Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus menyampaikan kekecewaan setelah rombongan aksi yang hendak menuju Bundaran HI mengaku dihadang aparat kepolisian di beberapa titik, termasuk kawasan Semanggi, GBK, dan sekitar DPR.

Mahasiswa menyebut telah menyampaikan pemberitahuan aksi secara resmi kepada pihak kepolisian, namun tetap mengalami hambatan dalam perjalanan menuju lokasi utama demonstrasi.

Dalam pernyataannya, mahasiswa menegaskan aksi yang dilakukan bertujuan menyampaikan aspirasi terkait kondisi bangsa dan tidak ditunggangi kepentingan kelompok tertentu.

Mereka juga meminta aparat tidak bersikap represif dan menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Meski sempat terpecah di sejumlah titik, massa aksi menyatakan tetap berupaya berkumpul dan melanjutkan agenda demonstrasi secara damai.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674431/mahasiswa-klaim-dicegat-polisi-saat-menuju-bundaran-hi-sebut-suara-mereka-dibungkam
Transkrip
00:00Jadi, sebagaimana yang tadi saya sampaikan sebelumnya, kami sudah menyampaikan pemerintahan aksi secara tertulis kepada Kepolisian Republik Indonesia, terutama Polis
00:09Jakarta Pusat.
00:10Karena kami memang mencanakan bahwa aksi ini akan dilakukan di Bundaran AI, teman-teman.
00:15Namun, yang kami dapati ketika kami sampai di Semanggi, maka kita dihadang, kita dipaksa dorong-dorongan dengan polisi.
00:22Dan bahkan kami sudah menyampaikan bahwa kami telah memberikan pemerintahan, tapi mereka hanya tertawa.
00:27Mereka hanya mengetahui kami, mereka hanya berpapak menelpon atasannya, kami juga sudah menyampaikan ke usaha kami bahwa kami ingin melaksanakan
00:33suatu Jumat.
00:34Namun, dari mereka, sampai sekitarnya tidak ada yang peduli, tidak ada yang membukakan jalannya.
00:38Mungkin dari teman-teman lain bisa menyampaikan, tidak hanya di depan Semanggi, teman-teman.
00:42Kami juga ditanggungi di GBK, di FEMO di tempat-tempat lainnya.
00:45Oke, mungkin baik selanjutnya dari saya. Saya adalah salah satu bagian dari konditor lapangan yang tadi masa kami terpecah oleh
00:54bentuk pencegatan dari kepolisian.
00:57Saya dengan lima teman-teman kopaja yang tersisa di depan, kami terpecah.
01:03Ada teman-teman yang di FEMO, arah ke Mendikti, dan juga ada salah satu dua, ada dua kopaja, yaitu dari
01:09fakultas di UI, yang terjebak di depan DPR Represis.
01:13Dan kita di situ tidak bisa maju, tidak bisa mundur sama sekali, bahkan kepolisian menghadang, hampir mengundangkan tindakan represif.
01:21Namun, akhirnya kami melakukan tindakan preventif, yaitu kami dengan masa yang terhimpun di dalamnya,
01:31Long March menuju TVRI untuk tergabung dengan teman-teman yang terpecah di lainnya.
01:35Dan saat ini, teman-teman yang di DPR sudah tergabung di depan TVRI, namun teman-teman yang masih terjebak di
01:42FEMO sekarang masih akan menuju TVRI.
01:45Di sini membuktikan bahwa suara kami dicegat, teman-teman.
01:49Dan kami sama sekali tidak bisa menemukan celah, bahkan kami tidak bisa menuju ke titik aksi utama kita, yaitu ada
01:56di Bundaran AI.
01:57Ada yang ditangkap gak?
01:59Untuk ditangkap, tidak ada, dan hampir terjadinya represivitas.
02:03Mengingat, namun mengingat masa yang terjebak di DPR, banyak adalah perempuan.
02:08Jadi kami memilih untuk Long March dan tidak melanjutkan untuk berhubungan langsung dan berdiskusi dengan kepolisian yang tidak akan menerahkan
02:15kami.
02:18Artinya kita tetap akan ada aksi di AI, dan justru kita kenapa kita memilih Long March untuk berkumpul TVRI,
02:24karena kita tidak akan adanya aksi DPR atau MPRRI.
02:27Mungkin menambahkan, kami juga meminta, kami juga meminta kepada serupiah yang mencoba menghalang-halang kami untuk turun aksi di Bundaran
02:36AI,
02:37bahwa tolong bukakan jalan untuk kami.
02:39Kami ingin menyampaikan kesan kami, kami ingin menyampaikan bagaimana pemasan terjadi di negeri ini.
02:45Dan semua rakyat berhak untuk tahu, semua rakyat berhak untuk ikut.
02:48Bukan di DPR, bukan di depan istana, karena kita tidak lagi mendengarkan kita.
02:51Kita pengen semua gerakan, ini mana, semua rakyat bisa ikut, bisa tahu apa yang terjadi dan bagaimana terbaik untuk bangsa
02:59ini.
02:59Jangan mengintervensi!
03:02Pada hari ini kami menyampaikan kekecewaan kepada para pemerintah, bahwasannya hari ini kami tidak akan kembali mengalahkan aksi di gedung
03:08-gedung pemerintahan.
03:09Kami ingin hari ini, tuntutan ataupun apapun yang kami tuntut hari ini itu bisa didengar oleh pemerintah,
03:15dan bisa dievaluasi untuk lebih baik.
03:16Hari ini adalah bentuk bahwasannya pemerintah sudah membungkam suara-suara mahasiswa,
03:20dan sudah tidak peduli dengan bagaimana kehidupan rakyat Indonesia.
03:30Terakhir, hari ini membuktikan bahwa valid untuk kita berlakukan aksi di Bundernay.
03:36Kenapa? Karena bahkan tuntutan nomor 5, pemerintah malah sekarang sudah mengelak.
03:41Bagaimana bisa pemerintah yang tidak pernah mendengar rakyatnya sendiri,
03:44sekarang malah ingin kita mahasiswa demo di DPR.
03:47Justru itu dipertanyakan, kenapa kita mahasiswa ingin demo di Bundernay?
03:52Karena kita yang suatu bagian tidak terelakkan dari rakyat,
03:56ingin menunjukkan bahwa kondisi ini baik-baik saja.
03:59Dan kita justru peduli dan cinta kepada Indonesia.
04:01Kita tidak ingin Indonesia justru beneran bangkrut.
04:04Tetapi perilaku-perilaku inilah yang justru ketika tidak berubah akan membuktikan bahwa
04:08Indonesia akan bangkrut secara ekonomi, Indonesia akan bangkrut secara demokrasi,
04:12dan terakhir, Indonesia akan bangkrut secara moral.
04:14Ingin menambahkan, tolong jangan represif.
04:18Kami ini mahasiswa, bukan KKB.
04:21Tidak membawa senjata.
04:22Kami membawa niat untuk membawa perbaikan untuk rakyat Indonesia.
04:26Jangan menganggap kami seperti musuh.
04:29Jangan menganggap kami seperti penjahat.
04:32Kami ini mahasiswa, masyarakat.
04:34Jangan menghadapi kami, jangan membawa senjata.
04:37Kami ini mempunyai niat yang ulia untuk kalian semua, untuk rakyat Indonesia.
04:41Dan kami tidak ditunggangi niat kami tulus untuk kalian, bangsa Indonesia.
04:46Hidup rakyat Indonesia.
Komentar

Dianjurkan