Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden AS Donald Trump belakangan bilang perang terhadap Iran adalah konflik militer dan hanya latihan di depan para pendukungnya. Tapi beberapa detik kemudian, Trump bilang harus pergi untuk kembali berperang lawan Iran.

Kita bahas ini bersama Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI), Angel Damayanti.



#AS #trump #iran

Baca Juga Konflik Memanas! Gencatan Senjata Setengah Hati, Israel Terus Bombardir Lebanon | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/673401/konflik-memanas-gencatan-senjata-setengah-hati-israel-terus-bombardir-lebanon-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/673408/full-guru-besar-keamanan-internasional-uki-bahas-soal-narasi-trump-soal-perang-iran-hanya-latihan
Transkrip
00:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump belakangan bilang perang terhadap Iran adalah konflik militer
00:05dan hanya latihan di depan para pendukungnya.
00:08Tapi beberapa detik kemudian, Trump bilang harus pergi untuk kembali berperang lawan Iran.
00:14Bagaimana sebenarnya pernyataan Trump ini diartikan?
00:17Kita akan bahas bersama Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia Uki, Angel Damayanti.
00:23Selamat malam, Prof. Angel.
00:25Selamat malam, Mas Radhi.
00:26Ya Prof, untuk kesekian kalinya kita mendengar ketidak konsistenan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:33dan ini mungkin sudah disikapi agak bosan juga oleh masyarakat dunia termasuk kita-kita ini.
00:39Tapi kali ini Anda bagaimana menerjemahkan narasi baru Trump yang kontradiktif ini, Prof. Angel?
00:44Seperti biasa, Trump selalu kontradiktif, banyak retorika dan saya melihatnya ini komunikasi politiknya Trump saja gitu ya.
00:54Baik ke dalam negeri, publik Amerika maupun ke internasional, masyarakat internasional.
01:00Itu yang saya lihat sih, Mas.
01:01Oke, jadi ini murni strategi kampanye ya?
01:03Karena sekarang sedang memilu selah ya?
01:06Yes, betul.
01:07Komunikasi politik untuk menenangkan publik di dalam negeri, mendapatkan kepercayaan dan menggertak Iran
01:14dan menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Amerika tetap kuat.
01:18Kurang lebih begitu.
01:18Oke, tapi dengan pernyataan seperti itu, saya ingin tanyakan sejauh mana sebenarnya pengaruh Donald Trump ini
01:24terhadap citra politik di dalam negeri, di Amerika Serikat sana?
01:28Kalau kondisi hari ini kan sebenarnya memang sudah turun jauh ya, Mas ya.
01:33Sudah sampai ya level 20, nggak sampai 30 persen lah gitu ya, kepercayaan publik itu.
01:38Dan terus merosot lah dalam 2-3 bulan terakhir.
01:42Dan itulah sebabnya dia harus pintar bermain retorika, pintar berkomunikasi politik gitu ya.
01:48Karena gini, publik di dalam negeri, satu mereka sudah jenuh dengan perang yang Trump janjikan akan selesai dengan cepat,
01:57akan dimenangkan oleh Amerika, Iran akan segera menyerah dan seterusnya dan seterusnya.
02:02Tapi ternyata kan tidak selesai-selesai.
02:04Malah yang ditujukan itu Iran melakukan serangan balik kepada kepangkalan-pangkalan militer Amerika yang ada di Timur Tengah gitu.
02:12Nah sehingga ada ketakutan publik karena satu memang sudah terjadi inflasi di Amerika juga,
02:17kemudian ada ketakutan publik bahwa ada Vietnam Sindrom atau Irak Sindrom, ketakutan-ketakutan seperti itu masih mewarnai publik di dalam
02:28negeri.
02:29Kemudian juga Kongres yang memang juga belum menyetujui atau tidak menyetujui perang yang dilakukan oleh Trump terhadap Iran.
02:39Sehingga ya hal-hal ini yang Trump sedang hadapi sebenarnya di dalam negeri.
02:44Begitu Mas Radi.
02:45Tapi begini Prof Angel, dari perspektif keilmuan Anda dalam pernyataan Trump ini,
02:51secara politik yang ada di internal Amerika Serikat,
02:55apa bedanya sebenarnya ada kata-kata perang dan juga konflik militer terbatas?
03:01Apa sebenarnya perbedaannya versus, jika diversuskan ya perang dengan konflik militer terbatas?
03:07Apakah label yang digunakan Trump ini bisa memengaruhi kewajiban konstitusionalnya sebagai presiden kira-kira?
03:13Ya, karena gini, kalau kita bicara perang itu tentu harus dengan seizin Kongres.
03:18Termasuk pembinaannya gitu ya.
03:21Sedangkan kalau konflik terbatas itu memang Trump itu dikasih waktu kurang lebih 60 hari lah oleh Kongres
03:28tanpa harus mendapatkan persetujuan gitu.
03:31Yang penting dalam 60 hari selesai.
03:32Tapi kan kenyataannya Trump kemarin mengakuinya,
03:35dia menyebutnya selesai di beberapa hari yang lalu gitu dengan hitungan 60 hari sehingga ada gencatan senjata.
03:42Tapi gini Mas, kalau mau bicara tentang apakah ini,
03:46kan Trump bilangnya ini military exercise gitu ya, ini latihan-latihan.
03:50Nah, kalau kita hitung-hitungan sebenarnya bicara tentang anggaran gitu ya,
03:55let's say sudah kemarin saya dapet data gitu ya,
03:59anggaran yang keluar selama perang dengan Iran itu let's say dari Februari sampai hari ini kurang lebih 25 miliar.
04:09Dalam kurun waktu berapa bulan tuh, Februari ke Juni.
04:13Empat bulanan lah gitu ya, 25 miliar dolar.
04:17Padahal kalau mau bicara latihan militer,
04:20Amerika sebenarnya punya cukup banyak sih latihan militer di berbagai kawasan per tahun,
04:25kurang lebih seratusan gitu ya,
04:27termasuk kalau di Asia Pasifik dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik misalnya,
04:31itu ada namanya RIMPEC gitu ya.
04:33Nah, kalau total seluruh latihan militernya Amerika itu dalam satu tahun dengan kurang lebih 100 latihan militer itu juga totalnya
04:44sekitar 25-60 miliar dolar per tahun gitu.
04:49Sedangkan di Iran, ini hanya dalam beberapa bulan sudah 25 miliar dolar gitu.
04:54So, ini gak bisa lagi disebut sebenarnya latihan militer gitu.
04:57Karena biayanya sebenarnya cukup besar di Iran.
05:00Betul.
05:01Sehingga sebenarnya ini sudah masuk kategori ya konflik perang,
05:06tapi tadi karena Trump sebenarnya tidak mau atau sulit dia mendapatkan dukungan dari Kongres,
05:11sehingga permainan bahasa itu dimunculkan.
05:14Itu yang saya lihat.
05:15Oke, artinya kalau itu kan tadi terjemahan Anda gitu ya Prof ya.
05:20Tapi kira-kira bagaimana Anda melihat sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah menerjemahkan pernyataan Donald Trump yang menyebut perang cuma
05:27latihan.
05:28Apakah mereka juga menganggap ini ridiculous joke gitu?
05:31Sangat ridiculous Mas, karena gini dampaknya adalah mereka jadi korban juga.
05:35Karena serangan dari Iran itu kan mengenai negara-negara mereka seperti Kuwait dan Bahrain ya yang ada pangkalan-pangkalan militernya
05:44Amerika di negara mereka.
05:45Sehingga mereka menjadi korban.
05:47Tentu gak bisa lagi dianggap hanya sebatas military exercise atau ya oke kalau konflik terbatas mungkin masih masuk akal Mas.
05:55Karena ya ada konflik tapi terbatas hanya di beberapa wilayah gitu beberapa negara dengan pengerahan kekuatan terbatas gitu.
06:02Tapi kalau kita lihat Amerika dari sisi Amerika loh ya yang dikerahkan itu kan sampai kapal induk, kapal destroyer dan
06:09itu kan berarti bukan lagi sekedar konflik gitu.
06:12Tapi sudah memang seperti sebuah perang atau dipersiapkan untuk menjadi perang yang cukup besar.
06:19Itu yang saya lihat Mas.
06:19Itu termasuk blokade laut ya Prof ya?
06:22Iya, kapal destroyer dan kapal induk itu kan ada di Selat Hormuz tuh yang kemarin sempat ditarik pulang tapi sebentar
06:28lagi akan diganti lagi tuh dengan kapal yang lain kan gitu.
06:30Nah itu tadi dari sisi Amerika Serikat dan sekutunya.
06:35Di sisi lain Iran juga bersiap untuk perang hibrida, hybrid warfare oleh Amerika Serikat dan Israel.
06:42Nah sekuat apa ini akan jadi strategi Amerika Serikat dan Israel di tengah target Amerika Serikat agar Iran tidak kembangkan
06:48senjata nuklir yang belum tercapai hingga saat ini?
06:52Iran itu kan ya kita sama-sama tahu lah ya tangguh dan target Iran itu sebenarnya bukan gak harus menang
06:58perang gimana banget gitu tapi bertahan aja tetap lakukan strategi yang seperti sekarang ya serangan yang kecil-kecil sebenarnya dengan
07:05menggunakan drone dengan apalagi gitu.
07:07Dia punya rudal-rudal balistik yang sebenarnya gak besar-besar amat juga gitu kan.
07:12Plus dengan proksi-proksinya di beberapa tempat Iran lakukan itu saja selama ya let's say 3 bulan 4 bulan atau
07:20sampai November gitu ya Amerika pasti sudah cukup pusing tuh karena ada pemilu selah di dalam negerinya dan Trump harus
07:27sudah memikirkan strategi di dalam negeri gitu ya.
07:30Nah mungkin tantangan berat itu justru dengan Israel karena kan Israel sudah keluarkan statement tuh bahwa tanpa Amerika pun Israel
07:38bisa berhadapan menghadapi Iran gitu ya nah ini yang justru mungkin kalaupun nanti misalnya Amerika menarik diri atau Amerika dengan
07:45berbagai macam alasan dia buat manuver dia tinggalkan timur tengah gitu nah ini yang masih akan terus berlangsung mas Israel
07:52dan Iran.
07:53Oke tapi bicara hybrid warfare sebenarnya sejatinya perang hibrida ini bagaimana sih bentuknya yang sedang berlangsung saat ini cyber kah
08:01ekonomika informasi atau proksi atau apa Prof menurut Anda?
08:05Semuanya mas semuanya perang hibrida artinya dia perang proksinya main perang cybernya juga tetap jalan gitu ya perang narasi-narasi
08:16di media online dengan tadi retorika dengan propaganda dan lain sebagainya itu juga jalan.
08:21Perang intelijennya juga jalan. Belum lagi misalnya tadi ya penggunaan ekonomi sebagai alat tekan itu juga jalan. Begitu mas.
08:30Oke nah tapi seberapa efektif tadi kan saya juga sudah bacakan ya ada seruan dari Mustafa Khamenei untuk bersatu menghadapi
08:41perang hibrida ini.
08:42Tapi seberapa efektif seruan persatuan Mustafa bagi masyarakat Iran yang sudah lama mengalami tekanan sanksi dan protes internal?
08:48Hmm ini menarik nih. Karena kalau bicara tekanan ya masyarakat Iran itu sudah terbiasa hidup dalam tekanan.
08:5847 tahun lebih mereka hidup dalam tekanan. Tapi inflasi Iran ini kan belakangan turunnya luar biasa ya mas sampai 250
09:08% sehingga saya juga tidak tahu artinya tidak bisa memastikan apakah ini memang cukup efektif dalam jangka waktu lama
09:17atau ini hanya bisa efektif ya maksimal beberapa minggu beberapa bulan ke depan gitu. Karena tekanan inflasi tadi yang sudah
09:24semakin tinggi.
09:26Saya sih cuma khawatir ini tidak bisa untuk jangka panjang 6 bulan 1 tahun ke depan gitu.
09:30Tapi kalau untuk ya let's say 3 bulan sampai 4 bulan ke depan mungkin masih cukup efektif.
09:36Jadi tergantung durasinya. Semakin lama itu mungkin akan semakin menurun untuk keefektifannya.
09:42Tapi dalam 3 bulan ke depan itu masih cukup solid untuk membuat rakyat Iran tetap kuat bertahan.
09:48Karena memang somehow mereka melihat pimpinan pemimpin negara mereka itu keteladanannya cukup baik.
09:55Sehingga mereka masih menghormati para pemimpin di negara mereka.
09:59Baik pemimpin politik maupun pemimpin agama.
10:01Tapi Anda melihatnya apakah yang sekarang ini menunjukkan ketahanan rezim yang kuat
10:07atau justru keputus asaan dari kecematan Anda sendiri?
10:11Wow.
10:15Saya sih memang melihat somehow memang rezimnya cukup kuat ya mas.
10:20Kalau bicara keputus asaan kan sebenarnya ya tadi mereka sudah cukup lama kok menghadapi tekanan-tekanan itu.
10:27Sudah cukup kuat ya?
10:28Iya mereka sudah sangat kuat tapi tadi kemampuan rezim bisa menunjukkan bahwa kita sedang dalam krisis, dalam perang.
10:37Mari kita bersama-sama menghadapi masalah ini gitu.
10:40Nah itu somehow menurut saya memang masih dihormati lah oleh masyarakat Iran.
10:46Begitu Mas Radi.
10:47Dengan pernyataan yang kita anggap ridiculous tadi oleh Donald Trump, dari mulut Donald Trump.
10:53Dan di satu sisi Mustafa Khomeini menganggap ini sebagai awareness buat masyarakat Iran menghadapi perang hibrida.
11:02Nah menurut Anda apakah konflik ini masih bisa diredam atau sudah sulit dihentikan dalam waktu dekat?
11:10Selama kedua belah pihak masih tetap keras dan tidak ada pihak ketiga yang cukup kuat untuk memaksa, tanda kutip ya,
11:19menahan kedua belah pihak untuk saling serang, ya selama itu nggak ada, kelihatannya ini akan terus berlanjut Mas.
11:25Oke.
11:25Sampai ini all out.
11:27Kalaupun tadi yang saya bilang Amerika Serikat selesai, Israel dan Iran belum tentu selesai.
11:32Begitu Mas.
11:33Sejauh ini Pakistan, Qatar bagaimana perannya menurut Anda?
11:37Menurut saya Pakistan dan Qatar memang mereka bisa berkomunikasi dengan Amerika dan Iran,
11:42tapi mereka tidak cukup kuat untuk menekan Amerika dan Iran menghentikan serangan-serangan saling serang di antara mereka.
11:49Kecuali, saya pernah sampaikan, kecuali ada negara ketiga yang cukup kuat katakanlah dalam hal ini China,
11:55atau justru sekalian PBB membentuk satu unit tugas gitu ya,
11:59satu United Nations something lah gitu, yang benar-benar bertugas untuk menjadi mediator
12:04atau bertugas untuk memastikan gencatan senjata di dua belah pihak ini benar-benar terlaksana dengan baik.
12:12Begitu Mas.
12:13Baik, saya kembali ke apa, tadi yang dinyatakan oleh Mostabek Hameni juga bahwa kita menghadapi perang hibrida,
12:24di sisi lain juga Amerika Serikat kekeh dengan pendapatnya soal pengayaan nuklir melalui uraniumnya, begitu ya.
12:30Nah, kira-kira bagaimana pengaruh konflik ini terhadap dinamika nuklir di Iran?
12:35Dan kemungkinan kembalinya kesepakatan GCPOE?
12:41GCPOE sebenarnya bisa menjadi salah satu alat yang bagus untuk mengawasi ya pengayaan uranium.
12:47Dan sayangnya sebenarnya kan yang keluar dari GCPOE itu kan Trump pada masa kepemimpinan dia yang pertama itu di 2018
12:55gitu ya.
12:56Kalau pada saat itu Trump tetap berlanjut menjadi bagian dari GCPOE, saya pikir ketidakpercayaan itu bisa diredam.
13:04Nah, GCPOE sebenarnya menurut saya cukup bagus, maksudnya bisa membangun saling percaya gitu ya.
13:09Seberapa banyak uranium yang sudah dikumpulkan oleh Iran, bagaimana proses-proses pembuatan uranium ini untuk kepentingan damai,
13:18kepentingan listrik gitu ya, atau kepentingan energi di dalam negeri.
13:22Nah, selama itu dalam pengawasan yang tepat sebenarnya nggak akan jadi masalah.
13:25Nah, cuma saya tidak yakin GCPOE itu bisa berjalan baik lagi setelah konflik perang ini sedemikian hebatnya.
13:34Begitu, Mbak.
13:35Yes.
13:36Oke, baik.
13:37Baik, terima kasih perspektif yang menarik dari Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia,
13:43Prof. Angel Damayanti.
13:45Kita jumpa lain waktu.
13:46Selamat malam.
13:47Terima kasih sekali lagi ya, Prof.
13:49Terima kasih, Mas Radi.
13:50Selamat malam.
13:51Selamat malam.
13:55Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan