KOMPAS.TV - Presiden Trump sengaja mengulur waktu negosiasi demi mengunci posisi AS di atas angin dan memastikan Iran bersih dari nuklir. Namun di sisi lain, Teheran menolak keras detail nuklir masuk ke dalam MoU.
Apakah taktik buying time atau mengulur waktu dari Trump ini akan sukses memaksa Iran tunduk, atau justru kebuntuan ini menjadi bom waktu yang memicu perang baru di Timur Tengah?
Kita bahas bersama Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Fauzia G Cempaka Timur, dan Atase Pertahanan RI di Iran 2009-2012, Budi Pramono.
#trump #AS #nuklir
Baca Juga Mendagri Tito Ungkap Pemerintah Targetkan Pemulihan Pascabencana Sumatera Rampung 2028 di https://www.kompas.tv/nasional/670987/mendagri-tito-ungkap-pemerintah-targetkan-pemulihan-pascabencana-sumatera-rampung-2028
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670995/peneliti-atase-pertahanan-ri-untuk-iran-2009-2012-ungkap-strategi-trump-ulur-negoisasi-dengan-iran
Apakah taktik buying time atau mengulur waktu dari Trump ini akan sukses memaksa Iran tunduk, atau justru kebuntuan ini menjadi bom waktu yang memicu perang baru di Timur Tengah?
Kita bahas bersama Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Fauzia G Cempaka Timur, dan Atase Pertahanan RI di Iran 2009-2012, Budi Pramono.
#trump #AS #nuklir
Baca Juga Mendagri Tito Ungkap Pemerintah Targetkan Pemulihan Pascabencana Sumatera Rampung 2028 di https://www.kompas.tv/nasional/670987/mendagri-tito-ungkap-pemerintah-targetkan-pemulihan-pascabencana-sumatera-rampung-2028
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670995/peneliti-atase-pertahanan-ri-untuk-iran-2009-2012-ungkap-strategi-trump-ulur-negoisasi-dengan-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Presiden Trump sengaja mengulur waktu negosiasi demi mengunci posisi Amerika Serikat di atas angin dan memastikan Iran bersih dari
00:08nuklir.
00:09Namun di sisi lain, Teheran jelas menolak keras detail nuklir masuk dalam perjanjian tersebut, Saudara.
00:14Apakah taktik buying time atau mengulur waktu dari Trump ini akan sukses memaksa Iran tunduk atau sebaliknya justru kebuntuan yang
00:23menjadi bom waktu yang memicu perang baru di Timur Tengah?
00:26Kita bahas bersama dengan peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Mbak Fauzia Giacempaka Timur dan juga atas pertahanan Iran 2009
00:34-2012, Majen Purna TNI Purnawirawan Budi Pramono, selamat petang.
00:39Mbak Fauzia, Mbak Budi.
00:41Selamat petang, Mas Yasir.
00:42Saya ke Mbak Fauzia dulu nih, pertanyaannya apakah yang disampaikan oleh Menlo S. Rubio bahwa negosiasi ini ada kemajuan ini
00:50akan terrealisasi dalam waktu dekat?
00:52Karena di sisi lain, Trump sendiri ternyata lebih memilih untuk mengulur waktu negosiasi demi mengunci posisi AS di atas angin
01:00dan memastikan Iran ini bersih dari nuklir.
01:03Sederhananya, Trump ini sebenarnya maunya apa sih, Mbak?
01:07Iya, jadi memang kita melihat bahwa ada beberapa laporan bahkan Haaretz dan juga media nasional Israel menyebutkan bagaimana beberapa pekan
01:17ini Israel itu being sideline, artinya dipinggirkan begitu dalam konteks pernegosiasi dan perdamaian yang akan tercapai antara Iran dan Amerika
01:25Serikat.
01:26Namun tentu saja kita lihat bagaimana beberapa hari terakhir, dua hari terakhir paling tidak ada informasi yang menyebutkan bagaimana tekanan
01:34yang dilakukan Israel meskipun tidak dapat kembali menekan Presiden Trump,
01:39yang dilakukan adalah menekan domestik dari Amerika Serikat sendiri melalui senator-senatornya, Mas Yasir.
01:45Beberapa diantaranya bahkan menyebutkan dengan cukup keras diantaranya Mike Pompeo yang merupakan mantan CIA Direktor atau Direktur CIA di era
01:56Trump yang pertama menyebutkan bahwa negosiasi yang saat ini sedang dirampungkan oleh Trump dan juga bahkan disebut oleh Rubio saat
02:04ini hampir final, ini bukan atau tidak menggambarkan Amerika First.
02:09Nah ini kalimat yang cukup keras, diantara lain juga senator-senator yang berasal dari Republikan ini seperti seolah menjadi proksi
02:18dari Israel untuk menekan secara domestik Presiden Trump.
02:22Dan tentu saja kita lihat bagaimana sebelumnya kita lihat bagaimana optimisme yang muncul ini menurun, Mas.
02:28Sehingga kita lihat bagaimana ini merupakan tekanan Israel yang tidak hanya melalui Netanyahu tapi justru menekan lewat domestik,
02:35yaitu melalui senator Republikan dan juga beberapa pihak hawkish di Amerika Serikat.
02:41Sehingga Anda melihat optimisme Iran yang akhirnya sebenarnya sudah bahasa sederhananya sudah mawah nih bentar lagi nih negosiasi akhirnya menurun.
02:49Saya ke Pak Budi-Pak Budi melihatnya seperti apa?
02:52Karena kalau kita lihat yang terbaru ini kan kalau dari Presiden Iran sendiri menyatakan bahwa Iran akan tetap menjaga martabatnya
03:02termasuk tidak akan melepas nuklirnya.
03:05Jadi secara geopolitik Anda melihat kemarahan yang disampaikan oleh Israel kepada Amerika Serikat ini apakah mampu menekan Trump?
03:15Mas, to my perception tidak akan mampu menekan Trump.
03:21Yang Mas tanyakan menekan Trump kan?
03:23Ya, kenapa?
03:25Karena Trump memang saat inilah dia ini mengalami security dilema.
03:29Kenapa?
03:29Di satu sisi dia kan memang menganahmaskan Israel dalam hari ini kan.
03:36Menemakan Israel ini seperti Golan, seperti pemberian Yerusalem, kemudian berapa 6.500 ton kiriman dia, alat peralatannya dia hampir mendekati
03:4990% semuanya dari Amerika.
03:52Jika kemudian votingnya dia gunakan 50 voting untuk Israel, memang iya.
03:57Tapi kan Trump ini juga melihat bagaimana tekanan dari dalam negeri.
04:01Berapa publik yang benar-benar sebetulnya tidak menginginkan ada serangan kepada Iran ini militaristically.
04:09Ini kan nggak sedikit.
04:10Dan ini kan harus juga dijadikan pertimbangan bagi seorang Trump di bulan November ke depan.
04:17Kenapa demikian?
04:19Kalau misalnya kita bicara masalah buntunya di mana, ini kan buntunya yang kedua poin kan masalah nuklir.
04:27Nuklirnya merahkan yang 400.
04:30Kemudian kalau ada fasilitas, fasilitasnya satu aja, jangan banyak-banyak.
04:35Kemudian bagaimana nanti semua wilayah-wilayah yang ada di Iran yang selama ini memperbesar atau fasilitas nuklir ini juga dilarang
04:51sama Amerika.
04:52Dan apabila semua syarat-syarat itu dipenuhi, maka akan dihentikan.
04:57Dihentikan, tapi di sini dihentikan serangan ini bukan dihentikan permanen.
05:02Ini kan perlu penelanalisa.
05:04Dihentikan saja, berhenti, tapi bukan berarti jaminan akan permanen selamanya dihentikan serangan tersebut.
05:13Ini kan perlu critical analysis.
05:15Apa artinya?
05:16Artinya ya akan tetap buntu mas.
05:19Nah jadi Israel di sini, kenapa tidak mampu mempengaruhi Amerika?
05:23Karena Amerika juga ya ini security deal yang satu dia sama Israel tetap harus menjaga keseimbangan di satu sisi.
05:31Dia juga harus tetap melihat Iran ini karena apa?
05:34Karena Iran ini dia membebani Amerika untuk menanggung bagaimana global, keinginan energi global dunia ini.
05:43Apabila keras sama Iran, semakin energi global ini kan semakin naik turun tidak jelas.
05:49Gitu kalau menurut saya mas.
05:50Ini yang kalau kita lihat, kalau tadi dari perspektifannya soal Amerika Serikat dan juga Israel.
05:54Kalau bagaimana dengan melihat doktrin militer Iran sendiri yang sekarang tengah berlangsung?
05:59Karena kalau kita lihat banyak sekali tidak hanya militer Iran sekarang namun warga sipil dilibatkan secara terang-terangan
06:06mendukung peperangan yang masih tengah berlangsung ini antara Amerika Serikat dan Iran.
06:12Ya mas, kalau ini for sure memang yes ya kan ya beginilah memang stereotype-nya orang Iran.
06:20Bagaimana di saat seperti ini dia menanyelenggarakan kawinan masal, di saat seperti ini dia tetap mengechat ping rudal-rudalnya.
06:28Apa artinya? Dia biasa aja mas di ancam-ancam seperti itu.
06:32Itu sudah daily activity menurut dia.
06:35Dan ini menurut dia, meskipun di dalam negeri itu ada yang pro, ada yang kontra,
06:41tapi yang paling banyak adalah agar Iran tidak usah lagi deal-deal sama Amerika.
06:48Tidak usah lagi kompromi sama Amerika.
06:50Apalagi seorang pimpinan Mustafa Koma ini tidak ada lagi cerita memindah-mindahkan nuklirnya Iran.
06:57Di mana apa Amerika mengendaki yang 400 supaya dikirimkan, kemudian kalau ada fasilitas ya satu saja.
07:04Ini kan hal yang sangat prinsip dan ini adalah kalau misalnya ini dilakukan oleh Iran mas,
07:11Iran ini kan banyak lesson learn mas.
07:13Coba kita lihat bagaimana sih kejadian yang ada di Libya setelah nuklirnya diserahkan.
07:19Delapan kemudian, delapan tahun kemudian kan dihajar.
07:21Yang ujung-ujungnya adalah regime Ceng, meskipun saat itu alasannya ya ini untuk merubah regime yang ada di Libya.
07:30Dengan di trigger Arab Spring, di mana saat itu dimulai dari Tunisia.
07:35Tapi itu any reason selama, alasan-alasan.
07:38Tapi for sure bahwa setelah nuklirnya Libya sudah tidak ada, ini diserang.
07:44Beda dengan apa yang terjadi di Kazakhstan.
07:46Jadi secara strategi militer, Iran sendiri sebenarnya siap ya merespon apapun yang nantinya dilakukan oleh Amerika Serikat.
07:54Termaksudnya melakukan perang terbuka.
07:55Begitu negosiasi pun oke, serang terbuka pun oke seperti itu.
07:58Tapi kalau dari Mbak Cepaka sendiri, melihatnya bagaimana?
08:01Apa yang nantinya konsekuensi yang didapatkan jika Israel ini memang tidak bisa, apa ya?
08:11Kalau bahasa sederhana, Israel ini kan saat ini terkesan, tidak sabar begitu.
08:15Apa yang disampaikan oleh Benjamin Netanyahu, kita akan siap melakukan apapun.
08:21Nah, dengan pernyataan Netanyahu seperti ini, langkah yang diambil oleh Amerika Serikat seperti apa?
08:26Jika kita sambung dengan apa yang disampaikan Pak Anton tadi,
08:29sebenarnya Israel itu tidak mampu untuk mengontrol Amerika Serikat dalam hal ini, Trump.
08:36Iya, kalau saya lihat Mas, memang dalam konteks ini ada presiden.
08:40Tentu saja di tahun 2025, di bulan Juni, pada saat perang 12 hari,
08:44yang dilakukan serangan oleh Israel, ini membuktikan sebenarnya Israel tidak memiliki cukup kekuatan udara
08:51untuk menyerang secara atau melumpuhkan, dalam konteks ini melumpuhkan kekuatan nuklir yang dimiliki
08:57atau pengayaan nuklir, infrastruktur nuklir, bahkan misil yang dimiliki oleh Iran.
09:01Nah, ini presiden yang artinya, jika Iran dan Amerika Serikat berdamai secara bilateral
09:08tanpa melibatkan Israel, tentu ini akan membuat Israel kehilangan sekutu yang memperkuatnya dalam konteks ini.
09:16Nah, tadi pertanyaannya, jika memang Israel tadi berhasil menahan Trump misalnya,
09:22apa yang akan terjadi?
09:23Menurut saya yang akan terjadi adalah peningkatan low intensity conflict
09:27atau konflik yang sifatnya intensitas rendah dengan pencapaian perdamaian yang tidak permanen.
09:33Tidak seperti yang diinginkan oleh Iran.
09:35Karena Iran menginginkan tentu saja perdamaian yang permanen,
09:38sehingga berikutnya baru dibicarakan tentang poin-poin klausul terkait dengan nuklir misalnya,
09:44dan juga terkait dengan sanksi dan lain sebagainya.
09:47Atau bahkan bicara tentang mekanisme serat hormus.
09:50Nah, tetapi kalau misalnya kita lihat apa yang akan terjadi,
09:53possibility skenario apa yang bisa terjadi ketika Israel berhasil menekan,
09:58misalnya tadi saya sampaikan melalui kalangan domestik senator,
10:01domestik republikan yang ada di Amerika Serikat begitu,
10:05yang saya lihat adalah tentu saja Trump akan menahan waktu
10:08agar negosiasi atau konsesi yang dimiliki Amerika semakin tinggi,
10:13dan bukan berarti hal ini tidak mungkin nantinya jika Iran berubah pikiran,
10:18seperti kita tahu negosiasi yang pertama gagal,
10:21karena dalam konteks ini Amerika Serikat bersifat maksimalis begitu,
10:25dan akhirnya Iran mundur, bahkan tidak mau datang di negosiasi yang kedua begitu,
10:29dan bukan tidak mungkin Iran akan memperpanjang perang ini menjadi perang yang tentu saja semakin atrisi begitu ya,
10:36perang yang berlarut dan berlanjut, dan apakah pertanyaannya waktu yang dimiliki Amerika Serikat siap,
10:42hingga peran yang diinginkan yaitu midterm election nantinya, gitu.
10:48Oke, jadi secara sederhana bisa dikatakan sebenarnya Israel ini sendiri tidak punya power lagi dalam tanda kutip
10:55untuk menekan Amerika Serikat, karena dari posisi Amerika Serikat sendiri juga kepepet nih,
11:01karena negosiasi juga harus dilakukan, beban perang yang dialami oleh Amerika Serikat ini juga sudah membangun,
11:07Betul sekali Mas Yasir, karena kita lihat bagaimana strategi yang dilakukan Israel saat ini adalah
11:14memanfaatkan lobby yang ada di Amerika Serikat, di domestik Amerika Serikat,
11:18melalui senator, melalui juga di domestik, tadi saya sampaikan salah satu tokoh yang cukup terkenal,
11:24dan cukup sangat penting bagi Trump, misalnya Mike Pompeo sudah mengeluarkan statement,
11:29di sisi lain misalnya Ted Cruz yang bahkan menyampaikan statement,
11:34Ted Cruz belum pernah mengeluarkan statement terkait perang irang, tetapi saat ini dia mengeluarkan statement,
11:39dan jangan lupa kita lihat juga salah satu statement dikeluarkan oleh Ketua Senat bagian Komite Intelijen,
11:45yang mempertanyakan bagaimana poin-poin negosiasi yang saat ini hampir disepakati,
11:50ini akan menguntungkan bagi Trump sendiri, makanya kalau kita lihat salah satu tweet atau capaian yang disampaikan,
11:59cuitan yang dikeluarkan oleh Trump adalah bahwa ini adalah best ketika dia mengeluarkan deal,
12:04ini akan best deal ever, karena memang ini menanggapi senator Tom Cotton yang merupakan ketua dari Senat bagian Komite Intelijen.
12:13Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah sebenarnya arahnya kemana negosiasi yang sudah kelihatan ujungnya ini,
12:19karena di satu sisi Iran keke tidak akan ada membahas nuklir di situ, di sisi lain,
12:24Trump kembali menyampaikan informasi bahwa Iran harus clear dari nuklir,
12:29ini yang ingin saya diskusikan selanjutnya, tapi tetaplah bersama kami di Kompas Petang,
12:33diskusinya akan kami lanjutkan, saya cedak.
12:36Israel dan strategi negosiasi Trump-Iran, ini topik yang masih kita bahas,
12:41saya tadi ke Pak Budi, Pak Budi kalau Anda melihat sebenarnya pertimbangan Israel ikut campur ini kan dari nuklirnya,
12:47gini, kekhawatiran Israel akan kepemilikan nuklir dari Iran,
12:50jadi menurut Anda yang akan dilakukan oleh Israel ini akan seperti apa,
12:54sehingga tetap mendesak Amerika Serikat dalam hal ini Trump,
12:57agar dalam negosiasi isu nuklir ini tetap dibawa?
13:01Satu mas, yang Israel takutkan,
13:04Jangan sampai Iran ini sudah memenuhi threshold nuklir state.
13:12Nah, kalau dia sudah memenuhi bahwa Iran mampu pada posisi nuklir for war,
13:19weaponization,
13:20nah, Iran ya sudah tidak punya kemampuan apa-apa,
13:24tidak bisa lagi menekan Israel.
13:26Dia sadar bahwa,
13:28tidak bisa lagi Israel menekan Iran lagi.
13:31Dia sadar Israel ini, Mas,
13:34bahwa Iran ini bukan sembarang negara di Timur Tengah.
13:37Ini Iran ini kalau mempunyai dominasi di Timur Tengah,
13:42ini membahayakan jangka panjangnya Israel.
13:45Kenapa?
13:46Di mata Israel,
13:48Iran ini populisinya besar.
13:49Di mata Israel,
13:51Iran ini bisa memproduksi drone-drone yang masif dan sudah terbukti,
13:55bahkan berfungsi untuk Rusia-Ukraine War.
14:00Iran ini masih aktif yang namanya rudal,
14:04mulai dari Koramsar,
14:05Kiberseken,
14:06mulai dari Kader,
14:07mulai dari Fata,
14:08semuanya masih aktif.
14:10Ini yang menakutkan dia,
14:11ditambah lagi kekuatan proksi Iran.
14:14Tidak kebayang oleh Israel,
14:16apabila Iran ini menang dalam perundingan dengan Amerika ini,
14:21ya Israel sudah tidak bisa berkutih lagi,
14:24karena dominasi kekuatan di Middle East itu di tangan Iran tentunya.
14:29Nah,
14:30inilah lah mas yang selalu diintip-intip,
14:33dan selalu dilihat-lihat oleh Israel.
14:36Bagi Israel,
14:37ini adalah perundingan dengan Amerika,
14:41ini berfungsi banget untuk jangka panjangnya dia,
14:44jangka panjangnya Iran.
14:46Bagaimana?
14:46Coba kalau Iran dilonggarkan dari sangsi.
14:49Berarti pembangunannya lebih lancar.
14:51Dia akan memperbaiki restruktur kembali kekuatan drone dan rudalnya.
14:55Dia akan memperbarui lagi dengan biaya-biaya yang ada
14:59untuk memperkuat proksi-proksinya dia yang ada di kawasan di Yemen,
15:03di Libanon,
15:04dan Syria,
15:06dan Irak,
15:07dan seterusnya,
15:07dan seterusnya.
15:08Apa intinya?
15:10Ya,
15:10akhirnya Israel secara baik jangka pendek.
15:14Apalagi nanti jangka panjang,
15:16ya,
15:16dia akan tidak bisa lagi memberikan threat,
15:20natural ancaman kepada Iran,
15:22Israel ke Iran,
15:23maksud saya.
15:24Sehingga mau tidak mau,
15:25Israel akan tetap melobby dengan hal apapun kepada Amerika Serikat ini
15:30agar Trump mau membawa,
15:31tetap membawa poin nuklir ini dalam negosiasi.
15:34Kalau menurut Bacempaka sendiri,
15:36konsekuensi politik luar negeri Amerika Serikat ini akan seperti apa
15:39jika nanti Amerika Serikat ini tidak mengikuti Israel?
15:46Ya,
15:46jadi sebenarnya kita lihat presidennya,
15:48belum ada ceritanya di mana negosiasi yang dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat
15:54itu berhasil tanpa Israel,
15:56tanpa campur tangan.
15:57Dalam konteks ini,
15:59kita lihat di serangan Juni 2025 lalu,
16:02itu terjadi karena Amerika Serikat dan Iran sudah hampir mencapai titik temu.
16:08Nah,
16:08serangan ini yang dilakukan di bulan Juni lalu terhadap Iran.
16:12Dan dalam konteks ini,
16:13kita juga melihat bagaimana dalam Israel sendiri memang kekuatannya sudah menurun Mas.
16:20Tidak dalam konteks 2025 lalu,
16:22atau bahkan kita lihat bagaimana di pola Israel,
16:25kekuatan militer Israel di 28 Februari lalu,
16:29di mana dia bisa menyerang Iran begitu ya.
16:31Nah,
16:32tapi memang kita harus lihat juga bagaimana upaya Israel besar-besaran saat ini
16:36untuk mereplanish atau memperkuat kembali kekuatan militernya begitu.
16:41Tentu saja dengan bantuan Amerika Serikat juga,
16:44dengan pembelian senjata yang saat ini jumlahnya juga sudah besar,
16:47yang sudah dikirimkan oleh Amerika Serikat ke Israel begitu ya.
16:52Dalam konteks ini tentu saja dampak secara luar negeri mungkin tidak akan terlalu besar.
16:57Artinya,
16:57belum ada presiden Mas,
16:59bahwa Amerika Serikat ini membuat hubungan,
17:01membuat keputusan tanpa tekanan dari Israel.
17:05Nah,
17:06makanya kita sering lihat bagaimana analis menganggap bahwa Trump ini dijebak oleh Israel begitu kan.
17:11Tetapi memang kita juga harus lihat bahwa beberapa hari terakhir dengan Trump,
17:15yang beberapa info yang menyebutkan bahwa laporan,
17:18yang menyebutkan bahwa Trump sendiri sudah men-sideline atau tidak menanggapi tekanan dari Israel begitu.
17:26Dan bahkan beberapa senator dari atau beberapa legislator yang ada di Israel sendiri
17:31yang menyebutkan bahwa mereka banyak mengetahui poin-poin terkait dengan perjanjian ini.
17:36Bukan dari ofisial Amerika Serikat,
17:38tapi dari...
17:39Dengan kata lain,
17:39Mbak Cempaka,
17:41meskipun kondisi militer Israel ini sedang menurun,
17:44apapun dan juga gejolak politik yang terjadi di sana,
17:46Trump masih akan tetap mempertimbangkan apa yang menjadi masukan Israel dalam negosiasi ini ya, singkat saja.
17:53Betul,
17:53betul Mas,
17:54betul Mas Cesar.
17:55Nah ini yang akhirnya menjadi bisa dikatakan sebagai batu ganjalan begitu ya,
17:59di saat sebelumnya sudah ada negosiasi yang sudah mau menemukan titik terang antara Iran dan juga Amerika Serikat.
18:05Kita nantikan seperti apa eskalasinya ke depan antara Amerika Serikat dan juga Iran di tengah adanya Israel yang ikut campur
18:14dalam negosiasi ini.
18:15Terima kasih Mbak Fauzia dan terima kasih juga kepada Pak Budi Pramono yang telah memberikan perspektifnya di Kompas Petang.
18:21Salam sehat semuanya.
18:22Terima kasih Mas, terima kasih.
18:24Terima kasih Mas Yasser.
18:25Terima kasih.
Komentar