00:04Terima kasih yang masih bersama kami di Kompas Petang, saya Sintia Rompas.
00:07Saudara polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan yang menewaskan seorang siswi sekolah dasar di Sragen, Jawa Tengah.
00:14Korban ditemukan sang ibu dengan sejumlah luka akibat kekerasan.
00:21Usai melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi telah menemukan sejumlah petunjuk termasuk barang yang hilang di lokasi penemuan jenazah.
00:28Kasat Reskrim, Polres, Sragen, Jawa Tengah, AKP Catur Agus Yudho Praseno bilang,
00:34dari pemeriksaan sementara setidaknya ada barang berharga yang hilang diantaranya sepeda motor yang biasa dipakai korban ke sekolah serta sebuah
00:42ponsel.
00:43Meski sejumlah petunjuk sudah ditemukan, namun penyelidikan masih dilakukan untuk menangkap pelaku pembunuhan.
00:54Merupakan kawasan lingkungan desa yang penduduknya itu jarang-jarang.
01:00Jadi untuk sebelah tetangganya itu kebetulan rumah kosong.
01:03Kemudian untuk depan dan belakang kebun, jadi juga merupakan wilayah yang sepi.
01:11Di pendataan, sementara sampai 24 jam lebih ini kita sudah mendapatkan data barang yang hilang diantaranya adalah sepeda motor yang
01:22biasa dikendarai atau dipakai oleh korban ke sekolah.
01:26Korban ini sebetulnya masih kelas 5 SD, namun demikian oleh orang tuamnya sudah dipercaya untuk membawa sepeda motor.
01:34Kemudian selain sepeda motor juga satu buah handphone milik korban yang juga hilang.
01:48Pusat divisum di era Sudesragen dan disemayamkan di rumah kakek korban.
01:53Cenazah langsung dimakamkan di TPU setempat.
01:56Ibunda Bilkis Dewi Sri Lestari bilang putri perempuannya memiliki pribadi periang.
02:01Menurut sang ibu, Bilkis yang berusia 11 tahun terbiasa berada di rumah seorang diri jika orang tuanya bekerja.
02:09Keluarga berharap pelaku segera ditemukan dan mendapat hukuman setimpal.
02:18Mudah-mudahan cepat ketemu pelakunya.
02:23Setiap harinya tinggal sendiri, di rumah sendiri.
02:31Untuk memburu pelaku, selain melakukan olah TKP ulang, polisi juga melacak jejak digital korban dalam lanjutan pengusutan dugaan perampokan disertai
02:41kekerasan yang mengakibatkan anak 11 tahun tewas dengan sejumlah luka.
02:46Di Duku Bromo Asri, Desa Dawung, Seragen, Jawa Tengah.
02:49Selain telah melakukan olah tempat kejadian perkara ulang, hingga kini polisi juga memeriksa 4 saksi.
02:56Namun polisi belum menyinggung sosok pelaku di balik kasus ini.
03:05Kami sampai dengan saat ini masih terus melakukan pendalaman.
03:09Sehingga karena juga tim dari Polset termasuk dari Pores, ada juga rekan-rekan dari Grip Ombolda juga membantu kami masih
03:17terus bekerja di lapangan.
03:19Hari ini saya berserta teman-teman juga melakukan olah TKP ulang.
03:24Kami coba lebih rigid lagi untuk menemukan bukti-bukti petunjuk lainnya.
03:29Kita akan membahasnya dengan Luki Nurhadiyanto, kriminolog Universitas Budi Luhur.
03:37Selamat sore Mas Luki.
03:39Kalau kita melihat kasus ini hingga sore hari ini belum ada ditangkapnya pelaku yang diduga membunuh korban.
03:48Tapi kalau melihat targetnya ini adalah anak kecil, seorang diri di rumah.
03:52Apakah ini memang murni perampokan acak atau pelaku sebenarnya mengincar korban dengan motif tertentu?
04:00Ya sebelumnya selamat sore Mbak Sintia dan turut berduka cinta kepada keluarga dari Ananda Bilkis juga ya.
04:08Memang tadi menjadi satu hal yang misterius gitu ya.
04:12Saat kita berbicara arah motivasinya ada beberapa hal yang melandasi juga Mbak Sintia.
04:16Yang pertama sejauh mana kedalaman tingkat TKP itu kemudian bisa diidentifikasi.
04:21Seperti kita tahu bahwa kejadian yang kemudian berada di rumah itu sendiri itu tidak ada upaya untuk adanya intervensi dari
04:30pihak asing dengan kata lain.
04:31Bisa jadi ada hubungan kedekatan atau kemudian ada hubungan perkenalan antara korban dengan pelaku.
04:37Yang kedua yang bisa kita kemudian gradasikan tadi dengan pertanyaan Mbak Sintia adalah saat kemudian ini kita berbicara mengenai barang
04:45-barang yang hilang.
04:46Maka ada kemungkinan bahwa ini dilakukan oleh stranger.
04:48Saat kemudian ini berbicara mengenai tapi ada juga lawannya bahwa saat kemudian kita berbicara mengenai indikasi pembunuh kemudian baru barangnya
04:56hilang.
04:56Maka ini kemudian menjadi menarik yang kita kategorisasi sebagai instrumental homicide di sana.
05:01Saat kemudian kita berbicara yang pertama yang kemudian sebenarnya memiliki rasio yang cukup kecil maka tentu harus ada landasannya.
05:08Saat kemudian seseorang dengan upaya sedemikian besar gitu ya untuk bisa menghilangkan nyawa seorang anak gitu.
05:15Bahkan kemudian ada indikasi adanya emosi yang kemudian kita kategorisasi tidak cukup normal karena mohon maaf wajah dari korban pun
05:23mengalami kekerasan yang cukup tinggi atau kemudian mengalami kerusakan yang cukup parah.
05:27Nah yang kedua yang kemudian menjadi menarik adalah yang bisa dibuktikan juga dengan TKP adalah jika memang ini ada indikasi
05:33terjadinya pelampiasan.
05:34Tidak hanya kemudian kepada diri korban tapi apakah memang ada benang merah gitu ya dengan pihak keluarga atau kemudian dengan
05:41orang-orang terdekatnya.
05:43Sehingga korban menjadi salah satu apa namanya salah satu instrumen yang harus dihabisi gitu oleh pelaku tersebut.
05:49Yang kedua adalah hilang barang-barang tersebut apakah memang murni karena memang ingin menghasilkan harta benda dari korban atau di
05:55sisi lain.
05:56Ada upaya untuk mengelabui aparat penegakuan atau pihak kepolisian agar kemudian bahwa saat kemudian ini diidentifikasi atau kemudian diolah TKP
06:03barang-barang ini adalah sebagai salah satu bentuk saja.
06:06Saat kemudian upaya untuk melakukan pembunuhan itu adalah tujuan yang utamanya.
06:09Jadi tiga aspek inilah yang bisa kemudian diidentifikasi bahkan digradasikan sampai kemudian mengujudkan kepada arah dari para pelaku tersebut.
06:16Tapi gini Mas Luki kalau dilihat dari olah tempat kejadian perkara ini kan lokasinya bisa dikatakan dalam tanda kutip banyak
06:26bukti-bukti.
06:27Mohon maaf ada jejak kaki dan lain sebagainya.
06:30Sebenarnya apa yang membuat polisi terkesan perlu memakan beberapa hari untuk menangkap korban?
06:38Menangkap pelaku maksud kami?
06:40Yang pertama memang ada unsur sensitivitas ya saya menduga seperti itu ya dalam olah TKP.
06:46Yang memang cenderung sempit gitu atau ketogorisasi sebagai zonal crime scene seperti itu ya.
06:53Maka sebenarnya dalam proteks pembabakan itu cukup mudah untuk kemudian diidentifikasikan.
06:58Yang pertama sejauh mana kemudian pelaku bisa masuk terus kemudian bagaimana kemudian mereka bisa keluar.
07:02Atau kemudian dia bisa keluar.
07:04Dan kemudian bagaimana kemudian korban itu dihabisi nyawanya atas dasar.
07:09Pelampiasan ekonomi seperti itu atau kemudian atas dasar pelampiasan secara emosional.
07:12Yang kedua adalah yang kemudian bisa menjadi berat laut sejauh mana kemudian tingkat kedalaman apa namanya ya jejak yang kemudian
07:21bisa melekatkan diri jangan-jangan dalam tanda kutip gitu ya.
07:24Karena 70 persen pembunuhan yang memang terjadi di Indonesia gitu atau secara umum bahkan 70 sampai 80 persen itu dilakukan
07:31oleh orang-orang terdekat.
07:32Atau memang yang memiliki ikatan secara emosional dengan orang-orang yang menjadi korbannya.
07:36Yang ketiga yang kemudian bisa menjadi salah satu upaya untuk men-tracking adalah sejauh mana kemudian interaksi yang dilakukan oleh
07:42korban.
07:43Karena memang seharusnya dengan landscape yang cukup terbatas tersebut ada beberapa hal yang memiliki proskonsnya.
07:49Seperti misalnya ruang gerak yang kemudian terbatas, alera komunikasi kemudian bisa terbatas.
07:54Sehingga tidak hanya saksi-saksi saja yang ada tapi sejauh mana interaksi dalam konteks digital antara korban gitu dengan orang
08:01-orang sekitarnya.
08:02Atau yang kedua sejauh mana interaksi digital antara korban dengan misalnya dengan orang tuanya atau kemudian dengan keluarganya.
08:08Tiga adalah sejauh mana interaksi korban dengan orang-orang yang memang memiliki kedekatan dengan dirinya.
08:12Tapi kalau dilihat dari peristiwa yang terjadi dilakukan di siang hari dan berdasarkan keterangan polisi,
08:20lokasi TKP ini juga memang berjauhan dengan tetangga seperti itu.
08:25Apakah pelaku memang sudah melakukan pengincaran karena mengetahui lokasi yang sepi?
08:31Atau memang sebenarnya pencurian motor dan juga ponsel ini sebenarnya adalah untuk mengaburkan motif lainnya menurut Anda?
08:41Ya memang akhirnya kita disuguhkan pada dua pilihan yang keduanya kemudian tidak menjadi pilihan yang cukup baik.
08:47Yang pertama memang jika memang ini dilandasi adanya pencurian atau kemudian perampokan dengan kekerasan identifikasinya tentu bagi saya ada berbagai
08:55aspek yang kemudian mereka lakukan.
08:57Yang pertama tentu adalah aspek pengawasan dilakukan oleh pelaku tersebut.
09:00Tentu ini akan suatu hal yang cukup wasting time seperti itu.
09:03Atau kemudian para pelaku juga memiliki berbagai opsi.
09:06Jika memang ini adalah anak kecil pertama terus kemudian komoditi yang didapatkan tidak sebanding dengan resikonya.
09:12Atau yang ketiga jika memang ada berbagai alternatif gitu yang seharusnya mereka bisa dapatkan itu.
09:16Yang kemudian yang bisa menjadi varian yang cukup besar probabilitannya adalah aspek yang kedua.
09:21Ini yang kita kategorisasi sebagai instrumental homicide.
09:24Jadi ada upaya untuk menghabisi upaya untuk menghabisi korban gitu ya.
09:28Dan kemudian menjadikan berbagai barang yang kemudian mereka lekatkan atau kemudian berada di sekitar korban.
09:33Itu sebagai salah satu bentuk instrumental yang mengaburkan tadi sampaikan Mbak Sinti yang mengaburkan tindakan utamanya.
09:39Nah yang kemudian bisa menjadi gradasi berikutnya adalah apakah dalam konteks ini keberadaan benda-benda tersebut sudah diketahui.
09:46Karena tadi juga diolah TKP tersebut benda-benda yang kemudian ada atau kemudian kunci itu cukup rapi ya.
09:52Tidak ada upaya pendobrakan, tidak ada upaya pencongkai atau bahkan kemudian tidak ada upaya melakukan infiltrasi secara berlebihan kepada atribusi
09:59properti milik korban.
10:01Yang kedua adalah yang kemudian ada unsur bahwa sebenarnya antara korban dengan pelaku ini ada unsur kedekatan di sana.
10:08Karena tidak ada upaya untuk peneriakan atau kemudian upaya-upaya untuk mengabur dari kejalanan dari pelaku.
10:16Karena tentu tindakan yang dilakukan itu cukup parah ya.
10:18Apalagi dilakukan oleh kepada terhadap anak-anak korban yang berada di bawah umur.
10:22Dan yang ketiga tentu yang bisa digarisbawahi oleh identifikasi terhadap kedekatan-kedekatan ini seharusnya bisa menjadi bukti.
10:29Sehingga kepolisian pada tahap ini menunggu apakah memang sensitivitas ini menjadi hal yang dikedepankan atau di sisi lain.
10:34Unsur humanitas ini kemudian menjadi pertimbangan utama.
10:37Mas Lugi terakhir, jika olah TKP lokasi pemeriksaan saksi, lalu bukti-bukti apa lagi yang setidaknya bisa diungkapkan polisi,
10:48bisa dijadikan petunjuk bagi polisi untuk menangkap pelaku?
10:54Apalagi saat ini jejak digital dari ponsel juga masih ditelusuri?
10:58Ya saya pikir tentu kepolisian sudah memiliki berbagai instrumen yang untuk kemudian dirangkai sehingga upaya yang kemudian bisa dilekatkan pertama
11:07adalah bagaimana mengidentifikasi seluruh petunjuk tersebut
11:11dan kemudian menjadikan petunjuk tersebut memiliki satu benar merah yang utama.
11:15Yang kedua adalah sejauh mana pula petunjuk-petunjuk yang mereka telah miliki ya, bukti-bukti yang kemudian melekat kepada rumah
11:22tersebut atau kemudian kepada diri korban,
11:25itu bisa merangkai sehingga bisa menyisir gitu ya sejauh mana identifikasi kedekatan antara korban dengan pelaku atau di sisi lain.
11:32Jangan-jangan memang diciptakan peluang oleh para stringent untuk bisa melakukan tindakan kekerasan tersebut.
11:37Yang kemudian yang ketiga adalah dalam konteks ini pula, keterbatasan-keterbatasan tersebut seharusnya bisa menjadi kekuatan tersendiri kepada pihak kepolisian
11:44bahwa tentu pengerucutan terhadap pelaku ini seharusnya berada di lokus yang tidak terlalu jauh dengan lingkungan korban
11:51terus kemudian tidak terlalu jauh pula dengan interaksi antara keluarga dengan diri para pelaku tersebut.
11:56Baik, terima kasih atas perspektif Anda, Kriminolog Universitas Budi Luhur.
Komentar