- 2 hari yang lalu
- #kemayoran
- #jakarta
- #kebakaran
- #jakpus
KOMPAS.TV - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta membahas langkah penataan kawasan permukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, pascakebakaran pada Senin (01/05/2026). Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menyoroti penanganan warga terdampak, proses rehabilitasi, hingga rencana penataan kawasan agar lebih aman dan tertata guna mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang. #kemayoran #jakarta #kebakaran
#kebakaran #kemayoran #jakpus
Baca Juga [FULL] Wali Kota Jakpus soal Skema Ujian Sekolah Siswa Terdampak Kebakaran Kemayoran di https://www.kompas.tv/regional/672418/full-wali-kota-jakpus-soal-skema-ujian-sekolah-siswa-terdampak-kebakaran-kemayoran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672420/full-usai-kebakaran-kemayoran-stafsus-gubernur-dki-bahas-rencana-tata-permukiman-padat-penduduk
#kebakaran #kemayoran #jakpus
Baca Juga [FULL] Wali Kota Jakpus soal Skema Ujian Sekolah Siswa Terdampak Kebakaran Kemayoran di https://www.kompas.tv/regional/672418/full-wali-kota-jakpus-soal-skema-ujian-sekolah-siswa-terdampak-kebakaran-kemayoran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672420/full-usai-kebakaran-kemayoran-stafsus-gubernur-dki-bahas-rencana-tata-permukiman-padat-penduduk
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih informasinya jurnalis Kompas TV, Fedris Kaananda dan juga juru kamera Yogi Syahrefi melaporkan langsung dari lokasi kebakaran, tepatnya
00:10di posko pengungsian di Kemayoran Jakarta.
00:13Nanti akan kami update lagi perkembangan dari sana. Terima kasih Fedris Kaananda dan juga Yogi Syahrefi. Selamat bertugas kembali dan
00:20tetap berhati-hati.
00:21Saat ini kami akan tampilkan kepada Anda ini adalah visual terbaru dari udara dari juru kamera Andika Pratama dan juga
00:31Denny Yosua yang memperlihatkan kepada Anda bagaimana situasi dan juga kondisi pasca kebakaran yang menghabiskan ratusan rumah warga di wilayah
00:42Kemayoran Jakarta.
00:44Dimana setidaknya ada 500 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada tadi malam.
00:55Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api secara maksimal di wilayah pemukiman padat penduduk ini.
01:05Upaya pemadaman api dilakukan selama 7 jam lamanya dengan mengerahkan puluhan personil pemadam kebakaran dan juga belasan mobil pemadam kebakaran
01:18untuk memadamkan api.
01:20Upaya pemadaman dilakukan selama 7 jam dan api berhasil dipadamkan pada pukul 4 pagi tadi.
01:28Saat ini saudara seperti yang kita ketahui dari laporan jurnalis Kompas TV Federiska Ananda dan juga juru kamera Yogi Sharefi
01:35yang melaporkan bahwa memang ada beberapa posko pengungsian yang sudah didirikan atau tenda pengungsian yang sudah didirikan.
01:45Ada 6 tenda posko pengungsian yang sudah didirikan dan juga ada dapur darurat yang juga sudah didirikan.
02:11Terima kasih.
02:28Pemukiman padat penduduk di Kemayoran Jakarta.
02:31Bagaimana langkah cepat dari Pemprov DKI Jakarta untuk bisa menangani korban terdampak?
02:38Ada 500 kepala keluarga Bapak di sana.
02:42Baik, yang pertama tentu mewakili Pak Gunur dan Wakil Gubernur ya mengucapkan turut perhatian ya atas bencana kebakaran yang terjadi
02:54di kawasan Kemayoran ini.
02:55Yang kedua tentu ini dalam proses tanggap darurat ini Mbak Adisting ya jadi sejak tadi malam seluruh OPD terkait sudah
03:02diterjunkan untuk mengantisipasi.
03:05Pertama tentu memadamkan kebakaran ya terus kemudian menyiapkan tenda-tenda darurat kemudian lakukan juga pendataan secara akurat ya apa saja
03:14yang dibutuhkan.
03:15Pagi ini pun ya dari mulai dari tingkat wali kota, camat dan lurah juga sudah diteruskan oleh Bapak Wakil Gubernur
03:21untuk langsung terjun ke lapangan untuk mendata dan mengecek kembali apa saja yang masih kurang untuk dapat segera dipenuhi.
03:28Ini dalam proses tanggap daruratnya ya. Sementara itu untuk tahap kedua nanti setelah tanggap darurat ini tentu OPD terkait juga
03:37sedang melakukan pendataan ulang terkait dengan bagaimana penataan ke depan kawasan yang terdampak kebakaran ini untuk ditata ulang.
03:45Nah ini tentu bagian dari ada tiga yang sedang bekerja keras yaitu dinas citata untuk mengetahui cek kembali tata ruangnya,
03:52kemudian dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman untuk memastikan bentuk penataannya,
03:57dan ketiga tentu dari pihak wali kota Jakarta Pusat untuk memastikan kondisi sosial masyarakatnya. Ini yang sedang disiapkan Mbak Aristi.
04:05Oke, saat ini proses tanggap darurat masih terus dilakukan untuk bisa menangani korban terdampak dari kebakaran tersebut, begitu pendistribusian bantuan
04:17juga dioptimalkan.
04:19Salah satu yang tadi disebutkan oleh jurnalis Kompas TV di lokasi kebakaran, saat ini warga membutuhkan toilet portable, termasuk juga
04:28bantuan bagi kaum rentan, lansia, ibu hamil, dan juga balita.
04:33Ini yang kemudian juga harus difikirkan, tadi Anda sudah sempat menyinggung, soal penataan ulang kembali di permukiman padat penduduk.
04:42Permasalahan klasik Pak di permukiman padat penduduk adalah soal sistem kelistrikan. Bagaimana pembenahan selanjutnya setelah ini?
04:51Ya, betul. Jadi harus diakui memang sebagian besar dampak kebakaran itu diakibatkan oleh hubungan arus pendek ya,
05:00persleting di permukiman padat. Ini yang hampir terjadi lebih kurang dari 70-80 persen penyebab kebakaran di permukiman padat.
05:08Nah, ini tentu harus dilakukan dengan penataan ulang mulai dari kawasan permukimannya, termasuk juga nanti jaringan utilitasnya nih, Mbak Adisti.
05:16Jadi tidak hanya sekedar membangun rumahnya saja, tapi juga membangun jaringan utilitasnya.
05:21Ini yang sedang disiapkan tadi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
05:25Kemudian yang kedua tentu ini terkait dengan jaringan utilitas ya, mulai dari nanti PLN-nya, terus gasnya juga ya, air
05:33bersih, sehingga kawasan dapat ditata lebih baik lagi.
05:36Nah, ketiga yang tidak kalah penting, ini juga menjadi pembelajaran bagi kawasan pembangunan pemukiman padat lainnya,
05:42untuk melakukan yang kita sebut audit, terutama audit jaringan listrik di pemukiman padat.
05:48Ada tiga persoal utama sebenarnya, Mbak Adisti, kalau kami dapat data dari Kulkarmat, yaitu,
05:54pertama, jaringan listrik di pemukiman padat ini seringkali melebihi dari standar yang ada ya,
05:59artinya pemakaiannya juga perlu dievaluasi kembali, misal pemakaian listrik yang bertumpuk-tumpuk misalnya.
06:06Kemudian kedua yang juga dilaporkan, ternyata kualitas kabel yang digunakan, ini juga tidak memenuhi SNI,
06:12sehingga kabel-kabel yang ada itu seringkali mudah terbakar, ini juga menjadi catatan dari pihak PLN bahkan.
06:18Dan ketiga, tentu adalah pemakaian yang bijak terhadap jaringan listriknya.
06:22Nah, tiga penyebab ini yang kemudian menjadi catatan untuk di pemukiman padat selanjutnya, ya,
06:27belajar dari kasus-kasus kebakaran termasuk yang di Kemayoran ini.
06:31Untuk itu, ke depan penataan yang tadi disampaikan, itu tidak sekedar menata kawasan pemukimannya,
06:36tetapi juga menata kembali, terutama jaringan listrik yang ada di pemukiman padat.
06:41Kira-kira itu yang sedang disiapkan oleh dinas terkait.
06:45Kemudian untuk menambahkan informasi, Mbak Adisti,
06:47untuk tersediaan air bersih, pihak PAM, ya, sedang melakukan suplai air bersih untuk mendata kekurangannya.
06:55Kemudian akan segera digirim tangki-tangki air bersih.
06:58Kemudian untuk public toiletnya, toilet, ya, ada dua OPD yang sedang menyiapkan.
07:03Satu adalah Dinas Lingkungan Hidup, ya, yang menyediakan portable toilet.
07:07Kemudian juga Badan Penanggulan Bicara Daerah yang juga menyediakan portable toilet
07:12untuk memastikan kecukupan dari warga.
07:14Sementara untuk kebutuhan anak-anak dan juga lansia,
07:18Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Anak juga sedang berkoordinasi
07:21untuk memastikan kebutuhannya.
07:23Terkait tadi berita informasi untuk adik-adik yang sedang melakukan ujian,
07:27Dinas Pendidikan sudah menginformasikan akan melakukan pendampingan
07:31untuk memastikan bahwa anak-anak dapat mengikuti ujian selanjutnya
07:35yang akan diatur oleh masing-masing sekolah dari anak-anak didik yang hari ini tidak bisa ikut ujian.
07:42Kira-kira itu catatan tambahannya, Mbak Adi.
07:44Oke, ada beberapa catatan tambahan.
07:46Salah satunya ada Dinas Pendidikan yang nanti juga akan menghandle bagaimana
07:49kemudian nasib anak-anak yang saat ini seharusnya dijadwalkan akan menjalani ujian,
07:56tapi dengan peristiwa ini nanti akan seperti apa, nanti akan diatur kembali.
08:01Jadi saya tertarik kepada audit Pak, audit soal kelistrikan, sistem kelistrikan
08:06yang ini betul-betul harus segera dibenahi secara komprehensif,
08:11terutama di DKI Jakarta, di permukiman padat penduduk.
08:15Nah, auditnya nanti akan seperti apa, implementasi di lapangannya,
08:19terutama bagi permukiman padat penduduk.
08:23Apakah ini akan dilakukan melalui layer RT, RW, atau kelurahan, atau kecamatan,
08:28atau mungkin gul karmat setempat, dan apa sanksinya,
08:32atau apa nanti implementasi seperti apa yang nanti akan dilakukan?
08:37Baik, ada tiga catatan yang kami terima, ya.
08:40Dari 178, terutama di RW yang padat penduduk, ya.
08:45Misal kalau kita bicara selain kemayuran ini kan ada kawasan seperti Petamburan,
08:48Taman Sari, ya, Guntur, ya.
08:51Itu beberapa lokasi yang merupakan kawasan padat penduduk,
08:55yang menjadi catatan dari kawasan ataupun RW yang rawan kebakaran, ya.
09:00Ini dari data dari Kulkarmat, ya.
09:02Sementara dari Badan Penduduk Penjana Daerah,
09:05ada tiga yang sedang disiapkan, ya,
09:07untuk mengantisipasi mitigasi penjana kebakaran tadi, Mbak Adisti.
09:10Yang pertama, tentu, bersama, ada tiga pihak, ya.
09:13Bersama pihak PLN, kemudian juga dari Kulkarma,
09:16dan juga dari pihak kepolisian,
09:18itu akan melakukan atau pemeriksaan jaringan listrik di kawasan yang rawan kebakaran tadi.
09:23Untuk memastikan, pertama tadi, jaringan listriknya tadi benar-benar tidak tumpang tindih, ya,
09:28seperti yang kita ketahui di pemukiman padat.
09:30Kemudian juga melakukan pengecekan sampai dengan ketika rumah atau hunian,
09:33memastikan bahwa kabel-kabel yang digunakan, ya,
09:37untuk ngecas baterai ataupun HP, ya, misalnya, gitu, ya,
09:42jaringan yang digunakan adalah listrik-listrik yang berstandar SNI.
09:45Untuk memastikan bahwa kabel tadi tidak mudah meleleh, misalnya,
09:47sehingga mengantisipasi terjadinya hubungan arus pendek.
09:51Dan yang ketiga, akan disiapkan selain jaringan listrik tadi itu,
09:56yaitu semacam posko untuk rawan kebakaran.
10:00Jadi ada petugas-petugas sukarelawan nanti yang melakukan penjagaan
10:03atau mitigasi penjaga kebarangan.
10:05Artinya begini, jika terjadi kebakaran,
10:07posko-posko rawan ini tahu melakukan apa dan bagaimana
10:11untuk memperpendek atau tidak mempersempit jaringan kebakaran
10:15yang akan terjadi di kawasan tersebut.
10:17Nah, ini yang tengah dan siap dilakukan oleh Kul Karmat dan juga BBPD-nya.
10:21Kira-kira itu informasi yang kami dapat.
10:23Terima kasih, Mbak Adisni.
10:24Oke, termasuk juga data yang didapatkan oleh Pemprov DKI Jakarta,
10:31ada berapa kelurahan atau wilayah yang kemudian menjadi atensi
10:36untuk segera dibenahi, untuk segera diaudit,
10:39jangan sampai peristiwa yang ada di Kemayoran Jakarta ini
10:42juga melanda wilayah lain di Jakarta?
10:45Ya, dari peta yang dibuat oleh Dinas Citata ya,
10:50peta dari Jakarta 1 ya,
10:54dari 5 tahun terakhir ini, peta yang kami dapat,
10:56pemetaan ini merupakan superimpos ya,
10:58antara Citata dengan Kul Karmat dan kemudian juga
11:01Barang Polongajar Daerah.
11:03Dalam 5 tahun terakhir ini, tercatat setidaknya ada 178
11:07RW yang rawan kebakaran ya.
11:09RW yang rawan kebakaran paling mudah kita tandai
11:12seperti daerah Tambora ya,
11:14terus kemudian Taman Sari,
11:16kemudian juga daerah utara terutama ya,
11:19daerah utara, barat, dan timur bagian utara
11:21yang dinominasi oleh pemungkinan padat, Mbak.
11:24Nah, ini tentu yang menjadi titik awal
11:26dibandingkan kalau kita bicara di Jakarta Selatan misalnya ya,
11:29yang relatif lebih aman kawasannya.
11:31Nah, dari pemetaan itu kita bagi menjadi 3 prioritas ya.
11:35Yang pertama tentu kawasan yang paling rawan kebakaran,
11:38terutama didominasi oleh kawasan yang sangat padat penduduk,
11:40tetapi jadikan listriknya tadi bisa dikatakan kurang baik ya.
11:44Nah, ini yang menjadi prioritas utama,
11:46yang tadi saya katakan,
11:47Tambora, Taman Sari itu prioritas utama kami.
11:50Kemudian yang kedua,
11:51akan dilakukan segera sosialisasi,
11:53tadi audit bangunan terhadap kawasan yang paling rawan kebakaran tadi
11:57untuk mencegah kebakaran akan terulang.
11:59Dan ketiga tentu disiapkan juga
12:02poskota di Relawan,
12:04supaya warga atau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan kebakaran tadi
12:07juga memiliki sikap tanggap terhadap darurat kebakaran.
12:11Intinya kalau ada kebakaran,
12:12masyarakat tahu bagaimana mencegahnya,
12:15mempersempitnya,
12:16dan melakukan evakuasi,
12:18sehingga tidak akan ada korban jiwa yang terjadi di kawasan tersebut.
12:22Nah, ini 3 langkah yang setiap syagam.
12:24Sebagai tambahan diumurasi, Mbak Sisti,
12:26kalau lihat dari peta rawan kebakaran itu,
12:29pada setiap tahun,
12:31itu puncaknya itu ada di bulan Agustus dan September,
12:33itu bulan-bulan puncak yang paling banyak,
12:35atau paling tinggi,
12:37tingkat angka kebakarannya.
12:38Ini tentu menjadi prioritas dari Pemprov DKI,
12:41pada bulan-bulan yang paling rawan,
12:43karena itu bukan puncak musim kemarau,
12:45ya Mbak Sisti.
12:45Nah, ini biasanya,
12:47satu hari bisa terjadi beberapa kali kebakaran.
12:49Nah, untuk itu,
12:50yang tadi saya katakan,
12:52dari peta yang kami dapat,
12:54dilakukan pencegahan kebakarannya.
12:57Kira-kira itu, Mbak Sisti.
12:58Oke, jadi dari catatan Pemprov DKI Jakarta,
13:00ada 178 RW,
13:03yang kemudian menjadi wilayah rawan dari peristiwa kebakaran,
13:08apalagi ketika memasuki puncak musim kemarau,
13:11inilah yang kemudian harus diantisipasi oleh Pemprov DKI Jakarta.
13:15Saya ingin juga bertanya soal nasib warga yang kita tahu,
13:19rumah mereka hangus,
13:21karena memang api melahap begitu hebat di sana,
13:26bahkan mereka tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka.
13:29Bagaimana dengan Pemprov DKI Jakarta,
13:34langkahnya seperti apa?
13:35Apakah akan membangun kembali hundian mereka,
13:38di tempat yang sama,
13:40atau kemudian akan ada relokasi?
13:42Tapi jangan dijawab dulu, Pak Nirwono,
13:44kita akan saksikan jawabannya.
13:46Usai jeda, jadi tetaplah bersama kami dalam Breaking News Kompas TV.
13:56Yang Anda saksikan ini adalah visual dari udara,
13:59yang diambil oleh pilot drone Kompas TV,
14:02yang memperlihatkan bagaimana dampak dari kebakaran,
14:07yang menghanguskan ratusan rumah di permukiman padat penduduk di wilayah Kemayoran Jakarta.
14:19Dari informasi sementara yang kami dapatkan,
14:22setidaknya ada 500 kepala keluarga terdampak dari peristiwa kebakaran.
14:29Kita lihat bersama saudara dari pantauan udara,
14:33di mana atap dari rumah warga seluruhnya hangus,
14:39terbakar api,
14:41hanya tersisa bangunan-bangunan tembok yang masih berdiri,
14:46pasca peristiwa kebakaran yang terjadi pada tadi malam, saudara.
14:51500 kepala keluarga terdampak dari peristiwa kebakaran yang terjadi pada tadi malam,
15:01dan upaya pemadaman dilakukan secara optimal oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran,
15:07api baru bisa dipadamkan setelah 7 jam upaya pemadaman dilakukan, saudara.
15:15500 kepala keluarga terdampak dan Pemprov DKI Jakarta sudah mendirikan beberapa tenda
15:24untuk dipakai sebagai posko pengungsian bagi warga yang terdampak.
15:31Tidak hanya posko pengungsian yang sudah didirikan,
15:35tapi juga ada dapur darurat yang juga sudah didirikan
15:40untuk bisa memenuhi kebutuhan makan dan juga minum dari warga yang terdampak dari peristiwa kebakaran.
15:53Perbincangan soal bagaimana antisipasi termasuk juga penanganan dari peristiwa kebakaran
16:00yang terjadi di wilayah Kemayoran Jakarta,
16:03kita akan kembali terhubung dengan staf khusus Gubernur DKI Jakarta,
16:08Pak Nirwono Yoga melalui sambungan daring.
16:10Pak Nirwono masih bersama dengan Adi Siti di Breaking News Kompas TV.
16:13Tadi sebelum kita break, saya sempat menanyakan,
16:17ini kan kalau kita lihat ya secara langsung bagaimana visual dari pantauan udara di lapangan,
16:22bahwa ini sudah hangus, betul, terbakar, tidak ada lagi yang tersisa,
16:27bahkan apakah nanti Pemprov DKI Jakarta akan kembali membangun di wilayah yang sama,
16:34di tempat yang sama bagi warga terdampak atau kemudian ada kompensasi mekanismenya
16:40atau kemudian akan direlokasi, Pak?
16:45Baik, Mbak Distin. Jadi ada lima langkah yang setengah disiapkan ya.
16:49Kalau tadi kita bicara paral dengan tanggap darurat,
16:52maka ini tentu dalam konteks jangka menengah, jangka panjang ke depannya.
16:55Yang pertama, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan,
17:01ini sedang melakukan pengecekan kembali terhadap status peruntukan lahan di kawasan tersebut.
17:06Apakah kawasan peruntukan yang terdampak kebakaran ini status lahannya apa?
17:10Apakah memang zonenya untuk peruntukan perhunian atau untuk yang lain?
17:14Kemudian status lahannya, apakah milik warga semua
17:17atau dimiliki oleh pihak ataupun kelompok atau perusahaan misalnya.
17:22Ini untuk memastikan langkah yang kedua.
17:24Jika zonenya-zone hunian, terus kemudian status lahannya itu clear and clean milik warga semua,
17:31maka nanti akan masuk Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
17:35untuk membantu penataan ulang atau permajaan kawasan tersebut.
17:40Ini tentu perlu masukkan dari masyarakat nanti, kira-kira penataannya mau seperti apa.
17:46Sehingga ke depan akan jelas penataannya, misalnya tadi ya,
17:50kawasan permukiman yang bebas kebakaran misalnya.
17:53Sehingga nanti bisa melibatkan Kulkarmat yang akan memberikan SOP standar
17:58terhadap penataan kawasan yang benar-benar aman dari kebakaran.
18:02Ini teman-teman dari Kulkarmat yang akan memberikan masukan.
18:05Tentu nanti terkait juga dengan jaringan utilitasnya,
18:08misalnya tadi PLN-nya bagaimana,
18:10terus kemudian air persisnya bagaimana,
18:13bahkan juga terhadap kemungkinan pemenggunaan gas misalnya.
18:16Sehingga penataannya benar-benar lebih bagus.
18:18Itu dengan catatan yang tadi kedua,
18:20yaitu zona peruntukannya memang untuk hunian,
18:23dan juga kawasan status lahannya adalah
18:25memang dimiliki oleh warga secara clear and clean.
18:28Nah, yang ketiga,
18:30sosialisasi akan dilakukan kepada masyarakat tadi.
18:32Pertama, kalau memang sudah jelas,
18:34zona peruntukan dan kawasannya clear and clean,
18:37tentu tidak akan menjadi masalah untuk dilakukan penataan bersama warga.
18:40PR-nya adalah kalau di dalam rencana detail tata ruang,
18:45peruntukan lahan itu bukan untuk hunian.
18:48Atau misalnya tadi,
18:50lahan yang dimiliki tidak semua dimiliki oleh warga,
18:52dibuktikan dengan SHM,
18:54sertifikat hak milik,
18:55sehingga status lahannya misalnya tidak dimiliki seluruhnya oleh warga.
18:59Nah, ini tentu nanti dinas Cipta Karyat tadi,
19:03Cipta Karyat Tata Ruang dan Pertanahan,
19:05akan mengecek kembali bersama juga dengan
19:07Kanwil Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta
19:10untuk memastikan bagaimana ini status lahan
19:12kalau akan dilakukan penataan
19:15jika tidak semua lahannya milik warga.
19:17Itulah yang kemudian perlu dilakukan nanti
19:19tahap medisiasi dan sosialisasi
19:22agar langkah selanjutnya tidak salah langkah,
19:25Mbak Agnisti,
19:26kalau status lahannya tadi sudah clear and clean.
19:29Nah, kelima,
19:30tentu nanti akan diambil implementasi.
19:33Kalau tadi semuanya sudah clear ya,
19:35hunian, peruntukannya jelas,
19:37tentu ini akan menjadi masalah.
19:39Artinya akan dilakukan permacaan
19:40kawasan penutiman seperti biasa.
19:42Tidak tak ulang lah.
19:44Dengan lebih baik tentunya.
19:46Namun demikian,
19:48kalau status lahannya ini belum jelas,
19:50kemudian peruntukannya tidak sesuai dengan hunian,
19:52tentu solusinya akan berbeda.
19:54Misal tadi,
19:54apakah ada opsi relokasi ke rusun misalnya,
19:57kalau memang status lahannya tidak jelas.
19:59Nah, langkah-langkah ini yang sedang disiapkan
20:02oleh teman-teman dari dinas terkait,
20:03Mbak Agnisti,
20:04kira-kira itu langkahnya.
20:05Oke, jadi saat ini masih didata dulu ya,
20:08apakah memang peruntukan lahan yang menjadi korban terdampak ini,
20:13apakah memang lahan ini memang lahan hunian,
20:17mereka punya SHM atau tidak.
20:19Kalau punya SHM nanti akan dibangun ulang,
20:22ditata ulang,
20:22tapi kemudian akan ada pertanyaan lanjut,
20:25dan ketika memang ini ternyata wilayahnya bukan diperuntukkan untuk hunian,
20:30apalagi warganya tidak memiliki SHM.
20:32begitu, akan dipikirkan lagi langkah-langkah selanjutnya,
20:36mekanisme selanjutnya.
20:37Nah,
20:40saat ini apa yang untuk jangka pendek,
20:44apa yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta
20:47untuk bisa menangani korban terdampak?
20:51Ya, tadi ya dalam waktu 1-2 minggu ini tentu fokusnya kepada tanggap darurat ya.
20:58Tadi semua warga mendapatkan di tempat evakuasi,
21:03tadi secara layak tentunya,
21:06segala kebutuhan terpenuhi semua dengan baik ya,
21:08ini tentu memakan waktu proses 1-2 minggu ya.
21:11Nah, pada saat bersamaan juga yang tadi kami sampaikan,
21:14langkah-langkah tadi juga dipercepat,
21:16untuk memastikan kepastian terutama kepada warga,
21:19setelah 2 minggu mereka akan tinggal di mana ya.
21:23Karena tidak mungkin juga tinggal di tempat darurat tadi dalam jangka waktu lama.
21:27Nah, ini tentu langkah-langkah cepat tadi yang sedang disiapkan oleh teman-teman dinas terkait,
21:32sehingga langkahnya diambil tidak salah.
21:35Kira-kira itu, Mbak Ristik.
21:36Jadi, ini yang disebut golden time ya.
21:38Waktu emas 2 minggu ke depan Lili,
21:40untuk memastikan langkah konkret seperti apa yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI ke depannya.
21:46Kira-kira itu, Mbak Ristik.
21:47Oke.
21:48Akan ada langkah cepat yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk 2 minggu ke depan.
21:54Saya ingin tahu juga,
21:55kalau misalkan,
21:56ini kan masih pendataan ya,
21:58tapi kalau ada beberapa rumah atau beberapa warga yang ternyata tidak memiliki SHM,
22:03Bapak, terkait dengan bangunan yang mereka tinggali,
22:06bagaimana langkah yang nanti akan dilakukan?
22:09Akankah ada relokasi ke rusun,
22:12atau kalaupun direlokasi ke rusun,
22:14rusun mana yang terdekat,
22:16yang menjadi tujuan dari warga ini bisa kembali tinggal di Jakarta,
22:22atau bagaimana langkahnya?
22:24Ya, ada tiga langkah ya.
22:27Yang pertama nanti,
22:28jika tidak memiliki SHM,
22:29berarti PR pertamanya adalah memastikan
22:32warga ini warga pendatang atau ber-KTP DKI.
22:35Karena ini nanti akan menentukan langkah selanjutnya.
22:39Oke, jadi yang di-underline harus ber-KTP DKI ya, Pak?
22:43Ya, betul.
22:44Karena ini terkait nanti akan dipindahkan ke rusun.
22:46Rusun mana ya?
22:48Karena kan salah satu syarat yang pindahkan untuk ke rusun tentu adalah kita ber-KTP DKI.
22:53Nah, ini nanti menjadi catatan utama bagi warga yang ber-KTP DKI tentu
22:57akan diberikan pelayanan untuk dapat direlokasi ke rusun terdekat.
23:01Jadi tentu nanti dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
23:05akan mengkaji rusun mana yang terdekat tentunya,
23:08dan kemudian kapasitasnya.
23:10Kalau kapasitasnya masih bisa memadai atau mencukupi,
23:13tentu akan memudahkan untuk dipindah ke rusun terdekatnya.
23:18Tentu prioritasnya itu.
23:18Nah, PR kedua tentu bagi warga pendatang yang tidak ber-KTP DKI ya,
23:23ini tentu langkah yang diambil akan menjadi pertimbangan tentunya.
23:28Nah, ini terkait juga dengan asal daerah tersebut ya.
23:31Apakah akan kembali ke daerah atau ada solusi lain misalnya ditampung sementara di rusun misalnya, Mbak Disti.
23:38Dalam konteks ini tentu huniannya hunian sementara tinggal di rusun.
23:42Ini juga salah satu yang nanti bisa diambil alih oleh pemerintah DKI Jakarta,
23:47tetapi juga dengan kerjasama dengan pemerintah daerah asal pendatang tersebut.
23:52Nah, kira-kira langkah ini diambil untuk memastikan bahwa
23:55seluruh warga yang terdampak tadi mendapatkan layanan dengan baik dan manusiawi
24:00oleh Pemprov DKI Jakarta, kan Mbak Disti?
24:02Oke, kita akan tunggu bagaimana langkah cepat dari Pemprov DKI Jakarta
24:06untuk menangani korban terdampak dari peristiwa kebakaran di Kemayoran Kempol, Jakarta Pusat.
24:11Terima kasih, staf khusus Gubernur DKI Jakarta Pak Nirwono Yoga
24:15telah bergabung bersama kami dalam Breaking News Kompas TV.
24:17Sehat selalu, Bapak. Assalamualaikum, selamat pagi.
Komentar