- 18 jam yang lalu
- #selathormuz
- #iran
- #as
- #kapal
KOMPAS.TV - Selat Hormuz kembali memanas. Kapal-kapal perang Amerika Serikat yang memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran melumpuhkan kapal berbendera Gambia yang dicurigai akan menuju pelabuhan Iran.
Apakah ini akan membuka konfrontasi baru di wilayah perairan itu?
Kami akan membahasnya dengan Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan dosen di International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi.
Baca Juga Iran Tembak Jatuh Drone AS, Disebut Masuk Wilayah Perairan Teheran di https://www.kompas.tv/internasional/672075/iran-tembak-jatuh-drone-as-disebut-masuk-wilayah-perairan-teheran
#selathormuz #iran #as #kapal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672095/peneliti-dan-dosen-internasional-soal-as-tembak-kapal-menuju-pelabuhan-iran-buka-konfrontasi-baru
Apakah ini akan membuka konfrontasi baru di wilayah perairan itu?
Kami akan membahasnya dengan Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan dosen di International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi.
Baca Juga Iran Tembak Jatuh Drone AS, Disebut Masuk Wilayah Perairan Teheran di https://www.kompas.tv/internasional/672075/iran-tembak-jatuh-drone-as-disebut-masuk-wilayah-perairan-teheran
#selathormuz #iran #as #kapal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672095/peneliti-dan-dosen-internasional-soal-as-tembak-kapal-menuju-pelabuhan-iran-buka-konfrontasi-baru
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Selat Hormuz kembali memanas kapal-kapal perang Amerika Serikat yang memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran
00:06melumpuhkan kapal berbendera Gambia yang dicurigai akan menuju pelabuhan Iran.
00:12Apakah ini akan membuka konfrontasi baru di wilayah perairan itu?
00:16Kami akan membahasnya dengan peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusuma Sumantri
00:22serta dosen internasional Institute for Islamic Studies Qasim Muhammadi.
00:28Selamat sore Mbak Aisyah, Bung Kasim, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:35Selamat sore Mbak Sintia, tetap bisa bergabung.
00:38Bung Kasim, ini kalau dari informasi yang Anda peroleh hingga sore ini
00:42sudah ada informasi belum soal kapal Gambia yang dilumpuhkan Amerika Serikat?
00:47Bung Kasim.
00:53Ya, kalau berdasarkan informasi yang saya dapat
00:59nampaknya Iran sudah siapkan dirinya untuk memulai satu serangan yang cukup besar
01:07terhadap blokad yang sekarang itu berada di Salat Hormuz di Teluk Persia itu.
01:14Iran sudah umumkan dan sudah kirimkan pesan yang cukup keras dari Back Channel
01:21kepada agresor itu Amerika Serikat bahwa kalau itu tidak diangkat blokade itu
01:28pasti Iran akan mulai balas dan akan mulai serangan terhadap.
01:34Kenapa? Karena itu berdasarkan hukum internasional, blokade itu, blokade dari laut itu
01:39pasti dianggap sebagai aksi war, aksi war itu.
01:44Oleh karena itu, dan itu dengan jelas itu melanggar hukum internasional
01:49dan gencatan senjata yang disepakati di antara Iran dan Amerika Serikat.
01:55Oleh karena itu, itu satu.
01:56Kedua masalah tanker itu yang dihantam Amerika Serikat atau di-stop oleh Amerika Serikat
02:04saya kira Iran sudah buktikan bahwa kalau ada aksi dari pihak agresor itu
02:13Iran juga beri aksi dan balas dengan segera dan lebih keras.
02:19Dan itu saya kira mungkin dalam beberapa jam ke depan
02:23bisa kita melihat balasannya Iran itu mengembangkan.
02:29Oke. Mbak Isa, kalau insiden terbaru ini, apakah Anda bisa melihatnya
02:36bahwa insiden bahkan bisa dikatakan nanti bisa jadi saling balas
02:41ini bisa jadi penghalang kesepakatan yang memang saat ini sebenarnya sedang berlangsung
02:45antara Amerika Serikat dan Iran?
02:48Tentu saja. Karena kita lihat sekarang kondisinya antara Amerika Serikat dan Iran ini
02:53rencana MOU-nya masih berada di dalam limbo
02:55yang seharusnya MOU ini ditanda tangani untuk bisa memastikan adanya gencatan senjata
03:00di antara kedua negara.
03:02Lalu kemudian kita lihat, ini padahal diajukan oleh Amerika Serikat
03:06tetapi pihak yang mengajukan itu malah kemudian terus-menerus melakukan pelanggarannya
03:10di dalam kesepakatan gencatan senjata.
03:14Nah, kita lihat di sini apa yang dilakukan Amerika Serikat
03:16ini merupakan upaya untuk meningkatkan daya tawar Amerika Serikat jika negosiasinya itu memang benar terjadi.
03:22Karena apabila misalnya ini MOU-nya sudah take place dan kemudian sismayernya dilakukan
03:28yang terjadi adalah Iran ini akan memegang strategic advantage.
03:33Jadi ada keunggulan-keunggulan strategis yang dimiliki oleh Iran.
03:36Khususnya kalau kita lihat ada pembicaraan-pembicaraan yang sebelum perang ini berlangsung
03:40sekarang jadi terbuka untuk Iran, termasuk pembicaraan mengenai misalnya dana Iran di luar negeri,
03:46mengenai kemudian Slat Hormuz, mengenai sanksi Iran di dunia internasional, dan masih banyak lainnya.
03:52Jadi sebenarnya ketika Amerika Serikat melakukan hal ini,
03:55yang kemudian ingin dilakukan adalah membuat Amerika bisa melakukan kemenangan simbolik
04:01dan bisa mengatakan kepada pabrik Amerika Serikat bahwa mereka telah memenangkan peperangan ini.
04:05Yang ternyata kejadian kan ini sebaliknya, kalau kita lihat sekarang ya masalah nuklir ini
04:10ingin ditunda oleh Iran nanti ke belakang gitu ya.
04:13Sementara kemudian hal-hal yang diinginkan oleh Amerika Serikat itu malah justru memburuk.
04:18Dilihat dari bagaimana Iran ini tidak mau melepas sebenarnya bargaining positionnya di Slat Hormuz
04:22karena itu merupakan salah satu kunci perundingan utama yang dimiliki oleh Iran gitu.
04:28Jadi sekarang kita lihat sebenarnya dengan adanya ya ekskalasi yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat,
04:33saya rasa ini akan mengganggu sebenarnya proses dari perundingan.
04:36Karena apa? Untuk bisa mendapatkan perundingan yang efektif,
04:40pertama-tama yang diharus dilakukan oleh negara-negara adalah
04:43melaksanakan kemudian confidence building measure
04:46atau pembangunan kepercayaan di antara kedua negara.
04:49Karena kita tahu bahwa sejak sebelum ini,
04:52ada yang namanya trust deficit yang dimiliki oleh Iran dan Amerika Serikat terhadap masing-masing.
04:58Tetapi trust deficit yang dimiliki oleh Iran ini jauh lebih besar.
05:01Kenapa? Karena kita lihat dari perundingan-perundingan sebelumnya,
05:05Amerika Serikat ini selalu woke up dan selalu melanggar gitu.
05:07Sehingga Iran menurut jaminan kalau Amerika Serikat ini bisa konsisten dan bisa memegang kata-katanya.
05:12Sayangnya kita lihat di dalam pola ya beberapa minggu kebelakang,
05:16sepertinya Amerika Serikat belum bisa memenuhi sebenarnya ekspektasi Iran dalam hal itu.
05:21Bung Kasim, jika memang betul ada trust deficit di tengah perjanjian damai antara Iran dan juga Amerika Serikat,
05:29dan porsinya lebih banyak trust deficit di Iran,
05:33apakah nantinya justru Iran akan menambah kekuatannya untuk melakukan pembalasan
05:38atau sebenarnya akan ada diplomasi yang lebih berat lagi dalam kesepakatan damai ini?
05:47Saya kira Iran itu akan melanjutkan ke dua-dua itu.
05:51Ini pasti kalau masalah atau bidang diplomasi dan perundingan pasti merupakan pilihan satunya,
06:00perjalan pertamanya Iran, tapi di sama waktu, Iran pasti tidak akan mundur dari kekuatannya.
06:06Saya kira kalau salah hormos dan juga masalah nuklirnya Iran itu, khususnya salah hormos,
06:12sekarang merupakan jaminan niatannya Iran untuk menjamin keperlanjutannya,
06:24kalau ada kesepakatan di antara Iran dan Amerika Serikat itu,
06:30kalau jaminan niatannya adalah masalah kontrolnya Iran itu atas salah hormos.
06:35Oleh karena itu saya tidak ada keraguan bahwa pasti Iran akan lanjutkan kontrolnya atas salah hormos
06:46dan pasti tidak akan lepas tangan dari itu.
06:48Oleh karena itu ya pasti saya kira Iran akan ke dua-dua itu akan jalankan.
06:54Oke, tapi Bung Kasim dari catatan Anda sendiri,
06:57sudah berapa kali atau ini justru yang pertama yang dilakukan Amerika Serikat
07:02melakukan serangan terhadap kapal berbendera asing di selat hormos ini.
07:07Apakah ini baru pertama kali atau memang sudah ada beberapa kali sejak blokade diterapkan Washington ini?
07:14Ya, pasti beberapa kali hampir ini katanya dia minimal lima tanker ditembak oleh kapal militernya Amerika Serikat
07:24dan ada sebagian yang tidak diperbolehkan untuk masuk dan dia tidak masuk tapi tidak dihantam.
07:31Iran pun sudah kalau saya tidak salah minimalnya enam atau tujuh tanker yang tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat
07:41itu juga Iran hantam.
07:43Karena itu katanya Iran, kalau kamu hantam, kalau kamu serang saya, saya akan serang lebih keras.
07:49Karena itu bukan Iran yang mulai agresi ini.
07:53Iran sekarang dalam posisi defensif ya.
07:56Sekarang Iran mau memastikan kekuatannya itu dan mau memperlihatkan kepada dunia
08:01dan khususnya kepada Amerika Serikat itu bahwa itu tidak akan mundur dari haknya dia.
08:06Hak itu baik itu masalah kontrol atas hormos,
08:11yaitu merupakan hak keamanan nasionalnya Iran ataupun hak nuklirnya dan hak yang lainnya.
08:19Oleh karena itu ya saya kira kalau dihantam kapal-kapal Iran atau yang ada hubungannya dengan Iran,
08:26Iran pun dengan keras akan balas.
08:29Oke, Mbak Isa sekarang yang jadi hangat diperbincangkan adalah juga posisi Oman.
08:35Karena sebetulnya kita tahu bahwa posisi Oman sebenarnya adalah mediator diplomatik.
08:40Namun saat ini isu yang menguat adalah bagaimana Iran melakukan komunikasi dengan Oman.
08:46Dan ini bisa dikatakan membuat Amerika Serikat dalam tanda kutip memanas begitu.
08:53Apakah di balik cerita ini ada tujuan yang memang sebenarnya sedang dilakukan baik itu oleh Amerika Serikat ataupun Iran.
09:00Di tengah upaya perjanjian damai antara Iran dan juga Amerika Serikat nyatanya serangan juga masih terus terjadi.
09:08Saya kembali ke Mbak Isa, Mbak Isa kalau memang Iran dan Oman sedang melakukan diskusi untuk bersama-sama mengelola Selat
09:16Hormuz.
09:16Lalu kemudian ada serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada kapal berbendera Gambia.
09:24Menurut Anda sendiri ini apakah suatu kebetulan atau memang sebenarnya Amerika Serikat sedang memberikan warning atas apa yang terjadi saat
09:32ini?
09:34Ya saya kira sebenarnya ini dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai salah satu bentuk untuk memperlihatkan sebenarnya bahwa blokadenya itu masih
09:42berjalan.
09:43Karena sebenarnya dari awal blokade ini, ini sudah banyak sekali.
09:46Ada 5 atau 6 kapal yang sudah ditembak oleh Amerika Serikat.
09:49Ya 116 kapal itu kemudian diputar balik oleh Amerika Serikat.
09:53Dan hanya satu dari sekian banyak kapal yang akhirnya boleh lewat gitu ya.
09:56Meskipun kita tahu sebenarnya banyak juga shadow fleet Iran yang sebenarnya masih lolos ke China gitu.
10:01Nah tetapi permasalahan di sini kita lihat ini menjadi semakin komplikator karena sebenarnya Trump sendiri berada di bawah tekanan gitu.
10:08Sekarang dia akan menghadapi Pemilu Selat di bulan November meskipun ya Trump sendiri bilang kalau dia tidak peduli dengan hasilnya.
10:14Tetapi nyata sekali bahwa ada kepentingan Republikan ini mempertahankan posisinya di dalam Kongres.
10:20Apabila misalnya Trump ya tidak bisa mempertahankan Republikan di dalam Kongres mayoritasnya,
10:26maka kemudian ada kemungkinan Trump ini bisa diimpeach ke depannya atau bahkan diadili gitu.
10:31Sehingga sebenarnya ini imperatif bagi Amerika Serikat untuk bisa mempertahankan nih citra kalau mereka itu memenangkan peperangannya.
10:38Kemarin kita sudah melihat ada pernyataan-pernyataan baru dari Donald Trump dan Hexat ya yang menyatakan bahwa
10:43oh apa namanya amunisinya sudah habis, mereka hampir kalah dan masih banyak lagi.
10:48Dan itu juga didukung oleh kemudian Menteri Keuangan Amerika Serikat yang menyatakan kemudian suara yang serupa bahwa Donald Trump tidak
10:54akan tinggal diam.
10:55Permasalahannya kalimat-kalimat tersebut hanya ditujukan untuk bisa ya menyenangkan domestic audience gitu.
11:02Tetapi permasalahannya itu berbeda jauh dengan apa yang terjadi di lapangan gitu.
11:06Ketika kemudian Amerika Serikat terus-menerus melakukan blokade dan bahkan menyerang kapal asing gitu ya.
11:11Ini akan menyakiti tidak hanya Iran tetapi juga kemudian negara-negara di Gulf Country ya di GCC gitu.
11:18Karena sebenarnya ya permasalahan yang dihadapi Iran sekarang tekanan ekonomi dan juga kemudian kemungkinan besar ya.
11:25Ini apa namanya berkurangnya storage capacity dari industri minyak itu juga negara-negara GCC.
11:30Yang sekarang kita lihat sebenarnya seperti UAE dan Arab Saudi ini secara diam-diam kan ternyata melakukan serangan ke Iran
11:38gitu ya.
11:39Nah permasalahannya kita lihat disini ini ada Oman yang sebenarnya selalu mengklaim dirinya sendiri sebagai Switzerland of the Middle East.
11:46Dan Oman ini kan rekord yang cukup panjang sebenarnya di dalam diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.
11:51Di tahun 2025 kemarin setelah Perang 12 hari Oman ini yang menjadi penengah.
11:56Meskipun ya ini secara apa namanya terbuka saat itu.
11:59Nah ternyata di tahun 2026 ini juga ada kemudian negosiasi yang kemudian dilakukan oleh Oman gitu ya.
12:07Tetapi ya permasalahannya ketika klausal masalah pengelolaan Selat Hormuz ini keluar,
12:13Amerika Serikat ini mulai bergeser pandangannya kepada Oman.
12:17Karena Oman ini sejak awal memang negara yang sebenarnya cukup netral, multi alignment gitu ya.
12:22Tapi gini Mbak Isha, jikalaupun dunia sudah mengetahui bahwa Oman diketahui sebagai negara yang cukup netral,
12:28yang selalu menjunjung perdamaian.
12:30Tapi ketika ada posisi daya tawar untuk mengelola Selat Hormuz ini,
12:36apakah ada kemungkinan ke sana Oman akan menyetujui hal itu?
12:40Ya kalau misalnya Oman, misalnya ya ini Mbak ya,
12:43kalau kita lihat bahwa Oman ini menyetujui misalnya maritime agreement dengan Teheran ya,
12:47maka ini kemudian akan bisa sebenarnya membuat keadaan di Selat Hormuz ini menjadi semakin komplikated gitu ya,
12:55semakin kumit gitu.
12:57Karena kemudian kita lihat bahwa perairan tersebut itu kan sebenarnya jatuh di bawah juridiksi dari Oman.
13:03Tetapi permasalahannya belum ada.
13:05Sampai saat ini belum ada kepastian di mana kemudian posisi Oman.
13:09Meskipun kita tahu ada kabar bahwa secara diam-diam Oman dan Iran kemudian melakukan negosiasi,
13:14tetapi kan hasil akhirnya ini belum ada.
13:16Amerika Serikat melakukan hal tersebut sebagai bentuk koersif diplomasi
13:20untuk mengancam Oman agar dia tidak melakukan sesuatu yang kemudian bertentangan
13:24dengan kehendak Amerika Serikat di dalam perang ini.
13:26Kalau dari Bung Kasim sendiri, ketika Mbak Isa tadi juga mengatakan bahwa sebenarnya Iran saat ini
13:32berada di posisi permasalahan terkait dengan tekanan ekonomi,
13:36kemudian tak berapa lama kemudian Iran disebut melakukan komunikasi dengan Oman,
13:42apakah ini bagian dari relatifitas tekanan ekonomi yang saat ini sedang dialami oleh Iran?
13:49Bung Kasim.
13:51Iya, saya kira kalau masalah negosiasi sama Oman itu bukan apa alasannya masalah ekonominya Iran.
13:59Iran itu sekarang mau menghormati persahabatannya sama Oman itu.
14:06Dan saya kira tidak ada keraguan dari pihak apapun bahwa Iran pasti akan jalankan kekuatannya
14:15dan kekuasannya di Salah Hormuz.
14:17Tapi sekarang berdasarkan persahabatan yang berada di antara Iran dan Oman
14:22dan juga pasti sebagian perlautan yang berada di Teluk Persia itu
14:29dan khususnya di Salah Hormuz pasti itu sharenya Oman.
14:34Oleh karena itu pasti Iran akan lanjutkan negosiasi sama Oman.
14:39Dan mengenai masalah ekonominya Iran itu,
14:41saya kira kalau Iran sudah lama belajar bagaimana mengakali blokade
14:49ataupun problem-problem ekonominya dia.
14:52Ya, pasti sekarang ada tekanan atas ekonominya Iran,
14:58tapi saya kira ada banyak solusi untuk tekanan itu
15:01untuk diselesaikan ataupun direndahkan itu.
15:06Satunya, saya kira kalau pemirsa yang terhormat,
15:09mereka tahu bahwa kalau Iran itu luas sekali.
15:12Kalau perbatasannya Iran itu dari jalur tanahnya Iran itu
15:16hampir, perbatasannya Iran itu hampir 8.500 kilometer.
15:23Hanya 2.000nya itu perairan dan selain itu
15:27semuanya darat, daratan, jalur daratan.
15:30Dan Iran itu bertengah sama 12 negara
15:35dan termasuk Turkiya, termasuk Rusia,
15:40dan sekarang bahkan kalau kerjasama ekonominya Iran sama...
15:48Bung Kasim.
15:52Ya.
15:53Ya, silakan dilanjutkan.
15:55Ya, contohnya saya mau berikan
15:58kalau mengenai China atau ekspor impornya Iran
16:02dan kepada China itu
16:04beberapa, satu bulan terakhir itu
16:09tiga kali lipat
16:11dibanyakkan dari jalur railwaynya
16:14yang ada di antara Iran dan China.
16:16Oleh karena itu, saya kira ada banyak solusi
16:19untuk mengatasi masalah problem ekonominya Iran itu
16:22yang sekarang itu disebabkan oleh belakadi-belakadi itu.
16:25Dan saya kira kalau sekarang,
16:27kalau waktu itu sekarang beruntuk dan diuntuknya Iran
16:31dibandingkan apa, dibandingkan kondisinya Amerika Serikat.
16:36Mbak Isha, kalau kita melihat saat ini
16:38perang tak kunjung usai
16:40dari akhir Februari
16:41sampai saat ini sudah akhir bulan Mei.
16:44Kesepakatan tapi juga diselengi oleh
16:47serangan yang tak kunjung usai.
16:49Menurut Anda,
16:50blokade laut yang dilakukan Washington ini
16:53sebenarnya tujuannya apa?
16:55Apakah tujuannya untuk
16:57di tengah diplomasi
16:58atau sebenarnya Amerika Serikat pada dasarnya
17:01hanya ingin menguasai Selat Hormuz?
17:04Untuk menguasai Selat Hormuz sepertinya tidak.
17:06Karena apa yang diinginkan Amerika Serikat
17:08itu adalah mengembalikan sebenarnya
17:10kondisi Selat Hormuz seperti sebelum perang.
17:12Tetapi kan permasalahannya
17:13yang terjadi sekarang adalah
17:15ini hampir tidak mungkin.
17:16Karena Iran di sini
17:17menggunakan Selat Hormuz sebagai leverage utama
17:19untuk bisa melakukan negosiasi.
17:21Iran tahu,
17:22kalau Selat Hormuz ini sampai dilepas,
17:24maka kemudian Amerika Serikat
17:25akan berusaha sebenarnya menekan Iran
17:27melalui jalur militer
17:28dan kemudian jalur-jalur lain.
17:30Jadi sebenarnya
17:31Selat Hormuz ini merupakan
17:32salah satu bargaining chip utama
17:34yang dimiliki oleh Iran saat ini.
17:36Nah lalu yang kedua
17:36kita kira sebenarnya
17:37apa yang kemudian terjadi di sini
17:39adalah Amerika Serikat sadar betul
17:41kalau saat ini
17:42secara militer
17:43meskipun dia memiliki keunggulan
17:45di bidang udara
17:45dan di bidang laut
17:46tetapi dia tidak bisa sebenarnya
17:48secara
17:48secara
17:49apa namanya
17:50secara
17:52utama gitu ya
17:53dia menggunakan kekuatan militer
17:54untuk bisa memenangkan peperangan ini.
17:56Karena pertama
17:57masalah
17:57apa namanya
17:58okupasi darat
17:59itu hanya bisa dilakukan
18:00melalui serangan
18:01ya
18:01serangan yang dilakukan secara
18:03darat
18:04seperti yang dilakukan
18:04seperti
18:05di perang Irak.
18:06Permasalahannya
18:07Iran ini berbeda dengan Irak.
18:09Ini bukan negara yang kemudian
18:10kecil ya
18:11bukan juga negara yang kemudian
18:13dapat jatuh begitu saja
18:15tetapi Iran memiliki
18:16strategi perang mosaik
18:17yang membagi wilayahnya
18:18ke dalam 31 wilayah yang berbeda
18:20selain itu juga
18:21sebenarnya
18:21tentaranya sudah dilatih
18:23untuk kemudian
18:24mengikuti doktrin perang asimetris
18:26yang berdasarkan
18:26perang atrisi
18:27gitu
18:28jadi resilient sekali
18:29sebenarnya Iran ini gitu
18:30nah
18:31berat politik
18:32untuk bisa turun
18:33ke dalam perang darat
18:34ini sebenarnya besar
18:35dan sangat mustahil
18:35oleh karena itu
18:36sebenarnya Amerika Serikat
18:37ini berusaha untuk ya
18:38menyelesaikan
18:39permasalahan ini
18:40melalui cara-cara diplomatik
18:42tetapi
18:43tetap
18:43mengedepankan sebenarnya
18:45cara-cara
18:46untuk menekan
18:47secara koersif
18:48kita sebut sebagai
18:49koersif diplomasi ya
18:50dimana kemudian kedua hal ini
18:51berjalan secara beriringan
18:53permasalahannya
18:54kenapa kemudian ini
18:55sampai deadlock
18:55Iran sendiri sudah jelas
18:56ya statementnya
18:57bahwa dia tidak akan
18:58mau melakukan
18:59negosiasi
19:00kalau misalnya
19:00masih ada tekanan-tekanan
19:02serta ya
19:02intimidasi dari Amerika Serikat
19:04nah makanya disini
19:05kita lihat
19:06apa yang kemudian
19:06harus dicapai
19:07ya memang Amerika
19:08harus menerima
19:09terlebih dahulu
19:10kalau misalnya memang
19:11ya Amerika Serikat itu
19:13sedang berada di dalam
19:13posisi disadvantage
19:15gitu saat
19:15kalaupun misalnya
19:17mau dilanjutkan
19:17saya kira sebenarnya
19:18ada beberapa prediksi
19:20dimana kemudian
19:21perang ini bisa berakhir
19:22yang pertama mungkin
19:23di akhir bulan Juli
19:24ya atau di awal bulan Agustus
19:25ketika musim panas itu
19:26masuk ya
19:27musimnya
19:28dan kemudian kebutuhan energi
19:29semakin meningkat
19:30karena di utara itu
19:31butuh pendingin
19:32dan di selatan itu
19:33butuh penghangat gitu
19:34nah sementara
19:35Middle East itu
19:36menjadi sangat panas gitu
19:37sehingga
19:38wheel of fight-nya
19:39menghilang
19:39nah yang kedua adalah
19:40ketika di
19:41di ini
19:42pemilu selah Amerika Serikat
19:43kalau misalnya
19:44seandainya Republikan
19:45kalah ya ini
19:46maka kemudian akan
19:47membuka pintu
19:48negosiasi lainnya
19:50baik
19:50terima kasih
19:51atas perspektif Anda
19:53Mbak Aisyah
19:53dan juga Bung Kasim
19:54atas perspektifnya
19:55sore hari ini
19:56di Kompas Petang
19:57selamat sore
19:58selamat menikmati
19:58selamat menikmati
19:59selamat menikmati
Komentar