Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal di tengah upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan dengan menjaga defisit anggaran dan rasio utang pemerintah tetap berada di bawah batas yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Pemerintah konsisten menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit dan utang dalam batas aman, yaitu defisit di bawah 3 persen PDB dan utang di bawah 60 persen PDB," kata Purbaya usai menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga Harga Pertamax Naik, Menkeu Purbaya Buka Suara soal Ajakan Pindah ke Pertalite di https://www.kompas.tv/nasional/674633/harga-pertamax-naik-menkeu-purbaya-buka-suara-soal-ajakan-pindah-ke-pertalite



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674670/menkeu-purbaya-janji-jaga-defisit-dan-utang-tetap-aman-di-rapbn-2027
Transkrip
00:00menyampaikan kalimat penutup.
00:31Ketua Dewan Komisioner Autoritas Desa Keuangan dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia,
00:37Alhamdulillah, puji dan syukur kita penjatkan kehadirat Allah SWT.
00:42Tuhan Yang Maha Kuasa, kita dapat hadir dalam rapat kerja pada hari ini dalam keadaan sehat
00:48untuk melanjutkan dan menyepakati hasil rapat panitia kerja Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027.
00:56Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan
01:02dan seluruh anggota Komis 11 DPR RI atas dukungan yang solid selama pembahasan KEM PPKF tahun 2027
01:10yang berjalan dinamis dan konstruktif sehingga menghasilkan komitmen yang kuat
01:16untuk mendorong arah kebijakan fiskal tahun 2027 semakin efektif
01:21untuk akselerasi pertumbuhan dan kesejahteraan.
01:26Kami juga menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan, pandangan, dan saran
01:32yang telah disampaikan selama pembahasan.
01:36Seluruh pandangan tersebut akan menjadi perhatian serius
01:39dan akan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan kebijakan.
01:45Adapun hasil kesepakatan yang telah dicapai adalah sebagai berikut
01:48seperti yang telah dibacakan oleh Pak Ketua tadi.
01:51Untuk panjang pertumbuhan disepakati target pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8 persen sampai 6,5 persen
02:01sebagai transisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.
02:07Untuk itu, pemerintah akan terus memastikan program prioritas berjalan efektif,
02:13memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, dan dana antara,
02:20serta penguatan iklim investasi melalui deregulasi dan debattlenaking.
02:26Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan stabilitas ekonomi yang mantap
02:32melalui pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar, dan mendorong cost of fund yang kompetitif.
02:39Untuk itu, inflasi dijaga dalam menentang 1,5 sampai dengan 3,5 persen,
02:44suku bunga surat utang negara tenor 10 tahun antara 6,5 sampai dengan 7,3 persen,
02:52dan rupiah dalam menentang 16,800 sampai dengan 17,500 per dolar AS.
02:58Untuk panjang penerimaan, disepakati rasio pendapatan negara terhadap PDB tahun 2027
03:05pada kisaran 12,1 persen sampai 12,40 persen terhadap PDB.
03:12Pencapaian target pendapatan negara tersebut akan dilakukan melalui peningkatan tax compliance dan tax base.
03:19Tadi sudah kita ubah, Pak.
03:21Yang...
03:21Bukan, saya mau konformasi ini, boleh, Pak Ketua?
03:26Oh, 12,1.
03:2712,1, Pak Menteri. Sudah dirubah, Pak.
03:29Kita ubah kesepakatan.
03:31Kesepakati.
03:33Yang di...
03:3512,01, Pak.
03:37Saya salah baca ya, berarti.
03:38Oh, jadi 0,1.
03:40Terkejut juga, ya.
03:42Yang awal 12,1 saya ingat.
03:44Sekarang 12,1.
03:45Saya salah baca.
03:46Maaf, Pak. Koreksi.
03:52Kita terlalu agresif, Pak.
03:54Saya koreksi.
03:56Disepakati rasio pendapatan negara terlupanya semuanya menyimak.
04:00Salah ngomong, loncat semua ya.
04:01Saya mohon maaf, Pak, atas kekalanan tadi.
04:05Disepakati rasio pendapatan negara terhadap PDB tahun 2027 pada keseran 12,01 persen sampai 12,40 persen terhadap PDB.
04:16Pencapaian target pendapatan negara tersebut akan dilakukan melalui peningkatan tax compliance dan tax base atau dengan efektivitas core tax.
04:27Dua, menyelesaikan sistem perpanjakan global dan digital ekonomi.
04:32Kemudian kita akan mengoptimalisasi SDA, peningkatan kualitas layanan, dan peningkatan hukum.
04:39Kemudian kita akan memberikan insentif fiskal yang terukur untuk akselerasi investasi.
04:45Untuk panjang defisit dan pembiayaan, disepakati defisit anggaran tahun 2027 sebesar 1,80 persen sampai 2,40 persen terhadap PDB.
04:57Untuk menutupi defisit anggaran tersebut, dibutuhkan pembiayaan yang dikelas secara inovatif, prudent, dan berkelanjutan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan
05:07kesejahteraan.
05:08Pemerintah konsisten menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit dan utang dalam batas aman, yaitu defisit di bawah 3 persen PDB
05:18dan utang di bawah 60 persen PDB.
05:21Optimalisasi peran dan antara SMV, BLU, SWF untuk akselerasi percapaian agenda pembangunan serta pemanfaatan sansal sebagai fiskal buffer untuk memperkuat
05:35ketahanan fiskal dan antisipasi ketidakpastian.
05:39Jadi semuanya akan dioptimalisasi.
05:43Demikian yang dapat kami sampaikan.
05:45Semoga seluruh ikhtiar, pemikiran, dan kerja bersama yang telah kita lakukan menjadi bagian dari upaya besar kita untuk mewujudkan Indonesia
05:54yang tumbuh lebih tinggi,
05:56sejahtera lebih cepat, dan semakin kuat menghadapi tantangan masa depan.
06:01Terima kasih.
06:02Kami kembalikan kepada pimpinan.
06:04Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan