Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KENDARI, KOMPAS.TV Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, membuka sesi tanya jawab dengan mahasiswa saat mengisi kuliah di Universitas Halu Oleo, Sabtu (8/6/2026).

"Jangan tanyakan Pesta Babi. Yang mau bertanya siapa?" ujar Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.

"Tambah saja Pesta Babi tadi, ya. Oke. Pokoknya bebas bertanya. Jangan pernah batasi mahasiswa bertanya karena dia lagi berproses," lanjutnya.

Salah satu mahasiswa juga sempat bertanya soal film Pesta Babi (time code 23:19).

Baca Juga Kementan Buka Beasiswa SDM Sawit 2026, Kuliah Gratis hingga Sertifikat Kompetensi di https://www.kompas.tv/info-publik/672662/kementan-buka-beasiswa-sdm-sawit-2026-kuliah-gratis-hingga-sertifikat-kompetensi

#mentan #amransulaiman #pestababi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673365/full-debat-mentan-amran-mahasiswa-singgung-soal-film-pesta-babi-pokoknya-bebas-bertanya
Transkrip
00:00Tidak, tidak tanyakan Pesta Babi.
00:04Tanya.
00:05Kalau saya mau bilang ya, Pesta Babi itu kita sangat mengenal Pak.
00:09Ada yang bertanya, tiga aja karena saya harus pulang.
00:13Satu.
00:18Sana, itu di sana ujung masih suatu dosen.
00:21Yang angkat tangan tadi, aku tunjuk.
00:24Dosen.
00:27Oke, satu.
00:31Dosen satu.
00:34Sebelah sini, yang perempuan.
00:37Ya, you.
00:39Oke, naik di sini nak.
00:40Kalau dosen di tempat saja.
00:41Sini masih suatu.
00:43Sini, sini nak bertanya.
00:45Yang tadi.
00:47Dosen di bawah saja.
00:49Boleh, naik di sini.
00:50Boleh.
00:51Pak, dosen di sini boleh.
00:53Sini, tiga saja ya.
00:55Atau mau tambah lagi dua?
00:57Tidak.
01:01Dua.
01:08Tambah satu.
01:10Dosen boleh?
01:11Satu.
01:12Dosen.
01:13Mahasiswa.
01:15Hah?
01:16Perempuan.
01:19Ada dari Papua?
01:21Ada?
01:23Mana-mana?
01:25Sini nak, sini, sini.
01:27Sini, sini, sini.
01:29Sini, sini.
01:30Oke.
01:32Oh, mahasiswa.
01:33Apa?
01:35Bidi.
01:36Sini nak.
01:37Bidi apa?
01:38Misi.
01:38Oke.
01:40Langsung to the point pertanyaannya ya.
01:42To the point pertanyaan karena saya harus pulang.
01:45Oke, mulai dari ujung.
01:48Dosen dulu.
01:49Aku catat ya.
01:50To the point.
01:52Langsung ini pertanyaan.
01:53Satu, dua, tiga.
01:54Sini nak.
01:55Satu, dua, tiga pertanyaannya.
01:57Terima kasih atas kesempatan yang berikan kepada saya.
01:59Saya kebetulan sudah lima kali mengikuti forum yang dibawakan oleh Pak Menteri.
02:07Tapi ada dua hal.
02:08Momen yang sangat menggetarkan perasaan saya.
02:13Pertama, itu waktu menjelaskan tentang tiran.
02:17Tiran.
02:18Dengan menjelaskan itu, saya akhirnya juga menemukan sebuah ide.
02:24Yaitu sebuah brand namanya R.D.
02:27Ruslin Danafil Kofi.
02:29Itu sebagai hilirisasi dari perjalanan penelitian saya sebagai seorang pakar di bidang disfungsi seksual.
02:39Jadi menemukan, itu saya terinspirasi pada saat Bapak menjelaskan tentang tiran.
02:45Ini kalau ini setengah jam ini sendirian.
02:47Ini disini Prof, disini.
02:49Ini jangan dulu nak, ini untuk orang tua.
02:52Kemudian.
02:53Ini aku sengaja, kenapa gudangnya ilmu ada di kampus?
02:58Kalau mau bangun negara, memulai dari kampus.
03:01Kemudian, yang kedua ada momen.
03:04Sudah selesai penelitiannya? Sudah.
03:07Sudah.
03:07Sudah berhasil?
03:08Sudah.
03:09Dan itu...
03:10Alif atau Wau?
03:11Sudah ini.
03:12Alif, oke.
03:13Jadi itu Kofi RD sudah diproduksi oleh salah satu industri yang ada di Bogor.
03:19Dan itu sudah didistribusikan sampai di Jayapura.
03:22Apa namanya?
03:24Kofi RD.
03:25RD itu Ruslin dan Afil Kofi.
03:27Saya terinspirasi dengan tiran.
03:29Tikus diracun.
03:31Ambran.
03:31Pada saat Bapak membawakan salah satu momen yang saya ikuti.
03:36Ada enggak contohnya obatnya, Pak?
03:38Ada-ada di rumah, saya tidak bawa botanya.
03:40Suruh-suruh ambil cepat, Pak.
03:41Terima kasih, ya.
03:41Itu penting untuk saya bawa pulang.
03:43Aku dulu, coba dulu.
03:45Pak Arbat, tolong pergi ambil di rumah.
03:47Pak Arbat, itu salah satu...
03:49Ambil-ambil itu...
03:50Salah satu...
03:51Itu lebih penting daripada ini pertanyaan.
03:53Iya, iya.
03:54Kebetulan itu sudah di-branding, Pak.
03:56Pak Wagup.
03:57Pak Wagup.
03:58Ini lebih penting daripada ini yang lima pertanyaan.
04:00Siap, siap, siap.
04:01Ini, ini.
04:01Sudah, eh, coba.
04:02Tolong-tolong Pak Arbat, pergi ambil di rumah.
04:05Pak Arbat, pergi ambil di rumah.
04:06Pak Arbat, pergi ambil di rumah.
04:07Oke.
04:09Kemudian, momen yang kedua.
04:11Pada saat Bapak duduk bersama di Hotel Clarion di Bakasar.
04:15Iya.
04:15Berdampingan dengan adik sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara.
04:20Saya hadir pada saat itu.
04:21Karena saya tahu Bapak hadir, saya ikut lagi ke sana di Hotel Clarion tahun kemarin.
04:28Itu momen yang mungkin Bapak sudah lupa.
04:30Itu sangat-sangat menginspirasi.
04:32Dan setiap yang Bapak berikan, selama lima kali itu,
04:37itu akan menjadi role model saya di dalam mengembangkan bagaimana Universitas Sulawesi ini.
04:43Suatu saat.
04:44Suatu saat, Halwoleo berkarya akan berkontribusi dalam menentukan kemanusiaan Indonesia di masa yang akan datang.
04:53Pak, tepuk tangan.
04:55Pak siapa, Pak?
04:56Profesor Dr. Ruslin.
04:58Pak Profesor Rusli.
05:00Dekan Fakultas Farmasi Universitas Halwoleo.
05:04Kalau bisa, setelah saya bertanya ini, nanti saya pergi ambil dulu kokobinya itu, Pak.
05:09Bapak ambil. Berapa harganya satu dos?
05:12Jadi itu harganya satu dos, kalau sudah di masyarakat itu 175 ribu, tapi di agen hanya 100.
05:21Kalau aku beli 10 juta banyak nggak?
05:24Oh, bisa.
05:25Karena aku mau bagikan Pak Waguk.
05:26Bisa-bisa.
05:27Bisa saya bawarkan dengan dosnya.
05:28Oke, silahkan diambil, Pak.
05:30Aku beli 10 juta dulu.
05:33Kalau nanti saya kasih Pak Waguk, saya kasih Pak Bupati, Pak Profesor, dan Lanut.
05:40Baru beritahu saya kabarnya.
05:44Saya habis pertanyaan ini, Pak Menteri, saya langsung pulang ambil kebetulan saya di Provodose.
05:49Itu lebih penting dari pertanyaan ini.
05:51Makasih, Pak.
05:51Saya terima kasih, Pak.
05:53Aku bangga.
05:54Hidup, Pak Lulio.
05:55Hidup, Pak Lulio.
05:57Wahab perkarya memastikan kemendirian Indonesia di masakan datang.
06:02Bilahi taufiq wal hidayah.
06:04Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:07Ijin saya pulang ambil, Pak Menteri.
06:11Fotoh, fotoh, fotoh, fotoh.
06:17Oke.
06:18Saya langsung pergi ambil dulu, Pak.
06:19Terima kasih.
06:20Nanti Pak Waguk dicoba nanti.
06:22Aku beli 10 juta di bagian depan.
06:24Dikasih semua.
06:26Silahkan, nak, mahasiswa.
06:28Yang pertama, yang pertama.
06:30Ya, kamu nak.
06:32Siapa namanya?
06:33Langsung ya pertanyaan.
06:34Baik, perkenalkan nama saya Alif Akmal.
06:36Dari Yudup.
06:37Alif Akmal.
06:38Alif.
06:39Alif Akmal, Pak.
06:40Ali Akmal.
06:41Alif.
06:42Alif.
06:43Ya, Alif.
06:44Oke.
06:45Saya dari jurusan ilmu tanah, Fakultas Pertanian.
06:48Langsung, pertanyaannya, Pak.
06:49Pertanyaan saya itu tentang ketahanan pangan dan hak adat.
06:53Pertanyaan saya itu bagaimana menyeimbangkan program swa sembah daya pangan dengan perlindungan wilayah adat yang sudah dikelola turun-temurun, Pak.
07:04Bagaimana menyeimbangkan program swa sembah daya pangan dengan perlindungan wilayah adat yang sudah dikelola turun-temurun, Pak.
07:15Yang sudah di swa sembah daya pangan dengan perlindungan wilayah adat yang sudah dikelola turun-temurun.
07:23Oke, aku ngerti.
07:25Swa sembah daya.
07:26Oke.
07:31Oke, oke.
07:32Berikutnya.
07:34Kamu nak.
07:35Ya, lanjut.
07:37Baik, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
07:42Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya.
07:44Siapa namanya, nak?
07:45Saya, Merius Mujangge.
07:47Bulan 8 tahun 2025 kemarin saya pernah ketemu Bapak di kantor menteri di Jakarta kemarin.
07:55Denius.
07:58Merius Mujangge.
07:59Denius namanya?
08:00Merius.
08:01Menius, oke.
08:02Langsung ditanya, Pak.
08:04Baik, saya dari Fakultas Pertanian, jurusan saya penyuluhan pertanian, Pak.
08:07Wah, hebat.
08:08Oke.
08:09Oke.
08:10Langsung saja dari sini, yang mencari pertanyaan saya, kita tahu bahwa hari ini yang menjadi cetakan
08:23sawat terbesar adalah di Papua.
08:26Oke.
08:26Nah, dan di situ kebanyakan keterlibatan itu teknik poleri, namun saya di sini meliar, kenapa harus di situ ada teknik
08:40poleri yang terlibat.
08:41Sedangkan yang program itu harus dirasakan oleh masyarakat dan harus digelola oleh masyarakat dan pertanian itu sendiri.
08:50Sehingga kalau kita mau bertani, nah itu saya rasa sangat sulit, Pak.
08:55Oke.
08:56Mungkin seperti itu demikian.
08:57Oke, terima kasih.
08:58Empat.
09:00Silahkan, nak.
09:02Beda bajunya?
09:03Beda pangkultas atau beda apa?
09:06Beda jurusan.
09:07Oke.
09:07To the point.
09:08Siapa namanya, Mbak?
09:09Perkenalkan, nama saya Merlin Yuliani Yable.
09:13Me?
09:13Merlin Yuliani Yable.
09:15Merlin.
09:16Merlin.
09:17Merlin, oke.
09:18Terus?
09:19Saya jurusan penyeluhan pertanian dari Fakultas Pertanian.
09:24Oh, pertanian.
09:25Oke, tanya apa?
09:26Langsung.
09:27Di sini yang saya ingin bertanya, mengapa sektor pertanian penting bagi perekonomian suatu negara?
09:40Sini-sini, aku baca pertanyaannya.
09:51Wah, bagus-bagus.
09:52Oke, ada lagi?
09:53Itu saja, Pak.
09:54Terima kasih.
09:55Tanyakan Pesta Babi.
09:59Tanya.
10:00Yang mau tanyakan siapa?
10:02Siapa namanya?
10:03Menius.
10:04Pesta Babi, tambah saja Pesta Babi tadi ya.
10:08Oke.
10:08Pokoknya bebas bertanya.
10:11Jangan pernah batasi mahasiswa bertanya.
10:13Karena dia lagi berproses.
10:17Oke, berikutnya.
10:21Bismillahirrahmanirrahim.
10:22Perkenalkan, nama saya Yuyun Wilining Tians.
10:24Saya dari jurusan ilmu dan teknologi pangan, Fakultas Pertanian.
10:29Langsung saja, saya ingin bertanya.
10:34Sebelumnya, tahun kemarin itu kan pernah ditemukan tentang minyak yang ilegal.
10:41Minyak apa itu?
10:43Minyak, namanya itu, nama produknya Minyak Gita.
10:46Oh, Minyak Gita?
10:47Ya, yang kemarin itu.
10:47Oke, oke, oke.
10:48Tempat viral, ya.
10:50Nama saya Yuyun Wilining Tians.
10:52Yuyun?
10:53Wilining Tians.
10:55Minyak Gita.
10:58Oke.
10:59Minyak Gita?
11:01Iya, Pak.
11:01Minyak Gita.
11:02Ilegal?
11:03Iya.
11:04Oke.
11:04Perna viral kemarin.
11:06Tahun kemarin.
11:06Oke, gak apa-apa?
11:08Sementara tahun ini, terdapat bantuan pangan dari pemerintah kepada masyarakat, itu ada beras, kurang lebih, 2 karung, itu 20 kilo.
11:23Dan di samping itu ada bantuan minyak juga.
11:27Dan bantuan minyak ini dengan produk yang sama yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah.
11:33Nah, sementara bantuan pangan ini juga dari pemerintah.
11:35Dan kemarin, mamak saya sendiri, itu dia dapat bantuan itu sekitar 4 liter minyak tersebut.
11:45Jadi, bagaimana, Pak, tanggapannya?
11:48Minyak ini pernah dinyatakan ilegal, tapi akhirnya dijadikan bantuan pangan kepada masyarakat-masyarakat kecil.
11:56Jadi, sekiranya hanya itu dari saya.
12:00Oke.
12:01Krov, apa ditanyakan?
12:03Terima kasih.
12:04Jadi, nama saya Eka Swaib, saya dosen dan sekarang dari Dekan Pinsip, Bu Ho, Pak Puang Amran.
12:15Saya kira Buang Amran adalah inspirasi bagi generasi muda dan kita semua dapat menggabungkan antara birokrat dan pengusaha.
12:27Mitos bahwa birokrat tidak kaya, sekarang Buang Amran dapat buktikan.
12:33Kami ingin tularkan itu, Buang Amran, kami di Pinsip sekarang, lagi membentuk pusat kepemimpinan bagi mahasiswa dan alumni.
12:46Mungkin itu adalah salah satu cara bagi mahasiswa-mahasiswa kami agar dapat meniru jejak langkahnya Buang Amran.
12:54Di Pinsip sekarang, Buang Amran bukan hanya kerjanya demo-demo.
12:57Kami ada pusat galeri berbisnis.
13:02Kami di Pinsip sekarang, Buang Amran, ada food court.
13:07Kami ingin masa depan, ada food court dan itu kami jadikan sebagai pusat wira usaha.
13:14Tapi masalahnya Buang Amran, kami ingin franchise untuk buka gerai kopi.
13:21Kalau misalnya Buang Amran dapat membantu kami, dengan senang hati dan insya Allah tahun depan kami undang Buang Amran.
13:27Mana bulok? Ada bulok?
13:31Bulok?
13:33Ada bulok nggak hadir?
13:37Oh, komisarisnya.
13:38Panggil manajernya, GM-nya.
13:40Aduh, dia mau kena masalah tuh.
13:43Bosnya, bos besarnya datang, dia tidak datang.
13:45Panggil sekarang.
13:47Panggil bulok.
13:50Sekarang.
13:52Suruh naik motor aja biar cepat, tapi nggak boleh jatuh.
13:57Panggil manajernya, oke?
13:59Terima kasih, Buang Amran.
14:00Tapi, Buang Amran, sekarang ada tempat kami untuk working space.
14:03Tempat anak-anak mahasiswa, tapi...
14:05Bagus, bagus.
14:06Tapi dia punya itu...
14:09Dia punya internet di pesambar petir, Buang Amran.
14:13Jadi kalau bisa dibantu untuk internet yang lebih bagus.
14:16Terima kasih, Buang Amran.
14:17Oke, makasih.
14:18Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
14:22Yang pertama, bagaimana sosembada tapi melindungi adat.
14:28Ini mirip dengan menus.
14:33Gini, gini, nak.
14:36Hubungannya Pesta Babi.
14:37Itu bukan 2 juta setengah itu di sana.
14:41Kan pikirannya orang 2 juta setengah habis rata.
14:44Bener nggak?
14:45Sekarang yang kami bangun di Papua itu, Papua Selatan.
14:50Kenapa kami bangun?
14:52Kami ingin Papua ini mandiri pangan.
14:54Sambil kita dorong juga sagu, dorong juga ubi-ubian.
14:58Ini Papua Barat kemarin telpon saya.
15:00Itu untuk ubi kayu.
15:01Yang kami bangun di sana adalah rawah.
15:06Rawah yang pertama saya datang adalah kurik.
15:09Itu rawah yang produksinya 3 ton per hektare.
15:15Sekarang naik menjadi 7 ton.
15:17Dulu tanam 1 kali menjadi 3 kali karena kami berikan traktor.
15:22Supaya jangan mencangkul gini.
15:24Aku kasih traktor.
15:25Dan itu tidak ada milik pemerintah.
15:28Tapi milik yang punya lahan.
15:32Orang asli setempat.
15:35Ini fotonya.
15:36Dan ini fotonya.
15:40Nah, ini fotonya dikunjungi Bapak Presiden.
15:44Produksinya itu 7 ton.
15:5060 ribu.
15:52Luasnya.
15:53Dan itu traktor hibah.
15:55Kurang lebih 500 miliar.
15:58Kemudian,
16:01Irigasi kita perbaiki.
16:02Semua diperbaiki.
16:04Yang ada bukan pesta babi.
16:07Pesta panen.
16:09Di sana.
16:11Dan masyarakatnya sambut dengan baik.
16:13Ini masyarakatnya.
16:16Ini masyarakat saudara-saudara kita.
16:17Itu semua itu dia pemilih lahan.
16:20Jadi aku berikan traktor gratis.
16:23Berikan benih gratis.
16:25Irigasi gratis.
16:2660 ribu hektare.
16:28Sudah selesai.
16:30Dibantu TNI Polri.
16:31Kenapa?
16:32Supaya ini ad hoc saja.
16:35Sementara.
16:36Dan setelah pintar petaninya.
16:39Polisinya mundur.
16:40Tidak lagi di situ.
16:41Dan tentaranya.
16:43Dan bukan di situ saja.
16:45Seluruh Indonesia.
16:46Kenapa?
16:47Kami gunakan babi insya.
16:49Karena PPL saya tidak cukup.
16:52PPL itu hanya 37 ribu.
16:54PPL saya butuh 80 ribu.
16:56Jadi itu.
16:58Ini saudara kita tuh.
17:00Testimuninya ini.
17:01Dengar langsung.
17:02Saudara kita.
17:04Jadi ini sama.
17:06Pertanyaan nomor dua dengan nomor tiga.
17:19Coba perhatikan itu nak.
17:22Mas Manius.
17:23Menius.
17:24Tuh-tuh.
17:25Oh lihat.
17:28Itu dia dapat 20 juta per bulan.
17:32Bersih.
17:33Lebih tinggi daripada gaji menteri.
17:36Dan ini traktor itu hibah.
17:39Tidak ada di beli itu.
17:40Mereka yang punya.
17:42Kemudian kami kapalkan traktor tiga kapal.
17:45Itu angkatan laut.
17:47Kami pakai angkatan laut.
17:49Pada dia.
17:50Benar ya kapalnya.
17:50Ini kapalnya saya berangkatkan.
17:52Karena kita buru-buru pada saat itu.
17:56Kita import tujuh juta ton.
17:58Tapi negara lain.
18:00Stop.
18:01Lihat.
18:01Itu menarik.
18:02Ini semua alat untuk Papua Selatan.
18:04Sekarang kami ke Papua Barat kemarin minta.
18:07Pak Menteri aku tolong bantu cetak sawah.
18:09Lima ribu.
18:09Aku bantu langsung.
18:11Tiga hari lalu.
18:13Gubernur Papua Barat.
18:16Dia telpon.
18:17Aku bantu.
18:18Tapi saya bilang.
18:19Jangan lagi cerita pesta babi.
18:21Ceritalah pesta pangan.
18:23Mana bagus?
18:24Pesta pangan atau pesta babi?
18:27Nah ini orang tidak senang.
18:30Yang dua juta lima ratus itu enggak ada.
18:32Yang ada dibangun.
18:34Lihat.
18:34Mau enggak lihat faktanya.
18:36Ini bukan di Papua Selatan saja.
18:39Tapi Kalimantan Selatan.
18:41Sumatera Selatan.
18:42Nih.
18:43Itu dua ratus ribu di sana.
18:46Dua ratus ribu hektare.
18:47Kenapa bukan itu diangkat?
18:51Kenapa bukan pesta babinya di Sumatera Selatan?
18:55Itu rawah.
18:56Di Papua Selatan juga rawah.
18:58Kemudian aku bergerak Kalimantan Selatan.
19:00Ini.
19:02Itu juga rawah.
19:04Kenapa bukan di situ pesta babinya?
19:06Di filmnya.
19:08Kemudian aku bergerak Kalimantan Tengah.
19:10Nih.
19:13Aku bongkar di sana.
19:15Totalnya sudah dua ratus ribuan.
19:17lima puluh ribu.
19:18Tahun ini tambah dua ratus ribu.
19:20Nih.
19:21Aku naik motor keli.
19:23Kenapa bukan pesta babinya filmnya di sana?
19:29Ada yang bisa jawab?
19:32Yang bisa jawab siapa?
19:34Oh bisa jawab.
19:35Kenapa?
19:35Kenapa?
19:37Kenapa tidak ini-ini.
19:39Lima seribu saya rancang di sana.
19:42Sedangkan yang wanam yang diributkan itu.
19:45Baru kurang lebih seribuan.
19:46Ini fotonya.
19:47Yang anu.
19:48Ini Kalimantan Selatan ini.
19:50Aku hafal.
19:51Fotonya saja aku lihat.
19:52Aku tahu.
19:52Wanam yang diributkan itu.
19:54Itu bukan dua juta.
19:56Ini baru.
19:57Seribu aku rintis.
19:59Daya rintis saya.
20:00Jangan fitnah orang.
20:01Tetapi kalau ada lahan satu jengkal.
20:04hari ini aku turun jadi menteri.
20:07Aku mundur jadi menteri.
20:09Jangan fitnah orang.
20:10Aku yang melakukan karena demi merah putih.
20:12Jangan sampai ada kelaparan.
20:14Aku tanya.
20:15Ada yang mau tanggung jawab di sini?
20:16Kalau rakyat Indonesia kelaparan satu juta?
20:22Tidak ada.
20:23Tidak ada.
20:48Tidak ada kan?
20:48Yang tadi rawah.
20:50Buka kurik.
20:51Kurik buka.
20:54Ini kurik.
20:56Ini ada enggak fotonya yang kurik yang lain?
21:00Yang rawah.
21:03Yang dibuka di situ.
21:05Nah ini.
21:06Fotonya.
21:07Ini kurik nih.
21:08Tahu kurik?
21:09Ada yang tahu?
21:10Tahu mbak kurik?
21:11Merauke?
21:13Kampung kalau banyak.
21:14Popo apa?
21:15Popo Barataya.
21:17Nah, Sorong juga minta kemarin.
21:19Saya tak tahu.
21:20Gubernurnya minta.
21:22Tapi saya hentikan kalau anda senang film pesta bawih.
21:25Aku hentikan.
21:26Stop.
21:27Dulu harga beras di sini 30 ribu.
21:30Sekarang 12 ribu.
21:32Dan gudangnya penuh.
21:33Nah ini.
21:34Ini rawah ini.
21:34Kita perbaiki.
21:36Kemudian kayunya katanya diambil batang-batang.
21:39Ini kayunya yang coba buka.
21:41Kita harus pakai data.
21:43Jangan pakai rasa.
21:45Jangan karena benci ini republik.
21:47Benci pemerintah.
21:48Sehingga menggunakan fitnah.
21:50Menyebarkan fitnah dimana-mana.
21:54Ini.
21:55Ini.
21:56Tunjukkan ada stop-stop-stop.
21:58Ini rawah nih.
22:00Bukan utang.
22:01Itu.
22:04Dan ini untuk di sana.
22:07Supaya tidak terjadi inflasi.
22:09Supaya saudara kita juga sagu.
22:12Karena itu di sana bagus.
22:14Ubi.
22:15Tambah ini.
22:16Karena banyak yang bergeser.
22:17Beli ini.
22:19Gimana nak?
22:20Saya bisa resulkan.
22:22Stop.
22:22Stop itu fotonya.
22:24Tuh.
22:24Kayu besar gak itu?
22:25Kayu gini.
22:26Saya bisa.
22:29Boleh boleh.
22:30Tambahkan.
22:31Baik.
22:31Terima kasih.
22:34Saya bisa respon lagi.
22:37Kalau menurut saya.
22:39Bapak tadi bilang.
22:41Hanya satu juta setengah itu.
22:42Tidak benar.
22:43Karena kita tahu.
22:45Memang di sana itu ada beberapa perusahaan yang mau membangun.
22:48Baik itu perusahaan Tebu.
22:50Terus Singkong.
22:52Bahkan Kelapa Sawit.
22:53Bahkan juga yang.
22:56Sawat tadi.
22:59Dan di situ yang alar-barat yang tadi kita.
23:01Bapak sudah bilang juga.
23:03Itu benar.
23:03Karena itu kepentingan perusahaan itu datang untuk.
23:06Mau membangun perusahaan itu.
23:08Ah.
23:09Dan.
23:09Sini.
23:10Sini.
23:10Agak dekat.
23:11Gimana maksudnya?
23:13Terus.
23:13Kan ada perusahaan yang bangun.
23:16Suasta.
23:17Kalau saya mau bilang ya.
23:19Pista Babi itu kita sangat mengenal Pak.
23:22Papua yang sebenarnya kita bisa lihat dari situ.
23:25Dan Bapak tadi sudah bilang bahwa.
23:28Kalau.
23:30Militer itu sendang bekerja sama untuk.
23:32Mencetakan sawah.
23:34Tapi kapan kita tahu pendorokan militer.
23:36Kita mengenal selama ini ke Papua.
23:38Tapi kapan kita tahu.
23:39Penarikan militer dari Papua kembali ke tempat mereka Pak.
23:43Oke.
23:44Gini.
23:44Terus.
23:45Siapa nama Matthews.
23:46Matthews gini.
23:47Aku cerita karena saya menteri pertanian.
23:50Bidangku.
23:51Jangan aku bahas di luar bidang saya.
23:53Aku ini.
23:54Yang saya kerjakan.
23:55Adalah untuk rakyat Pupua.
23:56Pertanyaanku satu.
23:58Traktor yang aku kirim.
23:59300-500 unit.
24:01Nilainya 500 juta.
24:02Irigasi Ceperbaiki yang tadi.
24:03Kurik.
24:04Tunjukkan kurik.
24:05Bapak setuju atau tidak?
24:08Kalau saya tidak setuju Pak.
24:10Ini tidak setuju?
24:12Iya Pak.
24:13Yang saya kasih traktor?
24:15Gratis?
24:16Iya Pak.
24:17Kenapa?
24:18Karena.
24:19Saya tahu Pak.
24:20Karena kalau di Papua itu.
24:22Dia.
24:24Dia sendang menyamin dunia Pak.
24:26Melalui oksigen.
24:27Gini.
24:27Kenapa kalau ada ekstra faktor lagi masuk.
24:29Merusak lahan tersebut Pak.
24:30Matthews.
24:31Stop.
24:32Stop.
24:32Aku tanya.
24:34Ini aku kasih traktor gratis.
24:37Pemerintah.
24:39Pemerintah.
24:40Aku perbaiki kehidupannya.
24:41Kesejahterannya.
24:43Dan tidak ada milik pemerintah.
24:47Masyarakatnya.
24:48Ada mungkin seribuan di situ.
24:51Setuju semua.
24:52Anda tidak setuju.
24:53Bisa tidak.
24:54Anda metias.
24:55Aku biaya tiketmu.
24:56Pergi beritahu.
24:57Tidak setuju.
24:58Kumpul traktor itu.
24:59Kita pindahkan.
25:00Ke Sulis Tenggara.
25:02Tidak.
25:04Tidak.
25:05Aku serius.
25:06Aku sewakan tiketmu.
25:08Beritahu seribu orang.
25:09Bapak-bapak.
25:12Kaka ya.
25:12Dipanggil kaka ya.
25:14Apa disana kalau.
25:15Kaka-kaka.
25:16Kaka ya.
25:17Iya.
25:17Mama-mama dengan mace ya.
25:19Oke.
25:20Ah.
25:20You datang kesana.
25:21Mace-mace.
25:24Apa.
25:25Mace-mace.
25:27Tolong traktor itu yang tiga kapal.
25:29Aku mau ambil.
25:29Kirim ke Sulis Tenggara.
25:31Ah.
25:31Pak Bupati mau terima enggak?
25:33Nah.
25:34Sekarang you pulang.
25:35Aku bayar tiketmu.
25:36Kita sportif.
25:37Jangan main-main saniwara.
25:38Kalau di depan saya.
25:40Kita sportif.
25:41Kamu datang beritahu yang seribu orang.
25:42Di sana.
25:43Aku kepalkan kembali.
25:44Angkatan laut.
25:46Siap kepalkan ya.
25:48Siap kepalkan.
25:49You datang di sana.
25:50Berpidato.
25:51Itu traktor kita pindahkan ke Sulis Tenggara.
25:54Seribu orang.
25:55Baik Pak.
25:56Bagaimana kalau mau kasih pindahkan?
25:57Karena.
25:58Traktor dia sudah turun.
25:59Sudah-sudah bekerja di sana.
26:01Dia sudah operasi di sana.
26:02You kan tidak setuju.
26:04Ya.
26:04Aku mau ambil kembali.
26:06Pindahkan karena pernah terjadi di Kalimantan.
26:09Pernah tempat lain.
26:10Aku pindahkan.
26:11Aku ambil.
26:12Nah.
26:13You kan tidak setuju tuh.
26:14Jadi beritahu yang seribu orang.
26:17Seribu orang.
26:18Yang itu.
26:18Itu lahannya tuh.
26:19Kurik tuh.
26:21Bahwa traktor itu mau dipindahkan semua.
26:24Traktor ini benih.
26:25Aku tarik semua.
26:26Nggak beri bantuan.
26:28Tapi saya bilang ini.
26:30Matthews yang bertanda tangan.
26:31Datang ke sana.
26:32Apa selamat pulang?
26:34Kira-kira.
26:36Itu tidak mungkin Pak.
26:37Karena masyarakat di sana.
26:39Enggak.
26:40Berarti.
26:41Setuju.
26:42Tetap saya simpan traktor itu.
26:43Kalau saya.
26:44Saya sendiri tidak setuju Pak.
26:45Tapi kalau masyarakat di sana.
26:46Mereka setuju.
26:47Jadi kalau tidak setuju.
26:49You datang ke sana.
26:50Aku belikan tiket.
26:53You beritahu seribu orang sana.
26:55Kepala sukunya.
26:57Bahwa.
26:58Traktor aku tarik.
27:00Pindahkan ke Sulawesi Tenggara.
27:02Konawe Selatan bisa ya.
27:05Konawe.
27:06Konawe Kolaka bisa.
27:09Berarti nanti.
27:11Coba telepon bupatinya.
27:14Anda dari Papua mana?
27:17Saya dari Papua Penggunungan Pak.
27:19Oh selesai.
27:20Enggak ketemu.
27:20Karena bukan wilayahnya Anda.
27:22Enggak ketemu.
27:23Saya pikir Anda.
27:24Kalau Papua Penggunungan.
27:25Nanti aku tunda.
27:26Nanti aku beritahu gubernurnya.
27:27Karena ada gubernurnya juga minta sawah.
27:30Papua Penggunungan.
27:30Nanti aku tunda.
27:32Tapi Anda yang.
27:33Saya atasnamakan.
27:34Bahwa Mityas yang tolak.
27:36Kalau ini Papua Selatan.
27:38Enggak.
27:38Kebetulan dia minta.
27:39Enggak ketemu.
27:40Oke.
27:41Sekarang.
27:42You tidak berhak.
27:43Menolak.
27:44Bukan wilayah Anda.
27:46Kecuali.
27:47Anda punya wilayah.
27:48Papua Penggunungan.
27:49Silahkan bicara gubernurnya.
27:50Bupatinya.
27:51Kita tunda.
27:52Tetapi Papua Selatan.
27:54Seribu orang itu.
27:55Dia jemput saya di bandara.
27:57Tunjukkan fotonya.
27:58Foto saya dijemput.
28:01Oke.
28:02Mityas.
28:03Itu cukup.
28:05Sekarang.
28:06Aku jawab.
28:07Karena.
28:08Kita diskusi sampai sore.
28:09Enggak ketemu.
28:10Karena you bukan orang sana.
28:11Tidak bisa mengwakili orang sana.
28:13Ini hampir saya kirim ke Sulis Tenggara.
28:17Konsul.
28:18Mau terima traktor?
28:21Sulis Tenggara Pak Gubernur.
28:22Mau terima?
28:24Gratis.
28:25Begitulah orang Papua Selatan.
28:28Aku datang.
28:29Itu aku perbaik itu.
28:30Dia yang tanam.
28:32Oke.
28:33Jadi Papua Penggunungan.
28:35Nanti aku bawa namamu.
28:36Aku telpon gubernurnya.
28:38Beritahu.
28:38Ini Mityas.
28:40Khusus.
28:41Merius Pak.
28:43Merius.
28:45Merius.
28:46Iya.
28:46Ah.
28:46Merius.
28:47Nanti aku telpon.
28:48Kalau perlu aku kasih bicara gubernurnya nanti.
28:50Siapa?
28:51Oke.
28:52Jadi jangan ganggu.
28:53Ini nih.
28:53Saudara kita nih.
28:54Ini saudara kita.
28:56Berikutnya.
29:04Merlin.
29:05Sektor pertanian.
29:09Sektor pertanian.
29:12Suatu negara.
29:14Jadi nih.
29:15Kita negara agraris.
29:18Terus.
29:19Yang vital di dunia ada tiga.
29:21Air.
29:23Pangan.
29:24Energi.
29:26Kalau tidak.
29:27Kalau krisis ekonomi.
29:30Kalau krisis ekonomi.
29:32Itu masih bisa kita bertahan.
29:35Kalau krisis kesehatan COVID-19.
29:37Kita bertahan.
29:38Tapi kalau krisis pangan.
29:40Akan melompat krisis politik.
29:42Karena orang lapar tidak bisa ditahan.
29:45Benar?
29:47Nah.
29:48Ini melompat krisis politik.
29:50Negara ini.
29:51Dalam keadaan bahaya.
29:53Kalau pangan tidak.
29:54Makanya presiden kita.
29:56Langsung pangan.
29:58Oke.
29:59Jadi itu pentingnya.
30:00Kalau pangan bermasalah.
30:02Negara bermasalah.
30:03Yang kedua kelasnya energi.
30:04Yang ketiga kesehatan.
30:06Tapi tiga-tiganya penting.
30:07Jadi dunia krisis pangan.
30:09Krisis energi.
30:10Dan krisis air.
30:12Tiga-tiga ini ada di Indonesia.
30:15Tiga-tiga ini ada di Indonesia.
30:17Nah.
30:17Jadi itu.
30:18Mbak Merlin.
30:21Petani ya.
30:22Papua apa?
30:25Petani.
30:26Orang tuanya petani?
30:28Petani apa?
30:36Hortikultura.
30:37Mau gak aku bantu?
30:41Mau.
30:43Nah.
30:44Nanti.
30:45Kasih alamatnya.
30:47Kirimkan hand tractor ke tempatnya.
30:49Supaya dipakai orang tuanya.
30:50Dan dibayar.
30:51Udah.
30:54Mana.
30:56Pak Prof.
30:58Nanti ambil nomor HP-nya itu.
31:00Bisa ya.
31:01Dua minggu sudah tiba.
31:03Di sana.
31:04Ya.
31:05Dan nanti kalau sudah tiba.
31:07Foto ya.
31:10Minyak ilegal.
31:11Maksudnya gini.
31:13Yang kemarin itu minyak ilegal.
31:14Bukan itu maksudnya.
31:16Yang tanya minyak ilegal.
31:17Minyak ilegal kemarin.
31:20Dia.
31:20Ukurannya sedikit.
31:23Jadi harusnya satu liter.
31:25Tapi separuh.
31:2670 cc.
31:28Aku tangkap.
31:29Ini.
31:33Nah.
31:34Tersangkanya ada.
31:35Ini kita denda.
31:3611 triliun.
31:37Itu maksudnya.
31:38Bukan bahwa.
31:39Nah kalau itu bukan ilegal.
31:42Minyak kita kan.
31:43Minyak kita itu.
31:44Dulu kemarin ini minyak kita.
31:47Dia jualnya satu liter.
31:49Satu kilo.
31:50Padahal.
31:51Cuma.
31:51Dua per tiga.
31:53Sehingga kita tangkap.
31:54Denda 11 triliun.
31:56Paham maksud gue?
31:57Jadi itu adalah justru minyak kita ini.
32:01Punya pemerintah.
32:02Karena disubsidi.
32:03Dibagikan pada rakyat.
32:05Tapi.
32:07Kalau minyak kita gak ada ilegal.
32:08Gak ada.
32:09Maksudnya kemarin ilegal itu.
32:11Ada.
32:12Ada juga di pasaran.
32:14Palsu.
32:14Ada juga dikurangi ukurannya.
32:16Nah itu.
32:17Ini nih.
32:18Yang kemarin.
32:19Oke.
32:22Sudah ada.
32:24Bulok.
32:26Prop.
32:26Begini aja deh.
32:27Pak Prop.
32:28Karena ini membina mahasiswa.
32:30Kerjasama jual minyak kita.
32:32Dan.
32:34SPHP.
32:35Ada beras.
32:35Bapak jual SPHP langsung ke Bulog.
32:39Itu beliau komutnya.
32:41Bulog.
32:42Langsung ketemu.
32:43Itu harganya berapa?
32:4711 ribu.
32:5011 ribu.
32:59Beras SPHP yang disubsidi.
33:0555 ribu berarti 11 ribu.
33:07Bapak untung tidak boleh lebih dari 1 ribu.
33:11Per kilo.
33:12Kalau Bapak jual 1 ribu ton lumayan 1 miliar.
33:15Ajarin mereka kerjasama UMKM.
33:17Dan langsung.
33:18Buat kontrak dengan.
33:20Bulog.
33:21Tunggu bulognya.
33:22Siap.
33:23Yang Bapak.
33:25Nah ini.
33:25Siap.
33:27Terima kasih.
33:29Ini untuk Pak Wagup.
33:32Pak Wagup.
33:33Pak Rektor.
33:35Ya.
33:35Kepala Dinas.
33:38Nanti kita bahas.
33:39Nggak ada.
33:40Ini masih mudah.
33:40Tidak boleh dengar.
33:41Jangan dibahas lagi.
33:45Jadi ini penting.
33:47Aku bawa pulang.
33:48Untung saya ke sini.
33:49Mana 10 juta.
33:50Ini 10 juta harganya.
33:52Berapa harganya ini?
33:52Tidak hanya 10 juta.
33:53Enggak aku beli sini 15 juta kali 2.
33:56Aku bangga.
33:58Mana.
33:58Ajudan.
34:0115.
34:03Jangan lihat harganya.
34:05Tapi ini gajinya menteri.
34:06Dipakai belikan penemuan dari Haluleo.
34:09Siap.
34:1015.
34:10Dan ini untuk wanita juga sudah siap diproduksi.
34:15Diproduksi Pak Menteri.
34:17Yaitu coklat RD.
34:19Jadi lawannya.
34:21Tapi ini sudah ada yang coba.
34:23Sudah pernah dicapai.
34:24Sudah beredar di mana-mana.
34:25Kalau Bapak sudah pernah pakai.
34:26Sudah.
34:27Bagus.
34:27Eh.
34:28Tidak ada efek sampingnya Pak Menteri.
34:30Tidak ada efek sampingnya.
34:32Hanya efek depan.
34:34Tapi maaf.
34:35Dosen seperti Pak Prof ini.
34:38Inilah yang aku inginkan.
34:39Ini di ITS.
34:41Ini ITS.
34:42Coba ITS.
34:43Buka ITS.
34:45Kemarin membuat alat ini.
34:48Buat traktor.
34:49Langsung aku beli.
34:51Ini nanti.
34:52Aku nanti bagi.
34:54Pak Deddy.
34:56Dan Lanut.
34:56Aku bagi.
34:57Bapak cerita ya.
34:58Nanti saya yang terakhir yang pakai.
35:00Karena saya menteri.
35:01Jangan sampai.
35:03Nanti data-datanya dari Bapak.
35:06Kemudian yang kedua yang menginspirasi saya tentang Kementerian Pertanian.
35:11Dari tujuh capaian yang dicapai oleh Kementerian Pertanian yang tidak pernah dicapai selama ini.
35:18Pak Menteri ini dia menggunakan sesuatu sistem.
35:22Yaitu bisa memantau secara real time.
35:26Di daerah-daerah tentang perkembangan pertanian.
35:29Sehingga saya melahirkan sebuah buku.
35:33Digital leadership approach.
35:35Karena saya terinspirasi dari itu.
35:37Ada bukunya Pak.
35:38Ada bukunya lagi diambil.
35:40Pak Rief ini bagi yang kursi depan yang umur 50 ke atas.
35:44Kemudian yang kedua yaitu disfungsi reksi.
35:49Ini bawa turun.
35:50Bagi mulai dari sana pojok.
35:52Di depan saja yang dibawa anda boleh di belakang.
35:55Baris pertama satu-satu.
35:56Lebihnya bawa pulang ke Jakarta.
36:00Aku bangga ini halulio.
36:02Hidup halulio.
36:06Sekarang.
36:07Jadi ini ada dua buku pamer trik.
36:09Ini sebagai inspirasi saya.
36:10Sebagai seorang calon pemimpin.
36:13Digital ya.
36:15Jadi mengendalikan seluruh pantauan itu lewat digital.
36:20Pak Bapak sudah menunjukkan itu.
36:22Bisa memantau secara real time.
36:24Apa yang terjadi di seluruh Indonesia.
36:26Bagikan semua yang kursi depan saja.
36:28Kursi belakang tidak boleh.
36:29Kemudian yang kedua yaitu ini Pak Menteri.
36:31Eh jangan yang ambil di belakang tidak boleh.
36:33Ini Pak Menteri.
36:33Tentang hitam putih di situ sesual.
36:35Ini sebagai hilirisasi.
36:37Dari kepakaran saya sebagai seorang.
36:39Ini bahan bagunya dari mana?
36:41Ini di formulasi Pak.
36:43Jadi saya hanya formulasi.
36:45Kemudian industri itu yang menetapkan.
36:48Makasih ya.
36:49Makasih Prof.
36:50Siap.
36:50Aku harus jalan.
36:51Siap.
36:52Makasih.
36:52Nah aku tanya.
36:54Makasih Pak.
36:55Aku tanya.
36:56Ibu di mana nak?
36:58Masih hidup?
37:00Oh sudah meninggal.
37:02Sini sini.
37:03Ini Ibu sudah meninggal dari Papua Barat.
37:06Yang satu Ibu.
37:07Bapak masih hidup?
37:09Masih hidup?
37:12Masih hidup tapi lumpuh Pak.
37:13Orang tuanya dua-dua lumpuh.
37:17Masih Ibu?
37:19Ibu dengan Bapak hidup tapi dua-dua-dua lumpuh Pak.
37:22Kenapa?
37:23Mereka ada kisah.
37:24Tabrat.
37:25Tabrat.
37:26Sekarang di mana?
37:28Di Papua Pak.
37:29Ini saudara kita dari Papua Pegunungan tadi.
37:33Ibunya sakit.
37:34Di mana?
37:35Ada di Papua Pegunungan Pak.
37:37Papua Pegunungan?
37:38Iya.
37:39Mau enggak aku bantu seadanya pada Ibu yang kau cintai?
37:45Mau ya?
37:46Aku kasih gaji menteri bagi nanti.
37:51Ini saya kasih 10 juta.
37:52Kirimi Ibu ya.
37:54Terima kasih banyak Pak.
37:56Nah ini.
37:58Jadi artinya ada perbedaan pemahaman itu wajar.
38:04Itulah Indonesia.
38:06Jangan kita sensitif.
38:09Karena kalau mau berhasil harus menerima kritikan yang konstruktif.
38:14Nah ini lagi sekolah, lagi berproses.
38:18Aku mengerti maksudnya.
38:20Tapi tidak mungkin.
38:21Tahu aku tanya ibunya sakit lumpuh karena jatuh.
38:26Aku berikan, sampaikan ini dari Pak Menteri.
38:31Terima kasih banyak.
38:34Sampaikan ya.
38:37Bagaimana?
38:38Oh ketemu.
38:39Selalu ketemu saya.
38:41Jadi bukan maksudnya tadi menolak traktor.
38:43Daripada dia didemo.
38:45Nah itu bikin masalah ini.
38:46Mau enggak kamu didemo seribu orang?
38:51Berani enggak didemo sama itu tadi yang saya kasih traktor?
38:55Saya tidak berani Pak.
38:57Sudah yang penting tidak berani.
38:59Saya juga tidak berani.
39:00Kalau saya ambil pasti saya didemo.
39:01Jadi Pak Danlanut ibunya sakit, bapaknya sakit.
39:05Memang kalau orang tua sakit biasanya lain pertanyaan lain jawaban.
39:09Kenapa?
39:11Kalau mau berhasil ingat.
39:14Matius ingat.
39:16Muliakan ibumu, ibumu, ibumu kalau mau berhasil.
39:20Ingat beliau kamu belajar keras di sini.
39:23Kamu belajar siam malam.
39:25Kamu katakan kamu adalah harapan ibumu dan bapakmu yang sedang sakit.
39:30Kamu tidak boleh kalah dan harus berhasil.
39:35Hidup merah putih.
39:38Kasih keras suaranya.
39:40Hidup Indonesia.
39:43Kasih keras suaranya masa kecil.
39:46Hidup Indonesia.
39:49Kasih keras.
39:52Jadi ini ibunya lagi sakit.
39:56Kita beri bantuan.
39:57Nah sini kasih beasiswa ya.
40:01Seadanya.
40:02Ayo.
40:04Ini.
40:06Kasih ibu ini yatim.
40:11Ijinkan aku bantu.
40:13Ini kami ini keliling membantu seadanya.
40:18Ini nak.
40:19Salam hormat.
40:21Doakan ibu ya.
40:22Doakan ibu.
40:24Ya.
40:24Yuk.
40:31Ya.
40:35Dan satu.
40:38Oke.
40:41Oke.
40:42Oke selfie.
40:45Selvi.
40:51Nak menghadap belakang biar kelihatan.
40:56Kayaknya.
40:57Kayaknya.
40:59Bagaimana?
41:01Selfie ya.
41:02Hape nya mana?
41:03Ada?
41:03Ada hape satu.
41:05Tidak pakai selfie biar.
41:07Ini ini aja.
41:08Nah ini sudah.
41:10Di belakang.
41:11Di belakang.
41:12Di belakang mbak.
41:13Kamu perlu saya.
41:22Makasih ya.
41:23Makasih.
41:24Sudah dapat semua yang di depan.
41:28Mana buku?
41:29Nih.
41:30Yang depan sudah dapat semua yang tadi ini.
41:36Saya kasih lima ya.
41:39Masih ada sisanya.
41:41Ajudan.
41:41Masih ada?
41:44Masih ada?
41:45Ah.
41:46Terima kasih anak-anakku.
41:48Selamat berjuang.
41:49Kita harus menuju Indonesia Superpower.
41:53Terima kasih.
41:54Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
41:58Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
42:03Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
42:07Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
42:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan