Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelemahan nilai tukar rupiah dirasakan industri kecil hingga rumah tangga. Hal ini mendesak pemerintah melakukan langkah konkret untuk perbaikan ekonomi nasional. Sinkronisasi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal melalui Kementerian Keuangan harus ditunjukkan kepada publik dan pasar.

Jatuhnya nilai tukar rupiah hingga melebihi Rp18.000 per dolar AS memukul para perajin tahu dan tempe di Tanah Air.

Sektor akar rumput ini langsung berada di garis depan yang paling rentan terdampak depresiasi kurs karena ketergantungan industri tahu dan tempe nasional terhadap kedelai impor yang dibeli menggunakan dolar Amerika Serikat masih berada di angka lebih dari 80 persen.

Nasib produsen tahu dan tempe ini pun telah sampai ke pemerintah. Menkeu Purbaya menyoroti jeritan pengusaha tahu-tempe dan rumah tangga akibat melonjaknya harga bahan baku impor imbas pelemahan nilai tukar rupiah.

Purbaya menegaskan sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter sedang digodok untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Target utama dari langkah ini adalah mengembalikan stabilitas harga barang di pasar mikro agar daya beli masyarakat tidak semakin terbebani.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo telah menyiapkan dua langkah agar likuiditas keuangan Indonesia tetap terjaga dan membuat rupiah kembali menguat. Salah satunya dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga agar portofolio asing kembali masuk ke Indonesia.

Namun, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov menjelaskan pemerintah harus membuktikan bahwa kebijakan ekonomi yang dilakukan bukan hanya gimmick agar kepercayaan publik kembali terbangun, baik di sektor makro maupun mikro.

Pemulihan ekonomi nasional dinilai mendesak dilakukan pasca-merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta anjloknya IHSG. Keyakinan pasar terhadap pengelolaan fiskal yang kredibel menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas rupiah dalam jangka panjang.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/673397/menkeu-purbaya-dan-bi-sepakati-dua-jurus-bangkitkan-rupiah-apa-itu-kompas-petang
Transkrip
00:01Intro
00:10Saudara, pelemahan nilai tukar rupiah dirasakan industri kecil hingga rumah tangga.
00:17Hal ini mendesak pemerintah melakukan langkah konkret perbaikan ekonomi nasional.
00:21Sinkronisasi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal melalui Kementerian Keuangan
00:27harus ditunjukkan kepada publik dan pasar.
00:31Inilah catatan Kompas TV.
00:33Pemulihan ekonomi butuh tindakan bukan omongan.
00:43Jatuhnya nilai tukar rupiah hingga melebihi 18 ribu per dolar AS memukul para perajin tahu dan tempe di tanah air.
00:51Sektor akar rumput ini langsung berada di garis depan yang paling rentan terhantam badai depresiasi kurs.
00:57Karena ketergantungan industri tahu dan tempe nasional terhadap kedelai impor yang dibeli menggunakan dolar AS itu.
01:04Dan masih berada di angka lebih dari 80 persen.
01:08Di Cianjur, Jawa Barat, seorang perajin tahu bahkan sudah satu bulan berhenti produksi.
01:14Kasus bularan berhenti?
01:17Ya, berhenti produksi.
01:19Itu gimana?
01:21Memang itu kan, jadi kayak kedelai itu naik, mahal gitu harganya.
01:26Jadi, gak untung lah gitu, jadi rugi.
01:32Karyawan yang diberhentikan, berapa banyak Pak?
01:35Ada sekitar 15-an lah lebih.
01:39Tantangan produsen tahu dan tempe ini pun telah sampai ke pemerintah.
01:43Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menyoroti ceritan pengusaha tahu dan tempe hingga rumah tangga
01:48akibat melonjaknya harga bahan baku impor imbas pelemahan nilai tukar rupiah.
01:54Purbaya menegaskan sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter yang sedang dikodok untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
02:00Dan target utama dari langkah ini untuk mengembalikan stabilitas harga barang di pasar mikro
02:05agar daya beli masyarakat tidak semakin terbebani.
02:09Saya ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu.
02:15Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpasar menaikkan harga
02:24karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka.
02:31Dengan nanti kebijakan lebih bagus, itu akan kita melihat rupiah yang lebih stabil
02:36sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik
02:44dan tidak terbebani lagi beban hidupnya.
02:47Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Periwar Jio, telah menyiapkan dua langkah
02:51agar likuiditas keuangan Indonesia bisa terjaga dan membuat rupiah kembali menguat.
02:56Salah satunya dengan cara meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga
03:01agar portfolio asing kembali masuk ke Indonesia.
03:05Meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio influx kembali masuk.
03:11Perdua adalah sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan
03:19dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI,
03:23tapi itu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
03:33Namun, Econom Institute for Development of Economics and Finance, Indef,
03:38Abra Talato menjelaskan pemerintah harus membuktikan kebijakan ekonomi yang dilakukan
03:42bukan hanya gimmick agar kepercayaan publik kembali terbangun,
03:45baik di sektor makro maupun mikro.
03:47Pemerintah harus bisa menenangkan masyarakat bahwa perbaikan kebijakan ekonomi ke depan ini
03:55memang konkret, bukan hanya gimmick ataupun tidak bisa diukur keberhasilannya.
04:02Sehingga reformasi yang dilakukan di sisi fiskal,
04:06kemudian di sisi sektor keuangan yang menjadi konsen juga di pasar modal,
04:09dan termasuk juga bagaimana komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah itu bisa disampaikan secara proporsional dan bisa
04:20diterima.
04:21Perlu ada gerakan sih, pikir gerakan juga dari pemerintah secara konkret langkah-langkah apa nih untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar.
04:28Pemulihan ekonomi nasional mendesak dilakukan pasca merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
04:33serta anjeloknya indeks harga saham gabungan, IHSG.
04:36Keyakinan pasar terhadap pengelolaan fiskal yang kredibel menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas rupiah dalam jangka panjang.
04:42Tip Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan