Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
Dalam suasana pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI, Bahlil Lahadalia melontarkan kelakar yang mengundang tawa hadirin saat menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Awalnya, Bahlil menyinggung tradisi penyebutan “kanda-dinda” yang sudah lama dikenal di lingkungan HIPMI sebagai bentuk keakraban antaranggota.

Bahlil kemudian meminta izin kepada Prabowo untuk menyapanya dengan sebutan “Kakanda Prabowo Subianto” tanpa mengurangi rasa hormat sebagai kepala negara. Menurutnya, penggunaan sapaan tersebut dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat antara Presiden dengan keluarga besar HIPMI. Usulan itu langsung disambut tepuk tangan dan sorakan setuju dari para peserta yang hadir.

Suasana semakin cair ketika Bahlil menambahkan candaan bahwa panggilan “kakanda” diperlukan “biar lebih dekat” dengan Presiden. Pernyataan tersebut memancing gelak tawa sekaligus menjadi momen hangat yang menunjukkan kedekatan komunikasi antara Bahlil dan Prabowo di tengah agenda resmi organisasi pengusaha muda tersebut.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Tikha/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Yang saya hormati Ketua Empereri, abang saya Bapak Ahmad Muzani, mungkin biar lebih akrab kita panggil Kanda Ahmad Muzani.
00:21Tadi kita ada aspirasi Pak, katanya dihipmi ini kan nama Kanda Dinda itu sebenarnya dihipmi Pak, sama organisasi Cipayu yang
00:30lain.
00:31Kalau Bapak berkenan, izinkan seizin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kak Kanda Bapak Presiden Prabowo
00:38Subianto.
00:41Setuju nggak?
00:45Biar lebih dekat Pak, supaya olahannya cepat masuk.
00:56Serius, serius, serius, serius, ini lagi pidato ini.
01:02Yang kami hormati Ketua DPReri, saudara saya, mantan kita umum hipmi.
01:13Bengkulu, kalau yang ini, kadang-kadang Kanda, kadang-kadang Dinda.
01:17Udah lah, karena ini kita umum kehormatan.
01:19Dinda Sultan Batyar Najamudin.
01:24Yang saya hormati, anggota kabinet yang sempat hadir nanti Bapak Presiden yang akan meng-absen.
01:36Tapi Pak, tadi di pesawat, saya didoktrin oleh menteri yang bukan hipmi tapi merasa hipmi, yaitu menteri perumahan rakyat, Pak.
01:48Doktrinnya, minta ampun, Pak.
01:50Menyampai kepada saya, Dinda.
01:52Sekalipun Dinda menteri SDM, tapi yang mengurus UMKM itu adalah bangun-bangun rumah katanya.
01:58Cuman, realisasinya kok belum-belum ada juga.
02:10Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan