Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penipuan yang diduga dilakukan biro perjalanan Hanania Travel terhadap jemaah umrah telah memakan ribuan korban.

Paket umrah yang ditawarkan berkisar antara Rp30 juta hingga Rp35 juta per jemaah, termasuk paket hemat dengan transit di Dubai yang memberikan kesempatan bagi jemaah untuk beribadah sekaligus menikmati wisata singkat.

Selain itu, label Rekor MURI dan akreditasi B yang digunakan travel tersebut membuat banyak calon jemaah semakin percaya.

Untuk mengelabui para calon jemaah, pemilik Hanania Travel diduga menggunakan berbagai alasan untuk menghindari kewajiban memberangkatkan para jemaah.

Perang di Timur Tengah dijadikan alasan untuk menunda keberangkatan para calon jemaah pada Maret lalu dan berlanjut hingga keberangkatan April 2026.

Namun, para korban mulai curiga karena banyak biro perjalanan umrah lainnya tetap memberangkatkan jemaah pada periode yang sama. Kejanggalan mulai dirasakan para calon jemaah umrah sejak akhir Maret lalu.

Perwakilan korban Hanania Travel menyebut ada sekitar 2.500 jemaah yang gagal berangkat umrah akibat kasus ini, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp100 miliar.

Kuasa hukum korban tidak ingin kasus ini hanya diselesaikan melalui jalur pidana seperti yang pernah terjadi pada kasus First Travel. Mereka juga berupaya menempuh jalur perdata agar para korban memperoleh ganti rugi.

Polisi telah menetapkan Direktur Khazanah Tamma atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah senilai Rp12,14 miliar.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Direktur Hanania Travel langsung ditahan di rumah tahanan sementara Polda Metro Jaya.

Polisi juga membuka kemungkinan memeriksa sejumlah selebgram atau influencer yang mempromosikan layanan perjalanan umrah Hanania Group.

Baca Juga Pabrik Pengolahan Kayu di Semarang Kebakaran | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/673407/pabrik-pengolahan-kayu-di-semarang-kebakaran-berita-utama

#penipuan #hananiatravel #umroh

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673409/lengkap-kronologi-hingga-modus-hanania-travel-tipu-calon-jemaah-umrah-kerugian-capai-rp12-m
Transkrip
00:00Kita ke topik kedua saudara, bagi umat islam berkunjung ke tanah suci adalah sebuah impian, maka segala upaya akan terus
00:09diusahakan.
00:10Namun apa jadinya jeripayah para calon jemaah umroh jadi permainan?
00:16Ribuan calon jemaah umroh harus menelan pil pahit karena gagal berangkat umroh.
00:21Travel Hanania yang mereka percaya untuk mengatur perjalanan umroh mereka membatalkan, bahkan menghilang saat jadwal umroh semakin dekat.
00:31Mereka ditipu, para korban pun melaporkan penipuan ini ke polisi.
00:44Penipuan yang dilakukan Biro Perjalanan Hanania Travel terhadap jemaah umroh telah membakan ribuan korban.
00:52Bahkan polisi membuka posko pengaduan untuk korban penipuan sejak 1 Juni lalu.
00:58128 korban telah melaporkan kasus penipuan ini ke posko.
01:02Sejumlah calon jemaah umroh harus menyisihkan penghasilan mereka bertahun-tahun untuk merajut harapan menginjakan kaki di Tanah Suci, salah satunya
01:12Joko.
01:13Ia merasa ada kejanggalan dalam proses pemberangkatan meski ia sudah melunasi seluruh pembayaran.
01:23Kita jemaah merasa ada yang janggal atas proses pemberangkatan umroh yang memang harusnya sudah terjadi gitu ya.
01:31Karena rata-rata teman-teman sudah lunas tapi prosesnya masih nggak jelas lah gitu.
01:36Ya persiapannya kok nanti, nanti saya minta bukti kan buat persiapan tuh semacam tiket buat travel gitu kan, tapi nggak
01:46ada.
01:49Travel Hanania ini banyak dipilih para calon jemaah umroh karena harga yang relatif ramah kantong dan banyak promo paket hemat
01:57yang ditawarkan.
01:58Paket umroh yang ditawarkan oleh Hanania Travel berkisar 30 hingga 35 juta rupiah per jemaah termasuk paket hemat plus transit
02:07di Dubai yang memberikan kesempatan kepada jemaah untuk beribadah sekaligus menikmati transit wisata.
02:14Selain itu label rekor muri dan akreditasi B yang dipakai travel membuat para calon jemaah percaya dengan travel ini.
02:24Untuk mengelabui para calon jemaah, pemilik Hanania Travel menggunakan berbagai dalih untuk berkelit dari kewajiban mereka untuk memberangkatkan para calon
02:34jemaah umroh.
02:35Perang di Timur Tengah dijadikan alasan bagi pemilik travel untuk tidak memberangkatkan para calon jemaah pada Maret lalu dan berlanjut
02:43hingga keberangkatan April 2026.
02:46Namun, para korban mulai curiga karena banyak travel umroh lainnya tetap berangkat di waktu yang sama.
02:55Kejanggalan mulai dirasakan para calon jemaah umroh pada akhir Maret lalu.
03:00Mereka yang seharusnya berangkat tanggal 18 Maret dibatalkan pihak travel dan berlanjut kepada pemberangkatan kloter lainnya yang seharusnya berangkat pada
03:10April 2026.
03:12Menuntut kejelasan perjalanan umroh mereka, para korban melakukan mediasi dengan pemilik travel dengan perantara Kementerian Haji dan Umroh.
03:20Hanania Travel berjanji akan mencicil pengembalian dana atau refund untuk jemaah yang gagal berangkat.
03:31Perwakilan korban travel haji dan umroh Hanania menyebut ada sekitar 2.500 jemaah gagal berangkat umroh akibat penipuan travel ini.
03:41Dengan kerugian mencapai 100 miliar rupiah, kuasa hukum korban pun atau kuasa hukum korban penipuan dari Hanania Travel tidak ingin
03:50kasus ini hanya diselesaikan dengan hukum pidana saja seperti kasus First Travel.
03:56Ia akan melakukan dan mengupayakan hukum perdata agar para korban mendapat ganti rugi.
04:07Polisi telah menetapkan Direktur Travel Hazanah Tama atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan,
04:15sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umroh senilai 12,14 miliar rupiah.
04:22Penetapan tersangka dilakukan usai polisi memeriksa 33 saksi dan melakukan gelar perkara.
04:27Usai ditetapkan sebagai tersangka, Direktur Hanania Travel langsung ditahan di rumah tahanan sementara Polda, Metro Jaya.
04:36Polisi juga membuka kemungkinan bakal memeriksa sejumlah selebgram atau influencer yang mempromosikan travel umroh Hanania Group.
04:48Penyidik telah menetapkan satu orang tersangka berinisial ASFR yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Khasanah Tama Internasional.
05:06Kami juga akan mengambil keterangan terhadap para, tadi yang dipertanyakan para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing
05:23dalam hal penawaran beberapa paket umroh yang ditawarkan oleh PT Khasanah Tama Internasional tersebut atau Hanania Group.
Komentar

Dianjurkan