Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah upaya negosiasi perpanjangan gencatan senjata, AS dan Iran justru kembali saling serang.

AS mengklaim Iran bakal bertekuk lutut, tapi ternyata Iran sanggup membalas serangan AS.

Dengan situasi ini, apakah jalan damai sudah benar-benar buntu? Atau masih ada kesempatan membahas poin-poin kesepakatan untuk disetujui kedua pihak?

Simak ulasannya bersama Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, dan Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Yulius Purwadi, di program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV pada Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga WARNING! Menteri Perang AS Olahraga Bareng Para Marinir, Iran Diberi Ancaman di https://www.kompas.tv/video/671826/warning-menteri-perang-as-olahraga-bareng-para-marinir-iran-diberi-ancaman

#iran #as #perang #trump #mojtabakhamenei

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671866/full-iran-vs-as-saling-serang-kembali-pengamat-timur-tengah-hi-sorot-usaha-gencatan-senjata
Transkrip
00:06Jalan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih butuh.
00:11Kamis lalu, suara ledakan terdengar dari kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran Selatan.
00:17Serangan tersebut kembali menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas.
00:22Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau SENCOM menyatakan,
00:26pihaknya menembak jatuh empat drone serang Iran
00:28yang dianggap menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz.
00:34Serangan Amerika ini dilakukan di tengah gejatan senjata
00:37antara Amerika Serikat dan Iran
00:38serta negosiasi untuk mengakhiri perang yang pun juga menemui kata sepakat.
00:45Sebelumnya, dalam rapat Kabinet Washington DC pada Rabu waktu setempat,
00:50Menteri Pertahanan Amerika Serikat bilang Iran sudah tak bisa lagi mengembangkan drone.
00:54Amerika Serikat mengklaim, armada angkatan laut Iran juga sudah dihancurkan.
01:00Iran juga dipastikan tak akan pernah memiliki nukil.
01:26Namun, Iran tak tinggal diam.
01:27Beberapa jam setelah serangan Amerika Serikat,
01:30kemudian garda revolusi Iran menyerang pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait.
01:35Jijat asap terangkap warga di langit Kuwait.
01:38Serangan ini membuktikan Iran tak main-main dengan peringatan yang sebelumnya dilontarkan IRGC.
01:45Iran bersumpah akan membalas setiap agresi Amerika Serikat lebih menyakitkan dari perang sebelum gencana.
02:17Penelit di Asia Middle East Center,
02:19Bizaru Ghazali bilang, upaya negosiasi keduanya saat ini sangat rapuh dan kritis.
02:24Sebab, saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali terjadi.
02:28Seperti menandakan tak ada upaya meredam konflik.
02:31Jadi kalau kita lihat ya, negosiasi yang terjadi di jalan di antara Iran dan Amerika Serikat,
02:36itu kayak orang sakit masuk ICU.
02:38Jadi sangat kritis ya.
02:39Sangat rapuh sekali dan kita nggak melihat ada tanda-tanda kemudian adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
02:46Karena kalau colak ukuran, simpel menurut saya.
02:49Kalau memang ada tanda-tanda kesepakatan damai dan antara dua belah pihak,
02:53itu tidak mungkin mereka dilakukan saling serang.
02:57Di tengah aksi saling serang, saat ini,
03:00negosiator adanya Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan sementara
03:04untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
03:08Tidak pihak juga dikabarkan sepakat untuk memulai putaran pembicaraan baru
03:12tentang program nuklir Iran dan poin kesepakatan lainnya.
03:28Di tengah upaya negosiasi perpanjangan gencatan senjata,
03:31Amerika Serikat dan Iran justru kembali saling serang.
03:34Amerika Serikat mengklaim Iran bakar bertetuk lutut,
03:37tetapi ternyata Iran sanggup membalas serangan Amerika Serikat.
03:40Dengan situasi ini, apakah jalan damai sudah benar-benar buntu?
03:43Atau masih ada kesempatan membahas poin-poin kesepakatan untuk disetujui ke dua belah pihak?
03:48Kita akan membahasnya dengan pengamat timur tengah Hasibulo Satroi
03:52dan juga pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Julius Purwadi.
03:56Selamat pagi, Mas Hasibulo, Pak Julius.
04:01Baik, saya ke Pak Julius terlebih dahulu.
04:04Pak Julius, ini beberapa hari kebelakang AS dan juga Iran saling serang seperti itu.
04:08Tapi di sisi lain, sepertinya negosiasi masih terus berjalan gitu ya.
04:11Bahkan ada draft kesepakatan yang paling baru gitu, katanya ada poin di mana mereka akan
04:16gejatan senjata selama 60 hari ke depan.
04:19Walaupun masih menunggu persetujuan akhir dari Trump dan juga Iran ini belum bilang sesuatu
04:24soal draft kesepakatan ini.
04:26Jadi ini yang terjadi apa sebenarnya?
04:28Negosiasi secara seperti inikah yang kemudian dilakukan oleh kedua negara?
04:33Ya, 60 hari ya perpanjangan getata senjata gitu.
04:37Artinya ini bulan Mei, lalu Juni dan Juli gitu.
04:41Nah, apa yang diteritakan ya, bisa direfleksikan dengan situasi ini.
04:46Saya kok ngelihatnya begini ya,
04:48bahwa pertama sinyal perdamaian itu semakin redup ya, dan itu kelihatan sekali.
04:52Dan bahkan seolah tidak terlihat lagi.
04:54Artinya proses negosiasi untuk bangun kesepakatan makin rumit,
04:58perjalanan menemukan titik temu antara AS dan Iran masih panjang, berliku, dan sangat terjan.
05:04Terjal gitu.
05:05Dan kenapa rumit?
05:06Saya bisa melihat dari tiga perspektif.
05:08Yang satu perspektif internal Irannya,
05:10kedua politik internal di Amerika Serikat,
05:12lalu kemudian kita juga harus memperhitungkan respons skeptis dari negara-negara teluk.
05:17Nah, kalau kita melihat, Mas Brie,
05:20dari perspektif internal Iran,
05:22melihat serangan beberapa waktu yang lalu di Bandar Abbas,
05:26itu kan pelanggaran gejatan senjata,
05:29dan itu terang-benderang, ya, sangat jelas.
05:31Dan respon dari IRGC,
05:33maupun pejabat-pejabat tinggi politik,
05:35itu sangat keras.
05:37Sangat keras.
05:38Dan itu artinya apa?
05:39Artinya bahwa mereka melihat tidak ada niat baik, ya.
05:42Yang selalu ditunjukkan Amerika Serikat adalah
05:46keburukan, ya, niat jahat, gitu ya,
05:49dari proses negosiasi ini.
05:52Dan menarik mencermati apa yang terjadi di Iran
05:55adalah menguatnya garis keras di IRGC.
05:58Nah, kalau ini terjadi, gitu,
06:00garis keras itu artinya apa, gitu ya?
06:02Mereka adalah yang tidak sepakat
06:05membangun kesepakat dengan Amerika Serikat.
06:07Apalagi kalau bicara soal nukleiran.
06:09Ini satu, ya.
06:10Satu, bahwa sinyal perdama semakin redup, ya,
06:13dan semakin jauh.
06:14Lalu yang kedua dari Amerika Serikat sendiri,
06:17Trump tampaknya sudah tidak mulai khawatir lagi
06:21terkait dengan tekanan pemilihan selat
06:23dan tekanan publik.
06:25Nah, ini kan yang selalu diomongkan
06:26oleh pengamat-pengamat politik internasional di Amerika Serikat
06:31bahwa awas hati-hati dengan pemilu selat.
06:34Pemilihan selat yang dampaknya bisa buruk sekali
06:36untuk Trump dan Partai Republik.
06:39Tapi nyatanya enggak, ya.
06:40Dan kita dalam dua hari terakhir
06:43mendengar bahwa Trump tidak khawatir lagi
06:45terkait dengan tekanan waktu.
06:47Nah, panjang lagi, nih,
06:49kalau kita bicara Trump,
06:50dua bulan cukup panjang, gitu,
06:52dan dua bulan pun mungkin kita tidak bisa melihat cahaya
06:55akan terjadinya perdamaian.
06:57Dari perspektif negara teluk,
06:59ini juga satu hal yang kita harus termati.
07:01Kemarin kan serangan balasan itu kan
07:04sudah terjadi,
07:05khususnya ke Kuwait, gitu,
07:07dan itu sangat membuat Kuwait sangat khawatir.
07:11Sehingga sekarang harus menghidupkan kembali
07:14sistem pertahanannya.
07:16Nah, bukan hanya Kuwait,
07:17saya kira yang suku khawatir,
07:19tapi juga negara-negara lain.
07:20Pertanyaan yang selalu muncul sejak awal adalah
07:23gimana sikap mereka ke depan?
07:25Tiga bulan ini mereka sudah sangat sabar,
07:27tapi ke depan apakah mereka kemudian
07:30habis kesabarannya,
07:31dan artinya siap berkoalisi dengan Amerika Serikat?
07:35Nah, ini tiga aspek ini
07:37yang kita mungkin bisa melihat sebagai
07:42alasan kita untuk menjadi skeptis
07:44bahwa perhundingan ini akan bisa
07:46menghasilkan titik temu
07:47dalam jangka waktu yang sangat dekat.
07:50Baik, kalau dari Mas Asibulo seperti apa, Mas?
07:53Apakah juga pesimis gitu?
07:54Bakal ada perdamaian,
07:56dan apakah keadaan seperti ini
07:59yang kemudian akan terjadi terus gitu ya?
08:00Selalu negosiasi, poin-poinnya kecil-kecil,
08:02tapi masih saling serang satu sama lain?
08:06Terima kasih, Mas Brey.
08:08Saya rasa sebelum saya konklusi kepada
08:11apakah ini optimis atau pesimis,
08:13kita perlu memahami fakta-fakta lapangan dulu.
08:17Saya ingin mengatakan dari sisi Amerika begini,
08:20sebenarnya kalau kita baca Amerika,
08:22katakanlah kebijakan militer perang 40 hari,
08:26lalu kemudian dia berunding
08:27seperti sekarang sudah 53 hari
08:29dalam catatan saya,
08:31dan terus berlanjut dinamikanya,
08:34itu kan merujuk kepada satu substansi menurut saya.
08:37Substansinya adalah
08:38bahwa Amerika belum dapat yang dia mau.
08:41dia belum dapat yang diharapkan yang ada di Iran.
08:44Jadi ibarat orang mau mengambil sesuatu di Iran,
08:47perang itu adalah caranya.
08:5040 hari dia nggak dapat.
08:51Diplomasi dia coba,
08:53ternyata juga dia nggak dapat.
08:55Nah, apa yang bikin dia nggak dapat?
08:57Ini dari sisi Iran kalau mau dianalisa,
08:59berarti karena Iran mampu menjaga barang yang dia punya,
09:03ibarat barang ya,
09:04katakanlah uranium,
09:05dia mampu menjaga ini.
09:06Dia mampu menjaga soliditas nasionalnya.
09:09Sehingga yang diharapkan Iran adalah hancur,
09:12justru tidak tercapai dalam konten perang 40 hari.
09:15Karena itu,
09:17kalau saya membacanya,
09:19apa yang terjadi kemarin dalam dua kali insiden,
09:22itu kan sebenarnya kalau dibaca dari sisi Amerika,
09:24adalah cara Amerika untuk satu,
09:26coba-coba ini.
09:2850% itu pakai pendekan militer masih mungkin nggak?
09:31Dia coba itu.
09:32Karena itu dia serang di teluk,
09:35bahkan dia sebat berlakukan operasi.
09:37Tapi kan ternyata air teluk itu memang panas.
09:40Airnya Iran itu panas.
09:42Jadi, dia coba-coba turun lagi.
09:44Karena memang ada barangnya,
09:45ada pengguninya,
09:47ada kedaulatan di situ.
09:49Jadi, saya melihatnya Amerika,
09:52bolak-balik dalam dua cara itu,
09:54mau coba cerang untuk dapat barangnya,
09:56atau berunding,
09:57kalau kemudian belum dapat dengan cara perang.
09:59Nah, oleh karena itu,
10:01menurut saya,
10:02cara bacanya dari sisi Iran itu menarik.
10:04Apapun perbedaan kita ya,
10:07pembahasan kita.
10:08Saya melihat,
10:09bisa dihitung,
10:10pertanggal 21 April sampai sekarang,
10:13cara komunikasi Iran,
10:14cara diplomasi Iran,
10:16itu cara orang yang menang.
10:19Yang terbaru,
10:20saya ambil dengan contohnya pernyataan Galibab.
10:23Galibab mengatakan yang terbaru,
10:25bahwa semua yang kita dapat sekarang ini,
10:27adalah bukan karena berkat dialog.
10:29Tapi berkat rudal yang kita miliki.
10:32Artinya apa?
10:34Iran menunjukkan sebuah,
10:36apa namanya,
10:37pertahanan.
10:38Dia menunjukkan sebuah kemampuan.
10:40Nah, oleh karena itu,
10:42kalau kita baca dalam konteks seperti itu,
10:44maka memang,
10:45varian-varian analisanya,
10:47seperti disampaikan oleh Prof. Yudhis tadi,
10:49itu bisa bekerja.
10:50katakanlah kalau dari sisi Iran,
10:53kenapa kok Iran bisa menjadi kuat seperti itu,
10:56bahkan menjadi mengkhawatirkan,
10:58katakanlah secara lapangan,
11:00faktanya dia mengalami banyak elit-elit pemimpinnya,
11:05kalau Amerika di baris 1, baris 2,
11:08sekarang baris 3.
11:09Nah,
11:10kalau benar begitu,
11:11coba di-compare dengan tujuan perannya.
11:13Apakah itu makin dekat,
11:14mendekatkan Amerika dengan tujuan perannya,
11:17atau justru kontra produk itu.
11:19Katakan kita pakai isu nuklir,
11:21sebagai ukuran.
11:22Di jalan sebelum perang,
11:24itu,
11:25soal nuklir tidak terlalu berbahaya.
11:27Malah Imam Hamani'i,
11:28dianggap sebagai orang yang menggaransi,
11:30bahwa Iran tidak akan lanjut kepada isu nuklir.
11:33Sekarang,
11:34setelah garantor-garantor itu meninggal,
11:37generasi ketiga ini adalah muncul,
11:39nimbul kekhawatiran,
11:40jangan-jangan mereka ini orang yang tidak lagi mau tertib.
11:44Dengan katakan nasihat terdahulu,
11:46karena pertimbangan kontekstualnya,
11:48mereka sekarang yang membuat mereka hidup adalah nuklir.
11:52Jadi,
11:52ada sesuatu yang kontekstual,
11:54akhirnya membuat,
11:55ya,
11:55namanya fatwa,
11:56namanya pandangan hukum,
11:57kan,
11:58menyesuaikan dengan konteks hukum.
12:00Nah,
12:00ini yang bagi saya secara politik,
12:02berarti kalau itu yang terjadi,
12:04yang dilakukan oleh Amerika
12:06dengan menyerang dan membunuh tokoh-tokoh Iran
12:08adalah tindakan yang kontraproduktif.
12:11Bukannya tidak dapat yang mereka mau,
12:14tapi justru mereka makin kehilangan,
12:16makin jauh dari yang mereka mau.
12:18Nah,
12:18ini dia yang kemudian kami bingungkan,
12:20gitu ya.
12:20Saya mau tanya ke Pak Julius,
12:22dengan langkah-langkah Amerika Serikat
12:23yang kadang-kadang tadi kontradiktif
12:25dengan tujuan mereka,
12:26saling serang,
12:27kemudian di tengah negosiasi
12:28yang sudah mulai hampir mau deal,
12:30gitu ya,
12:31sudah tinggal nunggu Amerika Serikat
12:32persetujuan akhir,
12:33gitu.
12:34Ternyata malah nyerang.
12:35Nah, ini Amerika Serikat ini
12:37miskalkulasi
12:37atau memang sudah tidak peduli
12:39atau tutup mata
12:39atau seperti apa sih,
12:40Pak Julius?
12:42Ya,
12:42miskalkulasi ya.
12:43Saya kira itu lebih pas ya.
12:44Miskalkulasi,
12:45gitu.
12:46Yang kalau kita cermati
12:47sejak serangan pertama
12:49di 28 Februari,
12:50itu kan targetnya adalah
12:53menyingkirkan
12:54Ayatullah Ali Khomeini.
12:56Dan dia membayangkan
12:58bahwa begitu tersingkir,
13:00meninggal dunia,
13:01lalu kemudian habis,
13:03gitu ya,
13:04dan menang,
13:05gitu ya,
13:06di dalam perang ini.
13:07Ini mirip-mirip skenario
13:08yang dimainkan di Venezuela.
13:10Menculik Maduro,
13:12gitu,
13:12lalu terjadilah perubahan politik.
13:14Tapi kan enggak ya,
13:15ternyata kalau kita bicara
13:16soal kasusiran.
13:18Dan bahkan penggantinya,
13:21analisa menyebut bahwa
13:22jauh lebih keras lagi.
13:23Terkait dengan
13:24posisi terhadap barat,
13:27semakin benci terhadap barat,
13:29semakin keras,
13:29gitu,
13:30menentang barat,
13:31sekaligus semakin keras
13:32terkait dengan
13:33pengajian uranium.
13:34Ini yang kita dengar, ya,
13:37dari,
13:37dari analisis
13:38dan terusnya
13:39informasi-informasi
13:40yang valid.
13:41Jadi apa?
13:42Gagal total
13:43di hari yang pertama.
13:44Nah,
13:45yang kita saksikan
13:46di hari-hari berikutnya adalah
13:47strategi-strategi
13:49yang trial and error, ya.
13:51mencoba ini,
13:52mencoba itu, gitu.
13:53Lalu kemudian
13:55tanggal 8 April
13:56kecatatan senjata,
13:57diperpanjang lagi,
13:59lalu tiba-tiba
13:59di-declare perang
14:00sudah berakhir,
14:01epik-fukuri,
14:02itu sudah berakhir, gitu ya.
14:04Dan yang terakhir lagi
14:06adalah serangan
14:07ke Bandar Abbas, gitu.
14:09Dan kalau saya cermati, gitu,
14:10kalau kita mau bicara
14:11strategi, ya,
14:12apakah serangan
14:14ke Bandar Abbas itu
14:14strategi?
14:15Barangkali iya, gitu.
14:17Tapi strategi yang sifatnya
14:18jauh lebih taktis.
14:19Dalam rangka
14:20untuk mendukung
14:22negosiasi
14:22yang sedang berlangsung
14:23antara Amerika Serikat
14:24dan Iran,
14:25harapannya akan menciptakan
14:26tekanan yang sangat tinggi
14:28kepada delegasi Iran
14:30untuk segera bersepakat.
14:32Coba, kan?
14:33Dan nyatanya kan enggak, gitu.
14:34Justru,
14:34justru, apa,
14:35direaksi dengan sangat keras, gitu.
14:38Reaksinya adalah
14:39Iran menyerang
14:40dari mana asal
14:41serangan itu, gitu.
14:43Militer,
14:43militeri basis, ya.
14:44Basis militer yang ada
14:45di negara Teluk,
14:46di mana ada
14:47di-reploy
14:48rudalnya, gitu.
14:49Atau mungkin juga
14:50kapal-kapal perang,
14:51kapal-kapal induk
14:52yang ada di sekitaran
14:54Teluk Oman,
14:54itu yang dilakukan.
14:56Jadi,
14:56salah spekulasi
14:57di satu hal.
14:58Namun, kemudian
14:59yang saya khawatir
15:00pernyataan Mas Breit tadi,
15:01jangan-jangan
15:02mau tutup mata ini.
15:03Nah,
15:04kemarin,
15:04kalau saya tidak keliru, ya,
15:05Presiden Amerika
15:06Trump,
15:07Presiden Amerika Serikat
15:08Donald Trump,
15:09kelihatannya
15:09sudah mau tutup mata
15:11aja ini, gitu.
15:12Secara terbuka,
15:13dia melegaskan
15:13bahwa dirinya
15:14sama sekali tidak takut
15:16atau khawatir
15:16terhadap tekanan politik
15:18menjelang pemilu selah.
15:19Itu sudah blak-blak.
15:20Dan ini menepis
15:22anggapan bahwa
15:22tekanan pemilu
15:23akan memaksainya
15:24untuk menunak
15:25atau terburu-buru
15:26mengambil kesepakatan damai.
15:27Jadi, ini alasan
15:28kenapa diperpanjang
15:2960 hari, gitu,
15:30dan tidak keberatan.
15:31Karena sudah
15:32tidak peduli lagi
15:33dengan nasibnya
15:34di pemilu selah.
15:36Dan sisi lain,
15:37kenapa dia begitu
15:38confidentnya
15:38dengan keputusan ini, gitu,
15:41tutup mata
15:41terhadap apa yang terjadi
15:43di pemilu selah adalah
15:44karena ada
15:45faksi konservatif
15:46di Republik.
15:47Di Partai Republik
15:48yang
15:49yang tidak happy
15:50kalau
15:51Donald Trump
15:52melunak.
15:53Dan tekanan ini
15:54dari
15:55faksi konservatif ini, gitu,
15:56yang akhirnya bisa menjelaskan
15:58kenapa
15:58dia menyerang
15:59Bandar 18 kemarin.
16:01Supaya
16:02strateginya,
16:03sekali lagi,
16:03strategi yang saya sebut
16:04lebih taktikal adalah
16:06bagaimana caranya
16:07memaksa Iran
16:08untuk bersepakat
16:10secara penuh
16:11terhadap
16:12penghentian
16:12pengayaan uranium.
16:14Mas Bre,
16:15kalkulasi
16:16sekaligus tutup mata.
16:17Oke, bisa
16:18miskalkulasi
16:19tapi juga
16:19sekaligus tutup mata, gitu,
16:20sudah tidak peduli lagi
16:21apa kemudian
16:22yang terjadi
16:23impact-nya
16:24mungkin di dalam negeri
16:25Amerika Serikat sendiri.
16:26Mas Hasibulo,
16:27Anda melihatnya,
16:28jika
16:29misalnya
16:30sudah tidak didengar, gitu,
16:31ya, suara
16:31dari dalam
16:33maupun juga
16:34suara
16:34misalnya
16:36apa ya,
16:37orang bilang
16:38kalau Amerika Serikat
16:39bisa menurunkan
16:40egonya sedikit
16:40bisa kok
16:41negosiasi
16:41dan bisa mencapai
16:42kesepakatan,
16:43bisa mencapai
16:43tujuan perang
16:44dari Amerika Serikat.
16:45Tapi,
16:46apakah kemudian
16:47bisikan-bisikan
16:48misalnya dari
16:49negara-negara Timur Tengah
16:50ini juga bisa
16:51mengerem, gitu,
16:52Mas Hasibulo,
16:52agar Amerika Serikat
16:53melunak dululah,
16:55ngerem dululah,
16:55jangan serang-serang dululah,
16:56paling tidak
16:57untuk bisa sepakat
16:58dengan Iran dulu.
17:00Ya,
17:00saya rasa
17:01memang pertanyaan
17:02Mas Bray bisa masuk
17:03ke, apa namanya,
17:04jantung persoalan utamanya.
17:06Jadi,
17:07kalau Amerika ini
17:08mau mendengar
17:09Arab Teluk,
17:10maka perang
17:1140 hari
17:11tidak perlu terjadi.
17:13Karena Arab Teluk
17:14dari awal
17:14sikapnya adalah
17:15rekomendasi
17:16untuk pendekatan
17:17diplomasi.
17:18Tapi,
17:18untuk di persoalan,
17:19Trump sendiri
17:20terlalu memanjakan
17:21Netanyahu
17:22dan Amerika secara umum
17:24terlalu
17:24menemansatukan
17:25Israel
17:26dibanding
17:27sekutu-sekutu
17:28yang lain.
17:29Nah,
17:29itu yang saya bilang
17:30ketika perang ini
17:31terjadi,
17:32maka yang paling
17:33diuntungkan
17:34hanya Israel,
17:35yang justru paling
17:36dirugikan adalah
17:37Arab Teluk
17:38yang dengan
17:39berbagai macam
17:39taktiknya Iran
17:40pada akhirnya
17:41terlibat dalam
17:42perang ini.
17:43kalau kemudian ini
17:45kita baca
17:46dalam konteks
17:47sekarang,
17:47sekarang
17:48sikapnya Arab Teluk
17:49juga sama.
17:50Dia berada pada
17:51posisi
17:51lebih merekomendasikan
17:53ini segera
17:54genjatan senjata,
17:56segera tanda tangan.
17:57Nah,
17:57itu perkembangan
17:58kurang lebih di hari
17:58minggu kemarin
17:59sudah.
17:59Sudah hampir
18:00satu minggu selalu.
18:01Tapi,
18:02lagi-lagi ketika
18:02Trump bawa kepada
18:03Israel,
18:05bawa kepada
18:05orang-orang
18:06Republik,
18:07ini lain lagi
18:08ceritanya,
18:08opsinya adalah
18:09opsi perang.
18:10Nah,
18:10saya menduga
18:11dari awal
18:12bahwa berbagai macam
18:13keterlambatan
18:14dalam penundaan ini
18:15tidak bisa
18:16dilepaskan
18:17dari sikap Israel
18:18dan orang-orang
18:19Republik yang tadi
18:20dikatakan
18:20bersikap politis
18:22terhadap
18:22apa namanya
18:23rencana
18:24kesepahaman
18:25di antara Amerika
18:26dengan Iran.
18:26Tapi,
18:27persoalannya begini.
18:28Ini masuk kepernyataan
18:29Pak Julius.
18:30Kalau ilmu
18:30mengatakan A,
18:31apakah otomatis
18:32lapangan menunjukkan A?
18:34Saya justru
18:35mengatakan
18:35dalam pernyataan
18:36Trump,
18:37kadang-kadang
18:37yang lebih benar adalah
18:38konteks
18:39sosial politiknya
18:40daripada
18:41pernyataan
18:42verbalnya.
18:43Ketika Trump
18:44mengatakan bahwa
18:44tidak lagi peduli
18:46dengan katakanlah
18:47persoalan
18:48pemilu,
18:49apakah benar-benar
18:50begitu?
18:51Secara politik,
18:52bagaimana kita
18:53bisa merumuskan
18:53dan menemukan
18:54seorang politisi
18:55tidak lagi peduli
18:57dengan persoalan
18:57sosial politiknya
18:59didengaranya.
19:00Yang saya maksud
19:01dengan sosial politiknya
19:02adalah satu,
19:03serangan-serangan
19:04daripada rakyat
19:05dan harga-harga
19:05makin kuat
19:06kepada Amerika,
19:07kepada Trump.
19:08Bahkan yang terbaru
19:09orang-orang Amerika
19:10sudah bilang
19:11tidak peduli dengan Iran.
19:12Kami hanya ingin
19:12bagaimana
19:13harga-harga barang
19:14turun.
19:15Itu satu fakta.
19:16Yang kedua,
19:16soal pergeseran
19:17peta dukungan
19:18di Kongres.
19:19Bagaimana yang terbaru
19:20adalah menjadi
19:2150 banding 47?
19:23Trump bisa
19:24tidak peduli
19:24dengan semua
19:25angka-angka ini.
19:26Tapi secara politik,
19:27itu adalah nasib
19:28Trump yang akan
19:29dia alami ke depan.
19:30Kalau akhirnya
19:31betul-betul
19:32ini adalah terjadi,
19:33perubahan peta
19:34terjadi,
19:35Demokrat menang,
19:36game over.
19:37Selesai.
19:38Anda tidak bilang
19:39mau tidak mau
19:39atau tidak,
19:40Anda sudah selesai.
19:41Nah itu
19:41saya cara bacanya,
19:43justru Trump
19:43tidak perlu terlalu
19:45diperhitungkan
19:46pernyataannya,
19:47tapi yang dilihat
19:48adalah konteksnya.
19:49Bagaimana kita
19:50melihat perkembangan
19:51yang terjadi di Amerika,
19:52bagaimana kita
19:53melihat yang terjadi
19:54di Timur Tengah.
19:55Nah kalau itu
19:56yang kita pakai,
19:57maka
19:58semakin ke sini
19:58justru yang makin
19:59kuat adalah
20:00justru bukan
20:01pernyataan Trump,
20:02justru yang menguat
20:03adalah
20:03fakta-fakta lapangan
20:05yang lebih sesuai
20:05dengan pernyatanya Iran.
20:07Dari dulu
20:08Trump sudah disampaikan
20:09pasukan Iran sudah
20:10habis,
20:11hancur.
20:12Dia mau pakai
20:13almost hanya dua kali
20:14operasinya,
20:15hanya dua hari.
20:16Itu berarti
20:17fakta lapangan
20:17tidak sesuai.
20:18Dari dulu
20:19dia sampaikan bahwa
20:20Iran sudah
20:21tidak punya kekuasaan
20:22apapun,
20:22rudalnya sudah hancur.
20:24Kuat kemarin
20:25kena lagi serangan itu.
20:26Panggalannya
20:27kena lagi di situ,
20:27walaupun di interset.
20:28jadi ini
20:29bagi saya adalah
20:30fakta-fakta lapangan
20:31yang lagi-lagi
20:32kalau saya bawa
20:33kepada perkembangan
20:34terbaru,
20:35Mas Braik,
20:36kemarin ketika
20:36terjadi lagi insiden,
20:39saya mengatakan
20:40ini bisa menjadi
20:41pertanda bahaya
20:42dan bisa mengarah
20:43pada perkembangan penting.
20:46Apakah akan
20:47mendorong makin bulat
20:48menuju kepada
20:49penyegeraan
20:50tanda tangan
20:50atau justru
20:51malah menjadi
20:51perang terbaru.
20:52Nah, saya
20:53ingin mention sekarang
20:55beberapa jam yang lalu
20:57saya mengikuti
20:58Trump sudah memberikan
21:00pernyataan
21:00sosial media yang baru.
21:02Pertama,
21:03dia mengatakan
21:03bahwa dia
21:05membuka
21:05blokade
21:06laut kepada
21:07perairan Iran.
21:09Ini yang terbaru.
21:11Dan yang kedua,
21:12ini menariknya
21:13daripada dia
21:14tanda tangan
21:14kesepahaman,
21:15dia katakan bahwa
21:16terkait dengan
21:18upaya pencairan
21:19aset-aset Iran
21:20tidak akan ada
21:21pencairan
21:22sampai pada
21:23pengumuman berikutnya.
21:24Apa ingin saya katakan?
21:26Sekarang,
21:27kita membahas
21:28tentang yang namanya
21:29draft kesepahaman
21:30yang luar biasa
21:32bolak-balik itu
21:32dan dikatakan
21:33optimis akan
21:34segera terjadi,
21:35tapi memang
21:36belum terjadi.
21:37Nah,
21:37kalau diikuti
21:38dari pernyataan Trump,
21:39kalau ini benar,
21:40maka ibaratnya
21:42Trump tidak mau
21:43secara resmi
21:44menandatangani
21:45kesepahaman ini,
21:46tapi beberapa
21:47kesepakatan
21:48di dalam
21:48poin itu
21:49dilakukan.
21:50Satu,
21:51misalkan dia
21:51menyatakan
21:52membuka
21:53blokade
21:54terhadap
21:55perairan Iran.
21:56Yang kedua,
21:56untuk Iran
21:57buka blokade
21:58Kormos.
21:59Walaupun memang
22:00di sebagian isu,
22:01dia tidak memberikan
22:02yang dimaui oleh Iran
22:03yaitu pencairan
22:04aset yang kurang lebih
22:0512 miliar.
22:06Apa maknanya?
22:07Saya memaknai
22:08ini cara
22:08Trump untuk
22:09menggunakan
22:10luang dan
22:11momen yang ada,
22:12dia tetap
22:13kuasa.
22:14Walaupun
22:14kenyataannya,
22:15saya katakan
22:16dia semakin
22:16hilang
22:17kuasanya.
22:18Kenapa saya
22:18katakan
22:18makin hilang
22:19kuasanya?
22:20Mari kita
22:20draft
22:2214 poin
22:23yang sekarang
22:24sedang dibahas.
22:25Itu
22:25kerangka
22:26adalah
22:27kerangkanya
22:27Iran.
22:28Karena kalau
22:29kerangkanya
22:29Amerika,
22:30maunya itu
22:31nuklir dulu,
22:32lalu kemudian
22:32semua serentak.
22:33Iran
22:34tidak pernah
22:35mau
22:35kerangkanya
22:35itu.
22:36Kerangkanya
22:36Iran adalah
22:37hentikan perang
22:38dulu,
22:38buka
22:39blokade,
22:39lalu kemudian
22:40kita akan
22:40diskusi tentang
22:41sekarang kita
22:42baca seluruh
22:43dokumen yang
22:44berkembang,
22:4514 poin
22:46yang dibahas
22:46adalah kerangka
22:47lebih dekat
22:48kepada yang
22:48diusulkan oleh
22:49Iran,
22:50bahwa ini
22:50dimulai
22:51daripada
22:51penghentian
22:52perang,
22:53lalu dimulai
22:54dengan
22:54pembukaan
22:55blokade-blokade,
22:57lalu kemudian
22:57pencairan-pencairan
22:58aset,
22:59dan
22:59akan lanjut
23:00kepada
23:01perundingan
23:01nuklir yang
23:02menjadi isu
23:03ini yang
23:03langkah
23:04yang kemudian
23:05agak aneh
23:05saya mau ke Pak Julius
23:07dimana
23:07tadi Amerika Serikat
23:09disebut sudah
23:09akan membuka
23:11perairan
23:11Iran
23:12blokade di sana
23:13tapi tidak
23:13mau memberikan
23:14pelonggaran
23:15sanksi
23:15ataupun misalnya
23:16pencairan aset
23:17nah jika memang
23:18Amerika Serikat
23:19berniat untuk
23:20bernegosiasi
23:21bukankah seharusnya
23:22hal-hal tersebut
23:23dituangkan dalam
23:24sesuatu yang
23:24hitam di atas putih
23:25karena Iran juga
23:26pastinya tidak akan
23:27mau melakukan
23:28sesuatu
23:29tanpa ada
23:30kepastian
23:31di sana gitu
23:32Pak Julius
23:33ya ini lagi
23:35melegaskan
23:36miskulkakulasi ya
23:37yang dilakukan oleh
23:40Amerika Serikat
23:40yang tadi kita
23:41sudah bahas ya
23:42istilah
23:43MOU itu kan
23:44baru ya
23:45baru dan ini
23:46exercise lagi
23:47yang saya lihat
23:49kalau
23:49perundingan
23:51menghasilkan
23:52kesepakatan
23:53yang legally binding
23:54gitu ya
23:54itu perjalanan
23:56akan sangat panjang
23:56lalu kemudian
23:58diturunkan
23:58istilahnya
23:59dengan
24:00MOU
24:01nota
24:02kesepahaman dulu
24:02nota kesepahaman dulu
24:04harusnya kan isinya
24:05prinsip
24:06yang disepakati
24:07oleh dua belah pihak
24:09gitu ya
24:09yang mungkin
24:11tidak harus rinci
24:12rinci
24:13detail gitu ya
24:14termasuk timeline-nya
24:15kapan itu akan
24:16di eksekusi
24:17simple ya
24:17ini pendekatan
24:19yang sangat
24:20pragmatis
24:21yang ditawarkan
24:22oleh Amerika Serikat
24:23namun demikian
24:24harus kita lihat
24:25sekalipun pragmatis
24:26ternyata tidak mudah juga
24:27kalau kita melihat
24:28dari perspektifnya
24:29Iran
24:29ya dan
24:31serangan ke bandar
24:32Abbas kemarin
24:34itu menunjukkan
24:34bahwa Iran
24:35menemukan
24:37kesepakatan
24:38yang sudah
24:38diturunkan
24:39dengan nota
24:40kesepahaman tadi
24:41pun gitu ya
24:42itu
24:42seolah-olah
24:43dipaksakan oleh
24:44Amerika Serikat
24:45kita menyebutnya
24:46serangan itu
24:47sebagai
24:48high pressure
24:49high pressure track
24:50diplomasi
24:51diplomasi
24:52menekan
24:53di menit-menit
24:54terakhir
24:54dengan cara
24:55yang sangat keras
24:56supaya
24:56Iran
24:57mau bersepakat
24:58itu yang dilakukan
24:59nah
25:01kalau tadi
25:02misalnya
25:03ada
25:03tiba-tiba
25:04ada komitmen
25:04untuk membuka
25:05blokade
25:06di Selatormus
25:07itu mencengangkan
25:08pasti
25:08karena itu yang
25:10dimaui oleh Iran
25:11mau banget
25:12daripada
25:13bernegosiasi
25:14tentang uranium
25:15gitu ya
25:16marilah bernegosiasi
25:17tentang
25:17Selatormus
25:19yang tampaknya
25:19sudah luar biasa
25:20ini skenario
25:21yang sebenarnya
25:21sudah
25:22dimainkan oleh Iran
25:23dari awal
25:24di dalam proses
25:24penundingan
25:25dan kalau itu betul
25:27artinya apa
25:28pemenang
25:29dalam proses
25:30penundingan ini
25:31adalah Iran
25:31artinya
25:32tempo yang
25:33sekarang sedang
25:34dimainkan
25:34adalah tempo
25:35yang langgamnya
25:37langgam
25:38Iran
25:39udah dulu
25:40soal uranium
25:41mari kita bicara
25:42Selatormus
25:43saya tapi
25:43gak yakin
25:44lagi
25:45saya sepakat dengan
25:45mas
25:46Hizbullah tadi
25:47bahwa memang
25:48gak bisa percaya
25:49betul pada
25:49pernyataan
25:51yang disampaikan
25:52lewat sosial
25:52dia oleh
25:53Presiden Trump
25:53memang betul
25:54gitu ya
25:54dan itu
25:55bermain-main
25:56dengan
25:57kata-kata
25:58yang berubah-ubah
25:59dari
26:00waktu ke waktu
26:01dari hari ke hari
26:02dan bahkan
26:02jam ke jam
26:03itu yang
26:04mungkin kita tidak percaya
26:05tetapi lagi
26:06saya membacanya begini
26:08kemarin kan ada rapat kabinet
26:10tim kamanan nasional
26:11sudah bertemu
26:12dan kesepakatannya
26:14untuk tidak
26:14ngambil kesepakatan
26:15jadi apakah
26:1660 hari
26:18kecata-kenjata
26:18di tanah tangan
26:19ini gak
26:19ternyata kan gak
26:20dan itu
26:21serahkan kembali
26:22kepada Presiden Trump
26:23itu kan yang terjadi
26:25itu artinya apa
26:26kalau kita melihat
26:27dari perspektif
26:28perspektif
26:29pembuatan kebijakan
26:30yang rasional
26:31sebetulnya
26:32biarkan Trump
26:33untuk memainkan
26:34peran
26:35peran
26:36penentu
26:36bukan orang-orang
26:38di sekitar
26:39Trump
26:39yang berhak
26:40untuk terlibat
26:41dalam buatan
26:41keputusan
26:42nah
26:42kalau tadi
26:44betul bahwa
26:44ada sosial media
26:45menyampaikan
26:46pembukaan
26:46selat hormus
26:47keren ya
26:48keren
26:49bagus banget
26:50tapi lagi
26:51apakah kita bisa
26:53dipercaya dengan
26:53betul-betul
26:54semoga betul ya
26:55Mas Brea
26:56karena
26:56dampaknya
26:57sudah luar biasa
26:58dan kalau
26:59tadi saya nyebut
27:00sudah ngeredup
27:01signyal perdamaian
27:03kelihatannya
27:03semakin jauh
27:04mungkin
27:05kalau ini
27:06kita bisa terima
27:08itu berita baik
27:08dan
27:09ujung dari
27:10proses
27:11penudingannya
27:11sudah kelihatan
27:12cahayanya
27:13moga
27:14ke demikian ya
27:15Mas Brea
27:15tapi
27:16saya kalau bisa
27:17bicara soal
27:18tadi lah
27:19Maka Amerika Serikat
27:19yang kita tinggal
27:20menunggu nih
27:20persetujuan akhir
27:21paling tidak
27:22untuk
27:24menandatangani
27:24draft kesepakatan
27:25kejatan senjata
27:2660 hari
27:26kemudian ada juga nih
27:27soal
27:28Iran bakal
27:30membuka
27:30selat hormus
27:31seperti sebelum
27:32tanggal 28
27:32Februari
27:33dan juga
27:34Amerika Serikat
27:34membuka selat hormus
27:35sebenarnya
27:37untuk
27:38start yang
27:39paling bagus
27:39adalah yaudah
27:40Amerika Serikat
27:41melalui Trump
27:41ini memberikan
27:42persetujuan akhir
27:43untuk draft kesepakatan ini
27:44sebelum kemana-mana
27:45sebelum ke uranium
27:45sebelum yang lainnya
27:47intinya
27:48kejatan senjata terlebih dahulu
27:49dan juga
27:49untuk membuka
27:50selat hormus
27:53ya
27:54betul ya
27:55kejatan senjata
27:57itu keharusan ya
27:58kalau itu
27:59tidak diperpanjang
28:00artinya kan
28:00situasinya menjadi
28:02kembali ke
28:03masa sebelum
28:03kejatan senjata
28:04atau situasinya
28:05tidak jelas
28:06jadi itu pertama-tama
28:07dilakukan
28:08sekarang ya
28:09kalau
28:10dalam situasi
28:12kejatan senjata
28:12sekarang kan
28:13ada
28:14dasar legalnya ya
28:16bahwa
28:16masing-masing pihak
28:17yang berperang
28:18tidak boleh
28:19menginisiasi
28:20serangan
28:20itu kan secara prinsip
28:21jadi itu dulu harus
28:22sepakati
28:23nah berapa lama
28:24ini menarik ya
28:25kenapa harus 60 hari
28:27kenapa
28:27tidak semakin cepat
28:29gitu
28:29nah dari partai republik
28:30ini faksi konservasi
28:31menyebut itu
28:32terlalu lama
28:33dan itu bisa menyebabkan
28:35bahwa
28:35Iran menyiapkan
28:36kembali pasukannya
28:37gitu
28:37kembali lah
28:38itu artinya apa
28:39dia menggugurkan
28:40segala
28:41pencapaian
28:41yang
28:42yang telah dihasilkan
28:43dalam epifori
28:44gitu ya
28:44yang menghancurkan
28:46infrastruktur
28:47perang Iran
28:48dan dengan 60 hari
28:50Iran akan bisa
28:50membangun kekuatan lagi
28:51ini tekanan-tekanan
28:52yang sedang
28:53sedang dilakukan
28:54juga di internal
28:55Amerika Serikat
28:56nah itu pertanyaan
28:57besarnya ya
28:58tapi gengat senjata
28:59secara prinsip
28:59memang sangat penting
29:00gitu ya
29:00berapa hari itu
29:01menjadi sangat signifikan
29:02tetapi lebih penting lagi
29:04sekarang bicara
29:04selat pembukan selat hormus
29:06itu kan yang
29:06yang seluruh dunia
29:07menantikan
29:08sangat
29:09karena jalur
29:10darat
29:11gitu ya
29:12untuk distribusi minyak
29:13dari negara-negara
29:14teluk
29:14itu sangat sulit
29:15dan sangat panjang
29:16gitu
29:17dengan biaya yang juga
29:18sangat mahal
29:19jadi paling
29:20paling memungkinkan
29:21paling efektif
29:22biaya yang murah
29:23adalah pembukaan selat hormus
29:24hanya Iran juga bermain
29:25ini yang kemarin
29:26Trump sempat marah
29:27karena maunya
29:28setelah perang ini
29:29selat hormus
29:30akan dikelola
29:31bersama Oman
29:31dan
29:32setelahnya Oman
29:33akan
29:34akan berhasil sama
29:35nah
29:35kita juga
29:37selalu melihat
29:38pernyataan Trump
29:39reaksinya adalah
29:40akan dibom juga
29:41Oman
29:42nah ini yang saya sebut
29:44harusnya negara-negara
29:45teluk khawatirnya
29:46ke Amerika Serikat
29:47bukan ke Iran
29:49Amerika Serikat
29:50Iran mungkin bisa brutal
29:51menyerang
29:52membalas serangan
29:53balik dari
29:54Amerika Serikat
29:55tetapi
29:56Amerika Serikat
29:57sudah jauh lebih brutal
29:58melakukan serangan ke Iran
30:00nah itu yang
30:01harusnya
30:01negara-negara
30:02teluk juga terbuka
30:03sekarang matanya
30:04bahwa
30:05siapa yang
30:06dalam hal ini
30:07lebih jahat
30:07di dalam konteks
30:09perang antara
30:10Amerika Serikat
30:10dan Iran
30:11Mas Brie
30:12oke semoga bisikan-bisikan
30:13yang masuk ke Trump
30:14ini adalah bisikan-bisikan
30:15untuk segera negosiasi
30:16akhiri perang
30:17paling tidak
30:17genjatan senjata
30:18supaya negosiasinya
30:19juga berjalan
30:20dan kesepakatan
30:21juga sempat tercapai
30:22bersama dengan Iran
30:23ya bukan bisikan-bisikan
30:24lain yang mengharuskan
30:25untuk perang berlanjut kembali
30:26terima kasih
30:27Pak Julius Purwadi
30:28Pakar Hubungan Internasional
30:29Universitas Parahyangan
30:31dan juga Mas Hasibullah
30:32Satrawi
30:32Pengamah Timur Tengah
30:33sudah bergabung di
30:34Sampai Indonesia Pagi
30:34selamat pagi
30:36selamat pagi
30:37selamat pagi
Komentar

Dianjurkan