Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, merespons usulan Menteri HAM, Natalius Pigai, untuk membuka peluang bagi kalangan sipil mengisi jabatan di lingkungan Polri.

"Ya memang kita memberikan ruang resiprokal untuk ASN bisa masuk ke polisi, begitu," ujar Kapolri pada Minggu (7/6/2026).

"Pada saat kita diberikan ruang di luar struktur, maka kita juga memberikan ruang bagi ASN di luar Polri untuk bisa masuk ke Polri," lanjutnya.

Baca Juga Penjelasan Menham Pigai hingga Respons Istana soal Usul Sipil Bisa Duduki Jabatan di Polri di https://www.kompas.tv/nasional/673273/penjelasan-menham-pigai-hingga-respons-istana-soal-usul-sipil-bisa-duduki-jabatan-di-polri

#kapolri #nataliuspigai #polri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673370/kapolri-jenderal-listyo-tanggapi-pigai-terkait-usul-sipil-bisa-isi-jabatan-polri
Transkrip
00:00Kita memberikan ruang resiprokal untuk ASN bisa masuk ke polisi.
00:05Pak tadi bercanda atau beneran pak mau jadi aktivis pak?
00:07Emang gak boleh ya?
00:08Boleh dong pak.
00:09Makasih ya, makasih ya.
00:14Menteri pusulan, Menteri HAM pak.
00:18Ya memang kita memberikan ruang resiprokal untuk ASN bisa masuk ke polisi.
00:25Oh?
00:25Begitu.
00:26Jadi akan didorong di Republik?
00:27Pada saat kita diberikan ruang di luar struktur, maka kita juga memberikan ruang dari ASN di luar polisi untuk bisa
00:35masuk ke polisi.
00:36Oke, makasih ya pak.
00:58Jadi kenapa saya bilang warga sipil bisa menjadi pejabat utama di polisi.
01:06Semua negara-negara modern di dunia itu namanya civilian oversight.
01:14Civilian oversight itu hampir semua pimpinan, pimpinan polisi di seluruh negara-negara maju seperti di Amerika,
01:24Seperti di Inggris, Seperti di Perancis, Seperti di Belanda, itu adalah pucuk pimpinan ke sipil.
01:33Seperti NYPD, Dulu sebelumnya dia Departemen Sanitasi, sekarang menjadi kepala NYPD.
01:47Tapi kalau pemimpin khusus teknis operasional kepolisian, namanya chief of department, itu polisi.
01:56Tapi pimpinannya selalu sipil.
01:59Karena negara-negara maju pimpinan polisinya adalah menggunakan konsep sipil yang ofisai,
02:07Maka Indonesia juga bisa menerapkan itu.
02:11Ini kita tidak minta, kaporinya adalah sipil.
02:15Kita tidak minta.
02:16Tapi jabatan-jabatan manajerial, jabatan keuangan, jabatan-jabatan yang sebuah pengembangan teknologi,
02:26perencanaan, sumber daya manusia, itu sebenarnya bisa diduduki oleh sipil.
02:32Itu juga bagian dari apa yang namanya menggunakan konsep sipilian oversight.
02:38Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa tidak ada di dunia ini pimpinan polisi,
02:44itu adalah dari sipil.
02:48Itu kalau ada pengamat yang mengatakan,
02:51kalau ada ahli hukum yang mengatakan tidak ada,
02:54itu artinya ahli hukum bodoh.
02:57Ya, ahli hukum bodoh.
02:59Karena NYPD saja pimpinannya sipil.
03:05Kemudian yang mayor untuk pimpinan Departemen Polisi di London,
03:10itu juga sipil.
03:12Di Inggris juga sipil.
03:13Di Perancis sipil.
03:15Di Belanda sipil.
03:17Oh, ini yang namanya konsep yang tadi saya bilang itu, sipilian oversight.
03:21Untuk itu lah, itu satu ya.
03:24Itu dalam konteks di seluruh dunia menganut,
03:26negara modern itu menganut konsep yang itu.
03:29Yang kedua,
03:31kalau misalnya TNI Polri bisa ke sipil,
03:35maka sipil juga bisa memimpin unit TNI Polri yang bisa diduduki oleh sipil.
03:42Itu yang namanya asas resiprokal.
03:47Yang kedua, asas resiprokal.
03:49Yang ketiga,
03:51yang ketiga,
03:51nanti dikotomi sipil-militer,
03:54polisi dan sipil,
03:57itu nanti akan hapus.
03:59Terhapus otomatis.
04:00Karena ada sipil yang di TNI Polri,
04:04ada TNI Polri di wilayah sipil.
04:07Sehingga dikotomi berantam-berantam selama ini,
04:10nanti akan hilang dengan sendirinya.
04:13Ini sebenarnya saya membantu mendamaikan konflik antara sipil dan militer di Indonesia.
04:20Kita tidak mau selalu berantam terus.
04:23TNI Polri dengan sipil berantam terus.
04:25Kita tidak mau.
04:26Maka saya mengusulkan jalan tengah.
04:29Yaitu ada beberapa jabatan seperti keuangan,
04:32sumber daya manusia,
04:33personalia,
04:34manajemen,
04:35teknologi.
04:36Sebaiknya di,
04:37baik itu institusi polisi,
04:39ditempatnya oleh sipil.
04:41Kemudian,
04:42sebagaimana ada undang-undang yang membolehkan,
04:45dari kepolisian masuk di wilayah sipil.
04:50Itu yang berikut.
04:51Yang terakhir ingin saya sampaikan,
04:55karena undang-undang sendiri ASN mengatakan bahwa
05:01TNI Polri adalah aparat sipil negara ASN,
05:07di mana di dalam tubuh TNI Polri itu banyak juga ASN,
05:12maka mereka hanya menduduki jabatan yang lower class,
05:17jabatan paling rendah.
05:18Apa sih tidak bisa mereka menduduki?
05:21Kok bisa?
05:22Mereka nggak bisa duduk di jabatan sampai yang 4 pejabat utama.
05:27Itu loh.
05:28Tingkat justru objektifitas promosi,
05:31mutasi dan demosi dan promosi,
05:34itu harus dilakukan secara profesional.
05:37Kebetulan mereka ada ASN di dalam tubuh itu,
05:41sehingga kalau mereka naik ke atas,
05:42itu salahnya mana?
05:44Ya kalau mau ingin yang lebih terbuka,
05:46ya bikin lelang.
05:47Nanti ada pengamat-pengamat yang profesional,
05:51ada politisi yang profesional,
05:53bisa menduduki jabatan utama.
05:55Tapi kalau tidak mau lelang,
05:57ya dari promosikan dari bawah.
05:59Kan di mana-mana,
06:01di kantor-kantor kepolisian kan juga ada ASN.
06:04Kenapa mereka hanya berhenti di SELON 4?
06:07Kan sesederhana itu.
06:09Kalau di dalam mereka hanya berhenti di SELON 4,
06:13kenapa mereka tidak bisa menjadi SELON 1?
06:16Sesederhana itu.
06:19Oleh karena itulah,
06:20saya menyampaikan,
06:22bahwa revisi undang-undang kepolisian hari ini,
06:26bisa memberi alokasi kepada komunitas sivil,
06:31yaitu sivil yang oversize untuk kepentingan bangsa dan negara pada masyarakat.
06:37Tidak ada kepentingan pribadi.
06:39Ini untuk kita tujuannya adalah membangun,
06:42itulah yang namanya reformasi kepolisian secara suktansial,
06:47tidak sekedar simbolik.
06:49Untuk mewujudkan itu,
06:51apa yang akan dilakukan Pak Menteri?
06:52Oh, saya nanti pulang,
06:53saya kumpulkan semua ahli.
06:55Di kantor saya itu,
06:57ahli-ahli tokoh-tokoh intelektual Indonesia,
07:00mereka kumpul bareng.
07:02Ya, membantu saya.
07:04Kita akan merumuskan,
07:05dan kami akan menyampaikan kepada kepolisian sendiri,
07:08maupun juga kepada DPR.
07:11Kita akan sampaikan.
07:13Ini serius, Pak.
07:14Karena negara-negara lain itu biasa.
07:16Amerika biasa.
07:19Di Inggris biasa.
07:20Perancis biasa.
07:22Ya, Belanda biasa.
07:24Kenapa sih Indonesia itu kayak macam sesuatu yang nggak bisa?
07:29Kan semua yang duduki juga anak bangsa Indonesia.
07:33Bukan untuk pribadi.
07:49Berikan sampah Indonesia malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
07:54Begituh media live.
07:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan