Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan COO Danantara Dony Oskaria memaparkan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam tata kelola ekspor.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu (31/5/2026).

Airlangga mengatakan bahwa masa transisi akan dilakukan mulai dari 1 Juni 2026 hingga 1 Januari 2027.

"Kehadiran negara dalam mengelola strategis, sehingga optimalkan dan pemerinta terus menjaga dan menjamin transisi berjalan," ujar Airlangga.

Produser: Theo Reza

#airlanggahartarto #purbaya #danantara #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672112/full-menko-airlangga-menkeu-purbaya-jelaskan-operasional-tata-kelola-ekspor-pt-dsi
Transkrip
00:00Terima kasih Pak Fikri Faisal selaku moderator, yang kami hormati Menteri Keuangan Pak Urbaya Yudhisa Dewa,
00:10yang kami hormati CEO dan antara Kepala Badan Pengatur BUMN Pak Doni Oskaria,
00:17yang kami hormati Kepala Bakom Pak Muhammad Kodari.
00:22Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:25Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
00:31Selamat siang dan terima kasih kepada teman-teman media yang hadir, baik cetak televisi maupun online.
00:40Yang pertama, kami ucapkan selamat Hari Trisuci Waisak 2520 Tahun Buddha.
00:49Dan semoga kita dinaungi oleh kehormatan, kemudian kebahagiaan, cinta kasih, dan selalu diberikan kebijaksanaan.
01:04Di hari ini, atas arahan Bapak Presiden, kami menjelaskan terkait momentum yang penting,
01:14terkait dengan perkuatan pengelolaan kekayaan alam dari SDA,
01:20yang manfaatnya digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,
01:24sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33.
01:29Nanti terkait dengan DHE, kami berbagi dengan Pak Menteri Keuangan,
01:35dan terkait dengan SDI, berbagi dengan COO daripada dan antara.
01:42Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dalam pidato rapat paripurna DPR RI tanggal 20,
01:51yang intinya pemerintah akan memperbaiki tata kelola secara mendasar ekspor komoditas sumber daya alam
02:00strategis yang dilakukan melalui BUMN ekspor.
02:06Pelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis
02:12yang merupakan juga tiga ekspor terbesar kita,
02:17yang pertama adalah batu bara, kedua kelapa sawit, dan ketiga terkait dengan ferroaloy.
02:24Nah, ekspor komoditas SDA ini dilakukan melalui satu pintu,
02:30yaitu BUMN ekspor dengan nama PT Danantara Sumber Daya Indonesia Persero atau PT DSI,
02:38dan ini akan dilakukan ekspor SDA strategis dengan mekanisme ekspor satu pintu
02:45dan pengawasan ekspor serta kualitas dan validitas data ekspor agar terlaksana lebih baik.
02:53Pengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor.
02:58Sekali lagi, ini adalah memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor.
03:03Tujuannya untuk mencegah praktik under-invoicing, transfer pricing,
03:09dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor.
03:16Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya.
03:22Sehingga kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara
03:26dari pelaksanaan ekspor lebih optimal.
03:30Nah ketiga, komoditas strategis ini menyumbang nilainya di tahun 2025
03:37sebesar 66,13 miliar USD atau sebesar 23,4 persen dari total ekspor nasional.
03:47Dan ini adalah penopang surplus neraca perdagangan yang terjadi selama 71 bulan berturut-turut.
03:55Dan dengan gambaran nilai ekspor, batu bara sekitar 24,48 miliar USD.
04:03Kemudian kelapa sawit CPU dan sebesar 24,42.
04:10Kemudian terkait dengan ferroaloy atau besi paduan sebesar 16,49 miliar USD.
04:21Implementasi akan berlaku mulai besok 1 Juni 2025-2026
04:28yang merupakan periode transisi di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan.
04:37Namun di demikian kewajiban bagi perusahaan ekspor untuk melaporkan kegiatan ekspornya melalui
04:45ataupun kepada PT DSI sebagai BUMN ekspor.
04:50Dalam pelaporan ini dilayani oleh Bia Cukai dalam format akses portal CEISA 4.0
05:00yang disiapkan oleh Dirjen Bia Cukai.
05:04Dan dalam periode ini akan terus dilakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama
05:09dan evaluasi ini menjadi dasar bagi implementasi tahap berikutnya.
05:14Sesuai dengan tahapan yang disiapkan,
05:17implementasi secara penuh berlaku paling lambat 1 Juni, 1 Januari 2027.
05:24Dengan demikian para pengusaha ataupun para pelaku ataupun eksportir
05:30dan pihak-pihak yang terkait memuliki waktu cukup untuk melakukan penyesuaian.
05:38Kebijakan ini diharapkan untuk menjaga kepastian usaha,
05:43arus barang, realisasi ekspor, dan kontrak-kontrak yang telah berjalan.
05:48Kebijakan ini tetap dihormati dan tentunya ini mengacu kepada kesepakatan
05:54antara eksportir dan mitra dagangnya.
05:59Kebijakan ini menegaskan kehadiran negara dalam mengelola sumber daya alam strategis
06:06secara terkoordinasi dan akuntabel,
06:10sehingga mengoptimalkan peran para pelaku ekspor dalam perekonomian nasional
06:16dan pemerintah terus menjaga dan menjamin transisi berjalan dengan lancar, terukur,
06:26dan tentunya iklim usaha tetap dijaga,
06:30serta tentu Indonesia meningkatkan trust ataupun kepercayaan kepada mitra dagang di berbagai negara.
06:41Dengan kebijakan tata kelola ekspor yang baru ini,
06:45langkah implementasi telah disiapkan dan diharapkan memastikan bahwa setiap nilai ekspor strategis
06:52memberikan manfaat nyata untuk mendorong perekonomian
06:56dan juga diperuntukkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.
07:04Terima kasih.
07:08Baik, terima kasih Bapak Erlangga.
07:10Beberapa hal yang bisa di-highlight oleh teman-teman adalah pertama fokusnya pada tiga komoditas,
07:18batubara, CPO, dan ferro alloys yang kalau kita jumlahkan ketiganya 66 bilion USD,
07:24setara dengan 23% dari keseluruhan ekspor kita.
07:27Dan ini memang perlu dicatat, kenapa?
07:30Karena kalau kita tadi juga mendengarkan penjelasan dari Bapak Erlangga,
07:34bahwa 71 kali berturut-turut surplus trade, perdagangan kita surplus.
07:40Tetapi itu belum benar-benar berrefleksi di cadangan devisa kita.
07:44Cadangan devisa kita, 146 bilion USD.
07:47Memang masih cukup tinggi dengan standar internasional.
07:50Tapi di siang lain yang beberapa temuan-temuan independen,
07:54seharusnya cadangan devisa kita minimal 196 bilion USD.
07:58Kalau misalnya kita bisa mencatat dengan baik kekayaan negara tersimpan di sini.
08:02Yang juga bisa dicatat oleh teman-teman adalah ini ada masa transisi sampai nanti 1 Januari 2027.
08:12Dan dalam proses ini, apa yang disampaikan Bapak Erlangga tadi adalah bisnis dan pelaporan.
08:18Jadi bisnis as usual, tetapi ditambah pelaporan.
08:22Sehingga untuk pengusaha-pengusaha yang memang tertib itu tidak ada masalah.
08:26Itu kuncinya yang tadi disampaikan oleh Bapak Erlangga.
08:30Berikutnya saya akan sampaikan juga kesempatan ruang dan waktu kepada Bapak Menteri Keuangan,
08:35Bapak Purbayang Yudi Sadewa.
08:36Silahkan Pak.
08:38Terima kasih Mas.
08:39Saya akan hanya fokus untuk ketentuan baru penempatan DHE SDA.
08:46Walaupun sudah lama beredar, akan berlakunya mulai 1 Juni besok ya.
08:51Karena besok libur tapi kalau ekspor jalan teruskan ya.
08:54Jadi dalam PP21-2026,
08:58pemerintah mengatur beberapa ketentuan baru terkait penempatan DHE SDA.
09:03Di antaranya eksportir SDA wajib merepatriasi DHE ke dalam negeri dengan tingkat kepatuan 100%.
09:13Kemudian eksportir non-migas wajib menempatkan 100% DHE SDA pada rekening khusus di dalam negeri selama minimal 12 bulan.
09:25Eksportir wajib, eksportir migas wajib menempatkan minimal 30% DHE SDA selama paling sedikit 3 bulan.
09:36Penempatan DHE SDA diwajibkan melalui Bank Himbara.
09:41Jadi diwajibkan melalui Bank Himbara itu ya.
09:45Konversi DHE SDA ke valuta asing ke rupiah dibatasi maksimal 50%.
09:56Meski penempatan DHE SDA diwajibkan melalui Bank Himbara,
10:00pemerintah tetap memberikan relaksasi bagi eksportir tertentu,
10:05khususnya sektor pertambahan migas dan non-migas.
10:08Relaksasi diberikan kepada eksportir yang memiliki bayar dari negara mitra dagang Indonesia
10:15yang sudah menjalin perjanjian bilateral atau kerjasama perdagangan.
10:21Berikut ketentuannya, eksportir yang sudah terikat perjanjian bilateral diperbolehkan
10:27menempatkan sebagian DHE SDA pada Bank Non-Himbara.
10:32Porsi penempatan pada Bank Non-Himbara maksimal sebesar 30%.
10:37jangka waktu penempatan paling lama 3 bulan.
10:41Bagi peserta yang sudah menandatangani perjanjian bilateral,
10:45dapat menempatkan 30% untuk 3 bulan di Bank Non-Himbara.
10:51Tapi selain itu, pemerintah juga memberi insentif pajak.
10:55Jadi pemerintah memberikan fasilitas perpajakan
10:59bagi eksportir yang patuh menempatkan DHE SDA di dalam negeri.
11:03Ini meliputi tarif pajak penghasilan atau PPH
11:07lebih rendah dibandingkan instrumen reguler.
11:11Tarif PPH atas penghasilan dan instrumen penempatan DHE SDA
11:15dapat mencapai 0%.
11:18Besaran tarif menyesuaikan jangka waktu penempatan dana.
11:23Pemberian tarif PPH hingga 0% sesuai dengan jangka waktu penempatan
11:27atas penghasilan yang diperoleh oleh instrumen penempatan DHE SDA
11:32dibandingkan dengan instrumen reguler yang kena pajak sampai 20%.
11:36Jadi biasanya kalau di bond, yieldnya dikenain pajak 20%.
11:41Kalau taruh sumbernya DHE SDA, maka pajak instrumen itu 0.
11:48Kira-kira gitu.
11:48Mungkin demikian informasi dari saya, Mas. Terima kasih.
11:51Baik, terima kasih Bapak Menteri Keuangan.
11:55Bapak Menteri Keuangan baru saja menjelaskan mengenai mekanisme devisa hasil ekspor
12:00yang merupakan satu ekosistem dengan konsolidasi ekspor yang akan dilakukan segera.
12:07Mulai 1 Juni, pos Transisi, hingga Januari 2027.
12:12Tujuannya adalah untuk mempertahankan kekayaan negara, menguatkan cadangan devisa
12:19dan ketika cadangan devisa kuat, tentunya rupiah kita kuat dan ekonomi kita kuat dan rakyat pun sejahtera.
12:25Berikutnya, Pak Doni Oskarya sebagai COO dari Danantara yang juga menjelaskan nanti PT DSI.
12:35Pak Doni juga sebagai Kepala BPUMN.
12:39Silakan Pak Doni.
12:41Terima kasih, Mas.
12:42Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
12:44Yang saya hormati Pak Menko Perekonomian, Pak Menteri Keuangan,
12:49dan juga Kepala Bakom RI, dan juga teman-teman media sekalian.
12:53Yang pertama, tadi sudah disampaikan dengan sangat jelas oleh Pak Menko,
12:59bahwa pemerintah tentu sangat bijaksana di dalam mengimplementasikan program ini,
13:06karena ada masa transisi 6 bulan, kurang lebih 7 bulan, dari 1 Juni sampai dengan 31 Desember.
13:12Dan di dalam masa transisi ini, tadi disampaikan juga apa yang sudah akan dilakukan,
13:17tadi disampaikan dengan sangat jelas.
13:19Di pihak kami di PT Danantara Sumberdaya Indonesia,
13:22tentu kita memastikan yang pertama bahwa perusahaan ini akan berjalan sesuai dengan governance yang baik,
13:30transparan, accountable, ini menjadi patokan utama kita,
13:35karena kita tidak mau nanti satu niat yang baik,
13:38kalau dikelolahannya tidak baik nanti menjadi problem yang pemindahan masalah saja.
13:42Jadi kami memastikan bahwa perusahaan yang dibentuk itu nanti akan berjalan dengan transparan,
13:47dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat Indonesia.
13:50Yang kedua adalah kami juga sedang melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan sumber daya manusia,
13:55yang nanti akan bergabung dengan Danantara Sumberdaya Indonesia.
14:01Ini juga sedang dilakukan proses seleksi yang ketat,
14:04dan insya Allah mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara,
14:11menjadi bagian daripada tim.
14:12Kemudian juga berkaitan dengan teknologi, kita juga sedang mendevelop satu sistem yang baik.
14:19Tentu harapannya adalah bahwa ini amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat Indonesia
14:23untuk mengelola sumber daya alam kita menjadi memberikan manfaat yang maksimal,
14:28karena itu kami dari Danantara Indonesia akan berupaya sebaik mungkin,
14:32dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam implementasi program ini.
14:36Itu mungkin amanah besar. Terima kasih.
14:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
14:40Baik, terima kasih Bapak Doni Auskaria.
14:42Bapak Doni Auskaria baru saja menjelaskan bahwa fokus utama dari PT DSI
14:47di proses pembentukan awalnya adalah governancy.
14:50Sebagaimana juga kita bisa merujuk pada World Governance Indicator,
14:53ada dimensi-dimensi dalam institusi,
14:57rule of law, regulatory equality, stability, accountability,
15:04kemudian government effectiveness, dan control of corruption.
15:07Nah itu semua yang menjadi dasar penguatan governancy dari PT DSI dan antara sumber daya Indonesia.
15:13Tapi tidak hanya itu saja, placement, SDM-SDM terbaik akan ditempatkan.
15:17Karena biar-biar pun ini adalah kekayaan negara.
15:19Kekayaan negara perlu dikelola dengan baik,
15:21dan oleh karenanya PT DSI dalam hal ini mencoba untuk menjaga,
15:26supaya transparan dan juga akuntabel dan dikelola secara profesional.
15:30Berikutnya, saya sampaikan ruang dan waktu kepada Bapak Kepala Bakom Republik Indonesia,
15:35Bapak Muhammad Kaudari.
15:37Silakan Pak.
15:37Terima kasih Pak Fitrah, yang saya hormati Pak Menteri Koordinator Ekonomi,
15:43Pak Menteri Keuangan, dan Bapak CEO dan antara.
15:47Bapak Ibu sekalian,
15:49izinkan saya untuk memberikan keterangan bukan terkait dengan DSI,
15:54tetapi memberikan informasi atau kekurangan terkait dengan isu Presiden ke negara lain selain Perancis.
16:04Jadi ini teman-teman media pulang dari sini dapat beberapa bahan ini,
16:09bukan cuma soal BSI, lahir langga.
16:11Yang pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia.
16:20Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Perancis.
16:26Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain,
16:33itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah.
16:39Yang keempat, kunjungan ke negaraan Presiden ke Perancis sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri kita,
16:46Pak Sugiono, bahkan semenjak tanggal 22 April 2026,
16:52kalau teman-teman membuka file ke belakang, sudah dinyatakan oleh Pak Sugiono.
16:58Dan waktu itu beliau mengatakan dalam kutipan langsung,
17:02dan juga ada rencana kunjungan ke negaraan Presiden Prabowo ke Perancis dalam waktu dekat.
17:07Dan memang notabene sebetulnya kunjungan terakhir ini adalah state visit
17:12yang merupakan balasan terhadap kunjungan dari Presiden Perancis Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
17:22Kemudian Pak Sugiono pada kesempatan itu sudah menyampaikan beberapa target kerjasama.
17:27Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa
17:33pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem perjalanan
17:38dari Perancis, karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsisa tersebut.
17:46Kemudian yang kedua, kerjasama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM ya,
17:53sains, teknologi, engineering, dan matematik, sehingga apa yang dilakukan adalah
17:59beyond procurement, jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi.
18:07Yang ketiga, mengenai energi dan pemanfaatan mineral kritis.
18:15Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal
18:21yang sangat kuat antara kedua orang negara, dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya
18:29dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik.
18:35Dalam hal membangun hubungan baik dan kerjasama antar negara.
18:41Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik
18:50dengan kekuatan-kekuatan besar, alidaya.
18:54Beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat,
19:02maupun dengan Xi Jinping dari RFC.
19:07Semua ini tentu kita merasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini,
19:14maupun pada konteks masa depan.
19:16Itu yang dapat kami sampaikan, terima kasih saya kembalikan kepada moderator.
19:22Sekarang, alaikum warahmatullahi program.
19:24Baik, terima kasih Bapak Kepala Bakong sudah menjelaskan beberapa peristiwa-peristiwa terkini.
19:30Berikutnya, saya akan buka sesi tanya-jawab.
19:33Ada dua sesi, yang sesi pertama adalah fokus kepada wartawan, sesi kedua nanti untuk para ekonomi.
19:39Oke, kesempatan pertama kepada para wartawan, ya, banyak satu, kemudian dua, tiga.
19:50Oke, masih.
19:52Boleh dibantu mic-nya? Oke, setelah.
19:55Selamat siang, saya Kenya dari DW, Dr. Wale.
20:00Saya ingin bertanya kepada Pak Erlangga dan Pak Purbaya.
20:04Yang pertama, Pak Erlangga, vero aloi ini kan paduan besi yang ternyata di dalamnya juga ada,
20:09turunannya lagi ada vero nikel, Pak.
20:11Dan kita tahu saat ini Indonesia berambisi untuk jadi salah satu produsen nikel EV terbesar di dunia, gitu.
20:19Bagaimana kebijakan kali ini bisa selaras dengan ambisi Indonesia untuk tetap jadi produsen EV terbesar di dunia.
20:28Lalu yang kedua, Pak Purbaya, waktu press conference pertama kali di DPR kan sedang,
20:34Bapak mengatakan sedang dihitung untuk target potensial penerimaan negara, Pak.
20:38Apakah sudah ada hasilnya?
20:41Dengan kebijakan ini, target penerimaan negaranya akan sebesar apa?
20:45Terima kasih.
20:54Selamat siang, perkenalkan saya Lestari dari olenka.id.
20:58Izin bertanya untuk Bapak Erlangga, Pak.
21:01Pertanyaan pertama, apakah dengan kehadiran PT DSI ini akan memberi dampak terhadap penghutan ekspor komoditas perkebunan yang selama ini dikelola
21:12oleh BPDP?
21:13Dan pertanyaan kedua, bagaimana upaya pemerintah dalam memitigasi praktik perdagangan jalur ilegal ketika nanti PT DSI sudah beroperasi?
21:23Demikian, terima kasih.
21:31Perkenalkan Pak, saya Dendi dari Media Kontan.
21:35Ada dua pertanyaan yang saya tanyakan kepada Pak Purbaya terkait aturan DHSDA.
21:41Di dalam aturan DHSDA ini kan ada negara mitra yang dikecualikan ya Pak.
21:47Kemarin Pak Erlangga menyebut baru Amerika Serikat yang dapat pengecualian.
21:52Nah, sebenarnya ini ada berapa negara ya Pak yang dapat pengecualian ini?
21:55Dan apakah soal pengecualian ini nanti akan diatur dalam desa hukumnya Pak, seperti peraturan Menteri Keuangan atau lainnya?
22:03Terus pertanyaan kedua Pak, terkait PT dan antara pembentukan DSI ini Pak.
22:08Kemarin kalau dilihat dalam paparan sosialisasi soal DSI ini kan ada soal peraturan, nantinya akan ada peraturan perpajakan Pak terkait
22:19restitusi PPN.
22:20Ini mungkin bisa dijelaskan Pak, apakah poin-poinnya apa saja Pak yang akan diatur terkait restitusi di pembentukan DSI ini
22:30Pak?
22:30Terima kasih.
22:31Baik, ada satu lagi dari Al Jazeera.
22:34Selamat siang semua, saya atas nama Jessica dari televisi Al Jazeera.
22:40Saya ada pertanyaan untuk Bapak Menteri Purbaya.
22:45Saya akan pakai bahasa Inggris karena ini untuk Al Jazeera Inggris.
22:50Dari mana tadi?
22:51Dari Al Jazeera.
22:52Al Jazeera apa?
22:54Al Jazeera Inggris.
22:55My question is about the broader economic situation in Indonesia at the moment, particularly the depreciation of the rupiah.
23:03And I wonder at the moment, do you have concerns about the impact of this depreciation, particularly on low income
23:09households?
23:10Thank you.
23:11Oke, baik, terima kasih. Silahkan Bapak-Bapak.
23:16Ya, pertama tadi pertanyaannya terkait dengan komoditas ferroaloy.
23:23Oke, jadi sudah dijelaskan bahwa komoditasnya berbasis kepada HS, itu mulai dari 7202.11.00 sampai 7202.99.00, jadi
23:38itu ada berbagai komoditas di sana.
23:41Nah, dan yang kedua yang terkait dengan ekosistem EV, ekosistem EV adalah produk lebih hilir lagi, mulai dari konsentrat, katot,
23:56anut, sampai dengan precursor.
23:59Nah, itu tetap didorong karena ini adalah ekosistem yang sedang dibangun dan yang tadi dibatasi adalah turunan proses pertamanya, yaitu
24:13veronical.
24:13Kemudian tadi pertanyaan yang kedua terkait dengan penarikan pajak ekspor maupun biaya keluar itu seluruhnya masih seperti yang ada sekarang,
24:29yaitu dengan dimonitor oleh BPDP dan juga untuk biaya keluar oleh BC, biaya cukai.
24:39Kemudian tentu ini akan kita terus monitor sampai dengan evaluasi tiga bulan pertama.
24:49Dan kalau yang terkait dengan ekspor ilegal, yang namanya ilegal itu pasti akan ditertibkan.
24:57Dan salah satu yang dilakukan oleh PT DSI ini untuk memitigasi atau mengurangi jumlah daripada transaksi ilegal, transaksi under value
25:12maupun under invoicing.
25:15Jadi tujuannya adalah tadi pencatatan yang di bawah harga pasar.
25:22Demikian, terima kasih.
25:31Susah soalnya pertanyaannya, dari mana? Dari DW? Kayaknya ya? Sudah dihitung belum potensial menerima negaranya?
25:38Sudah dihitung tapi belum ketemu angkanya. Jadi kita masih hitung terus. Ini kan masih baru pertama kan ya?
25:44Kita belum bisa lihat seperti apa dampaknya. Yang jelas DSI ini kan dimonitor setiap tiga bulan dievaluasi.
25:52Jadi tiap bulan dari sekarang baru saya bisa keluar angka yang lebih jelas dampak dari DSI ini kepada penerimaan negara.
26:03Terus dari Mbak Lesari nggak ada ya ke saya. Dari Kontan. Mbak Deni ya? Dewi? Deni?
26:13Oh Deddy. Eh lo namanya Deni? Jadi selain AS, ada nggak negara lain yang dapat?
26:24Jadi penduduknya begini filosofi kebijakan ini adalah, kalau saya masalah tangkap yang masyarakat dari Pak Presiden adalah untuk perusahaan utamanya
26:37yang meminjam dari perbankan domestik, mendapatkan keuntungan dari ekspor, kemudian mereka naruh uang di luar.
26:47Karena maunya kita mereka naruh uangnya di dalam negeri. Jadi nanti kalau perusahaan asing yang bawa uang dari luar negeri,
26:54kemungkinan besar akan eksem ya.
26:56Kalau filosofinya seperti itu. Nanti aturannya detailnya akan dibuat lebih detail lagi sesuai dengan perkembangan.
27:06Yang sementara yang pertama yang saat ini yang clear adalah Amerika Serikat.
27:12Terus untuk membutuhkan DSC adalah apakah ada pasitas pajaknya?
27:17Saya pikir ini kan biasa. Hanya ekspornya masuk, keluar melalui satu pintu.
27:24Semua pajak akan berlaku seperti biasa.
27:28Saya malah berharap nanti Pak Doni ngasih saya income lebih besar lagi.
27:33Karena penggelapan-penggelapan ekspor, under enforcing segala macam akan hilang.
27:39Jadi saya tidak akan memotong pajak, malah saya dapat income lebih besar lagi.
27:44Nanti kalau tidak naik, ya saya periksa DSC-nya, ada apa.
27:49Harusnya akan naik dari pengalaman atau data-data yang ada kita sekarang, yang kita miliki sekarang.
27:54Terus dari Al Jazeera, apa yang berlaku di kemahiran rupiah ke dalam ekonomi kita?
28:03Di bidang-budget, kami telah mencapai depresi rupiah di kemahiran rupiah.
28:10Jadi, saya berlaku di kemahiran rupiah, bahkan rupiah saya masih baik.
28:12Bahkan rupiahnya berlaku di kemahiran rupiah.
28:15And theoretically, when you have a strong economy, your currency eventually will strengthen also, right?
28:27Now, I'm now focusing on making sure that domestic economy will continue to grow strong in the midterm, in the
28:38near term, and in the longer term.
28:40That will eventually strengthen the currency almost automatically, because I believe investors, especially FDI and foreign investors, will like to
28:50invest in a country where the country offers the most promising growth.
28:59In the region, we are growing much faster than many countries.
29:04Even in G20, we are number two after India.
29:07So, our economic prospect is strong, and the weakening rupiah has not created a dampening effect on our economic activities.
29:19And if you take a look at Bloomberg and Al Jazeera, the news said that the U.S. and Iran
29:28and Israel are closing, are very close to make a deal, right?
29:34So, the prospect of a peace, a global, a better global condition is there.
29:40I believe in two or three months, it will be much better than it is now, meaning that the disturbance
29:45that, to some extent, weakened rupiah will be gone also.
29:52So, that means stronger economic growth, also stronger rupiah.
29:59And in the short run, we are trying to support the banking, the central bank, by also intervening in the
30:06bond market to ensure that the yield do not increase too significantly.
30:12Why we do that, to make sure that the foreign investors that hold a domestic bond right now is not
30:18experiencing what we call capital loss.
30:24That also will deter them from bringing their money abroad, right?
30:31So, basically, we are creating a close coordination with the central bank to make sure that the finance sector condition
30:38remains strong and stable.
30:43And with good cooperation, I believe, eventually, we will be able to restore confidence toward the rupiah.
30:50Thank you.
30:51So, if I may add to the latest question from Al Jazeera, I would like to inform you that the
31:01government has provided a big amount of subsidy to the Indonesian people in terms of the energy, fuel, and also
31:11electricity.
31:12And there are so many programs or aids for the lower income family in area of education and also in
31:22health or education.
31:24So, I believe, we believe that we'll have the situation and the condition of Indonesian people in general and especially
31:31those in lower income.
31:33Thank you.
31:35Baik.
32:03Baik, terima kasih, Pak.
32:04Saya Datuk Subianto dari Pembangsaan Indonesia, kami dari Capital Market memang melihat ya rencana DSI ini memang bisa
32:15jadi kita bisa memperbaiki devisa kita, dan hopefully bisa menutup keberjalanan dari rakyat informasi.
32:22Saya ada beberapa pertanyaan, pertama mungkin ke Pak Mengko dulu, apakah ada jaminan Pak kalau kebijakannya tetap akan terhadap market?
32:30Karena ini cukup concern Pak terhadap bagaimana kontak-kontak existing, ya yang sudah long term contract, itu nanti mekanisme seperti
32:38apa,
32:39kemudian juga untuk aplikasi untuk diekspornya sama masyarakat siswa seperti apa, mungkin bisa dijelaskan Pak.
32:49Kemudian untuk Pak Mengko, bagaimana bisa memastikan kombinasi antara kebijakan divisa ekspor dan divisa fiskal yang masih sudah disampaikan ini,
32:59bisa menjadi kebijakan yang bisa mendorong untuk kepatuhan dan meningkatkan petas laba dari emiten-emiten di usaha terbuka.
33:10Dan selain itu juga untuk bank sendiri, Pak, kemarin Pak sudah bank-bank menghimbara akhirnya mengambil koreksi cukup signifikan,
33:18karena DHA-nya kan nanti akan kehimbara saja.
33:21Nah ini juga mungkin, apakah akan ada insentif atau akhidat kebijakan lainnya Pak untuk kompensasi ini.
33:26Kemudian yang terakhir ke Pak Doni, di DSI ini kan pusat labu ya Pak ya, tetap bagaimanapun,
33:33performance itu kan menjadi sebuah pelaku kurang sangat penting ya Pak ya.
33:37Nah ini bagaimana bisa dijaga Pak, agak persepsi bahwa kebijakan adanya DSI ini tidak nambah birokrasi,
33:43atau bahkan ada beberapa anggapan bisa memindahkan margin terhadap pihak lainnya.
33:49Nah ini bagaimana bisa DSI ini bisa jadi instrumental talenti dan valuation yang baik Pak?
33:54Mungkin itu dari saya.
33:56Baik, maaf karena waktunya ternyata sudah berbatas, kita langsung diserahkan kepada Bapak Narasumber.
34:04Ya pertama tentu kalau ditanya jaminannya apa, ini perlu dibuktikan dalam pelaksanaan.
34:14Dan kita akan evaluasi dalam tiga bulan.
34:18Tetapi kalau dibalik, kalau tidak ada perubahan, apa jaminannya tidak terjadi transferrasi?
34:24Tidak ada juga, karena kita sudah melakukan puluhan tahun,
34:31dan ini data yang disampaikan oleh Bapak Presiden itu menunjukkan terjadinya defisit.
34:39Jadi kalau kita melakukan hal yang sama, maka tidak akan ada perubahan.
34:45Oleh karena itu dengan DSI diharapkan ini bisa kita katakanlah normalisasikan.
34:53Dan kedua, terkait dengan kontrak, tentu perusahaan itu akan menghormati kontrak masing-masing.
35:04Ini sejauh kontrak tersebut selain transaksi, transaksi normal dengan harga acuan yang juga mengacu pada harga yang telah ditentukan.
35:16Dan kemudian terkait dengan aplikasi di Bajucai, ini akan dibuatkan sistem di mana tahap awal tentu ada kotak-kotak
35:26yang namanya eksportir, pemilik barang, kemudian penerima barang, importir dan penerima barang.
35:32Tahap pertama, tentu dokumen ini dilaporkan seluruhnya ke PT DSI, sehingga DSI bisa memonitor dengan sistem yang ada.
35:44Tahap berikut tentu ini akan ada perubahan-perubahan,
35:48misalnya melalui QQ ke PT DSI, kemudian dibalik nanti PT DSI yang selaku eksportir.
35:55Nah, tahapan-tahapan ini akan dievaluasi dalam waktu tiga bulan,
36:00termasuk memperhitungkan kesiapan sistem daripada PT DSI sendiri.
36:06Demikian, terima kasih.
36:09Baik, terima kasih Bapak-Ibu sekalian.
36:12Bapak, purdaya mau menjawabnya?
36:14Kalau saya jawab, saya nanti lagi.
36:18Jadi dia nanya, kemudian dia jawabannya Pak Erlanda.
36:27Ini kan gini, kalau ada perusahaan-perusahaan pabrik,
36:33pasti positif sekali yang di DSI ini ya.
36:37Kenapa?
36:38Kan sebetulnya kalau praktek itu betul,
36:41kan profit terberi dari perusahaan yang pabrik tadi,
36:45sebagian digurus oleh pemilikan.
37:15Anda beritakan itu ke klien Anda.
37:17Yang kedua, memastikan kepatuannya.
37:22Gimana perusahaannya yang bisa patuh itu memastikan kepatuannya, kan?
37:26Kan mereka, tiga bulan pertama proses biasa.
37:31Nanti kita lihat, setelah berapa, setelah enam bulan mungkin dahulu ya.
37:37Dan DSI yang melakukan eksportan.
37:39Kalau itu mah gampang.
37:41Dia yang jualan, kalau macam-macam dia yang tak kejar.
37:45Saya pengawas dia juga, kan?
37:46Saya pengawas dia dan antara juga.
37:49Kalau dia enggak betul, ya kita pecat, ya dia itu DSI-nya gitu.
37:52Tapi saya yakin mereka akan mengikut orang-orang yang bagus dan profesional.
37:56Dan ini bukan program main-main.
37:58Jadi mereka akan mengikut orang yang baik.
38:00Terus juga mengawasnya dengan detail.
38:03Pak Menko Erlangga juga sama, mengawasnya dengan detail.
38:05Mungkin nanti juga kita tahu orang lain sana sedikit, ya, ya.
38:08Biar ada yang ikut mengawasnya sedikit di situ.
38:12Terus,
38:13Pak Danpanya kelimbara
38:15untuk di HIA.
38:17Udah jelas, kan?
38:18Dia akan punya doa banyak,
38:20punya cash banyak.
38:23Kalau di financial market,
38:24kadang-kadang ada bilang cash is king.
38:27Jadi Anda bisa lihat dampaknya kembang-mbang Himbara.
38:31Saya enggak ngerti kenapa
38:32bambang-mbang Himbara belum naik sahamnya sekarang.
38:35Kalau saya boleh main saham,
38:36saya udah beli kemarin-kemarin ketika dia jatuh.
38:39Belum boleh, kan?
38:40Ya, Anda boleh.
38:41Anda beli aja yang banyak.
38:42Karena dia akan punya cash banyak,
38:44nanti bisa matur kekuatan di sektor penansia, kan?
38:47Biar hanya gitu, kan?
38:49Jadi,
38:50ini akan berdampak positif sekali
38:53ke bank Himbara
38:54dan ke libitas
38:55bank Himbara yang saya pastikan,
38:58yang saya yakin akan menyebar
38:59ke sektor finansial kita.
39:02Jadi, sektor finansial kita juga
39:04akan semakin kuat.
39:06Karena sebelumnya uangnya
39:07sebagian selalu dari Tuhan Negeri.
39:09Sekarang uangnya
39:10ada di sini.
39:12Jadi, kebijakan ini
39:16memperkuat kebijakan IHR sebelumnya
39:18yang cuma kuat di kertas saja.
39:21Kalau sekarang kan
39:22di Himbara,
39:23bambang-bambang Himbara
39:25kalau sembarangan
39:26transfer uangnya
39:28ke luar negeri,
39:29beliau yang mempertindah
39:30dia posisi.
39:31Ya, Pak, Pak.
39:32Jadi, sekarang
39:33kita kenalikan dengan
39:34maklumat
39:35yang harusnya
39:36dampaknya lebih positif
39:38ke banknya,
39:39juga perekonomian.
39:41Karena artinya
39:42ada uang yang cukup besar,
39:43lebih besar di bank sebelumnya
39:44untuk
39:47membiayai
39:47atau
39:48memberi minyak
39:49ke mesin-mesin
39:50perekonomian kita.
39:52Kalau Anda
39:53mau itu berita
39:54itu ke market,
39:55harusnya positif.
39:56Cuman, Anda
39:56belum sampai saat itu
39:57kelihatan ya.
39:58Jadi, saya jelasin
39:59sekarang.
40:00Anda tulis besok
40:01ke kalian Anda ya.
40:02Terima kasih.
40:05Terima kasih.
40:07Paman, terima kasih.
40:09Tadi ada pertanyaan
40:10bagaimana kemudian
40:11DSI ini
40:12tidak kemudian menjadi
40:15tampahan birokrasi
40:16yang beramai.
40:17Yang kedua juga
40:18tentu kita akan
40:18memberikan
40:19keantaran
40:19untuk proses
40:21ekspor
40:22kesempatan
40:22alam kita.
40:23Nah, WPB
40:24sekalian pada kesempatan
40:25ini,
40:26saya ingin menyampaikan
40:27bahwa
40:27dengan berdirinya
40:29danantara,
40:30kami memiliki
40:30komitmen yang kuat
40:32dari semua level
40:34bahwa
40:34danantara ini
40:35harus beroperasi
40:36secara sepanat.
40:37Jadi,
40:38kalau teman-teman
40:39BUMN itu
40:40mengasalkan
40:40kepedaan yang
40:41signifikan
40:41dari pengolahan
40:43BUMN hari ini,
40:45kita punya
40:47komitmen yang kuat
40:48bahwa
40:48seluruh BUMN
40:49tidak hanya DSI,
40:50tetapi seluruh BUMN
40:51harus dikelola
40:52dengan baik
40:53dan transparan.
40:54Nah, tentu
40:54ada juga
40:55pada kesempatan
40:56yang baik ini
40:56saya sampaikan juga
40:57ada yang banyak
40:57tanya kenapa kok
40:58laporan keuangan
41:00danantara belum keluar.
41:01Nah, ini juga
41:02perlu saya sampaikan.
41:03Ini bentuk
41:03daripada transparansi
41:04yang kami lakukan
41:05Bapak-Bus.
41:08...solidasi
41:08daripada laporan
41:09seluruh BUMN.
41:11Nah, kami sedang
41:12melakukan pembersihan
41:13seluruh laporan
41:13daripada BUMN.
41:14Dan ada beberapa
41:15BUMN yang belum selesai.
41:18Ya, nanti
41:18akhir Juni ini
41:20akan selesai
41:20seluruh BUMN
41:21kita bersihkan.
41:22Termasuk
41:23saya menyampaikan
41:23dalam beberapa
41:24kesempatan
41:25bahwa kita melakukan
41:25impairment
41:26hampir 100 triliun
41:27terhadap buku-buku BUMN.
41:28Ini bentuk
41:29daripada transparansi
41:30dan komitmen
41:31kita semua
41:31bahwa BUMN
41:32ke depan
41:33harus dikelola
41:33secara transparan.
41:34Ada dua
41:35hal yang kita harapkan
41:37memberikan nilai tambah
41:38dari proses
41:39nanti dilakukan oleh
41:40pemerintah
41:41melalui DSI
41:42untuk ekspor
41:42sumber daya
41:44alam kita ini.
41:44Yang pertama adalah
41:45kita berharap
41:46dengan kebijakan ini
41:48tentu akan memberikan
41:49nilai tambah
41:50terhadap pendapatan
41:51dari negara kita
41:52tadi sampai
41:52oleh Pak Purbaya.
41:53Kalau kemudian
41:53tidak memberikan dampak
41:54berarti ada kesalahan.
41:56Ya, dari
41:56dan tentu
41:57sangat lebih mudah
41:58sekarang Pak Purbaya
41:59tinggal kontak
41:59dan antara
42:00untuk melakukan
42:01pengecekan.
42:02ada apa?
42:02Kenapa kok
42:03pendapatan yang tadinya
42:04kita suspect
42:05ada under-invising
42:07dan ada transparan
42:07harusnya tidak terjadi lagi
42:08dengan kita membentuk
42:10antara sumber daya Indonesia.
42:12Itu yang pertama.
42:12Yang kedua
42:13kita juga tentu
42:14berharap
42:15memberikan nilai tambah
42:16juga kepada
42:17masyarakat.
42:18Tadi disampaikan juga
42:19oleh Pak Purbaya
42:19kalau perusahaan itu
42:20dikelola secara transparan
42:21tentu net income-nya
42:22atau profit-nya
42:22akan menjadi lebih baik.
42:24Dan rata-rata
42:24perusahaan ini kan
42:25perusahaan TBK
42:26yang juga
42:26masyarakat akan
42:28mendapatkan manfaat yang lebih.
42:29Dan yang ketiga
42:30tentu kita juga berharap
42:31keberadaan
42:32darantara sumber daya Indonesia
42:33ini memberikan manfaat
42:34juga untuk para pengusaha.
42:36Dengan tadi
42:36kan tadi saya sampaikan juga
42:38kepada Pak Menko
42:39bahwa dalam tahapan transisi
42:40selama 6 bulan
42:41itu kan banyak diskusi
42:42yang akan kita lakukan
42:43terbaik termasuk juga
42:44mengenai penentuan
42:46patokan harga
42:46yang nanti akan kita
42:47diskusikan dengan pemerintah
42:49dan juga dengan
42:49seluruh pelaku usaha.
42:51Nah untuk menambah
42:52sumber daya manusia
42:54yang kami miliki
42:54kami juga dibantu oleh
42:55Kementerian Keuangan
42:56menempatkan orang juga
42:57di darantara sumber daya Indonesia
42:59Kementerian Perdagangan
43:00dan juga BKPN.
43:01Jadi ini
43:02tidak hanya
43:03independen dilakukan
43:04oleh darantara
43:05tetapi juga kita
43:06mengharapkan
43:07dan support juga
43:07oleh dari seluruh stakeholder
43:08yang terlibat
43:09di dalam proses penataan
43:12ekspor kita
43:13ekspor sumber daya alam kita
43:14ke depannya.
43:15Kepada itu tambahan
43:16dari saya.
43:16Terima kasih.
43:19Baik, terima kasih
43:20Bapak-Ibu sekalian
43:21pernyataan dari
43:22Pak Doni tadi
43:24sekali
43:24terima kasih.
43:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan