00:01Intro
00:04Saudara hamparan sampah, bak pulau muncul di pesisir muara angke penjaringan Jakarta Utara.
00:11Sampah plastik dan kayu yang menumpuk puluhan tahun membentuk sedimen lumpur.
00:15Akibatnya lalu lintas perahu nelayan terganggu.
00:18Baling-baling kapal sering rusak karena tersangkut sampah dan juga kayu.
00:24Intro
00:28Inilah kondisi muara kali adem, muara angke, Senin siang.
00:31Dari udara terlihat gundukan sampah mengapung seperti berbentuk pulau.
00:36Dominasi sampah plastik dan potongan kayu ini sudah mengendap jadi lumpur tebal.
00:40Jalur utama nelayan tradisional jadi sempit.
00:44Saat air surut perahu nelayan kandas.
00:47Saat air pasang, sampah menyerbu dan merusak baling-baling.
00:51Kalau keluar nelayan itu kadang-kadang kalau air pasang, kadang-kadang sering terjadi nabrak kandasan.
01:00Ya kadang-kadang masih ada tunggak karena gak ada perawatan di bibir kali ini.
01:05Itu sampah sama lumpur itu bercakap?
01:07Sampah sama lumpur.
01:08Itu udah banyak banget?
01:10Itu sejak kapan sih pak?
01:11Sejak, yaudah berapa tahun, puluhan-puluhan tahun.
01:15Enggak ada yang bersih atau jika?
01:16Enggak ada, enggak ada.
01:16Pak?
01:17Ada, kadang-kadang ada, cuman gak terlalu aktif.
01:20Aktif.
01:20Enggak aktif.
01:21Muara kali adem adalah satu-satunya atas keluar masuk ribuan kapal nelayan.
01:26Kini mereka harus berjibaku membersihkan baling-baling sebelum melaut.
01:31Berarti kerugiannya itu membuat rusak kapal atau gimana pak?
01:34Iya, nyangkuh di kapal, masuk ke kapal itu merusak sih.
01:38Yang terutama di baling-baling.
01:40Kadang kena kayunya, bisa pecah, baling-baling.
01:44Itu udah sering terjadi pak?
01:45Sering bang.
01:47Waktu pas sampah banyak, sering terjadi.
01:51Nelayan mendesak pemerintah segera mengeruk sampah dan lumpur di Muara kali adem yang sudah mengganggu aktivitas nelayan.
01:57Menurut nelayan, rusakan kapal akibat sampah terjadi hampir tiap pekan.
02:02Jika dibiarkan, ribuan nelayan Muara Angkai terancam kehilangan mata pencariannya.
02:08Tim Liputan, Kompas TV.
02:15Hamparan sampah bak pulau muncul di pesisir Muara Angkai Penjaringan Jakarta Utara.
02:20Lalu seperti apa respons dari Pemprov DKI Jakarta?
02:23Kita sudah bergabung dengan staf khusus gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Ciko Hakim.
02:28Bang Ciko, selamat siang.
02:32Ini tadi kita sama-sama mendengarkan bahwa ada keluhan dari nelayan, ada sampah, hamparan sampah yang muncul bahkan seperti pulau
02:40begitu di pesisir Muara Angkai.
02:42Dari Pemprov sendiri apakah sudah meninjau langsung ke lokasi?
02:46Yang pasti Dinas Lingkungan Hidup selalu memantau dan juga melakukan pembersihan.
02:50Dalam beberapa hari terakhir, setiap minggunya juga dan ini seperti tadi di awal Putus sudah sampaikan bahwa tumpukan ini bukan
02:59hanya terjadi baru-baru saja tapi sudah puluhan tahun.
03:01Artinya kita tahu bahwa ini adalah sampah yang terbawa dari 12 sampai 13 sungai di Jakarta yang bermuara ke laut.
03:09Terutama mereka, sampah ini semakin mengalir akibat dari juga banjir kiriman dari Jawa Barat.
03:18Fenomena musim angin barat dan arus laut yang mengumpulkan sampah ini juga terjadi di Teluk Muara Angkai.
03:25Jadi memang banyak pengaruhnya.
03:28Tapi yang utama tentunya kita ketahui dan kita harus sadari bersama dan mengakui bahwa ini adalah juga dampak dari ketidak
03:37tertiban dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
03:41Bukan hanya di warga Jakarta tapi juga warga di luar Jakarta karena sungai ini juga asalnya bukan hanya dari melintasi
03:49wilayah Jakarta.
03:50Nah dan ke depan tentu banyak hal yang akan dilakukan oleh Pemprov LKI Jakarta selain mengupayakan untuk bisa mengangkut sampah
03:59ini dan kemudian membuangnya di tempat yang memang diperuntukkan untuk tempat pembuangan akhir.
04:04Tapi juga harapan kami yang tentunya selama ini juga tidak hentinya mencoba bersosialisasikan dan juga mengedukasi masyarakat untuk kemudian hidup
04:17bersih.
04:17Apalagi sekarang kita juga memang sedang darurat sampah dan tanda kutip akibat apa keterbatasan bantar Gebang untuk bisa menerima sampah
04:26-sampah buangan dari Jakarta.
04:28Kita harapannya memang masyarakat mulai satu membawa sampah pada tempatnya yang kedua kemudian juga memilah dan ini menjadi tantangan bagi
04:38kota kita yang tercinta ini.
04:40Oke, Mas Jiko kalau bicara soal sampah apalagi yang kemudian berakhir di laut ini kan kita harus lihat bukan hanya
04:48yang di lautnya saja tapi dari khususnya masyarakat ataupun juga warga yang tinggal misalnya di bantaran kali, sungai,
04:55sampai dengan yang ada juga di wilayah terdampak seperti di Muara Angke.
04:59Sejauh ini komunikasinya seperti apa? Tadi Pemprov bilang sudah ada upaya begitu ya untuk ada program pilah sampah.
05:05Sejauh ini bagaimana komunikasinya dan respon dari masyarakat seperti apa? Kendalanya di mana?
05:10Ya, so far respon masyarakat cukup positif. Namun tentu ini adalah budaya yang memang harus kita ubah bersama ya.
05:18Saya tidak berusaha untuk menyalahkan siapapun atau pemerintahan di era siapapun tapi ini sudah terjadi cukup lama.
05:25Dan masih terjadi sampai hari ini. Itu juga mengapa terkait dengan pengolahan sampah, terkait dengan hal-hal yang sifatnya bagaimana
05:33bisa mengurangi sampah turun ke kali atau ke sungai.
05:37Itu juga tergantung juga terhadap kebijakan terkait dengan normalisasi misalnya.
05:43Kami ingin memilih normalisasi tentunya. Yang pertama untuk memindahkan saudara-saudara kita merelokasi dan supaya mereka juga secara sukarela merelokasikan
05:55dirinya
05:56ke tempat-tempat yang lebih baik untuk tempat tinggal seperti rumah susun yang tentunya juga sudah kami sediakan.
06:03Dan ini untuk mengurangi bagaimana sampah-sampah bisa terbuang ke sungai dan lain-lain.
06:09Dan hal ini tentunya juga dilakukan untuk melebarkan sungai misalnya.
06:16Dan juga mengurangi dampak yang bisa terjadi apabila hujan deras, banjir, dan lain-lain.
06:23Sampai saat ini masyarakat cukup ada antusiasme untuk kemudian memilih sampah walaupun masih juga kurang.
06:31Dan kita harus menyadari bahwa gerakan pilah sampah, recycling, dan zero waste ini bukan gerakan yang mudah.
06:39Bahkan di negara maju sekalipun. Misalnya di Singapura tingkat berhasilan pilah sampah rumah tangga itu hanya 11%.
06:46Tapi kalau dicampur dengan sampah industri misalnya bisa sampai tingkat keberhasilan 50%.
06:52Namun tentu kita tetap optimis karena memang ini adalah sesuatu yang harus dilakukan.
06:59Bukan opsi tetapi menjadi suatu hal yang sebagai kewajiban kita bersama.
07:06Oke, itu adalah proses yang panjang ya Mas Iko.
07:09Artinya perlu waktu untuk kemudian menumbuhkan kesadaran dari masyarakat.
07:13Tapi kalau kita bicara soal yang jangka pendek, ini kan artinya pulau sampah dalam tanda kutip ini harus segera diselesaikan.
07:21Karena tadi kalau kita dengarkan begitu beberapa pernyataan dari nelayan, ini mengeluh.
07:26Sampah ini tuh bisa menyangkut di baling-baling, merusak kapalnya, dan berujung pada kemudian tidak bisa beroperasi dan tidak bisa
07:33berlayar.
07:34Kalau dari Pemprov sendiri, apa mekanismenya untuk pulau sampah ini?
07:39Apakah nanti akan ada alat berat yang diturunkan? Jumlahnya berapa? Personilnya berapa Mas Iko?
07:45Pasti. Jadi gini, pembersihan rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup sebenarnya sudah dilakukan.
07:50Dan terutunya juga oleh Sudin Lingkungan Hidup di Jakarta Utara maupun Kepulauan Seribu.
07:55Untuk kemudian mengerahkan kapal, sampah, alat berat, dan truk untuk angkut sampah.
08:01Dan tentunya koordinasi dengan nelayan juga dilakukan.
08:04Dan komunitas tempat misalnya, komunitas mangrove, morangke.
08:08Karena kita tahu dan wilayah morangke ini adalah wilayah mangrove.
08:11Dan untuk itu terkait dengan jangka menengahnya misalnya,
08:16ya kita sudah saya sampaikan tadi terkait dengan normalisasi sungai dan pengerukan program pemilihan sampah dari sumber.
08:23Tetapi artinya karena memang tadi seperti Putu di awal sudah sampaikan,
08:27ini bukan terjadi 1, 2, 3 tahun ke belakang,
08:31tapi sudah terjadi puluhan tahun sehingga bisa membentuk seperti sebuah pulau.
08:35Tentunya bukan hal yang mudah.
08:37Tetapi tentu yang utama bagi Pemprov DKI Jakarta adalah
08:41untuk bagaimana menjaga keseimbangan di mana para nelayan untuk tetap bisa bekerja
08:47dan tidak menyulitkan mereka.
08:49Dan ini yang kita butuhkan tentunya koordinasi yang lebih intens lagi
08:54dengan masyarakat setempat atau para nelayan dan juga komunitas setempat.
08:58Sehingga kita tahu, walaupun memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat,
09:03tetapi prioritas-prioritas di mana sampah-sampah itu yang betul-betul harus segera diangkut
09:10dan segera dibawa ke tempat lain.
09:14Dan ini yang menjadi tantangan bersama.
09:16Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat, Dinas LH akan melakukan koordinasi
09:22dan tentunya bagaimana supaya jalur-jalur nerah ini tetap terbuka
09:26sambil tentu mencoba mengurangi jumlah tadi sehingga bentukan seperti pulau itu bisa kita hilangkan.
09:35Mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi tetap bisa dilakukan secara bertahap.
09:40Oke, artinya kompensasi atau solusi sementara bagi para nelayan yang perahunya rusak
09:46dan kemudian tidak bisa berlayar, ini masih harus menunggu hasil dari kunjungan KLH
09:51atau memang sudah ada rencana yang disiapkan oleh Pak Gubernur ataupun juga Pak Wagub?
09:58Mungkin terkait dengan kompensasi nanti akan dibisarakan ya, tapi ini belum menjadi hal yang prioritas.
10:03Yang utama bagi kami adalah bagaimana tentunya menghilangkan sampah tersebut.
10:07Jadi dengan tidak adanya permasalahan dengan nelayan, tentunya apapun itu sampah tidak layak berada di laut.
10:15Kita harus memahami itu ya, karena bukan hanya terkait dengan pelintas trafik nelayan,
10:20tapi juga pencemaran terhadap laut kita yang tentunya di situ juga banyak yang kita gunakan air laut yang kita harapkan
10:29menjadi bersih.
10:29Tetapi tentu ini akan kita pikirkan dan mitigasinya akan kita lakukan segera.
10:36Tentu keterlibatan dari nelayan, masukan dari masyarakat maupun komunitas akan sangat berharga bagi kita untuk bisa mencari jalan keluar yang
10:45terbaik.
10:46Oke, baik kita harapkan jalan keluarnya ini bisa segera ditemukan, nelayan bisa berlayar,
10:52tapi yang paling penting lingkungannya juga tetap terjaga karena sampahnya ini tidak kemudian menumpuk dan bisa diolah dengan lebih baik
10:58lagi.
10:58Terima kasih, staf khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ciko Hakim, sudah bergabung bersama Kompas Siang hari ini.
11:05Terima kasih.
11:07Saudara, usai jeda, Kompas Siang masih akan kembali dengan sejumlah informasi,
11:11salah satunya harga sejumlah bumbu masak di pasar tradisional Surabaya.
11:15Terima kasih.
11:15Terima kasih.
Komentar