- 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu yang paling mendesak untuk dievaluasi pemerintah di tengah tuntutan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi, Jumat (12/6/2026).
Menurut Agung, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari tata kelola, transparansi anggaran, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
"Saya kira salah satu yang paling pokok adalah soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan program utama pemerintah yang menyedot anggaran cukup besar. Kita juga melihat Presiden telah menunjukkan sikap yang tegas dengan mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan anggaran yang nilainya cukup fantastis dalam pelaksanaan program tersebut," kata Agung dalam wawancara dengan KompasTV, Jumat (12/6/2026).
Selain menyoroti MBG, Agung juga meminta pemerintah memperbaiki pola komunikasi kepada publik.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih terbuka dan empatik di tengah berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi
Baca Juga Eks Presiden Korsel Bersalah Karena Susupkan Drone ke Korut, Dapat Tambahan Hukuman Penjara 30 Tahun di https://www.kompas.tv/internasional/674430/eks-presiden-korsel-bersalah-karena-susupkan-drone-ke-korut-dapat-tambahan-hukuman-penjara-30-tahun
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674442/mbg-jadi-sorotan-pengamat-pemerintah-harus-evaluasi-program-perbaiki-komunikasi
Menurut Agung, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari tata kelola, transparansi anggaran, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
"Saya kira salah satu yang paling pokok adalah soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan program utama pemerintah yang menyedot anggaran cukup besar. Kita juga melihat Presiden telah menunjukkan sikap yang tegas dengan mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan anggaran yang nilainya cukup fantastis dalam pelaksanaan program tersebut," kata Agung dalam wawancara dengan KompasTV, Jumat (12/6/2026).
Selain menyoroti MBG, Agung juga meminta pemerintah memperbaiki pola komunikasi kepada publik.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih terbuka dan empatik di tengah berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi
Baca Juga Eks Presiden Korsel Bersalah Karena Susupkan Drone ke Korut, Dapat Tambahan Hukuman Penjara 30 Tahun di https://www.kompas.tv/internasional/674430/eks-presiden-korsel-bersalah-karena-susupkan-drone-ke-korut-dapat-tambahan-hukuman-penjara-30-tahun
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674442/mbg-jadi-sorotan-pengamat-pemerintah-harus-evaluasi-program-perbaiki-komunikasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Dan saudara kita akan lanjutkan dialog dengan Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro yang tadi juga telah terhubung di Breaking
00:09News sebelumnya.
00:10Selamat siang Pak Agung dengan Lintang di studio.
00:15Selamat siang Mbak Lintang, Mbak Mirsa semua.
00:17Baik, Pak Agung tadi menyambung dialog sebelumnya dengan Ian Rahman terkait dengan 5 tuntutan.
00:24Kalau saya boleh ulas kembali supaya pemirsa di rumah juga memperhatikan ada 5 tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa hari ini.
00:33Yaitu menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG, Makan Bergisi Gratis dan Koperasi Merah Putih,
00:42menghentikan Militerisme dan Dirana Sipil, dan mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
00:51Dari 5 tuntutan ini, Pak Agung, yang Anda baca mana sebenarnya yang paling urjin harus dilakukan untuk meredam amarah masyarakat
01:00dan mahasiswa?
01:02Saya kira salah satu yang paling pokok itu soal makan bergisi gratis, Mbak Lintang.
01:08Program ini kan program utama pemerintah yang memang menyedot amaran cukup besar.
01:13Dan kita tahu kemarin Pak Presiden juga sudah memberikan sebuah sikap luar biasa ya dengan memungkap ya kasus penyelanggunaan yang
01:24cukup fantastis di sana.
01:25Nah saya kira perlu ditindaklanjuti juga secara konkret bahwa ketika ada dapur-dapur yang problematik,
01:31misalkan asumsinya ada 27.000 dapur, berapa sih yang oke?
01:34Berapa sih yang memang benar-benar berkualitas?
01:40Kalau memang misalkan hasil evaluasi itu hanya setengahnya saja, 13.000, ya sudah yang dijalankan 13.000 saja.
01:4713.000 lain di-stop dulu, ditunda dulu sampai mereka bisa 100% memberikan kualitasnya.
01:53Sampai dapur-dapur sisa ini bisa melayani misalkan daerah 3T.
01:57Ya sasaran yang tepat, lansia, ibu hamil, ya anak-anak balita yang kurang gizi, yang stunting itu,
02:05ataupun keluarga prasejahtera, bukan lagi sasaran-sasaran yang memang kurang membutuhkan.
02:10Sehingga kemarin hasil rakol Pak Julhas dengan Caimin dan menteri terkait lainnya lintas sektor bersama BGN,
02:16itu mengungkap ada pemborusan sekitar 1 triliun per bulan.
02:20Itu kan luar biasa dananya.
02:21Kalau misalkan digunakan untuk menopang subsidi BBM, ataupun memberikan insentif kepada masyarakat kelas menengah ke bawah,
02:30ataupun yang kelas menengah sebagian yang memang membutuhkan, itu kan bisa membantu mereka.
02:35Jadi BGN ini adalah salah satu pintu masuk awal agar ya teman-teman mahasiswa masyarakat lainnya,
02:42itu merasa ada perubahan besar dari dalam diri pemerintah lewat revisi-revisi kebijakannya.
02:48Nah yang kedua Mbak Lintang, diperbaiki cara komunikasinya.
02:52Jangan lagi menggampangkan situasi.
02:54Jangan lagi kemudian tidak transparan.
02:56Karena apa? Ini menyakiti hati masyarakat betul.
02:59Ya kurang empatik, kurang simpatik, kurang persuasif, semacam itu.
03:03Aman semuanya.
03:05Ya sudah, kita serok aja.
03:06Ini kan lagi turun IHSG-nya.
03:08Serok lagi, serok lagi, serok lagi.
03:10Itu yang diulang terus di bawah.
03:11Padahal yang di serok juga nggak bisa naik.
03:14Naik terus, modal mereka habis.
03:16Dan saya yakin teman-teman mahasiswa ini juga berdampak.
03:19Bisa jadi sebagian adalah investor saham.
03:21Bisa jadi mereka yang mengkonsumsi Pertamax.
03:23Bisa jadi mereka terdampak langsung.
03:25Karena anak kos semua, karena kebutuhan-kebutuhan pokoknya pada naik Mbak Lintang.
03:29Jadi hal semacam itu kan harus membutuhkan komunikasi yang empatik,
03:33yang punya sense of crisis,
03:35yang ngerti sense of urgency, semacam itu.
03:37Jadi hal semacam itu yang kita tunggu.
03:39Boik, kita garis bawahi untuk poin MBG ini mungkin memang sudah ada pintu masuk begitu ya.
03:45Dengan terbukanya kasus korupsi di badan Gizi Nasional sendiri.
03:52Dan mungkin yang harus digaris bawahi juga adalah sasaran yang lebih tepat atau efisiensi ke depan.
03:57Jadi tata kelolanya harus benar-benar diperhatikan.
04:00Pak Agung, saya akan menyapa satu narasumber lagi.
04:04Di sini ada Ketua BEM UI, yaitu Yata Latov Masum Imawan, Ketua BEM UI.
04:12Kami akan berbincang langsung dari Universitas Indonesia untuk mengulas aksi mahasiswa ini.
04:17Selamat siang.
04:24Baik, sepertinya kami mengalami kendala komunikasi.
04:28Kami akan mencoba kembali untuk menghubungi Ketua BEM UI, Yata Latov Masum Imawan, sodara.
04:36Untuk mengetahui informasi terkini dari kampus UI Depok terkait dengan aksi masa yang akan digelar di Jumat pagi ini.
04:46Kita sudah terhubung kembali rasanya.
04:50Selamat siang, Mas Yata Latov.
04:54Selamat siang, Kak.
04:56Baik.
04:58Baik, Mas Yata Latov bisa Anda jelaskan hari ini apa agenda teman-teman dari BEM UI?
05:05Dan apa saja tuntutan yang akan disuarakan dari BEM UI?
05:12Baik, hari ini kita UI, Mas Yata Latov bergabung dengan Mas Yata Latov lainnya.
05:18Kita turun ke gendiran H ini karena kami menyadari bahwa ekonomi sekarang hanya ada di atas utama.
05:25Pada faktanya harga-harga sudah mulai pada naik.
05:28Jodion juga naik, belum harga bahan toko.
05:30Terus juga lapangan kerja juga mati menyempur.
05:33Tetapi pemerintah masih saja mengkrim bahwa ekonomi tinggi, ekonomi bedik saja, dan lain halnya.
05:39Padahal rakyat di bawah, ya pada rakyat di bawah lah yang merasakan.
05:45Dan juga kami itu sebenarnya menyadari, pemerintah juga tidak berpihak kepada rakyat banyak.
05:51Bagaimana bisa pemerintah memberikan pajak WNKM melalui PP 2020-2009?
05:57Tapi di kisah lain, royalti minerba kepada para oligarki malah dibatalkan.
06:03Di situ justru menjadi khawatiran disakitannya.
06:05Oleh karenanya kami menuntut mahal.
06:08Yang pertama, stop pemerintah BBM.
06:12Yang kedua, kami meminta agar harga bahan toko dan juga BBM diturunkan.
06:20Yang ketiga, kami meminta dihentikan program-program prioritas pemerintah seperti MBD dan juga topnya.
06:28Keempat, kita meminta hentikan militarisme nasipir.
06:31Di sini militarisme tidak hanya untuk TNI, tapi juga PORLI yang sekarang wataknya sama saja seperti militer.
06:38Dan yang terakhir, stop mengelak dan juga mengakui bahwa pemerintah sekarang sedang-sedang berpihak saja.
06:44Kenapa kami menuntut mahal itu?
06:46Karena itu adalah panggilan moral kami.
06:48Kami menyadari bahwa jika hal ini dibiarkan seterus-seterus, maka Indonesia akan seperti taskbar yang kami bawa menuju Indonesia bangku.
06:57Baik bangku secara ekonomi, demokrasi, dan juga moralnya.
07:02Begitu, Kak.
07:02Baik, Mas Yata, berarti ya tuntutan itu yang mungkin harus diperjuangkan dan harus disuarakan supaya pemerintah mendengar hari ini.
07:13Dan rencananya seperti apa, Mas Yata, hari ini?
07:16Teman-teman akan berangkat pukul berapa dari kampus UI Depok dan nanti rencananya di titik mana saja?
07:21Mungkin sudah ada koordinasi dengan kampus atau universitas lain untuk menyuarakan tuntutan ini bersama, Mas?
07:28Baik, kita sekarang di sini langsung berangkat dari ini bersama mahasiswa Pancasila dan juga mahasiswa NF.
07:37Kita berangkat bersama Naiki Miarta atau Kepadja langsung ke BNHI.
07:40Nanti kita berhenti sebentar untuk sholat Jumat.
07:43Kemudian setelah sholat Jumat, nanti kita langsung ke BNHI.
07:47Sama nanti juga ada mahasiswa lain yang bergabung, juga aliansi-aliansi rakyat yang lain.
07:52Baik, berarti agenda akan dilakukan setelah sholat Jumat ya, Mas Yata ya?
08:00Efektif setelah sholat Jumat.
08:01Efektif setelah sholat Jumat.
08:02Titik mana saja, Mas Nanti, yang akan dikunjungi oleh teman-teman?
08:07Kita sepakat hanya di bundaran HI untuk UI, Pancasila, PMJ, NF, IPB, UIN, dan masyarakat, dan masyarakat lainnya.
08:16Oke, berarti titiknya akan ada di bundaran HI?
08:21Betul.
08:22Baik, Mas Yata, rencananya nanti akan dilakukan hingga pukul berapa nanti teman-teman akan menyuarakan lima tuntutan ini?
08:31Kita seperti biasanya akan melakukan sampai sore hari atau sampai kondisi masih kondisif.
08:37Jika kondisi sudah tidak kondisif dan juga kita sudah khawatir terkait aman dan keselamatan, maka kita akan terkait di bundaran.
08:44Kenapa? Karena kita ini adalah gerakan moral untuk menyadarkan masyarakat bahwa kondisi 3B saja, dan juga untuk memberikan pesan kepada
08:51kondisi 3B saja, maka Indonesia menuju banget.
08:54Baik, tentu kami berharap juga aksi akan dilakukan secara damai dan aman, menitipkan pesan kepada teman-teman untuk terus menyuarakan
09:03tuntutan demi masyarakat Indonesia, tapi juga harus dilakukan dengan tertib dan aman ya.
09:09Mas, kalau kita boleh mengulas tuntutan dari teman-teman BMI, ada lima tadi, tapi menurut Mas Yata Latof sendiri, apa
09:19sebenarnya yang harus dilakukan utama, yang paling pertama oleh pemerintah untuk memperbaiki kondisi negara kita saat ini?
09:28Yang pertama seperti kata Presiden Kabupus, jika kita ada bangsa yang besar, maka pemerintah buktikan ini, dengan hati yang besar,
09:38dengan jiwa yang besar, harus dijur kepada masyarakat bahwa kondisi sekarang sudah negatifisif, bahwa kondisi sekarang sudah baik-baik saja.
09:46Supaya apa? Supaya kita semua mempunyai perasaan yang sama, saudara yang sama. Dan hal itu, setelah jangkan, baru pemerintah juga
09:53melakukan kebijakan-kebijakan yang memang menunjukkan bahwa sekarang kondisi di-baik saja, dan sekarang yang dipokuskan adalah menyelamatkan masyarakat banyak,
10:01bukan hanya segintir elektritik saja, atau segintir oligasi saja.
10:05Hal itulah yang paling fundamental dimaksudkan. Bagaimana bisa misalkan sekarang pertama sebaikan, pemerintah masih saja mengelak bahwa itu non-subsidi,
10:15kalau tidak bereset sudah masam, ada fakta yang di daerah-daerah sudah mulai, pertalai, habis.
10:22Kenapa? Ya karena sekarang masyarakat tidak punya uang, membeli yang lebih murah, yaitu pertalai, jadi pertalai.
10:28Bahwa, jangankan kita selain BBM, di sekritik daerah juga sudah mulai pada, sekarang pada fakta memang sedang terikir, gimana kebesaran
10:38pemerintah untuk mengakui hal itu.
10:40Baik, oke. Yang saya garis bawahnya adalah rasa untuk pengakuan itu ya, dan tentu harga bahan pokok ini yang juga
10:47jadi perhatian masyarakat supaya tidak terus melambung tinggi di tengah situasi ekonomi masyarakat.
10:52Ya, terima kasih Mas Yatolatov Masyum, Ketua BEM UI, titip salam untuk teman-teman untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban
10:59selama jalannya aksi masa nanti, Mas.
11:03Terima kasih, Kak.
11:06Dan saudara kita akan lanjutkan, dialog dengan Pak Agung Baskoro, Pak Agung masih bersama kami?
11:13Ya, Mbak Lintang.
11:14Oke, Pak Agung tadi kritikan dari masyarakat itu jelas ya, lima tuntutan tadi, ada juga tentang highlight BBM dan harga
11:21pokok.
11:22Ada juga tentang BG, apa, makan bergizi gratis maksud kami.
11:26Tadi terputus dialog kita tentang makan bergizi gratis, ini tuntutannya jelas ada menghentikan.
11:33Rasanya adalah menghentikan, Pak.
11:34Apakah memungkinkan pemerintah hari ini akan menghentikan?
11:38Atau cukup dengan tata kelola yang diperbaiki begitu?
11:44Apakah mungkin dilakukan untuk menghentikan program makan bergizi gratis ini?
11:49Kalau saya memang sepakat untuk tidak menghentikan 100% Mbak Lintang ya, tapi mengevaluasi sebagian ataupun sebagian besar yang bermasalah
11:58saja.
11:59Ya, sambil kemudian nanti mengganti sebagian besar yang bermasalah ini, fokus kepada target-target daerah 3T.
12:05Tadi saya sampaikan, Alansia, ya Balita Stunting, kemudian mereka keluarga praseja terang yang membutuhkan, seperti itu.
12:13Kan dari awal idealnya atau arahan dari Presiden Prabowo ketika masa kampanye memang kesana, seperti itu.
12:20Tapi kesini-sini kok berubah dan berbeda?
12:22Pola pengorganisasian juga, saya melihat juga lebih berbasiskan proyek gitu loh, ketimbang memang based on data driven gitu, dimana memang
12:32dibutuhkan disitu baru dibuat, bukan dibalik gitu.
12:35Yang penting dibuat saja, yang penting ada dapurnya, yang penting menunya jalan, itu kan nggak bisa begitu.
12:41Ya, kebijakan pemerintah harus basisnya data gitu.
12:44Daerah mana sih yang membutuhkan kemampuan budget kita berapa sih?
12:48Ya, kalau kita memang punya anggaran yang berlebih nggak masalah.
12:51Tapi kan kita juga terhimpit ini, soal cicilan utang bunga pokoknya, kemudian utangnya sendiri, belum lagi subsidi-subsidi yang banyak
13:00untuk masyarakat.
13:01Sehingga harus dengan disiplin kita menjalankan itu gitu.
13:04Jadi, kalau saya lebih kepada MBG ini, yang oke dilanjutkan, ya berapapun jumlah dapur itu, apakah setengahnya saja, apakah memang
13:13nggak sampai setengahnya saja, misalkan tadi saya bilang 13 ribu, atau bahkan hanya 10 ribu, ya sudah, jalankan aja yang
13:1810 ribu.
13:19Tapi pastikan itu semua sesuai dengan sasarannya, sesuai dengan transparansinya, seperti itu.
13:25Karena itu akan banyak sisa dananya untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak lain yang memang relevan dengan aspirasi masyarakat.
13:32Baik, Pak Agung, kita tahan sejenak dialog ya, karena kami harus jeda, kita lanjutkan sesaat lagi.
13:43Masih bersama kami di Breaking News Kompas TV, Saudara, saya Linta Budiastuti, masih mengulas sorotan mahasiswa demo kritisi ekonomi sulit.
13:50Setidaknya hari ini akan ada aksi massa yang dilakukan di dua titik, yaitu gedung DPR RI dan di Monas, Jakarta.
13:58Nah, kita akan pantau nanti seperti apa jalannya aksi, namun hari ini atau saat ini saya masih terhubung dengan Pak
14:07Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
14:10Pak Agung, masih bersama kami, Pak?
14:12Masih, Mbak Lintang.
14:13Oke, Pak Agung, tadi adanya pengungkapan kasus di badan BKN ini ya, ada kasus korupsi.
14:19Apakah ini merupakan sinyal bagus bahwa akhirnya Presiden Prabowo mulai mendengarkan aspirasi masyarakat gitu?
14:26Apakah ini juga menjadi poin bahwa, apa ya, poin kelima, mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
14:35Ini akan terlaksana dengan adanya pengungkapan kasus di badan gizi nasional ini, Pak.
14:42Melihat track record sebelumnya Presiden selalu seperti mengelak, begitu seperti tidak terima adanya sanggahan atau kritikan dari masyarakat.
14:51Anda melihatnya seperti apa?
14:53Ya, ada perubahan ya. Saya melihat bahwa Presiden kemudian mengungkap ya kasus penyalahgunaan anggaran yang cukup fantastis di sana.
15:02Itu juga mengirimkan pesan di internal kabinet bahwa tidak ada menteri yang imun dari reshuffle, Mbak Lintang.
15:08Semua menteri punya potensi di reshuffle atau diganti bahkan dibawa ke penegak hukum kalau mereka bermasalah.
15:16Walaupun mereka punya relasi yang sangat dekat dengan Presiden, walaupun mereka menangani program utama yang ditempu oleh pemerintahan hari ini
15:24seperti itu.
15:25Itu pesan positif yang harus dipahami oleh semua anggota kabinet bahwa mereka punya ya resiko untuk diganti bahkan ditahan ketika
15:35bermasalah secara hukum.
15:36Tapi yang jelas ini kan bagian dari respon terhadap kritik masyarakat yang selama ini dialamatkan kepada MBG.
15:43Dan cara Presiden mengakui kesalahan itu adalah dengan merombak total apa yang terjadi di BGN itu sendiri.
15:50Walaupun itu tidak cukup.
15:51Walaupun yang kita harapkan adalah bagaimana MBG ini benar-benar zelo tolerance terhadap kesalahan apapun.
15:58Ya penyalahgunaan anggaran apapun karena yang dikelola besar sekali ya PBN kita semacam itu dari sana.
16:04Sehingga kalau dia bermasalah sedikit saja itu efek merusaknya luar biasa Mbak Linta.
16:09Jadi saya berharap setelah ada pemenahan pengurusnya ketuanya, wakil ketuanya yang dilakukan kemudian bagaimana dapur-dapur MBG itu benar-benar
16:18dapur-dapur yang bisa dipertanggungjawabkan secara profesional.
16:21Dapur-dapur yang memang bergizi, sehat, higienis, sebagaimana standar para ahli gizi ya, para dokter anak dan seterusnya itu.
16:29Nah kita pengen ada transparansi itu.
16:32Nah oke saya kemarin di banyak kesempatan menyampaikan bahwa saya menanti press conference Mbak Nani Deyang ketika menjadi ketua BGN
16:39misalkan dalam 7 hari apakah dalam 10 hari ke depan.
16:42Bagaimana hasil evaluasi yang sudah beliau lakukan sejak memimpin kemarin semacam itu.
16:48Dan apa saja bentuknya, sampaikan saja. Supaya publik merasa bahwa mereka tidak lagi dialihkan concernnya dan terpetik diubah fokusnya bahwa
17:00ini baik-baik semua semacam itu.
17:02Dan harapannya itu bisa menjadi arahan kita mencari solusinya bareng-bareng.
17:06Ya kalau komunikasinya transparan, komunikasinya empatik dan solutif, saya yakin ya masyarakat juga rasional kok.
17:13Masyarakat juga paham, oh ini butuh waktu, ini butuh proses.
17:16Ya harus jelas progresnya, harus jelas ya transparansi laporannya semacam itu.
17:21Jangan sampai yang tahu hanya ya BGN saja, yang tahu ya mereka-mereka lagi.
17:26Kita hanya disampaikan baik-baiknya saja padahal bermasalah seperti itu.
17:31Baik, harus transparan dan tepat sasaran.
17:34Mengingat program ini juga menjadi program unggulan pemerintah dan telah menuai solutan tajam sejak awal.
17:41Jadi rasa-rasanya pemerintah juga harus berhati-hati untuk mengelola program akan bergisi gratis ini.
17:47Tapi kalau Anda melihat komunikasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo untuk ke depannya,
17:51sangat ambisius begitu dengan program ini.
17:54Apakah ini artinya atau sebuah tanda Presiden harus meng-countdown begitu,
17:58mengerem begitu ambisinya supaya lebih berhati-hati untuk menjalankan tata kelolanya ke depan?
18:06Persis, jadi fokusnya bukan lagi kuantitas, tapi kualitas.
18:10Bukan lagi banyak-banyakan 80 juta, 100 juta yang menerima manfaat.
18:15Tapi apakah yang menerima manfaat itu benar-benar mendapatkan menu yang berkualitas?
18:20Saya berharap Presiden ngecek menunya ke seluruh dapur bahkan,
18:23atau random check saja, benar-benar apakah itu sudah dilakukan oleh SPPG-nya.
18:29Saya khawatir ada miss di situ.
18:31Jadi fokus kuantitas tadi oke.
18:33Karena kan sudah 80 juta nih, 70 juta sekian gitu.
18:37Tapi kan nggak cukup ternyata.
18:39Yang 70 juta itu seperti apa menunya?
18:42Problematik misalkan.
18:44Pengelolaan anggarannya gimana?
18:45Ya pemborosan di mana-mana semacam itu.
18:48Penyalahgunaan juga.
18:49Nah jadi maksud saya Presiden harus terbuka menyampaikan itu,
18:53dan dalam beberapa kesempatan beliau sudah melakukannya.
18:55Dan fokusnya sekarang ini yang harus dilakukan oleh Presiden komunikasi soal kualitas MBG.
19:01Yang beliau bayangkan waktu masa kampanye.
19:03Daerah-daerah stunting, daerah tigatik, warga prasejahtera.
19:07Itulah sasaran utama MBG.
19:10Itulah yang wajib dan saya harus dikelola oleh MBG.
19:14Bukan yang lain.
19:15Baik.
19:16Dan rasanya Presiden juga harus berhati-hati untuk memilih orang.
19:19Untuk dititahkan, mengecek satu persatu.
19:21Atau mungkin Presiden harus turun tangan langsung juga.
19:24Kita harapkan yang terbaik dan Presiden mendengarkan langsung aspirasi kita hari ini.
19:28Terima kasih Pak Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis telah bergabung bersama kami di Breaking News Kompas TV.
19:36Dan saudara, demikian Breaking News Kompas TV.
19:38Kami akhiri, saya Lita Budiastuti.
19:40Sampai jumpa.
Komentar