Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim sempat menyinggung anjloknya pasar saham Indonesia hingga nilai rupiah saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di sidang kasus Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

"Berita kasus-kasus janggal di Indonesia sudah mendunia. Ketidakpastian hukum adalah salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga pasar saham (IHSG) dan juga nilai rupiah," ujar Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

"Komunitas bisnis melihat preseden buruk dari kasus ini karena mereka tidak mengerti kenapa kasus ini bisa masuk ruang sidang. Kepastian hukum adalah pilar utama dari pertumbuhan ekonomi. Dan kasus ini adalah salah satu ujian terbesarnya. Keputusan majelis dapat memulihkan kecemasan publik dan memberi harapan baru," lanjutnya.

Baca Juga Di Sidang Pleidoi, Nadiem Makarim Sebut Ada Sosok Kuat di Balik Kasus Korupsi Chromebook di https://www.kompas.tv/nasional/672401/di-sidang-pleidoi-nadiem-makarim-sebut-ada-sosok-kuat-di-balik-kasus-korupsi-chromebook

#nadiemmakarim #sidang #chromebook #korupsi


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672411/depan-hakim-nadiem-singgung-ihsg-rupiah-anjlok-saat-sidang-pleidoi-kasus-korupsi-chromebook
Transkrip
00:00Bayangkan betapa hancurnya hati saya dengan semua pengorbanan finansial dan waktu yang telah saya lakukan selama lima tahun.
00:14Setelah mendapatkan penghormatan tertinggi negara bintang maha putra Adi Pradana dari Bapak Presiden untuk pengabdian saya.
00:24Jadi, hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi.
00:32Hadiah yang saya dapatkan adalah perampasan hasil usaha saya selama 10 tahun yang menciptakan jutaan lapangan pekerjaan di Indonesia.
00:47Apakah negara sekejam ini pada abdinya?
00:58Saat saya menerima amanah menjadi menteri, saya berharap saya bisa memotivasi anak-anak muda lainnya untuk mengabdi kepada negara.
01:08Dan ternyata berhasil.
01:11Ratusan anak muda mulai bergabung di pemerintah, mengorbankan gaji besar mereka untuk mengabdi.
01:18Tetapi, dengan adanya gelombang kriminalisasi yang terjadi, arus pengabdian ini dapat berputar balik 180 derajat dalam sekejap.
01:34Profesional muda ketakutan bahwa mereka akan menjadi korban berikutnya.
01:41Satu generasi menahan napas, menunggu keputusan majelis, menunggu konfirmasi apakah kebenaran masih berarti di negara tercinta kita.
01:58Bukan hanya profesional muda, pejabat negara maupun investor juga menggigit jari menunggu keputusan majelis.
02:08Berita kasus-kasus janggal di Indonesia sudah mendunia.
02:15Ketidakpastian hukum adalah salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga pasar saham dan juga nilai rupiah.
02:24Komunitas bisnis melihat presiden buruk dari kasus ini.
02:28Karena mereka tidak mengerti kenapa kasus ini bisa masuk ruang sidang.
02:36Kepastian hukum adalah pilar utama dari pertumbuhan ekonomi.
02:43Dan kasus ini adalah salah satu ujian terbesarnya.
02:51Keputusan majelis dapat memulihkan kecemasan publik dan memberi harapan baru.
03:00Tetapi dapat juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat yang sekarang sudah semakin rapuh.
03:12Gemuruh di luar ruang sidang tidak dimulai dengan kasus saya.
03:18Gerbong kereta kriminalisasi sudah dimulai jauh sebelum saya.
03:23Pak Tom, Bu Ira, Amsal, Ibam, dan puluhan lainnya yang sampai saat ini belum dibebaskan.
03:37Belum pernah saya melihat begitu banyak aktivis anti korupsi serentak menyuarakan alarm keras bagi aparat penegak hukum di Indonesia.
03:49Banyak kasus-kasus yang senyap dalam pemberitaan, senyap dalam pembelaan.
03:56Orang-orang jujur yang terbawa dalam arus deras kriminalisasi yang berkedok sebagai penegakan hukum.
04:10Di dalam rumah tahanan saya senantiasa bertanya kepada Tuhan.
04:18Mengapa ini terjadi?
04:23Hari ini saya mendapat jawabannya.
04:30Saya sadar bahwa musibah ini sebenarnya adalah amanah mulia.
04:37Yang dibungkus dengan tragedi.
04:41Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan