00:00Tentang dapur yang di 3T, kemarin kan demo di BGN, ini saya ingin menjelaskan.
00:10Jadi rencana dari Bu Nani yang 3T ini nanti justru akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang di sekitarnya
00:24sehingga tidak terlalu banyak membebani APBN, sehingga banyak nanti yang dapur yang akan dibangun
00:33mungkin diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memang baik, jadi CSR-nya digunakan untuk itu.
00:41Tetapi nanti akan saya sampaikan tentang hal-hal yang penting, kenapa yang terjadinya demo.
00:53Kemudian ada juga disampaikan dari Bu Nani tentang dampak dari jual beli titik.
01:00Nah jual beli titik demikian.
01:03Jadi yang tadi saya katakan seharusnya misalnya satu dapur itu kan 3.000, ya 3.000 penerima manfaat,
01:11kemudian kalau dikali 2.000 berarti kan 6 juta.
01:15Nah kenyataannya tidak 3.000, ada yang 1.500, ada yang 1.000, sehingga mengembang.
01:21Kalau kita hitung, dapur ini sekarang ada 27.877 total secara keseluruhan, yang operasional.
01:34Kemudian penerima manfaat ini sekitar 63 juta.
01:38Kalau satu dapur saja ini misalnya 3.000, berarti sebetulnya hanya 22.000, tidak 27.000.
01:46Nah yang 5.000-nya ini kemana?
01:48Kan begitu kan, yang terjadinya yang akhirnya yang harusnya 3.000 menjadi 1.500,
01:54akhirnya pembesaran, tetapi yang 1.500 itu dikasihnya tetap 6 juta perharinya.
02:01Nah ini yang terjadi penggelembungan, sehingga nantilah itu proses hukum lebih lanjutlah ya.
02:08Kemudian sesuai dengan peraturan Presiden nomor 12 tahun 2025,
02:17ini ditetapkan hanya 30 kabupaten sebagai daerah tertinggal, 3T ya.
02:30Namun kenyataannya, ini penjabat lama yang sekarang sedang diproses ini justru membuat definisi tersendiri
02:39bahwa satu desa tidak terlayani SPPG terdekat atau lebih dari 30 menit jaraknya,
02:46sehingga dengan ketentuan tersebut maka ditetapkan 8.617
02:50dengan SK penetapan lokasi kepada oleh Kepala Badan yang terdahulu.
03:00Nah, kemudian 6.138 ini yang meneretangani itu Pak Soni, ya.
03:10Dari yang penduduk yang berharga bagi mereka-mereka ini, SK itu.
03:16SK itu lah yang kemudian akhirnya yang menjadikan jaminan untuk pinjem bank, ya.
03:24Kemudian ada hal lagi yang sangat penting kalau menurut saya.
03:30Ini dari 6.138 ini yang sudah diapresial, ini ada 1.745.
03:40Salah satu contohnya dari 1.745, ini ada yang sudah terbangun dengan keratakan tostil ini, 476.
03:50Ini yang menggiurkan itu demikian.
03:52Jadi misalnya, salah satu mitra lah, ditentukan mendapat sekep, mendapat K untuk ditentukan satu titik.
04:06Titik itu hanya modal 100 juta saja, kemudian dibuatkan fondasi,
04:12nanti dari pemborong atau dari keratakan tostil membangunlah misalnya 1,2 setengah miliar.
04:20Nah, 1,2 setengah miliar itu sifatnya nanti dari BGN akan sewa.
04:27Bayangkan 1,2, tadi sewanya itu 4 miliar ya.
04:314 tahun dibayar di depan.
04:35Ya, modalnya itu 4 tahun dari depan itu 4 miliar berarti kan ya.
04:414,8 miliar.
04:434,8 miliar kalau dikurangi tadi 1,2 setengah miliar, berarti masih ada keuntungan 3 setengah.
04:49Dan itu dibayarnya di depan.
04:51Bayangkan aja.
04:53Ya ini yang kemudian akhirnya.
04:55Dan itu statusnya negara itu sewa ya, bukan milik ya.
05:02Saya rasa mungkin, ya kemudian ada satu hal lagi yang menonjol ini.
05:09Untuk penentuan titik-titik itu, maka ditentukanlah Satgas.
05:13Satgas yang dikeluarkan SK-nya itu dari pejabat lama ya.
05:20Nah, itulah SK itu yang akhirnya menguntungkan bagi mereka-mereka
05:23yang kemudian untuk sebagai jaminan kepada bank.
Komentar