Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Emosi karena utang koperasi sebesar Rp1 juta tidak dibayar, seorang pegawai koperasi menembak seorang aparatur sipil negara di Kota Metro, Lampung. Pelaku diketahui kerap membawa senjata api saat menagih utang.

Warga Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Lampung, Sabtu malam, digegerkan dengan tewasnya Dedi Christian Agung.

Korban tewas karena ditembak oleh Fajar Jaya Putra, seorang pegawai koperasi, saat membantu istrinya berjualan.

Penembakan terjadi usai keduanya terlibat cekcok saat pelaku menagih utang koperasi sebesar satu juta rupiah.

Sehari pasca penembakan, pelaku menyerahkan diri ke polisi karena takut diburu jika terlalu lama melarikan diri.

#ASN #lampung #utang

Baca Juga Rumah Warga di Karawang Rusak Diterjang Banjir | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/671034/rumah-warga-di-karawang-rusak-diterjang-banjir-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671035/kasus-penembakan-asn-di-lampung-diduga-dipicu-gara-gara-utang-berita-utama
Transkrip
00:00Kembali di berita utama saudara emosi karena utang kooperasi sebesar 1 juta rupiah tak dibayar.
00:07Seorang pegawai kooperasi menembak seorang aparatur sipil negara di kota Metro Lampung.
00:12Pelaku diketahui kerap membawa senjata api saat menagi utang.
00:22Warga kecamatan Metro Barat, kota Metro, Lampung, Sabtu malam digegerkan dengan tewasnya Dedy Christian Agung.
00:30Korban tewas karena ditembak oleh Fajar Jayaputra, seorang pegawai kooperasi saat membantu istrinya berjualan.
00:37Penembakan terjadi usai keduanya terlibat cacok saat pelaku menagi hutang kooperasi sebesar 1 juta rupiah.
00:44Sehari pasca penembakan pelaku menyerahkan diri ke polisi karena takut diburu oleh polisi jika terlalu lama melarikan diri.
00:52Selama ini pelaku diketahui kerap membawa senjata api saat menagi hutang.
00:56Ada datang ke tempat pusat korban, kemudian melakukan penagihan terhadap hutang korban sebesar 1 juta rupiah.
01:06Kemudian terjadi keributan antara korban dengan tersangka.
01:10Selanjutnya tersangka mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap korban.
01:18Korban yang merupakan pegawai negeri sipil ini dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
01:23Keluarga korban menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya.
01:26Pelaku dihukum seberat-beratnya.
01:29Nyawa dibayar dengan nyawa karena dia sudah menghilangkan suami saya dan kami punya tanggungan 2 orang anak yang masih kecil
01:36-kecil.
01:37Kenapa sanggup keluarganya dengan tiru di sini nggak bisa kena nominal atau mengembalikan nyawa suami saya.
01:46Nggak ada yang bisa.
01:47Kita cuma minta nyawa dibayarkan dengan nyawa dan dihukum seberat-beratnya.
01:52Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
01:58Roma Afriya Idam, Kompas TV, Lampung.
Komentar

Dianjurkan