00:059 warga negara Indonesia yang tergabung dalam global sumut Flotila akhirnya tiba di Indonesia pada minggu sore sodara.
00:16Kedatangan 9 WNI ini disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiyono.
00:21Beberapa relawan Indonesia mengaku mengalami sejumlah kekerasan oleh militer Israel.
00:26Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI Maimon Herawati menyebut akan membawa kasus penangkapan aktivis ini ke pengadilan.
00:38Sementara Menteri Luar Negeri Sugiyono mengatakan keberhasilan pemulangan WNI ini melibatkan sejumlah pihak termasuk dengan pemerintah Turki.
00:51Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerjasama koordinasi dari semua pihak
01:03yang telah bekerja keras mengupayakan dilepaskannya sodara-sodara kita ini.
01:13Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintahan-pemerintah Turki, Jordan, dan Mesir
01:27yang juga telah membantu khususnya lagi, terlebih khusus lagi pemerintah Turki yang juga membantu penjemputan.
01:44Saudara kedatangan relawan yang ditangkap Israel disambut keluarga serta kerabat.
01:50Kami hadirkan cerita salah seorang WNI yang sempat ditangkap Israel
01:54bersama jurnalis Kompas TV Benek Diktus Saditya dan juru kamera Muhammad Jamzari berikut ini untuk Anda.
02:00Saudara saat ini saya tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta
02:03di mana baru saja sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh pihak Israel
02:09ini telah dipulangkan di mana saya akan mewawancara salah satu korban yang telah ditangkap pihak Israel
02:14yang ini Mas Todi Badai, wartawan dari Republika.
02:17Mas Todi Badai sedikit ya Mas, Mas Todi boleh saya bertanya
02:22apa hal pertama yang ingin disampaikan setelah pulang ke tanah air?
02:27Hal yang pertama ingin saya sampaikan yaitu tentunya isu Palestina itu jangan sampai meredup
02:35isu tentang penjajahan di dimanapun itu sama, sama pentingnya.
02:42Jangan pernah mengkotak-kotakan isu itu karena setiap siapapun yang bersuara terhadap ketidakadilan,
02:52terhadap penjajahan itu sama-sama mulia.
02:57Kemudian Mas Todi boleh diceritakan kepada kami bagaimana perlakuan pihak Israel
03:01pada saat Mas Todi ini di Intercept?
03:04Pada saat Intercept tentunya saya berangkat ke dalam misi kemanusiaan ini sebagai seorang jurnalis.
03:09Tugas saya itu mengambadikan, tugas itu menangkap momen sedetail-detail mungkin
03:13untuk menjadi sebuah peristiwa bahwa faktanya ketika saya di Intercept,
03:21apa yang dilakukan oleh Israel itu benar.
03:24apa yang selama ini berkembang di media bahwa ada penyiksaan, ada perlakuan yang tidak manusiawi,
03:31itu benar kami rasakan.
03:32Tapi itu hanya sekian persennya dibanding dari masyarakat di Palestina yang ditahan juga.
03:40Itu bisa lebih keji.
03:42Artinya ini bukan cerita tentang saya, ini bukan cerita tentang teman-teman yang lain,
03:46apa yang saya lakukan adalah bagian dari profesionalisme seorang jurnalis
03:51untuk memberikan kabar, fakta bahwa situasi, saya mengalami secara langsung situasi di tahanan itu seperti apa.
04:00Ya, saudara itu perbincangan kami bersama salah satu wartawan dari Republika yang berangkat ke Gaza begitu,
04:10namun di Intercept oleh pihak Israel pada saat itu dan dari pengalamannya tadi Mas Todi Badai bercerita kepada kami
04:17bahwa memang benar adanya bahwa ada kekerasan yang dialami oleh teman-teman WNI.
04:22Benediktus Aditya, Muhammad Jamzari, Kompas TV, Jakarta.
Komentar