Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Sebanyak sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla atau GSF akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu (26/5/2026) sore.

Kedatangan para WNI tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Beberapa relawan Indonesia mengaku mengalami sejumlah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh militer Israel selama proses penangkapan.

Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI, Maimon Herawati, menyebut pihaknya akan membawa kasus penangkapan para aktivis tersebut ke pengadilan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan keberhasilan pemulangan WNI usai ditangkap militer Israel melibatkan sejumlah pihak, termasuk pemerintah Turki.

#warga #menlu #wni

Baca Juga PN Cirebon Mulai Terapkan KUHAP Baru Nomor 20 Tahun 2025 | MA NEWS di https://www.kompas.tv/nasional/670885/pn-cirebon-mulai-terapkan-kuhap-baru-nomor-20-tahun-2025-ma-news

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670888/menlu-sugiono-sambut-kepulangan-wni-relawan-dari-global-sumud-flotilla-sapa-pagi
Transkrip
00:059 warga negara Indonesia yang tergabung dalam global sumut Flotila akhirnya tiba di Indonesia pada minggu sore sodara.
00:16Kedatangan 9 WNI ini disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiyono.
00:21Beberapa relawan Indonesia mengaku mengalami sejumlah kekerasan oleh militer Israel.
00:26Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI Maimon Herawati menyebut akan membawa kasus penangkapan aktivis ini ke pengadilan.
00:38Sementara Menteri Luar Negeri Sugiyono mengatakan keberhasilan pemulangan WNI ini melibatkan sejumlah pihak termasuk dengan pemerintah Turki.
00:51Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerjasama koordinasi dari semua pihak
01:03yang telah bekerja keras mengupayakan dilepaskannya sodara-sodara kita ini.
01:13Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintahan-pemerintah Turki, Jordan, dan Mesir
01:27yang juga telah membantu khususnya lagi, terlebih khusus lagi pemerintah Turki yang juga membantu penjemputan.
01:44Saudara kedatangan relawan yang ditangkap Israel disambut keluarga serta kerabat.
01:50Kami hadirkan cerita salah seorang WNI yang sempat ditangkap Israel
01:54bersama jurnalis Kompas TV Benek Diktus Saditya dan juru kamera Muhammad Jamzari berikut ini untuk Anda.
02:00Saudara saat ini saya tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta
02:03di mana baru saja sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh pihak Israel
02:09ini telah dipulangkan di mana saya akan mewawancara salah satu korban yang telah ditangkap pihak Israel
02:14yang ini Mas Todi Badai, wartawan dari Republika.
02:17Mas Todi Badai sedikit ya Mas, Mas Todi boleh saya bertanya
02:22apa hal pertama yang ingin disampaikan setelah pulang ke tanah air?
02:27Hal yang pertama ingin saya sampaikan yaitu tentunya isu Palestina itu jangan sampai meredup
02:35isu tentang penjajahan di dimanapun itu sama, sama pentingnya.
02:42Jangan pernah mengkotak-kotakan isu itu karena setiap siapapun yang bersuara terhadap ketidakadilan,
02:52terhadap penjajahan itu sama-sama mulia.
02:57Kemudian Mas Todi boleh diceritakan kepada kami bagaimana perlakuan pihak Israel
03:01pada saat Mas Todi ini di Intercept?
03:04Pada saat Intercept tentunya saya berangkat ke dalam misi kemanusiaan ini sebagai seorang jurnalis.
03:09Tugas saya itu mengambadikan, tugas itu menangkap momen sedetail-detail mungkin
03:13untuk menjadi sebuah peristiwa bahwa faktanya ketika saya di Intercept,
03:21apa yang dilakukan oleh Israel itu benar.
03:24apa yang selama ini berkembang di media bahwa ada penyiksaan, ada perlakuan yang tidak manusiawi,
03:31itu benar kami rasakan.
03:32Tapi itu hanya sekian persennya dibanding dari masyarakat di Palestina yang ditahan juga.
03:40Itu bisa lebih keji.
03:42Artinya ini bukan cerita tentang saya, ini bukan cerita tentang teman-teman yang lain,
03:46apa yang saya lakukan adalah bagian dari profesionalisme seorang jurnalis
03:51untuk memberikan kabar, fakta bahwa situasi, saya mengalami secara langsung situasi di tahanan itu seperti apa.
04:00Ya, saudara itu perbincangan kami bersama salah satu wartawan dari Republika yang berangkat ke Gaza begitu,
04:10namun di Intercept oleh pihak Israel pada saat itu dan dari pengalamannya tadi Mas Todi Badai bercerita kepada kami
04:17bahwa memang benar adanya bahwa ada kekerasan yang dialami oleh teman-teman WNI.
04:22Benediktus Aditya, Muhammad Jamzari, Kompas TV, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan