- 3 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Upaya negosiasi Amerika Serikat dan Iran yang masih alot membuat Presiden Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Peneliti Timur Tengah BRIN, Nostalgiawan Wahyudhi, menilai usulan pertemuan langsung muncul karena jalur negosiasi formal maupun melalui pihak ketiga belum menghasilkan terobosan berarti.
Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Mohammad Ayub Mirdad, menilai tawaran Trump merupakan kombinasi antara insentif dan tekanan diplomatik.
"Ini bisa lihat sinyal yang sangat signifikan ya. Tapi harus juga dibaca dengan hati-hati karena Trump bukan menawarkan pertemuan tanpa syarat," kata Ayub dalam program Sapa Pagi, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga AS Rilis Video Serangan ke Radar Iran, Trump Klaim Stok Rudal Teheran Menipis | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/673240/as-rilis-video-serangan-ke-radar-iran-trump-klaim-stok-rudal-teheran-menipis-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/673341/donald-trump-buka-peluang-bertemu-mojtaba-khamenei-akhir-konflik-as-iran-sudah-dekat
Peneliti Timur Tengah BRIN, Nostalgiawan Wahyudhi, menilai usulan pertemuan langsung muncul karena jalur negosiasi formal maupun melalui pihak ketiga belum menghasilkan terobosan berarti.
Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Mohammad Ayub Mirdad, menilai tawaran Trump merupakan kombinasi antara insentif dan tekanan diplomatik.
"Ini bisa lihat sinyal yang sangat signifikan ya. Tapi harus juga dibaca dengan hati-hati karena Trump bukan menawarkan pertemuan tanpa syarat," kata Ayub dalam program Sapa Pagi, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga AS Rilis Video Serangan ke Radar Iran, Trump Klaim Stok Rudal Teheran Menipis | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/673240/as-rilis-video-serangan-ke-radar-iran-trump-klaim-stok-rudal-teheran-menipis-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/673341/donald-trump-buka-peluang-bertemu-mojtaba-khamenei-akhir-konflik-as-iran-sudah-dekat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Upaya negosiasi AS dan Iran yang masih alot membuat Trump menyatakan kesediaan yang bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mostabah Khamenei.
00:11Apakah ini benar upaya Trump untuk meredam konflik atau sinyal AS sudah hampir menyerah?
00:17Kita akan bahas bersama dengan peneliti Timur Tengah Brin, Nostalgia Wan Wahyudi, serta dosen Departemen Hubungan Internasional UNER, Muhammad Ayub
00:25Mirdad.
00:25Selamat pagi Mas Wawan, Mas Ayub.
00:28Ya, selamat pagi Mas.
00:30Baik, saya ke Mas Wawan terlebih dahulu. Mas Wawan, ini pernyataan yang mengejutkan lagi keluar dari mulut Trump gitu ya,
00:38bersedia untuk bertemu dengan Mostabah.
00:40Dan Iran juga sudah, kita tahulah apa kemudian responsnya gitu ya.
00:44Nah, apa yang kemudian bisa Anda baca dari pernyataan Trump ini? Apakah ini asal bunyi saja?
00:49Atau memang sudah menunjukkan bahwa sudah sangat-sangat terdesak dan mulai putus asa?
00:54Ya, kita harus mencermati ya. Jadi memang tidak ada yang sesuatu yang benar-benar tidak ada kejutan dalam Trump ya.
01:03Jadi sekarang Trump ngomong A, besok ngomong B. Jadi itu memang, betul namanya, itu senantiasa terjadi.
01:09Dan bahkan itu yang membuat sebetulnya trust itu jarang terjadi antara Amerika dengan Iran.
01:15Dan kita melihat ya, sebetulnya apa yang diajukan oleh Trump itu sendiri itu tidak lepas dari, sebetulnya ada friksi di
01:24negara kita sama ya.
01:25Jadi bagaimana Trump ingin memecah kebuntuan diplomasi dengan face-to-face diplomasi.
01:30Jadi kita belum lama ini melihat bahwa ada perdebatan antara Teddy dengan Dine Patti Jalal ya.
01:37Jadi konsepnya itu sebetulnya sama. Jadi Prabowo itu melihat bahwa tujuan diplomasi itu lebih banyak bisa tercapai oleh non-formal
01:46approach.
01:47Jadi bukan dari rangkaian protokoler, tetapi banyak sekali diplomasi itu bekerja justru dari ruang-ruang yang non-formal ya.
01:55Kita bisa melihat dari sejarah yang lalu bagaimana Soekarno dengan Kennedy itu membicarakan tentang dua negara itu di kamar pribadi
02:02Kennedy.
02:02Dan itu suatu sebetulnya yang sangat lumrah dalam diplomasi ketika kedekatan personal itu ada.
02:09Atau bahkan kita, apakah kita yakin bahwa antara Trump dan Netanyahu itu melakukan diplomasi atau negosiasi dengan banyak isu yang
02:18antara dua negara itu dilakukan secara benar-benar formal.
02:20Saya kira banyak rangkaian-rangkaian non-formal yang sebetulnya ditautkan antara baik melalui telepon pribadi secara langsung dan tidak melalui
02:31protokoler yang sangat berbelit.
02:33Jadi langkah-langkah itu memberikan mereka akses yang lebih cepat karena ada kedekatan personal.
02:37Dan kalau kita melihat lebih lanjut ya, negosiasi di antara Iran sama Amerika itu selalu menggunakan, selama ini selalu menggunakan
02:46pihak ketiga.
02:47Dan kita tahu ada Pakistan, Oman, dan Qatar merupakan salah satu, tiga dari negara yang selama ini terlibat dalam negosiasi
02:55itu.
02:56Dan ini menunjukkan bahwa sebetulnya selama ini negosiasi yang dilakukan Iran dan Amerika itu menunjukkan pada level trust yang sangat
03:03rendah.
03:04Negosiasi selalu dengan perantara tidak bertemu secara langsung dan ini memang kontradiksi dengan diplomasi yang dilakukan face-to-face ya.
03:12Yang sebetulnya secara interpersonal bisa mendekatkan dua negara.
03:16Kemungkinan pembicaraan-pembicaraan sulit itu bisa dilebur dari pendekatan-pendekatan ini.
03:20Ini mungkin yang dilihat oleh Trump.
03:22Sehingga pada level ketika trustnya itu tidak terjadi, jadi pembicaraan itu hanya pada level negosiator.
03:30Di mana sebetulnya di antara mereka sendiri keamanan personal itu tidak terwujud.
03:35Dan ketika keamanan personal itu tidak terwujud di antara negosiator, maka sebetulnya capaian dari diplomasi yang dibicarakan itu kita yakini
03:44sejak awal memang sangat rendah.
03:45Jadi bagaimana sebuah negosiasi akan mencapai titik temu ketika level of trust itu sangat-sangat rendah.
03:51Dan ini mengalami disparitas yang sangat tinggi ketika kita melihat ya antara Iran dengan Amerika Serikat.
03:58Dan kebuntuan diplomasi hingga saat ini yang dikatakan oleh Trump,
04:03we are in the last minute of diplomacy, kita akan mencapai sebuah titik sudah akan berakhir dan pembicaraan menyetujui banyak
04:10hal gitu ya.
04:11Ternyata pada saat ini Trump tidak bisa menipu publik bahwa sebetulnya hingga saat ini belum ada deal-deal yang bisa
04:17disepakati dan nyaris belum ada jalan keluar.
04:20Terlebih lagi, kalau kita lihat bahwa kesepakatan yang tentang hormus dan nuklir yang mendesak diselesaikan,
04:29tekanan energi global, populitas Trump yang semakin menurun menjelang pemilu AS,
04:34sebetulnya terdesakan ini sangat tinggi sehingga ini yang menyebabkan Trump harus kita harus mencari sebuah solusi ya.
04:41Memecah kebuntuan ini dengan menemui bahwa pada titik tertentu Trump menyadari bahwa segala bentuk negosiasi dalam formal yang konsultatif dengan
04:51pemimpin tertinggi Iran.
04:53Dia ingin melangkai itu, dia ingin mengakses langsung terhadap sumber of authority dalam Iran itu sendiri,
04:59sehingga diharapkan bahwa banyak hal yang bisa dilewati ya, sehingga pencapaian damai itu sangat-sangat tercapai.
05:07Dan itu yang sejak awal saya katakan bahwa sebetulnya saya tidak yakin bahwa perang terbuka benar-benar akan dilakukan Trump
05:13dalam waktu dekat atau jangka panjang ya.
05:15Dan pada titik ini kita melihat bahwa justru keterdesakan dari dua negara untuk melakukan perdamaian itu sangat tinggi.
05:22Dan ini yang perlu kita lihat dari pertemuan antara Trump misalnya nanti dengan Mustafa Khomeini kalau itu bisa terjadi,
05:32itu dianggap bisa menjadi win for all, jadi jalan tengah.
05:35Karena mendesakkan keinginan Amerika yang tidak ada titik temu dengan tujuan nasional interest Iran dalam negosiasi ini,
05:43saya kira ini menjadi jalan tengah. Jadi ya Iran tidak di kalahkan juga Amerika mendapatkan muka.
05:49Jadi itu sebagai yang mungkin saya prediksi ya, yang ingin dilakukan Trump karena ada frustasi-frustasi negosiasi yang sulit sampai
05:57dalam waktu dekat ini.
05:58Oke, ingin shortcut gitu langsung ke pemimpin tertingginya untuk melewati segala rintangan dan kebuntuan yang selamanya terjadi.
06:05Tapi pertanyaannya, saya mau ke Mas Ayub. Dengan kepercayaan yang sangat rendah di antara kedua pihak,
06:12kemudian saat ini juga negosiasi yang menggunakan pihak ketiga belum dapat apa-apa dalam tanda kutip gitu ya,
06:17kita tidak tahu apa yang terjadi di belakang, bisa nggak sih ketemu antara kedua orang ini?
06:22Dan apakah ini kemudian menunjukkan bahwa Trump itu sudah mulai punya niat baik dalam konflik ini?
06:29Baik. Ini bisa lihat sinyal yang sangat signifikan ya.
06:34Tapi harus juga dibaca dengan hati-hati.
06:38Karena Trump bukan menawarkan pertemuan tanpa syarat.
06:41Dia sudah bilang bahwa dia jika kesepakatan tercapai,
06:46dia akan siap untuk bertemu dengan Mustafa Khamenei.
06:50Artinya ini lebih sebagai carrot diplomatic.
06:54Ya, ada carrot and stick.
06:55Jadi ada insentif bagi Iran.
06:57Bukan komitmen konkret bahwa ketika Donald Trump bertemu dengan Mustafa Khamenei,
07:02konflik antara dua negara ini akan selamanya berakhir.
07:08Tetapi Trump juga sedang memberikan insentif kepada pihak Iran ya,
07:13agar mau menelesaikan negosiasi langsung bertemu dengan pemimpin tertingginya.
07:21Dalam gaya diplomasi Trump,
07:23kalau kita lihat, dia pernah juga bertemu langsung dengan kepala negara,
07:28beberapa negara yang Amerika Serikat anggap mereka sebagai musuh.
07:33Seperti Kim Jong-un yang terjadi di Singapura.
07:37Nah, pernyataan seperti yang Trump sampaikan,
07:40biasanya berfungsi sebagai pressure, tune,
07:43dan juga sekaligus membuka ruang muka bagi kedua bela pihak
07:48untuk maju tanpa kehilangan muka.
07:53Jadi, bisa terjadi pertemuan tersebut ini,
07:56kita harus melihat ada syarat-syarat dari Amerika Serikat.
08:01Kalau syarat-syaratnya tercapai,
08:03bisa jadi mereka berdua ketemu.
08:05Dan juga ada sejarah tahun 1972,
08:09ketika Nixon bertemu langsung,
08:11berangkat langsung ke China.
08:12dan menelesaikan konflik di antara dua negara
08:16belasan atau puluhan tahun yang waktu itu ada.
08:19Jadi, ini ada dalam sejarah,
08:21atau kalau kita melihat,
08:22Amerika Serikat juga punya pengalaman semacam seperti itu.
08:27Termasuk Trump,
08:28gaya diplomasinya memang langsung mau bertemu dengan pemimpin tertinggi.
08:33Jadi, ada kemungkinan besar,
08:38tapi juga ada banyak tantangan
08:40yang tadi Pak Nostalgia juga sampaikan,
08:43bahwa yang paling besar itu adalah ketidakpercayaan antara dua negara tersebut ini,
08:49atau trust.
08:50Itu yang membuat itu ambatan besar di antara dua negara ini,
08:53yang membuat pertemuan ini agak sulit.
08:57Tapi, apakah Iran mau terima pertemuan tersebut?
09:01Kemarin mereka bilang ini tidak realistis.
09:04Tapi, untuk di belakang,
09:08di backchannel,
09:10mereka juga berlangsung dalam negosiasi.
09:13Intinya, ada kemungkinan besar menurut saya,
09:16tapi kalau dengan syarat-syarat yang sampaikan oleh Donald Trump,
09:21jika kesepakatan tercapai,
09:24bisa jadi mereka bertemu dua pemimpin negara.
09:28Oke, syarat dan ketentuan berlaku ini menjadi penghalangnya.
09:31Tapi masalahnya, Mas Wawan,
09:32kalau kita lihat syarat dan ketentuan berlakunya,
09:34ini adalah kesepakatan.
09:35Jika kesepakatan terjadi,
09:37maka kemungkinan bisa bertemu dengan Mostabah Khamenei.
09:40Tapi, Mas Wawan, jika kita melihat selama ini,
09:44mungkin yang berlangsung secara faktual di lapangan,
09:46apakah negosiasi di belakang ini,
09:48negosiasi tidak langsung ini,
09:50juga sebenarnya sudah berjalan lumayan mulus,
09:52atau memang sama sekali tidak ada kesepakatan
09:55ataupun poin-poin yang bisa mereka setujui?
09:59Jadi, seperti ini,
10:01kita kembali pada pembicaraan antara formal dan non-formal diplomasi.
10:04Jadi, memang pada titik tertentu,
10:07face-to-face diplomasi,
10:08yang ketika kita dilakukan oleh,
10:10cenderung dilakukan oleh Presiden kita sekarang, Prabowo,
10:13ya, itu memang salah satu bentuk untuk pemecah kebentuan.
10:16Karena kita sudah tahu bahwa selama ini,
10:18negosiasi yang terjadi antara Iran dan Amerika itu
10:21cenderung non-formal.
10:22Jadi, bagaimana Pak Dino itu menyatakan bahwa
10:24kita bisa memaksimalkan perangkat-perangkat diplomatik ada,
10:28semua source yang kita miliki,
10:30yang bisa kita lakukan dengan formal diplomasi,
10:33baik itu teknologi, dengan Zoom,
10:35baik itu dengan perantara yang selama ini dilakukan,
10:37misalnya dengan Pakistan, Oman, ataupun Qatar,
10:41dengan Guarantor, misalnya.
10:42Kemarin ketika Iran untuk melakukan negosiasi,
10:45itu memerlukan sebuah penjamin,
10:48ya, itu merupakan Cina juga dilakukan.
10:50Dan juga international institution juga bisa menjadi penengah itu.
10:53Jadi, memang formal diplomasi adalah sebuah langkah-langkah
10:56yang selama ini sebetulnya sudah dilakukan.
10:58Dalam segala bentuk, ya.
11:00Dalam segala bentuk manuver,
11:01di mana kalau saya lihat memang dalam ketika trust ini, ya,
11:07trust antara Iran dengan Amerika pada titik yang sangat rendah
11:11dan kita juga pesimis dengan adanya
11:13pencapaian yang akan terjadi, ya.
11:15Karena kemarin kita juga mengetahui
11:17bagaimana Menteri Perang,
11:20PEDEXED itu di tengah-tengah negosiasi
11:22yang cukup-cukup baik, ya,
11:24kalau kita katakan.
11:25Jadi, ada pelunakan dari pihak Iran tentang nuklir
11:27dan Amerika juga cenderung bicara ke sana.
11:30Pada di tengah pebicaraan itu terjadi telpon dari Netanyahu.
11:34Bibi Netanyahu langsung melakukan direct call
11:35dan itu membuyarkan segala kesepakatan yang ada.
11:38Dan ini yang kita dari awal kita analisan,
11:43ya, memang rapuhnya di situ.
11:44Jadi, ketika diplomasi itu dilakukan
11:47dengan titik trust yang sangat rendah,
11:49apalagi itu dilakukan pada formal diplomasi
11:52yang tidak secara direct,
11:53misalnya Zoom atau segala macam, ya,
11:55kita masih menggunakan perantara
11:58dan ketidakyakin yang cukup tinggi,
12:00itu yang sebetulnya membuat kita agak pesimis, ya.
12:03Dan kita juga melihat bahwa
12:05dalam logika rasional politik luar negeri,
12:08diplomasi face-to-face itu merupakan salah satu
12:10sebetulnya shortcut yang memang benar
12:12kita harus kita lakukan untuk memecah kebuntuan itu.
12:15Sarat-sarat yang dilakukan Trump itu
12:17saya kira itu sebagai salah satu pancingan, ya,
12:20dalam arti dia perlu menjaga maruah Amerika
12:22sebagai negara super power, ya,
12:24dalam arti dia tidak hanya memberikan
12:26noting tools itu saja.
12:27Tapi, di balik itu saya yakin bahwa
12:29Trump sangat membutuhkan itu, gitu.
12:30Waktu-waktu Trump tidak banyak.
12:32Mereka mempunyai waktu yang cukup sempit
12:34untuk, apa-teman, menyelesaikan ini.
12:37Karena ada langkah-langkah ke depan
12:39yang harus dihadapi Trump
12:40dan politik luar negeri.
12:41Kalau dia tidak bisa, misalnya,
12:43facing to the, apa-teman,
12:45pemilu ke depan, ya,
12:46pemilu perantara depan,
12:47dia juga lost dalam politik dalam negeri Amerika, ya.
12:50Dia juga tidak bisa menjadi presiden berikutnya.
12:52Dan ini juga kita sayangkan, sebetulnya.
12:55Jadi, memang, untuk saat ini kita melihat
12:57bahwa Trump tidak memiliki waktu yang cukup, ya.
12:59Jadi, terobosan-terobosan diplomatik itu harus dilakukan.
13:03Bagaimana pergeseran diplomatik Amerika,
13:05dulu pet exit,
13:06sekarang menampilkan lebih banyak Marco Rubio, ya.
13:10Dari mana pendekatan-pendekatan Marco Rubio itu
13:11lebih negosiastik dibandingkan
13:13yang Menteri Perang yang kemarin.
13:15Dan itu merupakan sebuah arah, sebetulnya,
13:17yang diinginkan, ya.
13:18Dan dari awal, kalau kita melihat, ya,
13:21dalam rangka formal diplomasi,
13:24ada satu onomali, ya,
13:25yang luput kita cermati, ya.
13:28Sebetulnya, kalau kita cermati dari awal,
13:30Perang Amerika-Iran itu adalah perang tiga negara,
13:33bukan dua negara.
13:34Tetapi negosiasi dari awal
13:36selalu dilakukan oleh dua negara.
13:38Karena itu saya sering mengatakan bahwa
13:40potensi duri dalam daging,
13:42bahwa manuver-manuver politik yang dilakukan oleh Israel
13:44sangat memicu dan sangat merapukan
13:46negosiasi yang sedang terjadi.
13:47Dan itu hal yang wajar ketika Trump marah-marah
13:50ketika bagaimana rumitnya dia,
13:52keterdesakan dia, frustrasi diplomatik dia
13:55ketika menghadapi Iran.
13:57Di tengah-tengah itu,
13:58kejaran serangan Israel ke Libanon
14:00cukup-cukup ini, ya.
14:01Cukup intens.
14:02Dan itu mengacaukan.
14:03Dan kita tahu bahwa,
14:05meskipun ditolak bahwa,
14:07Perang Israel-Libanon itu merupakan
14:08sesuatu hal yang lain
14:09dibandingkan perang antara
14:10dengan Amerika.
14:11Tetapi, Iran selalu memasukkan itu.
14:13Karena itu salah satu proksinya.
14:16Dan upaya-upaya Israel
14:18untuk mengisolasi diri
14:21dari upaya-upaya perdamaian ini,
14:25kita bisa melihat bahwa
14:26memang target Israel
14:28memang di luar itu.
14:29Jadi, perdamaian yang terjadi
14:31antara Amerika sama Iran
14:33itu merupakan salah satu kerangka
14:35di luar target diplomatik
14:36yang dimiliki oleh Israel.
14:37Israel mempunyai nasional interest sendiri.
14:39Oke, dia mempunyai nasional interest
14:41untuk menaklukkan Iran.
14:43Regime change di Iran.
14:44Dan pemusnahan nuklir di Iran.
14:46Tetapi, dia juga
14:47memiliki kepentingan
14:48untuk memperluas wilayah.
14:50Kita tahu,
14:50dua minggu sebelum penyakit
14:527 Oktober 2023,
14:53dia memampangkan sebuah
14:55new map of Middle East
14:57di mana total wilayah
14:59blok Israel,
15:00termasuk Gaza dan West Bank,
15:01itu dinyatakan
15:03satu blok adalah
15:03satu warna
15:04dan itu adalah
15:05terutama Israel.
15:07Dan dia membuat kerangka baru
15:08kerjasama normalisasi diplomatik
15:10negara-negara Arab dengan Israel
15:11untuk menciptakan
15:12sesuatu yang baru.
15:13Itu sebetulnya
15:14nasional interest yang lain.
15:15Jadi,
15:16perang itu
15:17menjadi sebuah
15:19pertarungan antara Iran
15:20dengan Amerika,
15:21dia mengurusi lain
15:21bagaimana dia menguasai
15:23Golan Heid
15:23dan juga perbatasan
15:24selatan Lebanon.
15:25Dan itu upaya-upaya
15:27nasional interest yang kedua
15:28yang memang ingin dicapai.
15:30Dan dia
15:30sangat terancam
15:31dengan adanya
15:32upaya perdamaian ini.
15:34Ketika upaya perdamaian ini
15:35dilakukan
15:36dan itu misalnya tercapai,
15:37maka perhatian dunia
15:38akan kembali ke Gaza
15:39dan Lebanon.
15:40Dan ini
15:41sesuatu yang
15:42tidak menguntungkan
15:44bagi Israel
15:44di tengah negosiasi.
15:46Duri dalam daging ya,
15:47Mas Fawan,
15:48Israel ini yang masih
15:49kemudian menjadi
15:49salah satu ganjalan
15:50perdamaian antara
15:51Amerika Serikat
15:52dan juga Iran.
15:53Dan saya mau ke
15:54Mas Ayub.
15:55Mas Ayub,
15:55selain tadi soal
15:57Israel yang masih
15:58menjadi ganjalan,
15:59suka
15:59masuk dalam
16:01upaya perdamaian
16:02Amerika Serikat
16:03dan Iran
16:03dan mengacaukannya
16:04dalam tanda kutip,
16:05ada juga
16:05trust yang masih kurang
16:07apalagi AS
16:08dan juga Iran
16:08masih saling serang,
16:10terakhir Sabtu
16:11kemarin juga
16:12saling serang gitu ya.
16:14Bagaimana kemudian
16:15bisa melihat ini
16:16Amerika Serikat
16:17bakal nunduk gitu,
16:18paling nggak nunduk sedikit lah
16:19untuk bisa
16:21membuka negosiasi
16:22dengan Iran.
16:23Apalagi kemarin
16:23ketika kampanye
16:25di Wisconsin,
16:26ini Trump berjanji
16:26akan mengakhiri perang
16:27dengan Iran.
16:28Bakalkah
16:29Trump ini
16:30menundukan kepala
16:31sedikit paling tidak
16:32untuk bisa bertemu
16:33dengan Iran
16:34untuk bernegosiasi?
16:35Nah menurut saya
16:37ada dua
16:39kemungkinannya
16:40atau dua
16:40skenario
16:41bisa negosiasi
16:43ini deal
16:43atau bisa gagal.
16:45Nah yang pertama ini
16:46jika berhasil
16:49apa namanya
16:50deal
16:52minimalis
16:52dia tercapai
16:53antara
16:54Iran
16:54dan Amerika Serikat
16:56Iran mungkin
16:57setuju
16:57untuk melakukan
16:58moratorium
17:00nuklear
17:01jangka panjang
17:02yang itu salah satu
17:03syarat dari
17:04Amerika Serikat
17:05dan juga bisa
17:06diverifikasi
17:07dan juga
17:08selatur mesinnya
17:09juga dibuka
17:10secara bertahap
17:11Amerika Serikat
17:12cabut
17:13blokadanya
17:14blokada laut
17:15atau pelabuhan-pelabuhan
17:17Amerika Serikat
17:18seperti yang tadi
17:19saya bilang
17:19juga
17:20sama yang terjadi
17:21antara
17:23Nixon di
17:23Cina
17:24tahun 1972
17:25tapi itu
17:27kalau kemungkinan
17:28besarnya
17:28kalau
17:29skenario pertama
17:30skenario yang kedua
17:32jika negosiasi ini
17:33gagal
17:34atau
17:34kolaps
17:35negosiasi
17:36tidak
17:36berhasil
17:38itu akhirnya
17:39mereka kembali lagi
17:40ke
17:40perang
17:42karena
17:42dalam sejarah
17:43diplomasi
17:44atau hubungan
17:45internasional
17:45selalu kegagalan
17:46diplomasi
17:47kembali ke perang
17:48dan ini
17:49jika Iran juga
17:51karena selama ini
17:52ada tekanan
17:53tekanan
17:54antara dari Amerika Serikat
17:55dari Iran
17:56dan
17:57karena namanya
17:58genjatan senjata
17:59bukan
18:00bukan
18:01di
18:01berhasil
18:02jadi kalau dalam
18:03genjatan senjata
18:04sering akan ada
18:05tekanan
18:06tekanan yang kita lihat
18:07kemarin
18:08dari Amerika
18:08dari Iran
18:09terhadap
18:10Kuwait Bahrain
18:11dan juga
18:11atau di Selat Hormuz
18:13dan juga ada
18:14balasan atau respons
18:15dari Amerika Serikat
18:16terhadap
18:17Iran
18:17ini
18:17menunjukkan
18:18daya tawar
18:19dua negara tersebut
18:20tetapi
18:21menurut saya
18:22negosiasi ini
18:23masih berlangsung
18:23walau bukan
18:24secara tatap muka
18:26secara informal
18:27atau di back channel
18:28karena
18:29itu yang hal
18:30paling penting
18:31untuk
18:31tahap selanjutnya
18:33tatap muka
18:33negosiasi
18:34tatap muka
18:35antara dua negara
18:35tersebut
18:36kalau dua negara ini
18:38berhasil di belakang
18:39di belakang
18:40di back channel
18:41dan mereka
18:41sepakat
18:42tentang poin-poin
18:44yang ada
18:44bisa jadi
18:45negosiasi
18:46akan kita
18:47menunjukkan
18:48kita
18:48menyaksikan
18:49bahwa
18:50dua negara ini
18:51bisa Donald Trump
18:53ketemu dengan
18:53pemimpin tertinggi
18:54atau
18:54kembali lagi
18:56di level
18:56kementerian luar negeri
18:57dua negara tersebut
18:58jadi
18:59tekanan-tekanan
19:00yang selama ini
19:01berat
19:01saya selalu bilang
19:02ini bagian dari
19:03negosiasi
19:04kalau
19:05ini tekanan-tekanan
19:06karena
19:06kuarsif
19:07diplomasi
19:08jadi mereka
19:09menggunakan
19:09daya tawarnya
19:10dan
19:11kalau lihat
19:12dari sisi Iran
19:13selat hormus
19:14program nuklir
19:16termasuk
19:17proksi-proksi
19:18yang ada di kawasan
19:19itu salah satunya
19:20Hezbollah
19:21dan kalau Amerika Serikat
19:22selalu belakang
19:23kekuatan militer
19:24dan juga
19:25pangkalan-pangkalan
19:26militer
19:27yang ada di kawasan
19:28tersebut
19:28jadi mereka selalu
19:30menggunakan
19:31tekanan-tekanan
19:32tersebut
19:32untuk menunjukkan
19:33bahwa
19:34saya juga tidak
19:35lemah
19:35saya siap
19:36kalau ada tekanan
19:37dari Iran
19:38dari AS
19:39Iran langsung
19:39balas
19:40walaupun
19:40balasannya
19:41tidak sebesar
19:42Amerika Serikat
19:43tapi Iran
19:44tidak mau
19:44dirinya
19:45kelihatan
19:46lemah
19:46jadi tekanan ini
19:48selama negosiasi
19:49masih berlangsung
19:50sampai mereka
19:51berhasil
19:52sampai mereka
19:53sepakat
19:53kalau tidak
19:54kita akan
19:55menyaksikan
19:56atau melihat
19:57kemungkinan besar
19:58akan mulainya
19:59perang lagi
20:00tapi semoga tidak
20:01mereka bisa
20:02sepakat
20:02dan mereka bisa
20:04negosiasi ini
20:05bisa berhasil
20:06karena ada
20:07dua hal yang kedua
20:08ada
20:08kita harus
20:10melihat juga
20:11sisi domestik
20:12dari dua negara
20:13tersebut
20:14Amerika Serikat
20:15juga nanti akan
20:16ada pemilu
20:17di bulan Oktober
20:18atau November
20:18dan ada
20:19hardliner
20:20atau kelompok
20:22yang ingin
20:22Amerika Serikat
20:23berhasil
20:24dengan perang
20:25dengan konflik
20:26dengan
20:26apa namanya
20:28kalahkan Iran
20:29dan Amerika
20:30harus menang
20:31misalnya
20:31ada kelompok
20:33namanya
20:33Haukes
20:34di Kongresnya
20:35Amerika Serikat
20:36karena juga cukup
20:37pro Israel
20:38tapi di sisi Iran
20:39ada tekanan domestik
20:41juga
20:41walaupun kita
20:42tidak melihat
20:42karena ada banyak
20:43apa namanya
20:45kontrol dari pemerintah
20:46terhadap internet
20:47dan akses internet
20:48masyarakat lokal
20:49tapi ekonomi Iran
20:50ini sudah runtuh
20:51masyarakatnya juga
20:52dibawa tekanan
20:54ekonomi yang sangat besar
20:56karena
20:56sangsi yang selama
20:58puluhan tahun ini
20:59dan juga
20:59perang yang selama
21:013 bulan
21:02sampai mau
21:026-4 bulan ini
21:04masyarakat
21:05mata uangnya
21:07sudah sangat lemah
21:08dan masyarakatnya
21:09tidak mampu
21:10untuk mendapatkan
21:11pendapatan yang cukup
21:13untuk biaya hidup
21:14niat mereka
21:15jadi ada tekanan
21:16dari internal
21:17dan tekanan
21:18dari eksternal
21:19itu yang negara-negara
21:20lain atau global
21:22ingin
21:22secepatnya
21:23perang ini
21:24selesai
21:25karena kita sudah
21:26merasakan dampak
21:27niat dari perang
21:28tersebut
21:29seberapa besar
21:29di negara kita
21:30maupun di negara lain
21:32jadi ada
21:32poin-poin
21:34dan faktor-faktor
21:35tersebut ini
21:36yang membuat
21:36negara ini
21:37tidak ingin
21:39untuk kembali
21:40ke perang
21:40atau perang ini
21:41meluas lagi
21:42jadi mereka tahu
21:43biayanya cukup besar
21:45Iran maupun Amerika Serikat
21:47jadi ingin
21:48untuk selesaikan
21:49perang tersebut
21:50secepatnya
21:51oleh karena itu
21:52kemarin
21:53Donald Trump bilang
21:54saya
21:54it's honor to meet
21:56my honor to meet
21:57the pemimpin
21:58tertinggi
21:58niat Iran
21:59itu ada
22:00tanda-tanda
22:01bahwa mereka juga
22:02tidak ingin
22:03melakukan perang
22:04tapi ingin
22:05walaupun musuh
22:06yang sudah hampir
22:06setengah abad
22:07juga dia bersedia
22:09untuk duduk
22:10di meja
22:11dan melakukan
22:13pertemuan
22:13dan bisa
22:14mengakhiri perang
22:15tersebut
22:15demikian
22:16menurut saya
22:16baik
22:17tekanan
22:18masing-masing negara
22:19baik eksternal
22:19maupun internal
22:20ini dialami
22:21masing-masing gitu ya
22:22Amerika Serikat
22:22maupun Iran
22:23tapi saya singkat saja
22:24ke
22:25Mas Wawan
22:26Mas Wawan
22:27jika kita bicara
22:27soal sisi Iran
22:28yang juga
22:29mendapat tekanan
22:30mungkin kalau secara eksternal
22:32Iran tidak peduli
22:33Iran tetap dengan prinsipnya
22:34tidak mau ditekan oleh
22:35Amerika Serikat
22:35tapi kalau secara internal
22:36sudah ada tekanan juga
22:38misalnya dari ekonomi
22:38rakyatnya sendiri
22:40apakah Iran juga
22:41masih mau
22:42untuk berkompromi
22:44misalnya dengan
22:45pengayaan uranium
22:45dan juga misalnya
22:47dengan pembukaan
22:47Selat Hormuz
22:48yang selama ini
22:48menjadi salah satu
22:49senjata utama
22:51yang dimiliki Iran sendiri
22:54dalam hal negosiasi ya
22:56jika ingin menentukan
22:57titik temu
22:57maka harus ada
22:58menurunkan target
22:59diplomatik dari dua sisi ya
23:01dan Iran sangat rasional
23:02dengan hal itu
23:03jadi pola-pola perilaku
23:05diplomatik itu selalu
23:06berlaku dengan
23:06oleh rasional aktor ya
23:08dan dimana
23:09kalau kita lihat
23:10sebetulnya
23:11baik itu Selat Hormuz
23:12ataupun nuklir
23:13sebetulnya
23:13pada titik yang bisa
23:15dinegosiasikan
23:16bagaimana
23:16kalau kita lihat
23:17ketika di Oman ya
23:18arah untuk
23:20menunda
23:21pengayaan uranium
23:22dalam lima tahun
23:24dan dua puluh tahun
23:25itu sudah masuk
23:26dalam sebuah
23:26pembicaraan sebetulnya
23:27ada sebuah konstruksi
23:29diplomati yang cukup maju
23:30sebetulnya saat itu
23:31sebelum terjadi perang
23:32namun
23:33Iran juga sangat menyadari
23:35bahwa sebetulnya
23:35dari awal
23:36taktik-taktik diplomatik
23:38dari Amerika
23:38sama Israel itu
23:39seragam ya
23:40bagaimana kita tahu
23:41ketika ada
23:42gensatan senjata
23:43antara Israel
23:43dengan Hezbollah
23:44waktu itu
23:45tapi pada sisi lain
23:46Israel tetap
23:47menyerang Gaza
23:48jadi politik dua kaki
23:49itu juga terjadi
23:50ketika ada
23:51apa ternyata
23:52pembicaraan yang cukup positif
23:54dari Oman
23:54ketika ada di Oman
23:55maka penyerangan itu
23:56tiba-tiba terjadi
23:57dan itu memang
23:58yang membuat trust itu
23:59pada level yang terendah
24:00namun pada akhir-akhir ini
24:02kita melihat ya
24:03bahwa
24:04Trump mencoba untuk
24:05melokalisir
24:06peran-peran dari Israel
24:07dan ini juga sangat
24:08disadari oleh Iran
24:09ya dimana sekarang
24:11untuk target politik
24:12dari dua negaranya
24:13cukup berbeda
24:13bagaimana Trump
24:14ingin bernegosiasi
24:15dengan
24:15regime change
24:16yang tidak tercapai
24:17nuklir mungkin targetnya
24:19bisa diturunkan
24:20dan juga
24:21slat hormus
24:21yang mungkin
24:22bisa dibicarakan lagi
24:24tetap free
24:24tetapi kontrol
24:25misalnya
24:26pengawasan
24:27ice-nya berada
24:28di tangan
24:29Oman
24:29sama Iran
24:31misalnya seperti itu
24:31dan pada titik yang lain
24:33Israel pada titik
24:35diplomatik
24:36yang belum bisa berubah
24:37jadi upaya
24:38untuk pemusnahan
24:39nuklir dan regime change
24:40sesuatu
24:40unnegotiable
24:41bagi-bagi Iran
24:42dan ini yang
24:43perlu kita cermati ya
24:45ke depan
24:46ada potensi
24:48sebetulnya
24:48bahwa
24:49perang
24:50Iran dengan Amerika
24:53ini akan dialihkan
24:54menjadi perang intra-Arab
24:55waktu itu
24:55bagaimana
24:56Israel dan Amerika
24:58mendorong
24:59Uni Ameriat Arab
24:59untuk berpartisipasi
25:01ini masalah pendanaan
25:02yang juga dibutuhkan
25:04yang kedua
25:04membutuhkan
25:05aliansi yang diperluas
25:06dan
25:07Uni Ameriat Arab
25:09secara rasional
25:10menolak hal demikian
25:11dan
25:12dan tidak terlepas
25:13dari perjanjian
25:14sekarang yang dilakukan
25:15Israel juga sama
25:15sebetulnya
25:16sekarang menarik
25:17pemerintah Libanon
25:18untuk
25:19melakukan perjanjian
25:21gencata-sencata damai
25:22tetapi tidak
25:22melibatkan
25:23Hizbullah
25:24dan
25:24ke depan
25:25kemungkinan besar
25:26ini juga akan
25:27diarahkan menjadi
25:27perang intra-konflik
25:28antara Hizbullah
25:29dengan militer
25:30Libanon sendiri
25:31kita bisa tahu
25:32bahwa sebetulnya
25:33Hizbullah
25:33sebenarnya
25:34mempunyai kekuatan militer
25:35di luar kekuatan militer
25:37dari Libanon
25:38itu sendiri
25:38dan ini menjadi
25:39salah satu kerangka
25:41yang sebetulnya
25:41perlu kita mati
25:42karena
25:43keretakan politik
25:44di politik konfesionalisme
25:46di Libanon
25:47itu sangat kentara
25:47dimana
25:48pembagian kekuasaan
25:49itu bukan berdasarkan
25:50pemilu seperti yang dilakukan
25:51demokrasi di Indonesia
25:53tetapi berdasarkan
25:54pembagian sektarianisme
25:55presiden dari
25:56Kristen Maronit
25:57perdana menteri dari
25:58Sunni
25:58sedangkan ketua parlemen
25:59itu dari SIAH
26:00ketua parlemen
26:01mempunyai ikatan yang kuat
26:02dengan Hizbullah
26:02dan Hizbullah
26:03mempunyai kekuatan militer
26:04sendiri di luar itu
26:05dan ini yang
26:06pola-pola semua
26:07fluktuasi ini
26:08sangat dicermati oleh
26:09Iran
26:10dan dimana sebetulnya
26:11ketika Iran
26:12melakukan serangan
26:14pada Kuwait
26:14beberapa waktu lalu
26:16itu targetnya
26:17bukan pemusnahan
26:17sebetulnya
26:18targetnya adalah
26:19tekanan diplomatik
26:20menunjukkan bahwa
26:20Iran tidak pada
26:21posisi yang tunduk
26:22dan ini juga menekankan
26:23bahwa bagaimana
26:25Trump pada titik tertentu
26:26juga akhirnya
26:27saya harus bertemu
26:28secara sotkat
26:29dengan pemimpin Iran
26:30merupakan salah satu
26:32solusi
26:32yang bisa diambil
26:33dan ini yang
26:34kita tahu
26:36secara pola-pola itu
26:38dicermati
26:40terjadinya
26:40tekanan politik
26:42ekonomi yang
26:42dirasakan oleh
26:44Iran itu
26:44sudah berlangsung
26:45dalam puluhan tahun
26:46dan Iran
26:47sangat rasional
26:48dalam itu
26:48ketika ini
26:50konflik ini
26:51bukan sesuatu
26:52yang negatif
26:54bagi Iran
26:54tetapi salah satu
26:55momentum
26:55untuk menciptakan
26:57perubahan ekonomi
26:58politik
26:58jadi dia
26:59ini harus
27:00dimenangkan oleh
27:01Iran
27:01yang dulu
27:02Iran disangsi
27:03secara ekonomi
27:04bagaimana
27:04sanksi itu dibuka
27:05yang dulu
27:06akses terhadap
27:07humus itu berkurang
27:08bagaimana sekarang
27:08mempunyai akses
27:09yang lebih lebar
27:09oke lah
27:10pada titik tertentu
27:11nuklir bisa dinegosiasikan
27:13asalkan untuk
27:14tujuan masih bisa
27:15tersapai
27:15jadi hal-hal
27:16demikian juga
27:17dipertimbangkan
27:18saya kira
27:20banyaknya suara
27:21dari rakyat Iran
27:22untuk
27:22mungkin
27:23sedikit
27:24protes
27:24dan sebagian lagi
27:26untuk mendukung pemerintah
27:27karena mereka
27:27sudah merasakan
27:28penindasan itu
27:29bukan dilakukan
27:29oleh pemerintah Iran
27:30tetapi memang
27:30dari Amerika
27:31tersendiri
27:32selain repang demokrasi
27:33belum bisa terwujud
27:34di Iran tersendiri
27:34oke dari sisi Iran
27:35bisa memanfaatkan
27:37kesempatan
27:37dalam kesempitan
27:38paling tidak
27:38dan kita harapkan
27:39di luar
27:39saling tekan
27:40antara Amerika Serikat
27:41dan juga Iran
27:42dan juga diganggu oleh Israel
27:45perhudingan yang di belakang
27:46yang tidak langsung
27:47tetap berlangsung
27:48dan paling tidak ada
27:49titik-titik kesepakatan
27:50yang kemudian
27:50akan berujung
27:51pada kesepakatan
27:52yang lebih besar
27:53antara kedua negara
27:54terima kasih
27:54Mas Nostalgi Awan
27:56Wahyudi
27:56Peneliti Timur Tengah Berin
27:57dan juga sebelumnya
27:58Mas Muhammad Ayub Ngirdak
28:01Rasional UNER
28:02sudah bergabung
28:03di Sapa Indonesia pagi
28:04selamat pagi
28:05Mas Ayub
28:05Mas Awan
28:06ya selamat pagi
28:07terima kasih
28:08Mas Ayub
Komentar