Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mengenai bocah empat tahun di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dianiaya ayah tirinya hingga luka serius. Alasannya, sang anak berisik saat bermain hingga membuat adiknya menangis.

Anak berusia 4 tahun ini menderita luka memar cukup parah di pinggang dan bagian tubuh lainnya akibat dianiaya ayah tirinya. Polisi langsung datang melakukan olah TKP dan meminta keterangan terduga pelaku beserta ibu kandung korban usai mendapat laporan dari warga sekitar. Pelaku mengaku tega menganiaya anak tirinya karena kesal akibat suara bising saat korban sedang bermain. Sementara ibu kandung korban enggan menempuh jalur hukum karena sang suami merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga.

#penganiayaan #tanahabang #ayahtiri

Baca Juga [FULL] Debat Mentan Amran-Mahasiswa Singgung soal Film Pesta Babi: Pokoknya Bebas Bertanya di https://www.kompas.tv/nasional/673365/full-debat-mentan-amran-mahasiswa-singgung-soal-film-pesta-babi-pokoknya-bebas-bertanya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673366/berisik-saat-bermain-bocah-4-tahun-di-tanah-abang-dianiaya-ayah-tirinya-hingga-luka-borgol
Transkrip
00:00Yang juga menjadi sorotan sodara bocah 4 tahun di Tanah Abang Jakarta Pusat dianyaya ayah tirinya hingga mengalami luka serius.
00:08Alasannya sang anak berisik saat bermain hingga membuat adiknya menangis.
00:17Anak berusia 4 tahun berinisial N menderita luka memar cukup parah di bagian pinggang dan bagian tubuh lainnya.
00:26Akibat dianyaya ayah tirinya sodara, polisi langsung datang melakukan olah TKP dan meminta keterangan terduga pelaku beserta ibu kandung korban.
00:36Usai mendapat laporan dari warga sekitar.
00:39Pelaku mengaku tega menganyaya anak tirinya karena kesal akibat suara bising saat korban sedang bermain.
00:46Sementara ibu kandung korban enggan menempuh jalur hukum karena sang suami merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga.
00:59Tidak mau dibuatkan laporan dikarenakan memang si sumami ini, si bapak ini adalah tulang punggung keluarga.
01:11Sehingga yang ditakutkan kalau ini diproses, yang pasti nanti tidak ada yang untuk mencari nafkah.
01:19Kita mengkhawatirkan, takutnya terulang lagi, terjadi lagi kekerasan terhadap anak.
01:28Tetap dari saat PPA, tetap mematau bapak korban ini.
01:34Tetap dari saat PPA, tetap mematau bapak korban ini.
01:34Tetap dari saat PPA, tetap mematau bapak korban ini.
Komentar

Dianjurkan