00:00Kita ke informasi lain, sodara film dokumenter Pesta Babi kembali disorot usai salah satu tokoh di dalam film
00:06Perempuan Adat Malin dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwen
00:11ngelaporkan Ketua LBH Papua Merauke, Kepul Damitrujaya terkait pembuatan hingga pemutaran film dokumenter Pesta Babi.
00:24Perempuan Adat Malin dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwen melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Papua Merauke, Kepul Damitrujaya.
00:33Pelaporan atas dugaan penyalahgunaan data pribadi,
00:36ia mengaku penampilan dirinya dalam film Pesta Babi tanpa izin maupun pembicaraan dari pihak film.
00:44Yasinta berharap tayangan film Pesta Babi, Garapan Dandilaksono, dan Sipri Pajudaleni dihentikan.
00:51Di situ ada wajah saya, di situ saya lihat sendiri, saya saksikan sendiri,
00:59kenapa wajah saya ditampil di depan banyak orang, tanpa izin dari saya.
01:05Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati,
01:11saya kecewa sekali, tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan.
01:19Dihentikan, mulai dari hari ini dihentikan.
01:24Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses.
01:29Merespons laporan itu, pendiri Watchdog Documentary,
01:32Dandilaksono sebagai sutradara film dokumenter Pesta Babi menghormati langkah Yasinta.
01:38Melalui keterangan tertulis kepada Kompas TV dan dimenjelaskan,
01:42waktu tanah wilayahnya diambil tanpa izin,
01:44mereka tak datang menjemput dan mengantarkannya ke Jakarta untuk lapor polisi.
01:49Yang datang adalah anak-anak adat yang jadi pengacara pro bono,
01:52karena soldaritas dan ingin ikut melindungi tanah moyangnya.
01:56Kami menghormati pilihan Mama Yasinta,
01:59sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua.
02:05Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada,
02:09Jainal Arifin Muhtar menilai,
02:10semua pihak harus menghargai laporan Mama Yasinta,
02:13namun ia juga mempertanyakan perubahan sikap yang bertolak belakang dengan sebelumnya.
02:19Satu, mungkin menarik untuk berpikir kenapa terjadi perubahan dari Mama Yasinta itu.
02:26Karena di berbagai kesempatan lainnya,
02:30kelihatannya beliau sangat menggebu-gebu ya.
02:34Yang kedua, kita juga tidak tahu apa yang terjadi pada beliau.
02:38Tapi secara hak, saya kira kita semua paham bahwa itu adalah haknya anak beliau,
02:44dan siapapun tidak boleh marah dengan hak itu.
02:48Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat,
02:51Brijen Doni Pramono menilai,
02:52penayangan film Pesta Babi adalah bagian dari hak kebebasan berpendapat dan berekspresi
02:57yang harus dihormati.
02:58Doni juga menegaskan TNI tidak anti-kritik.
03:01Kami tidak anti-kritik,
03:04tetapi kritik juga dibangun di atas data,
03:08keseimbangan dan fakta lapangan.
03:11Jangan terjebak pada polemik artistik film.
03:16Fokus pada dampak sosial dan narasi yang dibangun dari film tersebut.
03:21Sehingga pentingnya objektifitas dan keseimbangan informasi dalam menyikapi hal ini.
03:27Karena banyak narasi kebohongan yang disampaikan.
03:33Film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita,
03:37merupakan karya Sivri Jehan Pajudale dan Dandi Dwi Laksono.
03:41Pertama kali dirilis pada 12 April 2026,
03:44usai dirilis kegiatan nonton bareng atau nobar di sejumlah daerah
03:48sempat diwarnai aksi pembubaran di beberapa lokasi.
03:51Tim Liputan, Kompas TV
04:00Tim Liputan, Kompas TV
Komentar