Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Film dokumenter Pesta Babi kembali menjadi sorotan setelah salah satu tokoh yang tampil di dalam film tersebut, Yasinta Moiwend, perempuan adat Malind dari Merauke, Papua Selatan, melaporkan Ketua LBH Papua Merauke ke Polda Metro Jaya.

Yasinta Moiwend melaporkan pihak terkait atas dugaan penyalahgunaan data pribadi yang berkaitan dengan proses pembuatan hingga pemutaran film dokumenter Pesta Babi.

Ia mengaku penampilan dirinya dalam film tersebut dilakukan tanpa izin maupun pembicaraan terlebih dahulu dari pihak pembuat film.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

#dokumenter #pestababi #dhandy

Baca Juga Momen Evakuasi Jenazah dari Kendaraan Hangus Pasca Serangan Udara di Lebanon Selatan di https://www.kompas.tv/internasional/672076/momen-evakuasi-jenazah-dari-kendaraan-hangus-pasca-serangan-udara-di-lebanon-selatan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672078/yasinta-moiwend-soal-pesta-babi-laporkan-ketua-lbh-papua-merauke-kompas-petang
Transkrip
00:00Kita ke informasi lain, sodara film dokumenter Pesta Babi kembali disorot usai salah satu tokoh di dalam film
00:06Perempuan Adat Malin dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwen
00:11ngelaporkan Ketua LBH Papua Merauke, Kepul Damitrujaya terkait pembuatan hingga pemutaran film dokumenter Pesta Babi.
00:24Perempuan Adat Malin dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwen melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Papua Merauke, Kepul Damitrujaya.
00:33Pelaporan atas dugaan penyalahgunaan data pribadi,
00:36ia mengaku penampilan dirinya dalam film Pesta Babi tanpa izin maupun pembicaraan dari pihak film.
00:44Yasinta berharap tayangan film Pesta Babi, Garapan Dandilaksono, dan Sipri Pajudaleni dihentikan.
00:51Di situ ada wajah saya, di situ saya lihat sendiri, saya saksikan sendiri,
00:59kenapa wajah saya ditampil di depan banyak orang, tanpa izin dari saya.
01:05Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati,
01:11saya kecewa sekali, tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan.
01:19Dihentikan, mulai dari hari ini dihentikan.
01:24Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses.
01:29Merespons laporan itu, pendiri Watchdog Documentary,
01:32Dandilaksono sebagai sutradara film dokumenter Pesta Babi menghormati langkah Yasinta.
01:38Melalui keterangan tertulis kepada Kompas TV dan dimenjelaskan,
01:42waktu tanah wilayahnya diambil tanpa izin,
01:44mereka tak datang menjemput dan mengantarkannya ke Jakarta untuk lapor polisi.
01:49Yang datang adalah anak-anak adat yang jadi pengacara pro bono,
01:52karena soldaritas dan ingin ikut melindungi tanah moyangnya.
01:56Kami menghormati pilihan Mama Yasinta,
01:59sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua.
02:05Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada,
02:09Jainal Arifin Muhtar menilai,
02:10semua pihak harus menghargai laporan Mama Yasinta,
02:13namun ia juga mempertanyakan perubahan sikap yang bertolak belakang dengan sebelumnya.
02:19Satu, mungkin menarik untuk berpikir kenapa terjadi perubahan dari Mama Yasinta itu.
02:26Karena di berbagai kesempatan lainnya,
02:30kelihatannya beliau sangat menggebu-gebu ya.
02:34Yang kedua, kita juga tidak tahu apa yang terjadi pada beliau.
02:38Tapi secara hak, saya kira kita semua paham bahwa itu adalah haknya anak beliau,
02:44dan siapapun tidak boleh marah dengan hak itu.
02:48Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat,
02:51Brijen Doni Pramono menilai,
02:52penayangan film Pesta Babi adalah bagian dari hak kebebasan berpendapat dan berekspresi
02:57yang harus dihormati.
02:58Doni juga menegaskan TNI tidak anti-kritik.
03:01Kami tidak anti-kritik,
03:04tetapi kritik juga dibangun di atas data,
03:08keseimbangan dan fakta lapangan.
03:11Jangan terjebak pada polemik artistik film.
03:16Fokus pada dampak sosial dan narasi yang dibangun dari film tersebut.
03:21Sehingga pentingnya objektifitas dan keseimbangan informasi dalam menyikapi hal ini.
03:27Karena banyak narasi kebohongan yang disampaikan.
03:33Film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita,
03:37merupakan karya Sivri Jehan Pajudale dan Dandi Dwi Laksono.
03:41Pertama kali dirilis pada 12 April 2026,
03:44usai dirilis kegiatan nonton bareng atau nobar di sejumlah daerah
03:48sempat diwarnai aksi pembubaran di beberapa lokasi.
03:51Tim Liputan, Kompas TV
04:00Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan