00:01Intro
00:10Saudara, pelemahan nilai tukar rupiah dirasakan industri kecil hingga rumah tangga.
00:17Hal ini mendesak pemerintah melakukan langkah konkret perbaikan ekonomi nasional.
00:21Sinkronisasi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal melalui Kementerian Keuangan
00:27harus ditunjukkan kepada publik dan pasar.
00:31Inilah catatan Kompas TV.
00:33Pemulihan ekonomi butuh tindakan bukan omongan.
00:43Jatuhnya nilai tukar rupiah hingga melebihi 18 ribu per dolar AS memukul para perajin tahu dan tempe di tanah air.
00:51Sektor akar rumput ini langsung berada di garis depan yang paling rentan terhantam badai depresiasi kurs.
00:57Karena ketergantungan industri tahu dan tempe nasional terhadap kedelai impor yang dibeli menggunakan dolar AS itu.
01:04Dan masih berada di angka lebih dari 80 persen.
01:08Di Cianjur, Jawa Barat, seorang perajin tahu bahkan sudah satu bulan berhenti produksi.
01:14Kasus bularan berhenti?
01:17Ya, berhenti produksi.
01:19Itu gimana?
01:21Memang itu kan, jadi kayak kedelai itu naik, mahal gitu harganya.
01:26Jadi, gak untung lah gitu, jadi rugi.
01:32Karyawan yang diberhentikan, berapa banyak Pak?
01:35Ada sekitar 15-an lah lebih.
01:39Tantangan produsen tahu dan tempe ini pun telah sampai ke pemerintah.
01:43Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menyoroti ceritan pengusaha tahu dan tempe hingga rumah tangga
01:48akibat melonjaknya harga bahan baku impor imbas pelemahan nilai tukar rupiah.
01:54Purbaya menegaskan sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter yang sedang dikodok untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
02:00Dan target utama dari langkah ini untuk mengembalikan stabilitas harga barang di pasar mikro
02:05agar daya beli masyarakat tidak semakin terbebani.
02:09Saya ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu.
02:15Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpasar menaikkan harga
02:24karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka.
02:31Dengan nanti kebijakan lebih bagus, itu akan kita melihat rupiah yang lebih stabil
02:36sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik
02:44dan tidak terbebani lagi beban hidupnya.
02:47Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Periwar Jio, telah menyiapkan dua langkah
02:51agar likuiditas keuangan Indonesia bisa terjaga dan membuat rupiah kembali menguat.
02:56Salah satunya dengan cara meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga
03:01agar portfolio asing kembali masuk ke Indonesia.
03:05Meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio influx kembali masuk.
03:11Perdua adalah sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan
03:19dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI,
03:23tapi itu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
03:33Namun, Econom Institute for Development of Economics and Finance, Indef,
03:38Abra Talato menjelaskan pemerintah harus membuktikan kebijakan ekonomi yang dilakukan
03:42bukan hanya gimmick agar kepercayaan publik kembali terbangun,
03:45baik di sektor makro maupun mikro.
03:47Pemerintah harus bisa menenangkan masyarakat bahwa perbaikan kebijakan ekonomi ke depan ini
03:55memang konkret, bukan hanya gimmick ataupun tidak bisa diukur keberhasilannya.
04:02Sehingga reformasi yang dilakukan di sisi fiskal,
04:06kemudian di sisi sektor keuangan yang menjadi konsen juga di pasar modal,
04:09dan termasuk juga bagaimana komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah itu bisa disampaikan secara proporsional dan bisa
04:20diterima.
04:21Perlu ada gerakan sih, pikir gerakan juga dari pemerintah secara konkret langkah-langkah apa nih untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar.
04:28Pemulihan ekonomi nasional mendesak dilakukan pasca merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
04:33serta anjeloknya indeks harga saham gabungan, IHSG.
04:36Keyakinan pasar terhadap pengelolaan fiskal yang kredibel menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas rupiah dalam jangka panjang.
04:42Tip Liputan, Kompas TV
Komentar