Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menanggapi soal demo di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) usai bertemu dengan Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam audiensi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Tentang dapur yang di 3T, Kemarin kan demo di BGN. Ini saya ingin menjelaskan, jadi rencana dari Bu Nanik," ujar KSP Dudung di Kantor Staf Presiden pada Rabu (10/6/2026).

"Yang 3T ini nanti justru akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang di sekitarnya sehingga tidak terlalu banyak membebani APBN," lanjutnya.

Baca Juga Respons KSP Dudung soal Investor MBG Ngamuk ke Kantor BGN Ngaku Rugi Miliaran di https://www.kompas.tv/nasional/674090/respons-ksp-dudung-soal-investor-mbg-ngamuk-ke-kantor-bgn-ngaku-rugi-miliaran

#ksp #kepalabgn #mbg #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674234/respons-ksp-dudung-soal-demo-di-bgn-jelaskan-rencana-nanik-terkait-dapur-mbg-daerah-3t
Transkrip
00:00Tentang dapur yang di 3T, kemarin kan demo di BGN, ini saya ingin menjelaskan.
00:10Jadi rencana dari Bu Nani yang 3T ini nanti justru akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang di sekitarnya
00:24sehingga tidak terlalu banyak membebani APBN, sehingga banyak nanti yang dapur yang akan dibangun
00:33mungkin diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memang baik, jadi CSR-nya digunakan untuk itu.
00:41Tetapi nanti akan saya sampaikan tentang hal-hal yang penting, kenapa yang terjadinya demo.
00:53Kemudian ada juga disampaikan dari Bu Nani tentang dampak dari jual beli titik.
01:00Nah jual beli titik demikian.
01:03Jadi yang tadi saya katakan seharusnya misalnya satu dapur itu kan 3.000, ya 3.000 penerima manfaat,
01:11kemudian kalau dikali 2.000 berarti kan 6 juta.
01:15Nah kenyataannya tidak 3.000, ada yang 1.500, ada yang 1.000, sehingga mengembang.
01:21Kalau kita hitung, dapur ini sekarang ada 27.877 total secara keseluruhan, yang operasional.
01:34Kemudian penerima manfaat ini sekitar 63 juta.
01:38Kalau satu dapur saja ini misalnya 3.000, berarti sebetulnya hanya 22.000, tidak 27.000.
01:46Nah yang 5.000-nya ini kemana?
01:48Kan begitu kan, yang terjadinya yang akhirnya yang harusnya 3.000 menjadi 1.500,
01:54akhirnya pembesaran, tetapi yang 1.500 itu dikasihnya tetap 6 juta perharinya.
02:01Nah ini yang terjadi penggelembungan, sehingga nantilah itu proses hukum lebih lanjutlah ya.
02:08Kemudian sesuai dengan peraturan Presiden nomor 12 tahun 2025,
02:17ini ditetapkan hanya 30 kabupaten sebagai daerah tertinggal, 3T ya.
02:30Namun kenyataannya, ini penjabat lama yang sekarang sedang diproses ini justru membuat definisi tersendiri
02:39bahwa satu desa tidak terlayani SPPG terdekat atau lebih dari 30 menit jaraknya,
02:46sehingga dengan ketentuan tersebut maka ditetapkan 8.617
02:50dengan SK penetapan lokasi kepada oleh Kepala Badan yang terdahulu.
03:00Nah, kemudian 6.138 ini yang meneretangani itu Pak Soni, ya.
03:10Dari yang penduduk yang berharga bagi mereka-mereka ini, SK itu.
03:16SK itu lah yang kemudian akhirnya yang menjadikan jaminan untuk pinjem bank, ya.
03:24Kemudian ada hal lagi yang sangat penting kalau menurut saya.
03:30Ini dari 6.138 ini yang sudah diapresial, ini ada 1.745.
03:40Salah satu contohnya dari 1.745, ini ada yang sudah terbangun dengan keratakan tostil ini, 476.
03:50Ini yang menggiurkan itu demikian.
03:52Jadi misalnya, salah satu mitra lah, ditentukan mendapat sekep, mendapat K untuk ditentukan satu titik.
04:06Titik itu hanya modal 100 juta saja, kemudian dibuatkan fondasi,
04:12nanti dari pemborong atau dari keratakan tostil membangunlah misalnya 1,2 setengah miliar.
04:20Nah, 1,2 setengah miliar itu sifatnya nanti dari BGN akan sewa.
04:27Bayangkan 1,2, tadi sewanya itu 4 miliar ya.
04:314 tahun dibayar di depan.
04:35Ya, modalnya itu 4 tahun dari depan itu 4 miliar berarti kan ya.
04:414,8 miliar.
04:434,8 miliar kalau dikurangi tadi 1,2 setengah miliar, berarti masih ada keuntungan 3 setengah.
04:49Dan itu dibayarnya di depan.
04:51Bayangkan aja.
04:53Ya ini yang kemudian akhirnya.
04:55Dan itu statusnya negara itu sewa ya, bukan milik ya.
05:02Saya rasa mungkin, ya kemudian ada satu hal lagi yang menonjol ini.
05:09Untuk penentuan titik-titik itu, maka ditentukanlah Satgas.
05:13Satgas yang dikeluarkan SK-nya itu dari pejabat lama ya.
05:20Nah, itulah SK itu yang akhirnya menguntungkan bagi mereka-mereka
05:23yang kemudian untuk sebagai jaminan kepada bank.
Komentar

Dianjurkan