- 2 jam yang lalu
- #iran
- #amerikaserikat
- #perang
KOMPAS.TV - Konflik Amerika Serikat dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ancaman perang masih membayangi kawasan Timur Tengah.
Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah negara mulai memanaskan mesin perangnya. Apakah hal ini menjadi antisipasi dari meluasnya perang?
Kami akan membahasnya bersama Pakar PPAU Alumni US Air War College, Marsma Purn. Agung Sasongkojati dan Alumnus Rajaratnam School of International Studies NTU, Rico Marbun.
Baca Juga [FULL] Netanyahu Murka Trump Tunda Serang Teheran, Siapa Kendalikan Perang Iran? Ini Analisis Pakar di https://www.kompas.tv/internasional/670677/full-netanyahu-murka-trump-tunda-serang-teheran-siapa-kendalikan-perang-iran-ini-analisis-pakar
#iran #amerikaserikat #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670679/panas-iran-as-tegang-negara-adidaya-panaskan-senjata-perang-meluas-ini-analisis-pakar
Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah negara mulai memanaskan mesin perangnya. Apakah hal ini menjadi antisipasi dari meluasnya perang?
Kami akan membahasnya bersama Pakar PPAU Alumni US Air War College, Marsma Purn. Agung Sasongkojati dan Alumnus Rajaratnam School of International Studies NTU, Rico Marbun.
Baca Juga [FULL] Netanyahu Murka Trump Tunda Serang Teheran, Siapa Kendalikan Perang Iran? Ini Analisis Pakar di https://www.kompas.tv/internasional/670677/full-netanyahu-murka-trump-tunda-serang-teheran-siapa-kendalikan-perang-iran-ini-analisis-pakar
#iran #amerikaserikat #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670679/panas-iran-as-tegang-negara-adidaya-panaskan-senjata-perang-meluas-ini-analisis-pakar
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Konflik Amerika Serikat dengan Iran belum ada tanda-tanda meredah, ancaman perang masih membayangi wilayah Timur Tengah.
00:05Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah negara mulai memanaskan mesin perangnya.
00:10Apakah ini antisipasi dari meluasnya perang?
00:12Kami akan membahasnya bersama pakar PPAU, Alumni US Air World College,
00:15Marsma Penawirawan Agung Sasongkojati, dan alumnus Lajaratnam School of International Studies, NTU, Riko Marbun.
00:22Saya ingin ke Pak Agung terlebih dahulu.
00:24Pak Agung, ada sejumlah negara pak yang kemudian memamerkan kekuatan militernya.
00:30Salah satunya adalah Rusia. Apakah ini juga ada kaitannya sebagai respon terkait dengan perang Iran Amerika Serikat?
00:36Rusia memiliki perangnya sendiri, yaitu perang di Ukraina.
00:39Dan kita tahu juga bahwa negara-negara Eropa itu sekarang makin meningkatkan keterlibatannya dalam perang Ukraina
00:48dengan menggunakan rudal-rudal seperti rudal storm shadow untuk menyerang.
00:52Dan terakhir kali, kayaknya dua minggu lalu terjadi serangan besar-besaran dari Ukraina terhadap Rusia
00:57mengarah ke Moskow, ke ibu kota negara.
01:01Dan itu sudah melewati batas.
01:03Sehingga tentu Rusia ada intelijen khusus yang harus diterjemahkan dengan latihan bersama dengan Belarusia
01:10yang 60 ribu prajurit dan nama latihan ini termasuk ada nuklirnya, penggunaan nuklir.
01:15Karena meskipun orang bilang Putin diri taktor dan dia tidak perlu bertanggung jawab sama rakyatnya.
01:20Tapi sesungguhnya Putin harus bertanggung jawab sama rakyatnya karena perang ini tidak selesai kan.
01:25Kemungkinan Rusia akan menunjukkan bahwa mereka tidak segan menggunakan nuklir taktis
01:30yang tentu dengan daya rendah untuk memastikan bahwa tindakan barat yang menolong Ukraina
01:36dengan penggunaan senjata yang lebih lanjut yang tidak mungkin itu dioperasikan orang Ukraina sendiri.
01:42Tapi ini ada kaitannya tidak dengan perang yang kemudian terjadi di Tumur Tengah antara Amerika Serikat dengan Iran?
01:46Tentu ada kaitannya dalam konteks informasional.
01:51Karena itu juga menunjukkan bahwa Rusia memiliki teknologi terbaru dan dia menunjukkan dia punya power
01:58dia adalah mampu menjadi negara super power juga dan punya kemampuan dan dia bersedia bersama-sama dengan China
02:08bersedia untuk mendukung Iran untuk menstabilkan situasi di kawasan.
02:13Dalam kemarin kunjungan ke Beijing mereka menggunakan sekepakatan dan khusus untuk persoalan di Timur Tengah di Iran
02:19perang Iran mereka menggunakan statement bersama mengecam tindakan Amerika
02:23tapi juga sedikit mengecam Iran dengan penutupan soal hormus
02:29itu agak ditegurlah sedikit berdua ini
02:33dan tentu sudah ditindakan Juti Iran karena lagi saya tahu pada hari ini ternyata Iran sudah mulai mempertimbangkan
02:38untuk menurunkan tolnya jadi 150 ribu dolar.
02:41Dari sekarang 2 juta 150 ribu dolar dengan bekerjasama dengan Oman gini.
02:46Kalau 2 juta dolar mungkin tidak ada SEP ya banyak keberatan tapi kalau 150 dolar itu harga yang maklum
02:50karena lewat selat Dardanela itu juga senilai itu juga biayanya.
02:54Selat Dardanela dikuasai Turki.
02:56Jadi Turki tiap kapal yang lewat menerima uang sejumlah itu.
02:59Nah tentu mereka berpikir dengan perbandingan itu tentu tidak salah sebagai negara pemilik pintu hormus
03:05maka Iran dan Oman berhak untuk mendapatkan biaya karena itu adalah wilayah kedaulatan mereka.
03:11Oke baik saya ingin ke Pak Riko pertanyaan saya mirip dengan apa yang kemudian saya sampaikan kepada Pak Agung Pak
03:17Riko
03:17bahwa Rusia memamerkan senjatanya bersama dengan Belarusia
03:20kemudian juga di Asia Jepang melakukan latihan bersama Filipina.
03:25Apakah Anda juga sepakat bahwa unsur-unsur ini ataupun praktik ini merupakan upaya untuk kemudian memanaskan mesin militer
03:33dari negara-negara merespon perang-perang yang kemudian terjadi di Timur Tengah?
03:36Jadi kalau kita lihat dua negara itu pertama kalau kita bicara Rusia sebenarnya target mereka itu lebih kepada memastikan bahwa
03:46semacam perang psikologis begitu ya terhadap terutama negara-negara Eropa
03:52untuk menjaga keterlibatan dalam tingkat minimal dalam men-support Ukraina.
03:58Sebenarnya targetnya seperti itu karena kalau terjadi perang langsung antara kekuatan nuklir dengan kekuatan nuklir itu tentu ceritanya akan berbeda.
04:07Sementara kalau menurut saya yang terjadi di Jepang, Jepang ini kan termasuk dalam the first island chain.
04:14Jadi kita tahu salah satu strategi isolasi terhadap China itu adalah rangkaian dari beberapa negara yang membentuk semacam rantai pulau
04:24-pulau.
04:25Di antaranya itu ada Jepang, ada Korea Selatan.
04:27Jadi latihan militer yang dilakukan oleh Amerika di sana itu sebenarnya berfungsi dua hal.
04:34Satu memberikan kepas-pesan kepada China bahwa walaupun Amerika ini terlibat dalam perang yang agak dalam di Iran tetapi mereka
04:41ready.
04:42Itu pesannya ke China.
04:43Tapi pesan juga Jepangnya sendiri itu juga adalah karena kan kita tahu bahwa karena keterlibatan Amerika di Iran itu sangat
04:52dalam
04:52sehingga beberapa peralatan militer itu kemudian yang tadinya digunakan di Jepang dan Korea Selatan itu sempat digeser.
05:00Nah manuver ini sebenarnya memberikan pesan menurut saya kepada baik China dan maupun penduduk di Jepang bahwa Amerika itu masih
05:10ada loh begitu ya.
05:11Amerika itu masih ada di sana.
05:12Itu pesannya itu.
05:13Sementara kalau kita lihat perang ini lanjut atau tidak sebenarnya lebih besar ini tergantung dari Trump ini.
05:20Karena Trump ini satu kakinya di perang, satu kakinya di damai.
05:25Tapi ini bisa dikatakan tidak latihan militer ini sebagai gertakan juga kepada Amerika Serikat khususnya kepada Presiden Trump?
05:33Kalau saya melihat sih ini lihat latihan mana nih? Latihan Rusia?
05:36Ya latihan Rusia kemudian juga sejumlah latihan lainnya.
05:39Apakah ini juga memberikan gertakan mungkin kepada Amerika Serikat atau seperti apa? Analisa Anda Pak Riko?
05:43Kalau menurut saya tidak. Kalau itu lebih kepada sekutu-sekutu Trump di Eropa.
05:51Karena kalau kita lihat beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Trump itu justru menguntungkan Rusia.
05:57Seperti misalnya mengangkat, sementara dalam konteks perang ini mengangkat sanksi.
06:02Jadi Rusia diperbolehkan menjual minyak dan gasnya ke China misalnya begitu.
06:09Begitu juga terhadap Eropa.
06:12Apa namanya? Rusia diperkenankan sementara waktu oleh Amerika untuk menjual gas dan minyaknya ke Rusia.
06:20Jadi sebenarnya antara Trump dengan Rusia ini dan kalau kita lihat kan dari kelompoknya Trump ini.
06:26Mereka berpendapat kalau kita lihat di US National Security Strategy itu.
06:31Mereka menganggap Rusia ini dalam tanda kutip bisa diajak berteman atau tensi peperangannya diturunkan sementara.
06:38Mereka ingin beralih ke China. Sebenarnya begitu.
06:41Makanya kita banyak melihat kebijakan-kebijakan Trump itu sedikit banyak itu lebih ramah kepada Rusia.
06:49Sebenarnya begitu.
06:50Oke saya ingin ke Pak Agung lagi bahwa kita tahu juga Iran ini kan seringkali memamerikan senjata ya.
06:56Bahkan yang terbaru juga turut melatih serta mempersenjatai masyarakatnya untuk kemudian melatih perang.
07:02Apakah ini juga bisa dikatakan sebagai sinyal dari Iran kepada Amerika Serikat untuk tidak main-main dengan Teheran?
07:08Setiap kegiatan yang dilakukan oleh Iran baik dalam operasi militer atau operasi lainnya termasuk operasi menggalang masyarakat.
07:17Itulah tujuan informasional. Satu ke dalam untuk memperkuat kohesiveness atau kekuatan di dalam lingkungannya.
07:24Dengan mengajaknya ternyata ada 30 juta lebih yang mendaftar untuk menjadi pasukan janadel.
07:30Tidak salah ya pasukan cadangan. Pasukan yang siap bertempur membela tanah air ya.
07:34Itu membuat masyarakat jadi senang.
07:36Kemudian ditampilkan di televisi.
07:37Itu adalah propaganda atau perang informasi yang menampilkan masyarakat semua tingkat terlibat.
07:44Dan itu menunjukkan dunia luar.
07:45Karena justru pada saat perang ini kesempatan Iran untuk menunjukkan masyarakat dunia.
07:49Kalau tadinya secara sengaja media-media itu tidak menampilkan Iran sepada adanya.
07:54Sekarang apapun diberita di Iran itu jadi masuk.
07:57Sehingga baik di media normal, media elektronik atau media sosial itu menampilkan semua itu.
08:03Dan itu merupakan, dan Iran lebih sukses dari Amerika.
08:05Iran lebih sukses dari Amerika?
08:06Iya. Karena Iran tidak saja mengandalkan media-media pemerintah.
08:10Tapi mengandalkan banyak buzzer, banyak pendukungnya.
08:14Dan dari negara global south, semua hampir semuanya banyak sekali yang mendukung.
08:19Sehingga menampilkan tampilan Iran yang lebih bagus, lebih cantik, lebih indah.
08:23Dan itu kelihatan hebat sekali.
08:25Dan memang sekarang dari buktinya bahwa Amerika dan pihak barat, khususnya Amerika itu kalah dalam perang informasi mengenai dukungan terhadap
08:32Iran.
08:32Tapi di sisi lain juga, Iran juga ingin menampilkan kemampuan militernya.
08:37Dia tampilkan latihan, dia tampilkan apapun itu untuk berikan warning.
08:43Dan warning itu masuk.
08:44Karena sekarang Amerika pada posisi khawatir, karena informasi terbaru adalah Iran sudah meningkatkan kekuatan pertahanan udaranya menjadi lebih canggih.
08:55Bavar 373 yang setara dengan S-400-nya Rusia dan Kordat 15 itu adalah dua paduan yang canggih.
09:03Kalau radar jarak jauhnya itu bisa mencampur 400 km, tapi radar jarak pendek S-120 km punya kemampuan untuk melihat
09:15stealth.
09:16Nah itu yang sekarang dikatakan dan kemarin sudah terbukti bisa menjatuhkan pesawat F-15 dan pesawat A-10.
09:22Jadi praktis semua pesawat-pesawat F-18, pesawat F-16, F-15 itu sekarang penuh dengan keraguan untuk masuk ke
09:30Iran.
09:30Karena terbukti Iran cukup canggih.
09:32Kemudian untuk terbang di ketinggian rendah, apapun mau nyerbu lewat helikopter segala macam,
09:37terbukti bahwa hampir lebih daripada 20 mendekati 30 pesawat tanpawa miliknya Iran itu hampir ditembak jatuh semua.
09:45Dan pesawat tanpawa ini pesawat tanpawa yang harganya 30 sampai 50 juta dan harga mahal.
09:49Dan itu dihancurkan oleh Iran, Jerman kan tidak punya kesulitan itu.
09:53Nah sekarang yang harus dihadapi adalah memang pesawat tanpa stealth, pesawat siluman ini yang mungkin harus ada pertimbangan hanya tahan
09:59di jumlahnya kan sedikit terbatas.
10:01Oke tentu kekuatan militer ini menjadi head to head tersendiri ya antara Iran dan Amerika Serikat.
10:06Tapi saya ingin ke Pak Riko bahwa tadi Pak Agung menyebutkan Iran ataupun negara revolusi Iran yang kemudian membekali rakyatnya
10:13ataupun pemerintah Iran yang membekali rakyat terkait dengan kemampuan menembak dan juga kemampuan militer,
10:18ini secara tidak langsung memperkuat kondisi yang ada di dalam internal Iran itu sendiri.
10:23Tapi pertanyaannya bagaimana dengan Amerika Serikat?
10:25Apakah sebenarnya warga Amerika Serikat ini sudah apatis dengan keputusan yang kemudian diambil oleh Donald Trump, Pak Riko?
10:30Kalau menurut saya persiapan yang dilakukan oleh Amerika itu persiapan yang sifatnya bukan non-militer.
10:39Jadi ini ada dua persiapan dilakukan oleh Amerika dalam menghadapi kemungkinan eskalasi.
10:45Kalau dalam kategori militer itu adalah mereka memperbaharui lagi target-target serangan yang setelah mereka lakukan pada saat epic fury
10:54beberapa waktu yang lalu.
10:55Tetapi langkah yang dilakukan, yang kedua oleh Amerika itu sebenarnya sifatnya diplomatik dan politik domestik.
11:02Diplomatiknya itu seperti apa?
11:03Kita tahu ternyata pasca pertemuan antara Amerika dengan Xi Jinping kemarin itu,
11:08Trump itu menawarkan kepada Amerika, Trump menawarkan kepada Iran agar memberhentikan bantuannya terhadap Iran
11:15dengan bantuan nanti Amerika akan mensuplai kebutuhan energi Iran, tapi dibeli dalam dolar.
11:22Jadi itu salah satu tawaran, jadi dia ingin melok, mengisolasi Iran dari China.
11:28Tetapi yang kedua juga ada langkah domestiknya.
11:31Memang betul bahwa secara umum mayoritas mungkin antara 55-60% rakyat Amerika itu tidak ingin perang ini berlanjut
11:43atau tidak menyukai adanya perang yang lama di Iran ini.
11:46Tapi ini ada tapinya.
11:47Nah, orang-orang kan menyebutkan bahwa politik domestik ini pemilihannya itu nanti November ya.
11:53Sekarang yang sedang berjalan di Amerika itu tahap namanya primary.
11:57Jadi primary itu adalah pemilihan masing-masing partai, baik demokrat maupun republik,
12:03untuk memilih calon-calon anggota DPR-nya, supaya bisa nanti mereka bertarung di bulan November.
12:09Nah, yang dilakukan oleh Trump sekarang ini adalah yang terakhir, dia mengusulkan menggelontorkan dana sekitar 1,8 bilion USD
12:17itu untuk dana kompensasi.
12:19Jadi artinya Trump ini sekarang, dia sedang mengkonsolidasi basis partai republik,
12:24yang itu sebagian besarnya lebih menyetujui atau bisa toleran terhadap berlanjutnya perang di Iran.
12:31Oke, tentu kita masih harus tunggu apakah kemudian geliat politik yang dilakukan Trump di Amerika Serikat
12:37ini juga akan berpengaruh dengan situasi di negara lain,
12:40karena mesin militer nampaknya ini juga dipanaskan oleh negara-negara lain.
12:44Saya ingin ke Pak Agung terlebih dahulu bahwa tadi kita sudah membahas bahwa ada sejumlah negara, Pak,
12:47yang kemudian nampak terlihat memanaskan mesin militernya.
12:50Tapi pertanyaan saya, ada pernyataan menarik dari Garda Revolusi Iran
12:54yang mengatakan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan,
12:59perang dapat meluas. Apa maknanya?
13:01Perang dapat meluas karena Amerika sudah mengincar sasaran-sasaran lain.
13:05Mengincar sasaran lain?
13:06Oh iya, sasaran-sasaran lain yang tidak akan dibayangkan Amerika katanya.
13:10Sasaran lain itu sudah mulai ada yang mempertimbangkan sasarangan itu meliputi sasarangan di negara lain.
13:15Sasaran yang berada di negara Eropa mungkin atau di pangkalan lain
13:19yang mungkin tidak menggunakan rudal, tapi menggunakan pasukan darat
13:26atau menggunakan drone pendek yang seperti halnya Ukraina menyerang Rusia.
13:31Dimana untuk menyerang pesawat-pesawat Rusia,
13:34dia menggunakan drone yang ditembakkan dari dalam Rusia sendiri.
13:37Tapi kalau konteksnya melihat perang Amerika Serikat dan Iran yang sebenarnya belum selesai,
13:42apa tujuan yang menyerang negara lain?
13:44Dia tidak menyerang negara lain, dia menyerang Amerika.
13:46Kepenting Amerika di negara lain.
13:48Jadi kan sasar saja.
13:49Contohnya, semuanya di Jerman ada pangkalan Amerika,
13:52sudah menggunakan drone terbang berapa untuk menghantam.
13:55Itu kan sangat mudah, drone kecil yang digunakan dan menggunakan peledak.
13:59Tapi sesungguhnya ceritanya tidak seburuk itu.
14:02Ceritanya sekarang adalah dari ada wartawan yang dapat berita
14:06bahwa Amerika ternyata mengeluarkan anu proposal baru
14:09yang istinya membuat meringankan sanksi Iran,
14:13kemudian dan segera dilaksanakan.
14:16Karena Iran tidak mau lagi itu minta percaya tertulis
14:18dan harus segera dilaksanakan minggu ini langsung diselesaikan
14:21karena tidak mau janji-janji.
14:22Karena JPO yang dulu, yang tanggal tahun 2015,
14:26itu janji-janji tapi kecil pelaksanaan.
14:28Sekarang dia mau segera dilaksanakan sanksi dibuka,
14:32uang disetor.
14:32Yang berapapun uangnya ya.
14:34Kemudian yang kedua adalah
14:38memberi langsung,
14:40memberi dana repatriasi untuk perbaikan dan segala macam.
14:43Dan itu sudah, dan untuk soal nuklir belakang.
14:45Jadi memang perjanjian sekarang oleh Pakistan dibuat dua set.
14:48Satu demilitarisasi dan soal selat hurmus,
14:50nanti set kedua,
14:51nanti ada tengkat waktu sebulan, dua bulan, tiga bulan,
14:54nanti soal nuklir dan sebagainya.
14:55Tapi kita tahu Israel juga nampaknya masih menginginkan perang.
14:57Oh iya, Israel itu ngamuk besar.
14:59Israel mungkin apapun emoji-nya akan datang,
15:01dia nggak setuju.
15:02Tapi kelanjutannya begini.
15:03Dan akhirnya ini Rubio juga bilang begitu.
15:06Rubio bilang,
15:07oh ini sudah makin dekat nih.
15:08Makin menarik kan?
15:09Karena dia juga tahu,
15:10nggak mungkin menang sama Iran ini berarti dia ngincar yang lain.
15:14Rubio bilang gini,
15:16Iran ini kayaknya sudah dekat nih.
15:19Tapi dia ngomong,
15:20tapi plan B-nya saya siap dengan negara-negara NATO nih,
15:24untuk buka hormus.
15:25Masalahnya negara NATO seperti Prancis bilang gini,
15:27apa yang ada terjadi di antre utara,
15:29ya kita bereskan antre utara.
15:31Kita udah ngurus yang lain.
15:31Artinya sebenarnya nggak ada, setuju.
15:32Tapi pesannya Rubio,
15:34memikirkan pesan,
15:35satu melindungi Trump,
15:37bahwa Trump masih kuat.
15:38Yang kedua,
15:39bikin bahwa ini ternyata mau perjanjian nih,
15:42naiklah harga minyak 3 persen,
15:43kalau nggak salah itu.
15:44Dan yang ketiga,
15:45melindungi bahwa dia tetap kuat.
15:47Tapi yang terjadi berikutnya adalah,
15:51bagaimana sekarang Iran menindaklanjuti.
15:53Ya, Iran nekem terus.
15:54Iran tidak mau menurunkan.
15:56Dan yang terakhir,
15:58soal Moustada bilang,
15:59tidak bisa dibawa keluar,
16:02itu ternyata dikoreksi.
16:03Itu tidak benar.
16:04Yang benar adalah,
16:05betul uranium tidak keluar,
16:07tapi mereka akan mengencerkan,
16:09menurunkan dari 60 persen ke tingkatan lebih rendah,
16:11di Iran sendiri,
16:13dan disaksikan oleh negara lain.
16:14Nah, itu yang terakhir itu.
16:16Baik, saya ingin ke Pak Riko.
16:17Pak Riko, apakah Anda juga punya informasi soal Amerika Serikat yang nampaknya,
16:21mengembalikan ataupun memberikan proposal baru kepada Iran,
16:24merujuk pada 14 poin yang kemudian tertuang di proposal Iran.
16:27Ada informasi ini Pak Riko?
16:29Sampai sejauh ini kan sebenarnya masih ada multi front diplomasi itu masih terjadi.
16:37Saat kita berbicara sekarang ini,
16:39kalau saya tidak salah,
16:40itu utusan salah satu petinggi militer dari Pakistan itu ada di Iran.
16:46Kemudian Qatar juga ada di Iran.
16:48Dan dalam waktu yang bersamaan,
16:51Menteri Luar Negeri Pakistan itu berangkat ke China.
16:54Yang sekarang sedang dicari titik temunya antara Amerika dan Iran ini,
16:59itu ada beberapa poin.
17:02Titik temunya itu,
17:03salah satu titik temunya yang telah disepakati,
17:06yang ini sudah diklaim oleh Donald Trump itu,
17:08Iran itu setuju untuk memberhentikan pengayaan sampai kurang lebih 20 tahun.
17:13Tetapi ada dua titik utama yang belum ketemu sampai sekarang.
17:17Yang pertama itu adalah material pengayaan uranium itu yang sudah diperkaya oleh Iran,
17:24itu Amerika maunya dikasih ke Amerika.
17:26Tapi kalau Iran tidak mau,
17:28Iran maunya salah satu yang tadi ada yang disampaikan oleh Pak Agung
17:31atau dia kasih lewat Rusia, begitu.
17:33Itu sampai sekarang belum ketemu.
17:35Yang kedua,
17:36Amerika itu,
17:37Iran maunya penghentian permukuhan damai di seluruh pihak,
17:42di seluruh tempat,
17:43artinya perang berhenti total.
17:45Tapi itu mungkin tidak Pak Riko,
17:47ketika melihat respon dari Israel?
17:50Kalau Israel,
17:52itu dia pasti melakukan segala cara untuk mensabotase
17:54supaya damai ini tidak akan terjadi.
17:57Melalui satu,
17:59di Amerika melalui lobby-lobby-nya,
18:01yang menyatakan bahwa
18:02ini Iran sudah kecapaian ini,
18:05dihajar saja sekarang,
18:06once and for all,
18:07satu itu.
18:07Yang kedua,
18:08kita bisa melihat beberapa waktu yang lalu,
18:11itu ternyata kan ada serangan drone yang dilakukan oleh Uni Emirat,
18:16dilakukan ke Iran,
18:18kan begitu.
18:19Kalau kita melihat Uni Emirat ini,
18:21ya Uni Emirat ini teman dekatnya dari Israel.
18:24Apa yang dilakukan oleh Uni Emirat?
18:26Itulah Israel.
18:27Kalau ini terjadi,
18:28ini kan artinya
18:30secara regional itu bisa tersulut perang baru
18:34antara negara teluk melawan negara teluk.
18:36Dan kalau ini terjadi,
18:37jangan lupa,
18:39itu kan Trump itu katanya dibatasi oleh 60 hari.
18:42Dan kemudian dia mengatakan,
18:44perangnya sudah selesai.
18:45Tapi kalau ternyata,
18:46ada alasan baru.
18:48Alasan baru itu apa?
18:49Ada alasan pecah perang,
18:51yang menyebabkan sekutunya Amerika diteluk,
18:56Uni Emirat misalnya,
18:57Bahrain misalnya,
18:58Kuwait misalnya,
18:59teriak-teriak untuk minta dibantu.
19:01Itu menjadi titik-titik-titik muka,
19:04atau alasan bagi Amerika untuk masuk lagi.
19:06Itu yang mereka cari.
19:07Ini makanya saya bilang,
19:08ini tipis sekali antara damai sama perang.
19:10Dan tentu yang kita dukung adalah
19:11perdamaian yang kemudian terjadi,
19:13dan perang antara Amerika Serikat dan Iran ini
19:15cepat berakhir.
19:16Terima kasih Pak Arikomar pun,
19:17dan juga Pak Agung Sasongkojati
19:19telah bergabung di Kompas Petang.
19:21Terima kasih.
19:21Terima kasih.
19:22Terima kasih.
19:22Mari Pak Aiko.
Komentar