00:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump belakangan bilang perang terhadap Iran adalah konflik militer
00:05dan hanya latihan di depan para pendukungnya.
00:08Tapi beberapa detik kemudian, Trump bilang harus pergi untuk kembali berperang lawan Iran.
00:14Bagaimana sebenarnya pernyataan Trump ini diartikan?
00:17Kita akan bahas bersama Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia Uki, Angel Damayanti.
00:23Selamat malam, Prof. Angel.
00:25Selamat malam, Mas Radhi.
00:26Ya Prof, untuk kesekian kalinya kita mendengar ketidak konsistenan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:33dan ini mungkin sudah disikapi agak bosan juga oleh masyarakat dunia termasuk kita-kita ini.
00:39Tapi kali ini Anda bagaimana menerjemahkan narasi baru Trump yang kontradiktif ini, Prof. Angel?
00:44Seperti biasa, Trump selalu kontradiktif, banyak retorika dan saya melihatnya ini komunikasi politiknya Trump saja gitu ya.
00:54Baik ke dalam negeri, publik Amerika maupun ke internasional, masyarakat internasional.
01:00Itu yang saya lihat sih, Mas.
01:01Oke, jadi ini murni strategi kampanye ya?
01:03Karena sekarang sedang memilu selah ya?
01:06Yes, betul.
01:07Komunikasi politik untuk menenangkan publik di dalam negeri, mendapatkan kepercayaan dan menggertak Iran
01:14dan menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Amerika tetap kuat.
01:18Kurang lebih begitu.
01:18Oke, tapi dengan pernyataan seperti itu, saya ingin tanyakan sejauh mana sebenarnya pengaruh Donald Trump ini
01:24terhadap citra politik di dalam negeri, di Amerika Serikat sana?
01:28Kalau kondisi hari ini kan sebenarnya memang sudah turun jauh ya, Mas ya.
01:33Sudah sampai ya level 20, nggak sampai 30 persen lah gitu ya, kepercayaan publik itu.
01:38Dan terus merosot lah dalam 2-3 bulan terakhir.
01:42Dan itulah sebabnya dia harus pintar bermain retorika, pintar berkomunikasi politik gitu ya.
01:48Karena gini, publik di dalam negeri, satu mereka sudah jenuh dengan perang yang Trump janjikan akan selesai dengan cepat,
01:57akan dimenangkan oleh Amerika, Iran akan segera menyerah dan seterusnya dan seterusnya.
02:02Tapi ternyata kan tidak selesai-selesai.
02:04Malah yang ditujukan itu Iran melakukan serangan balik kepada kepangkalan-pangkalan militer Amerika yang ada di Timur Tengah gitu.
02:12Nah sehingga ada ketakutan publik karena satu memang sudah terjadi inflasi di Amerika juga,
02:17kemudian ada ketakutan publik bahwa ada Vietnam Sindrom atau Irak Sindrom, ketakutan-ketakutan seperti itu masih mewarnai publik di dalam
02:28negeri.
02:29Kemudian juga Kongres yang memang juga belum menyetujui atau tidak menyetujui perang yang dilakukan oleh Trump terhadap Iran.
02:39Sehingga ya hal-hal ini yang Trump sedang hadapi sebenarnya di dalam negeri.
02:44Begitu Mas Radi.
02:45Tapi begini Prof Angel, dari perspektif keilmuan Anda dalam pernyataan Trump ini,
02:51secara politik yang ada di internal Amerika Serikat,
02:55apa bedanya sebenarnya ada kata-kata perang dan juga konflik militer terbatas?
03:01Apa sebenarnya perbedaannya versus, jika diversuskan ya perang dengan konflik militer terbatas?
03:07Apakah label yang digunakan Trump ini bisa memengaruhi kewajiban konstitusionalnya sebagai presiden kira-kira?
03:13Ya, karena gini, kalau kita bicara perang itu tentu harus dengan seizin Kongres.
03:18Termasuk pembinaannya gitu ya.
03:21Sedangkan kalau konflik terbatas itu memang Trump itu dikasih waktu kurang lebih 60 hari lah oleh Kongres
03:28tanpa harus mendapatkan persetujuan gitu.
03:31Yang penting dalam 60 hari selesai.
03:32Tapi kan kenyataannya Trump kemarin mengakuinya,
03:35dia menyebutnya selesai di beberapa hari yang lalu gitu dengan hitungan 60 hari sehingga ada gencatan senjata.
03:42Tapi gini Mas, kalau mau bicara tentang apakah ini,
03:46kan Trump bilangnya ini military exercise gitu ya, ini latihan-latihan.
03:50Nah, kalau kita hitung-hitungan sebenarnya bicara tentang anggaran gitu ya,
03:55let's say sudah kemarin saya dapet data gitu ya,
03:59anggaran yang keluar selama perang dengan Iran itu let's say dari Februari sampai hari ini kurang lebih 25 miliar.
04:09Dalam kurun waktu berapa bulan tuh, Februari ke Juni.
04:13Empat bulanan lah gitu ya, 25 miliar dolar.
04:17Padahal kalau mau bicara latihan militer,
04:20Amerika sebenarnya punya cukup banyak sih latihan militer di berbagai kawasan per tahun,
04:25kurang lebih seratusan gitu ya,
04:27termasuk kalau di Asia Pasifik dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik misalnya,
04:31itu ada namanya RIMPEC gitu ya.
04:33Nah, kalau total seluruh latihan militernya Amerika itu dalam satu tahun dengan kurang lebih 100 latihan militer itu juga totalnya
04:44sekitar 25-60 miliar dolar per tahun gitu.
04:49Sedangkan di Iran, ini hanya dalam beberapa bulan sudah 25 miliar dolar gitu.
04:54So, ini gak bisa lagi disebut sebenarnya latihan militer gitu.
04:57Karena biayanya sebenarnya cukup besar di Iran.
05:00Betul.
05:01Sehingga sebenarnya ini sudah masuk kategori ya konflik perang,
05:06tapi tadi karena Trump sebenarnya tidak mau atau sulit dia mendapatkan dukungan dari Kongres,
05:11sehingga permainan bahasa itu dimunculkan.
05:14Itu yang saya lihat.
05:15Oke, artinya kalau itu kan tadi terjemahan Anda gitu ya Prof ya.
05:20Tapi kira-kira bagaimana Anda melihat sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah menerjemahkan pernyataan Donald Trump yang menyebut perang cuma
05:27latihan.
05:28Apakah mereka juga menganggap ini ridiculous joke gitu?
05:31Sangat ridiculous Mas, karena gini dampaknya adalah mereka jadi korban juga.
05:35Karena serangan dari Iran itu kan mengenai negara-negara mereka seperti Kuwait dan Bahrain ya yang ada pangkalan-pangkalan militernya
05:44Amerika di negara mereka.
05:45Sehingga mereka menjadi korban.
05:47Tentu gak bisa lagi dianggap hanya sebatas military exercise atau ya oke kalau konflik terbatas mungkin masih masuk akal Mas.
05:55Karena ya ada konflik tapi terbatas hanya di beberapa wilayah gitu beberapa negara dengan pengerahan kekuatan terbatas gitu.
06:02Tapi kalau kita lihat Amerika dari sisi Amerika loh ya yang dikerahkan itu kan sampai kapal induk, kapal destroyer dan
06:09itu kan berarti bukan lagi sekedar konflik gitu.
06:12Tapi sudah memang seperti sebuah perang atau dipersiapkan untuk menjadi perang yang cukup besar.
06:19Itu yang saya lihat Mas.
06:19Itu termasuk blokade laut ya Prof ya?
06:22Iya, kapal destroyer dan kapal induk itu kan ada di Selat Hormuz tuh yang kemarin sempat ditarik pulang tapi sebentar
06:28lagi akan diganti lagi tuh dengan kapal yang lain kan gitu.
06:30Nah itu tadi dari sisi Amerika Serikat dan sekutunya.
06:35Di sisi lain Iran juga bersiap untuk perang hibrida, hybrid warfare oleh Amerika Serikat dan Israel.
06:42Nah sekuat apa ini akan jadi strategi Amerika Serikat dan Israel di tengah target Amerika Serikat agar Iran tidak kembangkan
06:48senjata nuklir yang belum tercapai hingga saat ini?
06:52Iran itu kan ya kita sama-sama tahu lah ya tangguh dan target Iran itu sebenarnya bukan gak harus menang
06:58perang gimana banget gitu tapi bertahan aja tetap lakukan strategi yang seperti sekarang ya serangan yang kecil-kecil sebenarnya dengan
07:05menggunakan drone dengan apalagi gitu.
07:07Dia punya rudal-rudal balistik yang sebenarnya gak besar-besar amat juga gitu kan.
07:12Plus dengan proksi-proksinya di beberapa tempat Iran lakukan itu saja selama ya let's say 3 bulan 4 bulan atau
07:20sampai November gitu ya Amerika pasti sudah cukup pusing tuh karena ada pemilu selah di dalam negerinya dan Trump harus
07:27sudah memikirkan strategi di dalam negeri gitu ya.
07:30Nah mungkin tantangan berat itu justru dengan Israel karena kan Israel sudah keluarkan statement tuh bahwa tanpa Amerika pun Israel
07:38bisa berhadapan menghadapi Iran gitu ya nah ini yang justru mungkin kalaupun nanti misalnya Amerika menarik diri atau Amerika dengan
07:45berbagai macam alasan dia buat manuver dia tinggalkan timur tengah gitu nah ini yang masih akan terus berlangsung mas Israel
07:52dan Iran.
07:53Oke tapi bicara hybrid warfare sebenarnya sejatinya perang hibrida ini bagaimana sih bentuknya yang sedang berlangsung saat ini cyber kah
08:01ekonomika informasi atau proksi atau apa Prof menurut Anda?
08:05Semuanya mas semuanya perang hibrida artinya dia perang proksinya main perang cybernya juga tetap jalan gitu ya perang narasi-narasi
08:16di media online dengan tadi retorika dengan propaganda dan lain sebagainya itu juga jalan.
08:21Perang intelijennya juga jalan. Belum lagi misalnya tadi ya penggunaan ekonomi sebagai alat tekan itu juga jalan. Begitu mas.
08:30Oke nah tapi seberapa efektif tadi kan saya juga sudah bacakan ya ada seruan dari Mustafa Khamenei untuk bersatu menghadapi
08:41perang hibrida ini.
08:42Tapi seberapa efektif seruan persatuan Mustafa bagi masyarakat Iran yang sudah lama mengalami tekanan sanksi dan protes internal?
08:48Hmm ini menarik nih. Karena kalau bicara tekanan ya masyarakat Iran itu sudah terbiasa hidup dalam tekanan.
08:5847 tahun lebih mereka hidup dalam tekanan. Tapi inflasi Iran ini kan belakangan turunnya luar biasa ya mas sampai 250
09:08% sehingga saya juga tidak tahu artinya tidak bisa memastikan apakah ini memang cukup efektif dalam jangka waktu lama
09:17atau ini hanya bisa efektif ya maksimal beberapa minggu beberapa bulan ke depan gitu. Karena tekanan inflasi tadi yang sudah
09:24semakin tinggi.
09:26Saya sih cuma khawatir ini tidak bisa untuk jangka panjang 6 bulan 1 tahun ke depan gitu.
09:30Tapi kalau untuk ya let's say 3 bulan sampai 4 bulan ke depan mungkin masih cukup efektif.
09:36Jadi tergantung durasinya. Semakin lama itu mungkin akan semakin menurun untuk keefektifannya.
09:42Tapi dalam 3 bulan ke depan itu masih cukup solid untuk membuat rakyat Iran tetap kuat bertahan.
09:48Karena memang somehow mereka melihat pimpinan pemimpin negara mereka itu keteladanannya cukup baik.
09:55Sehingga mereka masih menghormati para pemimpin di negara mereka.
09:59Baik pemimpin politik maupun pemimpin agama.
10:01Tapi Anda melihatnya apakah yang sekarang ini menunjukkan ketahanan rezim yang kuat
10:07atau justru keputus asaan dari kecematan Anda sendiri?
10:11Wow.
10:15Saya sih memang melihat somehow memang rezimnya cukup kuat ya mas.
10:20Kalau bicara keputus asaan kan sebenarnya ya tadi mereka sudah cukup lama kok menghadapi tekanan-tekanan itu.
10:27Sudah cukup kuat ya?
10:28Iya mereka sudah sangat kuat tapi tadi kemampuan rezim bisa menunjukkan bahwa kita sedang dalam krisis, dalam perang.
10:37Mari kita bersama-sama menghadapi masalah ini gitu.
10:40Nah itu somehow menurut saya memang masih dihormati lah oleh masyarakat Iran.
10:46Begitu Mas Radi.
10:47Dengan pernyataan yang kita anggap ridiculous tadi oleh Donald Trump, dari mulut Donald Trump.
10:53Dan di satu sisi Mustafa Khomeini menganggap ini sebagai awareness buat masyarakat Iran menghadapi perang hibrida.
11:02Nah menurut Anda apakah konflik ini masih bisa diredam atau sudah sulit dihentikan dalam waktu dekat?
11:10Selama kedua belah pihak masih tetap keras dan tidak ada pihak ketiga yang cukup kuat untuk memaksa, tanda kutip ya,
11:19menahan kedua belah pihak untuk saling serang, ya selama itu nggak ada, kelihatannya ini akan terus berlanjut Mas.
11:25Oke.
11:25Sampai ini all out.
11:27Kalaupun tadi yang saya bilang Amerika Serikat selesai, Israel dan Iran belum tentu selesai.
11:32Begitu Mas.
11:33Sejauh ini Pakistan, Qatar bagaimana perannya menurut Anda?
11:37Menurut saya Pakistan dan Qatar memang mereka bisa berkomunikasi dengan Amerika dan Iran,
11:42tapi mereka tidak cukup kuat untuk menekan Amerika dan Iran menghentikan serangan-serangan saling serang di antara mereka.
11:49Kecuali, saya pernah sampaikan, kecuali ada negara ketiga yang cukup kuat katakanlah dalam hal ini China,
11:55atau justru sekalian PBB membentuk satu unit tugas gitu ya,
11:59satu United Nations something lah gitu, yang benar-benar bertugas untuk menjadi mediator
12:04atau bertugas untuk memastikan gencatan senjata di dua belah pihak ini benar-benar terlaksana dengan baik.
12:12Begitu Mas.
12:13Baik, saya kembali ke apa, tadi yang dinyatakan oleh Mostabek Hameni juga bahwa kita menghadapi perang hibrida,
12:24di sisi lain juga Amerika Serikat kekeh dengan pendapatnya soal pengayaan nuklir melalui uraniumnya, begitu ya.
12:30Nah, kira-kira bagaimana pengaruh konflik ini terhadap dinamika nuklir di Iran?
12:35Dan kemungkinan kembalinya kesepakatan GCPOE?
12:41GCPOE sebenarnya bisa menjadi salah satu alat yang bagus untuk mengawasi ya pengayaan uranium.
12:47Dan sayangnya sebenarnya kan yang keluar dari GCPOE itu kan Trump pada masa kepemimpinan dia yang pertama itu di 2018
12:55gitu ya.
12:56Kalau pada saat itu Trump tetap berlanjut menjadi bagian dari GCPOE, saya pikir ketidakpercayaan itu bisa diredam.
13:04Nah, GCPOE sebenarnya menurut saya cukup bagus, maksudnya bisa membangun saling percaya gitu ya.
13:09Seberapa banyak uranium yang sudah dikumpulkan oleh Iran, bagaimana proses-proses pembuatan uranium ini untuk kepentingan damai,
13:18kepentingan listrik gitu ya, atau kepentingan energi di dalam negeri.
13:22Nah, selama itu dalam pengawasan yang tepat sebenarnya nggak akan jadi masalah.
13:25Nah, cuma saya tidak yakin GCPOE itu bisa berjalan baik lagi setelah konflik perang ini sedemikian hebatnya.
13:34Begitu, Mbak.
13:35Yes.
13:36Oke, baik.
13:37Baik, terima kasih perspektif yang menarik dari Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia,
13:43Prof. Angel Damayanti.
13:45Kita jumpa lain waktu.
13:46Selamat malam.
13:47Terima kasih sekali lagi ya, Prof.
13:49Terima kasih, Mas Radi.
13:50Selamat malam.
13:51Selamat malam.
13:55Terima kasih.
Komentar