Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakil kepala BGN, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini dinilai menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo yang diklaim memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun, setelah berjalan sekitar satu setengah tahun, program tersebut kini dihadapkan pada persoalan dugaan korupsi di tingkat pengelolaannya.

Pada Selasa, 2 Juni 2026, Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN bersama dua wakilnya, yakni Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Prabowo kemudian menunjuk Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, sebagai Kepala BGN yang baru.

Selanjutnya, posisi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional yang sebelumnya diisi Sony Sanjaya digantikan oleh Agustina Arumsari, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP.

#kejagung #bgn #mbg #prabowo #korupsi

Baca Juga [FULL] Bung Anton & Zaenal Arif soal Pertandingan Timnas Indonesia vs Oman Tanpa Jay Idzes di https://www.kompas.tv/olahraga/673111/full-bung-anton-zaenal-arif-soal-pertandingan-timnas-indonesia-vs-oman-tanpa-jay-idzes

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673116/dadan-jadi-tersangka-korupsi-mbg-momentum-benahi-tata-kelola-program-prioritas-prabowo
Transkrip
00:01Kejaksaan Agung menetapkan ex-Kepala Badan Gizi Nasional Jadon Hindayana dan dua ex-wakilnya
00:06sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di program Makan Bergizi Gratis.
00:10Kasus ini harus jadi momentum perbaikan tata kelola program Prioritas Presiden Prabowo Subianto.
00:30Yaitu penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis ataupun tubuh.
00:40Kita tidak bisa tutupi bahwa saya dan Badan Gizi.
00:46Saya terpaksa mengganti orang-orang yang sayang.
00:54Sebenarnya saya sayang.
00:58Orang yang saya bercaya.
01:11Makan Bergizi Gratis
01:12Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diklaim bermanfaat.
01:18Satu setengah tahun berjalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
01:21Selasa 2 Juni 2026, Presiden Prabowo mencopot badan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional.
01:27Serta dua wakilnya, Soni Sanjaya dan Lodewik Pusung.
01:31Selama kurang lebih hampir satu setengah tahun,
01:37melakukan monitoring, melakukan evaluasi.
01:41Maka pada hari ini, selasa tanggal 2 Juni tahun 2026,
01:51Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.
02:01Yang pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
02:12Yang kedua, Saudara Lodewik Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
02:20Yang ketiga, Saudara Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
02:32Prabowo menunjuk Nanik Esdeyang, yang sebelumnya Wakil Kepala BGN, kini menjadi Kepala BGN.
02:39Selanjutnya, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Soni Sanjaya,
02:43digantikan oleh Agustina Arumsari, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP.
02:49Dan posisi Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, Lodewik Pusung,
02:54digantikan oleh Majin Trenggono, yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Musantara.
03:01Tak lama usai dicopot, Kejaksaan Agung menangkap Dada Nungayana, Soni Sanjaya, dan Lodewik Pusung.
03:08Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi tata kelola dan penyimpangan makan bergizi gratis.
03:15Penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional hingga rumah ketiga tersangka dilakukan sejak Rabu Dinihari
03:20untuk mencari bukti dugaan korupsi yang dilakukan ketiganya.
03:24Kejaksaan menduga Dadaan CS menggalikan sejumlah yayasan pengelola SPPG atau Dapur MBG melalui pihak lain.
03:33Kejaksaan juga menemukan adanya dugaan markup anggaran dalam pengadaan 21.801 motor listrik
03:38dengan total sekitar 1 triliun rupiah.
03:42Pengadaan 32.000 pasang sepatu, pengadaan 31.994 tablet,
03:48serta pengadaan 5.400 unit televisi berukuran 7.000 inci.
04:18Presiden Prabowo tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
04:22Prabowo menyebut terpaksa mengganti orang yang dipercaya dan diberikan tugas untuk negara,
04:27justru kini menghadapi penyelidikan hukum.
04:29Saat ini, sebetulnya saya sedih.
04:36Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih.
04:41Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi.
04:59Orang yang saya percaya.
05:06Orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat.
05:12Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum.
05:26Karena itu saya tidak boleh banyak komentar.
05:29Nanti seolah saya mempengaruhi.
05:32Tapi yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya.
05:39Ketua Badan Anggaran DPR, Syed Abdullah menyebut,
05:42tata kelola di Badan Gizi Nasional menjadi salah satu kelemahan BGN.
05:46Syed menegaskan sudah berulang kali mengingatkan dadan Hindayana
05:50untuk fokus pada tata kelola makanan.
05:54Itulah yang saya maskut, perbaiki tata kelola.
05:59Saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas
06:05yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada aspek tata kelolanya.
06:11Dan itu yang saya sampaikan bolak-balik.
06:14Dan fokus kepada makan bergizi gratis, bukan fokus kepada insentif,
06:24fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad.
06:29Itu tidak ada hubungan sama sekali.
06:31Berkaca dari kasus korupsi ini, peneliti Pukatugem Zaino Rahman menilai
06:35pemerintah harus membuka data yayasan pengelola SPPG
06:39agar dapat diawasi oleh masyarakat.
06:41Kami sangat rekomendasikan yang pertama adalah
06:44DAFAR Mitra itu dibuka kepada publik dengan jelas
06:50secara real-time termasuk beneficial ownership-nya.
06:54Jadi siapa pemilik manfaat dari yayasan-yayasan tersebut?
06:59Agar masyarakat bisa memantau apakah diduga akan ada
07:03misalnya perlakuan khusus, istimewa atau tidak.
07:07Ini yang kemudian saat ini diduga terjadi.
07:10Kenapa? Karena diduga ada rekayasa.
07:14Dorokan evaluasi tata kelola makan bergizi gratis langsung di respons kepala BGN,
07:20Nanik S. Deyang.
07:21Nanik langsung memprioritaskan efisiensi anggaran program makan bergizi gratis
07:26tanpa mengurangi jumlah sasaran penerima manfaat.
07:29Nanik juga menegaskan efisiensi anggaran ini tidak akan mengurangi kualitas dari MBG.
07:35Saat ini sudah ada sekitar 27 dapur yang sudah, 27 ribu lebih dapur yang sudah operasional.
07:44Kami akan beresin dulu ini.
07:48Jadi kami beresin dulu mas, beresin dulu.
07:50Karena apa?
07:52Jujur sekarang yang untuk ini dianglumerasi, yang 3T belum kesentuh.
07:56Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T.
08:02Terungkap pedugan korupsi di program MBG dan pergantian pimpinan BGN
08:07bisa jadi momentum perbaikan tata kelola MBG
08:10yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo
08:13untuk pemenuhan bizi anak Indonesia.
08:15di milikutan Kompas TV
08:18Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan