatan tax compliance dan tax base atau dengan efektivitas core tax.
04:27Dua, menyelesaikan sistem perpanjakan global dan digital ekonomi.
04:32Kemudian kita akan mengoptimalisasi SDA, peningkatan kualitas layanan, dan peningkatan hukum.
04:39Kemudian kita akan memberikan insentif fiskal yang terukur untuk akselerasi investasi.
04:45Untuk panjang defisit dan pembiayaan, disepakati defisit anggaran tahun 2027 sebesar 1,80 persen sampai 2,40 persen terhadap PDB.
04:57Untuk menutupi defisit anggaran tersebut, dibutuhkan pembiayaan yang dikelas secara inovatif, prudent, dan berkelanjutan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan
05:07kesejahteraan.
05:08Pemerintah konsisten menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit dan utang dalam batas aman, yaitu defisit di bawah 3 persen PDB
05:18dan utang di bawah 60 persen PDB.
05:21Optimalisasi peran dan antara SMV, BLU, SWF untuk akselerasi percapaian agenda pembangunan serta pemanfaatan sansal sebagai fiskal buffer untuk memperkuat
05:35ketahanan fiskal dan antisipasi ketidakpastian.
05:39Jadi semuanya akan dioptimalisasi.
05:43Demikian yang dapat kami sampaikan.
05:45Semoga seluruh ikhtiar, pemikiran, dan kerja bersama yang telah kita lakukan menjadi bagian dari upaya besar kita untuk mewujudkan Indonesia
05:54yang tumbuh lebih tinggi,
05:56sejahtera lebih cepat, dan semakin kuat menghadapi tantangan masa depan.
06:01Terima kasih.
06:02Kami kembalikan kepada pimpinan.
06:04Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar