Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SRAGEN, KOMPAS.TV - Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan yang menewaskan seorang siswi sekolah dasar di Sragen, Jawa Tengah. Korban ditemukan sang ibu dengan sejumlah luka akibat kekerasan.

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi telah menemukan sejumlah petunjuk, termasuk barang yang hilang di lokasi penemuan jenazah.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengatakan dari pemeriksaan sementara setidaknya ada barang berharga yang hilang, di antaranya sepeda motor yang biasa dipakai korban ke sekolah serta sebuah ponsel.

Meski sejumlah petunjuk sudah ditemukan, penyelidikan masih dilakukan untuk menangkap pelaku pembunuhan.

Usai divisum di RSUD Sragen dan disemayamkan di rumah kakek korban, jenazah langsung dimakamkan di TPU setempat.

Ibunda Bilqis, Dewi Sri Lestari, mengatakan putri perempuannya memiliki pribadi yang periang.

Menurut sang ibu, Bilqis yang berusia 11 tahun terbiasa berada di rumah seorang diri jika orang tuanya bekerja. Keluarga berharap pelaku segera ditemukan dan mendapat hukuman setimpal.

Selain melakukan olah TKP ulang, polisi juga melacak jejak digital korban dalam lanjutan pengusutan dugaan perampokan disertai kekerasan yang mengakibatkan anak 11 tahun tewas dengan sejumlah luka di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung, Sragen, Jawa Tengah.

Selain telah melakukan olah tempat kejadian perkara ulang, hingga kini polisi juga sudah memeriksa empat saksi. Namun, polisi belum menyinggung sosok pelaku di balik kasus ini.

Baca Juga Fakta-Fakta Kasus Kematian Bocah di Sragen: Lokasi Kejadian Sepi, Motor-HP Korban Hilang di https://www.kompas.tv/regional/673396/fakta-fakta-kasus-kematian-bocah-di-sragen-lokasi-kejadian-sepi-motor-hp-korban-hilang

#pembunuhan #siswitewas #sragen

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673430/polisi-masih-buru-pelaku-pembunuhan-siswa-sd-di-sragen-ini-kata-kriminolog-kompas-petang
Transkrip
00:04Terima kasih yang masih bersama kami di Kompas Petang, saya Sintia Rompas.
00:07Saudara polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan yang menewaskan seorang siswi sekolah dasar di Sragen, Jawa Tengah.
00:14Korban ditemukan sang ibu dengan sejumlah luka akibat kekerasan.
00:21Usai melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi telah menemukan sejumlah petunjuk termasuk barang yang hilang di lokasi penemuan jenazah.
00:28Kasat Reskrim, Polres, Sragen, Jawa Tengah, AKP Catur Agus Yudho Praseno bilang,
00:34dari pemeriksaan sementara setidaknya ada barang berharga yang hilang diantaranya sepeda motor yang biasa dipakai korban ke sekolah serta sebuah
00:42ponsel.
00:43Meski sejumlah petunjuk sudah ditemukan, namun penyelidikan masih dilakukan untuk menangkap pelaku pembunuhan.
00:54Merupakan kawasan lingkungan desa yang penduduknya itu jarang-jarang.
01:00Jadi untuk sebelah tetangganya itu kebetulan rumah kosong.
01:03Kemudian untuk depan dan belakang kebun, jadi juga merupakan wilayah yang sepi.
01:11Di pendataan, sementara sampai 24 jam lebih ini kita sudah mendapatkan data barang yang hilang diantaranya adalah sepeda motor yang
01:22biasa dikendarai atau dipakai oleh korban ke sekolah.
01:26Korban ini sebetulnya masih kelas 5 SD, namun demikian oleh orang tuamnya sudah dipercaya untuk membawa sepeda motor.
01:34Kemudian selain sepeda motor juga satu buah handphone milik korban yang juga hilang.
01:48Pusat divisum di era Sudesragen dan disemayamkan di rumah kakek korban.
01:53Cenazah langsung dimakamkan di TPU setempat.
01:56Ibunda Bilkis Dewi Sri Lestari bilang putri perempuannya memiliki pribadi periang.
02:01Menurut sang ibu, Bilkis yang berusia 11 tahun terbiasa berada di rumah seorang diri jika orang tuanya bekerja.
02:09Keluarga berharap pelaku segera ditemukan dan mendapat hukuman setimpal.
02:18Mudah-mudahan cepat ketemu pelakunya.
02:23Setiap harinya tinggal sendiri, di rumah sendiri.
02:31Untuk memburu pelaku, selain melakukan olah TKP ulang, polisi juga melacak jejak digital korban dalam lanjutan pengusutan dugaan perampokan disertai
02:41kekerasan yang mengakibatkan anak 11 tahun tewas dengan sejumlah luka.
02:46Di Duku Bromo Asri, Desa Dawung, Seragen, Jawa Tengah.
02:49Selain telah melakukan olah tempat kejadian perkara ulang, hingga kini polisi juga memeriksa 4 saksi.
02:56Namun polisi belum menyinggung sosok pelaku di balik kasus ini.
03:05Kami sampai dengan saat ini masih terus melakukan pendalaman.
03:09Sehingga karena juga tim dari Polset termasuk dari Pores, ada juga rekan-rekan dari Grip Ombolda juga membantu kami masih
03:17terus bekerja di lapangan.
03:19Hari ini saya berserta teman-teman juga melakukan olah TKP ulang.
03:24Kami coba lebih rigid lagi untuk menemukan bukti-bukti petunjuk lainnya.
03:29Kita akan membahasnya dengan Luki Nurhadiyanto, kriminolog Universitas Budi Luhur.
03:37Selamat sore Mas Luki.
03:39Kalau kita melihat kasus ini hingga sore hari ini belum ada ditangkapnya pelaku yang diduga membunuh korban.
03:48Tapi kalau melihat targetnya ini adalah anak kecil, seorang diri di rumah.
03:52Apakah ini memang murni perampokan acak atau pelaku sebenarnya mengincar korban dengan motif tertentu?
04:00Ya sebelumnya selamat sore Mbak Sintia dan turut berduka cinta kepada keluarga dari Ananda Bilkis juga ya.
04:08Memang tadi menjadi satu hal yang misterius gitu ya.
04:12Saat kita berbicara arah motivasinya ada beberapa hal yang melandasi juga Mbak Sintia.
04:16Yang pertama sejauh mana kedalaman tingkat TKP itu kemudian bisa diidentifikasi.
04:21Seperti kita tahu bahwa kejadian yang kemudian berada di rumah itu sendiri itu tidak ada upaya untuk adanya intervensi dari
04:30pihak asing dengan kata lain.
04:31Bisa jadi ada hubungan kedekatan atau kemudian ada hubungan perkenalan antara korban dengan pelaku.
04:37Yang kedua yang bisa kita kemudian gradasikan tadi dengan pertanyaan Mbak Sintia adalah saat kemudian ini kita berbicara mengenai barang
04:45-barang yang hilang.
04:46Maka ada kemungkinan bahwa ini dilakukan oleh stranger.
04:48Saat kemudian ini berbicara mengenai tapi ada juga lawannya bahwa saat kemudian kita berbicara mengenai indikasi pembunuh kemudian baru barangnya
04:56hilang.
04:56Maka ini kemudian menjadi menarik yang kita kategorisasi sebagai instrumental homicide di sana.
05:01Saat kemudian kita berbicara yang pertama yang kemudian sebenarnya memiliki rasio yang cukup kecil maka tentu harus ada landasannya.
05:08Saat kemudian seseorang dengan upaya sedemikian besar gitu ya untuk bisa menghilangkan nyawa seorang anak gitu.
05:15Bahkan kemudian ada indikasi adanya emosi yang kemudian kita kategorisasi tidak cukup normal karena mohon maaf wajah dari korban pun
05:23mengalami kekerasan yang cukup tinggi atau kemudian mengalami kerusakan yang cukup parah.
05:27Nah yang kedua yang kemudian menjadi menarik adalah yang bisa dibuktikan juga dengan TKP adalah jika memang ini ada indikasi
05:33terjadinya pelampiasan.
05:34Tidak hanya kemudian kepada diri korban tapi apakah memang ada benang merah gitu ya dengan pihak keluarga atau kemudian dengan
05:41orang-orang terdekatnya.
05:43Sehingga korban menjadi salah satu apa namanya salah satu instrumen yang harus dihabisi gitu oleh pelaku tersebut.
05:49Yang kedua adalah hilang barang-barang tersebut apakah memang murni karena memang ingin menghasilkan harta benda dari korban atau di
05:55sisi lain.
05:56Ada upaya untuk mengelabui aparat penegakuan atau pihak kepolisian agar kemudian bahwa saat kemudian ini diidentifikasi atau kemudian diolah TKP
06:03barang-barang ini adalah sebagai salah satu bentuk saja.
06:06Saat kemudian upaya untuk melakukan pembunuhan itu adalah tujuan yang utamanya.
06:09Jadi tiga aspek inilah yang bisa kemudian diidentifikasi bahkan digradasikan sampai kemudian mengujudkan kepada arah dari para pelaku tersebut.
06:16Tapi gini Mas Luki kalau dilihat dari olah tempat kejadian perkara ini kan lokasinya bisa dikatakan dalam tanda kutip banyak
06:26bukti-bukti.
06:27Mohon maaf ada jejak kaki dan lain sebagainya.
06:30Sebenarnya apa yang membuat polisi terkesan perlu memakan beberapa hari untuk menangkap korban?
06:38Menangkap pelaku maksud kami?
06:40Yang pertama memang ada unsur sensitivitas ya saya menduga seperti itu ya dalam olah TKP.
06:46Yang memang cenderung sempit gitu atau ketogorisasi sebagai zonal crime scene seperti itu ya.
06:53Maka sebenarnya dalam proteks pembabakan itu cukup mudah untuk kemudian diidentifikasikan.
06:58Yang pertama sejauh mana kemudian pelaku bisa masuk terus kemudian bagaimana kemudian mereka bisa keluar.
07:02Atau kemudian dia bisa keluar.
07:04Dan kemudian bagaimana kemudian korban itu dihabisi nyawanya atas dasar.
07:09Pelampiasan ekonomi seperti itu atau kemudian atas dasar pelampiasan secara emosional.
07:12Yang kedua adalah yang kemudian bisa menjadi berat laut sejauh mana kemudian tingkat kedalaman apa namanya ya jejak yang kemudian
07:21bisa melekatkan diri jangan-jangan dalam tanda kutip gitu ya.
07:24Karena 70 persen pembunuhan yang memang terjadi di Indonesia gitu atau secara umum bahkan 70 sampai 80 persen itu dilakukan
07:31oleh orang-orang terdekat.
07:32Atau memang yang memiliki ikatan secara emosional dengan orang-orang yang menjadi korbannya.
07:36Yang ketiga yang kemudian bisa menjadi salah satu upaya untuk men-tracking adalah sejauh mana kemudian interaksi yang dilakukan oleh
07:42korban.
07:43Karena memang seharusnya dengan landscape yang cukup terbatas tersebut ada beberapa hal yang memiliki proskonsnya.
07:49Seperti misalnya ruang gerak yang kemudian terbatas, alera komunikasi kemudian bisa terbatas.
07:54Sehingga tidak hanya saksi-saksi saja yang ada tapi sejauh mana interaksi dalam konteks digital antara korban gitu dengan orang
08:01-orang sekitarnya.
08:02Atau yang kedua sejauh mana interaksi digital antara korban dengan misalnya dengan orang tuanya atau kemudian dengan keluarganya.
08:08Tiga adalah sejauh mana interaksi korban dengan orang-orang yang memang memiliki kedekatan dengan dirinya.
08:12Tapi kalau dilihat dari peristiwa yang terjadi dilakukan di siang hari dan berdasarkan keterangan polisi,
08:20lokasi TKP ini juga memang berjauhan dengan tetangga seperti itu.
08:25Apakah pelaku memang sudah melakukan pengincaran karena mengetahui lokasi yang sepi?
08:31Atau memang sebenarnya pencurian motor dan juga ponsel ini sebenarnya adalah untuk mengaburkan motif lainnya menurut Anda?
08:41Ya memang akhirnya kita disuguhkan pada dua pilihan yang keduanya kemudian tidak menjadi pilihan yang cukup baik.
08:47Yang pertama memang jika memang ini dilandasi adanya pencurian atau kemudian perampokan dengan kekerasan identifikasinya tentu bagi saya ada berbagai
08:55aspek yang kemudian mereka lakukan.
08:57Yang pertama tentu adalah aspek pengawasan dilakukan oleh pelaku tersebut.
09:00Tentu ini akan suatu hal yang cukup wasting time seperti itu.
09:03Atau kemudian para pelaku juga memiliki berbagai opsi.
09:06Jika memang ini adalah anak kecil pertama terus kemudian komoditi yang didapatkan tidak sebanding dengan resikonya.
09:12Atau yang ketiga jika memang ada berbagai alternatif gitu yang seharusnya mereka bisa dapatkan itu.
09:16Yang kemudian yang bisa menjadi varian yang cukup besar probabilitannya adalah aspek yang kedua.
09:21Ini yang kita kategorisasi sebagai instrumental homicide.
09:24Jadi ada upaya untuk menghabisi upaya untuk menghabisi korban gitu ya.
09:28Dan kemudian menjadikan berbagai barang yang kemudian mereka lekatkan atau kemudian berada di sekitar korban.
09:33Itu sebagai salah satu bentuk instrumental yang mengaburkan tadi sampaikan Mbak Sinti yang mengaburkan tindakan utamanya.
09:39Nah yang kemudian bisa menjadi gradasi berikutnya adalah apakah dalam konteks ini keberadaan benda-benda tersebut sudah diketahui.
09:46Karena tadi juga diolah TKP tersebut benda-benda yang kemudian ada atau kemudian kunci itu cukup rapi ya.
09:52Tidak ada upaya pendobrakan, tidak ada upaya pencongkai atau bahkan kemudian tidak ada upaya melakukan infiltrasi secara berlebihan kepada atribusi
09:59properti milik korban.
10:01Yang kedua adalah yang kemudian ada unsur bahwa sebenarnya antara korban dengan pelaku ini ada unsur kedekatan di sana.
10:08Karena tidak ada upaya untuk peneriakan atau kemudian upaya-upaya untuk mengabur dari kejalanan dari pelaku.
10:16Karena tentu tindakan yang dilakukan itu cukup parah ya.
10:18Apalagi dilakukan oleh kepada terhadap anak-anak korban yang berada di bawah umur.
10:22Dan yang ketiga tentu yang bisa digarisbawahi oleh identifikasi terhadap kedekatan-kedekatan ini seharusnya bisa menjadi bukti.
10:29Sehingga kepolisian pada tahap ini menunggu apakah memang sensitivitas ini menjadi hal yang dikedepankan atau di sisi lain.
10:34Unsur humanitas ini kemudian menjadi pertimbangan utama.
10:37Mas Lugi terakhir, jika olah TKP lokasi pemeriksaan saksi, lalu bukti-bukti apa lagi yang setidaknya bisa diungkapkan polisi,
10:48bisa dijadikan petunjuk bagi polisi untuk menangkap pelaku?
10:54Apalagi saat ini jejak digital dari ponsel juga masih ditelusuri?
10:58Ya saya pikir tentu kepolisian sudah memiliki berbagai instrumen yang untuk kemudian dirangkai sehingga upaya yang kemudian bisa dilekatkan pertama
11:07adalah bagaimana mengidentifikasi seluruh petunjuk tersebut
11:11dan kemudian menjadikan petunjuk tersebut memiliki satu benar merah yang utama.
11:15Yang kedua adalah sejauh mana pula petunjuk-petunjuk yang mereka telah miliki ya, bukti-bukti yang kemudian melekat kepada rumah
11:22tersebut atau kemudian kepada diri korban,
11:25itu bisa merangkai sehingga bisa menyisir gitu ya sejauh mana identifikasi kedekatan antara korban dengan pelaku atau di sisi lain.
11:32Jangan-jangan memang diciptakan peluang oleh para stringent untuk bisa melakukan tindakan kekerasan tersebut.
11:37Yang kemudian yang ketiga adalah dalam konteks ini pula, keterbatasan-keterbatasan tersebut seharusnya bisa menjadi kekuatan tersendiri kepada pihak kepolisian
11:44bahwa tentu pengerucutan terhadap pelaku ini seharusnya berada di lokus yang tidak terlalu jauh dengan lingkungan korban
11:51terus kemudian tidak terlalu jauh pula dengan interaksi antara keluarga dengan diri para pelaku tersebut.
11:56Baik, terima kasih atas perspektif Anda, Kriminolog Universitas Budi Luhur.
Komentar

Dianjurkan