Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah ancaman dan kecaman AS atas Iran soal senjata nuklir, warga Iran semakin gencar berlatih penggunaan senjata hingga drone portable, sebagai bentuk kesiapan menghadapi serangan AS.

Lalu, benarkah gerakan warga sipil Iran ini adalah murni bela negara atau strategi propaganda pemerintah Iran? Kita bahas bersama warga Iran, sekaligus dosen di International Institute for Islamic Studies di Kota Qom, Iran, Qasem Muhammadi, dan juga peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali.

#as #iran #nuklir

Baca Juga Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Menguat Sentuh Level 15.000: Kalau Punya Dollar, Jual Sekarang! di https://www.kompas.tv/nasional/670501/menkeu-purbaya-optimis-rupiah-menguat-sentuh-level-15-000-kalau-punya-dollar-jual-sekarang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670504/full-dosen-iiis-peneliti-soroti-warga-iran-yang-dilatih-pegang-senjata
Transkrip
00:00Di tengah ancaman dan kecaman Amerika Serikat atas Iran soal senjata nuklir,
00:04warga Iran semakin gencar berlatih penggunaan senjata hingga drone portable
00:09sebagai bentuk kesiapan menghadapi perang Amerika Serikat.
00:13Pertanyaannya, benarkah gerakan warga sipil Iran ini adalah murni bela negara
00:17atau strategi propaganda pemerintah Iran?
00:21Kita bahas bersama dengan warga Iran,
00:23sekaligus dosen di International Institute for Islamic Studies di Kota Kom Iran,
00:27Qasem Muhammadiyah dan juga peneliti Asia Middle East Center,
00:32Pizarro Ghazali yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:35Selamat sore semuanya.
00:37Selamat sore ya, sir.
00:38Selamat sore ya.
00:39Saya ke Mas Qasem dulu yang berada di Iran,
00:42tentu tahu betul bagaimana sebenarnya antusiasme warga sipil terutama di Iran
00:46untuk ikut dalam kampanye Jan Fada atau pengorbanan untuk Iran ini.
00:54Ya, bismillahirrahmanirrahim.
00:55Ya, kalau mengenai kampanye Jan Fada itu yang saya harus jelaskan,
01:02itu hakikatnya atau niatannya adalah satu tindakan simbolik untuk rakyat Iran
01:11untuk memperlihatkan persiapan mereka untuk mengorbankan diri mereka untuk negara mereka.
01:18Itu bukan artinya bahwa Iran itu sekarang agak lemah dan tidak ada cukup prajurit contohnya untuk membelah dari Iran.
01:27Iran itu merupakan salah satu negara yang cukup besar pasukan tentara,
01:33ya, hampir 2 juta orang.
01:36Dan, tapi secara ini mereka bisa,
01:40yani rakyat, apa, biasa Iran mereka bisa memperlihatkan persiapan mereka terhadap.
01:47Sampai sekarang itu hampir 32 juta orang yang usianya atas 12 tahun,
01:55sudah mereka umumkan persiapan mereka untuk mengorbankan diri mereka untuk negeri mereka.
02:01Yani dalam, apa, kampanye ini,
02:04mereka memperlihatkan kepada militer mereka, kepada pimpinan mereka bahwa mereka semangat.
02:11Yani kalau diperlukan, dan kami pasti, apa, itu tidak akan diperlukan, itu tidak ada keraguan,
02:18tapi kalau diperlukan, kami juga siap untuk mengorbankan jiwa kita untuk negeri kita.
02:25Kalau diperlukan, warga Iran siap untuk ikut membela negaranya, ya.
02:29Karena pertanyaan selanjutnya begini, Mas Kasem,
02:31dengan adanya kampanye Janfada ini,
02:34apakah ini juga menunjukkan di satu sisi memang militer Iran atau tentara Iran ini
02:39memang sudah berkurang, dalam tanda kutip melemah,
02:42sehingga butuh tentara dari warga sipil jika nanti ada perang terbuka lagi?
02:49Nah, sebagaimana yang saya tadi katakan, tidak begitu.
02:53Yani artinya bukan mereka, apa, sekarang lemah contohnya pasukan militernya Iran itu,
02:59tapi hampir, kalau, apa, spirit yang Iran itu dan rakyat Iran mereka
03:05mau memperlihatkan kepada dunia pertama dan kepada militer Iran bahwa
03:10kalau kalian itu, militer Iran itu pasti tetap ada supportnya.
03:16Itu kami juga memperlihatkan kepada seluruh dunia dan kepada militer Iran
03:25bahwa kami pun yang sivil, yang tidak terlatih untuk berperan sebagai seorang militer,
03:34kami pun juga siap untuk mengorbankan dan menghadiahkan jiwa kita untuk negeri kita itu.
03:43Baik, ingin menunjukkan bahwa tidak hanya militer Iran,
03:47namun warga Iran dalam hal ini warga sipil juga siap untuk mengorbankan dirinya melalui kampanye ini.
03:52Kalau Bang Pizarro sendiri melihatnya kampanye Janfada ataupun pengorbanan untuk Iran ini,
03:57apakah betul murni keinginan rakyat Iran atau bisa dibaca juga sebagai propaganda dari Iran untuk menghadapi Amerika Serikat?
04:06Ya, menurut saya Yasser ini tidak baru ya bagaimana ada berbondong-bondong ya masyarakat Iran
04:11mendaftarkan diri secara voluntary, secara relawan, mereka siap menjadi bagian dari pasukan Iran.
04:17Sebenarnya bukanlah halnya baru, karena kalau kita lihat ya ketika misalkan Ali Khamenei gugur
04:23akibat serangan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, terbukti masyarakat Iran itu solid.
04:28Mereka alih-alih kemudian seperti diprediksi Amerika Serikat akan melakukan pemberontakan,
04:33perlawanan kepada pemerintah Iran, tetapi mereka akan justru memberikan dukungan kepada pemerintah Iran
04:38dan kemudian mereka justru berbondong-bondong turun ke lapangan, mereka tidak takut akan adanya serangan.
04:43Ini membuktikan dan pesan menurut saya dari Heran kepada Washington bahwa kesatuan, soliditas,
04:48dan juga kemudian solidaritas mereka itu tetap kuat.
04:52Dan saya yakin karena di sini perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran ini sangat beda ya Yasser ya.
04:57Kenapa? Karena masyarakat Amerika Serikat itu justru menolak.
05:00Ya 60% masyarakat Amerika Serikat itu menolak serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada Iran.
05:05Bahkan kita melihat ada demo, ya demo No Kings Movement di Amerika Serikat.
05:09Sedangkan kemudian masyarakat Iran itu justru mereka turun gelanggang bersama-sama ingin bendaftar.
05:14Ini juga pesan menurut saya dari masyarakat bahwa kami berbeda dengan Amerika Serikat.
05:17Bahwa masyarakat itu solid di bawah pemerintahan.
05:19Dan jika memang kita kemudian dibutuhkan untuk melakukan pemeran, mereka siap.
05:23Karena begini Yasser, karena kan ini adalah sebuah yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat itu perang darat.
05:28Dan kalau terjadi perang darat, ini kan sasarannya Yasser, itu bukan cuma militer, RGC, pemerintahan, tapi juga masyarakat.
05:35Kita lihat sekarang Israel menyerang Libanon.
05:37Walaupun by name itu perang melawan di sebelah tetap yang menjadi forman kebanyakan musipil.
05:41Seperti itu.
05:42Jadi saya kira masyarakat Iran itu juga waspada.
05:44Mereka khawatir kalau kemudian last option ini diambil, diketuk palu oleh Donald Trump untuk melakukan serangan darat.
05:49Kira-kira mereka pun juga sudah punya antisipasinya seperti itu.
05:52Yasser ya, bahwa mereka itu sudah punya bayangan bahwa bentrokan itu akan terjadi.
05:56Karena yang terjadi sekarang, titik yang terjadi peperangan antara Amerika Serikat dengan Iran,
06:01ini kalau memang negosiasi buntu, diplomasi tidak, titik kompromi, yang terjadi total war.
06:06Dan sekarang kan kalau kita lihat, Amerika Serikat itu juga sudah mulai memperkuat amunisinya kepada Israel.
06:12Memperkuat ribuan tonnya amunisi persenjatan kepada Israel.
06:15Artinya kenapa? Ini ada tanda-tanda bahwa perang bisa kembali meletus dan bukan tidak mungkin eskalasinya itu akan menjadi panjang.
06:22Dan kita bisa melihat bahwa disinilah kesiapan yang dilakukan oleh masyarakat Iran.
06:26Saya kira ini bukan propaganda pemerintah Iran.
06:28Ini memang secara volumitif dilakukan oleh masyarakat mereka untuk mengantisipasi terjadinya perang yang lebih dasar lagi.
06:33Dan selama ini kalau kita lihat kan strategi dari Iran kan defensif begitu bertahan.
06:37Merespons apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat gitu.
06:41Akan ada perubahan strategi yang Anda lihat dari Iran sendiri?
06:45Kan gini, Iran itu kan secara polugri itu mudah saja ya sir ya.
06:48Mereka itu kan bahasanya itu ya.
06:50Kalau mereka ingin damai, mereka mau negosiasi.
06:52Kalau memang Amerika Serikat itu berhenti melakukan serangan.
06:55Amerika Serikat tidak lagi punya pikiran untuk melakukan invasi.
06:58Saya kira Iran itu fleksibel.
06:59Dia mau perang itu juga siap.
07:01Dia mau diplomasi juga siap.
07:03Dia mau negosiasi kesepakatan getar senjata yang panjang.
07:05Itu juga siap seperti itu.
07:07Tapi kan di dalam perang ya sir, itu kan tidak ada pilihan-pilihan yang bisa dipastikan.
07:11Seperti itu.
07:11Karena kan kalau kita lihat sekarang, Amerika Serikat saja di berbagai analisis kita bisa mengatakan ya.
07:18Bahwa bukan tidak mungkin bahwa Donald Trump akan melakukan invasi kembali.
07:23Karena sekarang gini, negosiasi win-win solusi nanya ya sir, antara Amerika Serikat dan Iran.
07:27Itu dianggap kalah bagi Amerika Serikat.
07:29Karena kan gini, kalau terjadi titik kompromi dengan Iran, apa bedanya dia dengan Obama?
07:33Obama juga sudah melakukan perjanjian nuklir dengan Iran.
07:36Dan kemudian sekarang Trump melakukan hal yang sama.
07:37Berarti kan dia, berarti selama ini kan dia salah kalkulasi.
07:40Dia memaksakan perang kepada Iran yang itu tidak menguntungkan oleh Amerika Serikat gitu.
07:44Makanya kemudian Donald Trump itu kan, dia selalu menolak upaya untuk melakukan negosiasi dengan Iran.
07:48Karena dia dalam posisi kalah dan Iran dalam posisi unggul seperti itu.
07:51Dan saya kira Iran itu sudah mempersiapkan ada perubahan strategi baru.
07:54Dan yang terbaru ini menarik laporan dari militer Amerika Serikat ya sir ya.
07:58Bahwa Iran itu menarik ya, itu dia berhasil kulih ya.
08:00Dalam peperangan panjang yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
08:03Amerika Serikat mengatakan 90% katanya fasilitas militer Iran itu hancur.
08:08Hancur.
08:08Berhasil dihancurkan oleh Amerika Serikat.
08:11Tetapi yang menarik, laporan dari militer Amerika Serikat.
08:13Ternyata Iran itu masih memegang kendali senjata-senjata mereka.
08:17Senjata-senjata mereka itu tidak hancur.
08:18Walaupun ada itu tertutup tanah-tanah yang terkubur di situ.
08:22Dan mereka kemudian menggali kembali.
08:23Dan sekarang kan itu kan terkejut itu militer Amerika Serikat bahwa Iran.
08:27Nah ini yang ingin saya konfirmasi juga ke Mas Kasem.
08:30Karena kalau kita lihat waktu itu Komandan Senkom pernah menyampaikan ke publik.
08:34Bahwa sebenarnya operasi Epi Fury ini telah menghancurkan hampir 90% militer Iran.
08:40Tapi di sisi lain seperti yang tadi disampaikan oleh Bang Pizarro.
08:43Sebenarnya hasil intelijen justru menunjukkan hal yang berbeda.
08:47Kalau dari Anda sendiri yang mengamati betul di Iran.
08:51Sebenarnya bagaimana kekuatan militer Iran sebenarnya.
08:55Tapi jangan dijawab dulu Mas Kasem.
08:57Kita lanjutkan perbincangan kami.
08:58Usai jeda tetaplah bersama kami di Kompas Petang.
09:01Pertanyaan tadi saya ke Mas Kasem.
09:03Kalau kita lihat Komandan Senkom pernah menyampaikan bahwa operasi Epi Fury ini telah menghancurkan 90% militernya Iran.
09:11Tapi di sisi lain hasil intelijen menunjukkan kekuatan militer Iran ini masih 70% kesiapannya.
09:16Dari pengamatan Anda di sana sebenarnya kesiapan militer Iran ini seperti apa?
09:21Dan apakah akan ada perubahan strategi dalam perang melawan Amerika Serikat ini?
09:26Saya kira pertamanya kita harus ketahui bahwa Iran sudah siapkan dalam keadaan persiapan untuk perang ini selama 47 tahun.
09:40Ya ini semua hal yang mungkin dijadikan sudah diamati oleh militernya Iran itu.
09:49Oleh karena itu kita harus ketahui bahwa tidak begitu sederhana Iran akan habiskan kemampuan militernya.
09:58Juga kalau kita kembali ke perang hari 12 hari itu, Iran sudah membaca bagaimana strategi-strategi Amerika Serikat dan Israel.
10:11Dan juga di tahap pertamanya perang ini, agresi ini terhadap Iran, saya kira itu mereka juga ketahui bagaimana mereka harus
10:20membalas kepada agresor itu.
10:22Oleh karena itu saya sangat pasti bahwa kalau kemampuan militernya Iran itu pasti tidak begitu dengan sederhana bisa dihancurkan.
10:30Itu satu.
10:31Kedua, masalah kemampuannya Iran itu bukan hanya masalah persenjataan fiziknya,
10:38tapi ada satu atau dua minimalnya persenjataan strategisnya Iran itu sekarang punya.
10:45Satunya yang kita semua kita tahu yaitu masalah Salat Hormuz dan masalah keduanya ada sebagian kartu yang Iran belum main.
10:54Contohnya Salat Babel Mandir itu yang Iran itu belum.
10:57Saya kira kalau itu diulangi lagi serangan terhadap Iran, Iran pasti akan memainkan kartu macam itu dan saya tidak ada
11:07keraguan bahwa itu sangat akan merugikan agresor itu.
11:11Oke, kalau kita lihat militer Iran tetap bersiap untuk perang di tengah ancaman maupun kecaman yang seterus disampaikan oleh Donald
11:18Trump.
11:19Saya ke Bang Pizarro, sederhananya gini Bang, Donald Trump ini maunya apa sih sebenarnya?
11:24Karena kalau kita lihat kecaman terus disampaikan, tiba-tiba menyampaikan pernyataan,
11:28saya batal menyerang atas permintaan sekutu, kemudian ini mengancam lagi dengan spesifik membawa hal soal senjata nuklir.
11:36Yang Anda baca, sebenarnya Donald Trump ini sedang memikirkan exit strategi seperti apa dengan perang lawan Iran ini?
11:44Iya, Donald Trump ya sir itu menginginkan kemenangan yang nyata terhadap Iran, termasuk di dalam diplomasi.
11:50Kalau kemudian negosiasi dan diplomasi uraniumnya Iran tetap ada di Iran, itu bukan kemenangan bagi Donald Trump.
11:56Karena jangan lupa, ketika tahun 2024, ketika NATO melakukan serangan kepada Libya,
12:01itu akhirnya nuklirnya Libya itu berhasil dikeluarkan dari Libya,
12:05dan kemudian atas fasilitas dari IAIA ke Amerika Serikat,
12:09itu menjadi kemenangan nyata, quote-unquote, bagi Amerika Serikat yang bisa dijual.
12:12Tetapi kalau sekarang, dia negosiasi sama Iran, tetapi uraniumnya tetap di Iran,
12:16dia nggak bisa menjual kemenangan ya sir.
12:18Dan kalau begitu, itu masih lebih baik di eranya Obama,
12:20di mana terjadi kemudian penyerahan uranium dari Iran,
12:23melalui fasilitas IAIA, itu untuk dititipi sementara ke Rusia, seperti itu.
12:27Dan kalau kemudian ini terjadi sekarang, ini nggak bisa dijual sama Donald Trump,
12:31Donald Trump malah akan kembali disikat sama Demokrat.
12:33Loh, kalau kamu kemudian nanti win-win solusinya uraniumnya tetap di Iran,
12:36apa bedanya kamu dengan yang lain? Bahkan Obama lebih baik.
12:39Bahkan 2004 itu lebih clear untuk menaklukkan Gaddafi.
12:43Nah, ini masalah ya sir, ini nggak bisa dijual sama Donald Trump,
12:47dan itulah kenapa Donald Trump itu tetap bernapsu
12:49untuk melakukan serangan kepada Iran.
12:50Dan jangan lupa, di belakang Donald Trump, itu ada Netanyahu.
12:53Yang Netanyahu dari dulu, otaknya ialah,
12:55bahwa Iran itu sama sekali tidak boleh memiliki fasilitas nuklir.
12:59Jangankan senjata, fasilitasnya pun tidak diperbolehkan.
13:02Nah, kalau kemudian senjata nuklir itu memang didapatkan oleh Amerika Serikat,
13:06dan kemudian Iran itu dibongkar fasilitas nuklir,
13:08itu baru kemenangan bagi Donald Trump.
13:09Tapi ini kan susah, Iran itu tidak akan pernah mau dia,
13:12menyerahkan fasilitas nuklir.
13:13Nah, inilah yang menurut saya membuat Trump itu pusing tujuh keliling,
13:16frustasi, apalagi waktu tidak berpihak sama dia.
13:19Sekarang ya, Sir.
13:20Jadi, Bang Pizarro, dengan apa yang tadi Anda jelaskan,
13:23sederhananya kita bisa melihat bahwa ke depannya,
13:26wah ini belum ada titik temu nih, perang akan bisa terjadi lagi.
13:30Karena Iran siap berperang,
13:31apa yang menjadi permintaan Amerika Serikat dalam hal ini,
13:34Donald Trump juga tidak mungkin dipenuhi oleh Iran.
13:37Saya kira begitu.
13:38Dan sayangnya, perang tampaknya masih akan terus berlangsung ya, Sir.
13:42Belum ada titik kompromi,
13:44akan terjadi kompromi dan titik tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
13:48Karena sampai sekarang, Trump tidak pernah bisa menjual kemenangan,
13:51Trump tidak pernah bisa menjual victory,
13:52bahkan klaim bahwa fasilitas-fasilitas persenjataan Iran itu habis,
13:56itu dibantah sendiri oleh militer Amerika Serikat.
13:58Ini yang kemudian menurut saya,
13:59Donald Trump masih punya hasrat untuk melakukan serangan kepada Iran.
14:02Oke, kalau dari Mas Kassem sendiri melihatnya,
14:05kalau Trump masih tetap ngotot untuk melakukan perang,
14:08karena tidak ada titik temu dalam perundingan dari Iran sendiri,
14:11menurut Anda, apa yang disiapkan?
14:14Tetap perang terbuka atau negosiasi dengan bisa dikatakan
14:19akan mengabulkan beberapa poin yang diinginkan oleh Trump?
14:24Ya, saya kira kalau dari pihak Trump itu,
14:28mereka akan lanjutkan tuntutan berlebihan mereka,
14:32itu sejarahnya negosiasi dan perundingan sama Amerika Serikat
14:37yang kita sudah alami beberapa kali.
14:40Dan juga kalau mengenai Iran dan tindakannya Iran,
14:44Iran juga tidak akan mundur lagi,
14:46karena yang sangat sekarang diperlukan untuk negara kami ini
14:52adalah masalah keamanan nasionalnya Iran.
14:55Dan itu kalau bisa dijamin dengan negosiasi perundingan,
15:00ya tidak masalah.
15:01Tapi kalau tidak,
15:02dan nampaknya biasanya sama negara macam Amerika Serikat
15:07biasanya tidak bisa dijamin dengan negosiasi
15:11yang dibuktikan dengan sejarahnya negosiasi sama dia,
15:15sama Amerika Serikat,
15:16ya pasti kami itu alhamdulillah kuat
15:19dan kami itu akan melanjutkan perjuangan kami
15:24terhadap agresor itu.
15:26Dan saya kira,
15:27saya juga sepakat bahwa nampaknya
15:31perang tahap keduanya akan terjadi
15:34dan saya kira kalau kali ini
15:37pelajaran yang negara serikat itu akan dapat
15:40pasti akan lebih keras daripada pelajaran yang dia dapat
15:43di tahap pertamanya.
15:44Baik, walaupun kita,
15:46Mas Kasem maupun Bang Pizarro melihat
15:48nampaknya perang masih akan terus terjadi,
15:50tapi saya yakin baik Mas Kasem juga Mas Bang Pizarro
15:53berharap ada negosiasi antara kedua negara ya,
15:55sehingga perang di Timur Tengah
15:57yang sudah berdampak global ini
15:58tidak terjadi berkepanjangan.
15:59Terima kasih Mas Kasem Muhammadi
16:01dan juga Bang Pizarro Gozali
16:03terberbagi perspektifnya di Kompas Petang.
16:05Salam sehat semuanya.
16:06Terima kasih.
16:08Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan