Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah sempat mogok berjualan selama dua hari, sebagian besar pedagang daging sapi di pasar tradisional Kota Bandung kini mulai kembali beraktivitas.

Salah satunya terlihat di Pasar Kosambi, di mana aktivitas jual beli daging sapi kembali berlangsung normal dan pembeli mulai berdatangan.



#dagingsapi #bandung #pedagangdaging

Baca Juga Prakiraan Cuaca BMKG Besok Kamis 21 Mei 2026: Sumut, Jateng, dan Jatim Siaga Hujan Lebat di https://www.kompas.tv/info-publik/669988/prakiraan-cuaca-bmkg-besok-kamis-21-mei-2026-sumut-jateng-dan-jatim-siaga-hujan-lebat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669993/setelah-2-hari-mogok-jualan-pedagang-daging-sapi-di-bandung-sapa-siang
Transkrip
00:00Dan saudara setelah monggok berjualan selama dua hari kini sebagian besar pedagang daging sapi di pasar tradisional kota Bandung
00:05mulai kembali berjualan. Di pasar kosambi aktivitas jual beli kembali berlangsung.
00:11Meski harga daging sapi saat ini masih di angka Rp160.000 per kilogram.
00:17Dan berikut liputan jurnalis Kompas TV, Mita Handayani.
00:22Dari delapan lapak pedagang sapi, hari ini sudah ada yang berjualan lima lapak daging sapi.
00:32Untuk mogok sendiri memang ini dikarenakan harga yang terus melambung tinggi.
00:39Nah untuk mengetahui mogok dagang yang dilakukan oleh para pedagang daging sapi,
00:46kita akan berbincang dengan salah satu pedagang daging sapi yang ada di pasar kosambi kota Bandung.
00:51Halo Ibu, ini Ibu kan kemarin merupakan salah satu pedagang yang mogok berjualan seperti itu.
00:58Nah ini sebenarnya harapan dari mogok berjualan tuh seperti apa Bu?
01:03Harapannya, harapannya ya pengennya harga normal kembali lagi aja.
01:08Kayak sebelum naik, naiknya soalnya melonjak banget.
01:13Terus dari cara garapan juga berubah kan.
01:18Nah itu yang bikin pemotong pusing.
01:23Tapi saat distributor menaikkan harga, untuk pedagang sendiri tidak bisa menaikkan harga Ibu ya?
01:29Kalau dari pemotong ke penimbang susah.
01:34Tapi kalau dari penimbang ke pengecer gampang kayaknya soalnya kan mengikuti.
01:39Kalau dari pemotong kayak Ibu ke penimbang susah.
01:43Saya bingung, bingung banget naiknya.
01:47Ini kan ada di 160 ribu rupiah seperti itu.
01:50Namun untuk daya beli masyarakat sendiri seperti apa Bu?
01:56Kadang ada yang enggak nawar langsung pergi.
02:00Kadang ada yang nawar tapi enggak jadi.
02:04Soalnya kan mungkin kemahalan kali ya.
02:08Ya bukan mungkin, emang terlalu mahal sebenarnya.
02:12Soalnya percuma kemarin demo dua hari tetap naik.
02:17Jadi ada hasil tidak Bu dari mogok dua hari kemarin Bu?
02:21Hasilnya naik.
02:23Tetap ya?
02:25Naik.
02:25Kirain pas udah demo mau turun.
02:29Kalau enggak turun juga lah garapan dari kemarin porosot kulit jadi karkas kembali.
02:36Tapi enggak, malah naik.
02:41Baik Ibu Dia, terima kasih sudah memberikan informasi kepada kami.
02:45Nah itu tadi saudara perbincangan dengan salah satu pedagang daging sapi yang ada di Pasar Kosambi Kota Bandung.
02:50Jadi memang untuk para pedagang di pasar tradisional sendiri tidak bisa menaikkan harga per kilogramnya.
02:57Karena memang harga dari distributor sendiri ini sudah cukup tinggi seperti itu.
03:02Nah ini apabila diinformasikan tadi oleh Ibu Dia, bahwa memang harga dari distributor terus naik.
03:10Namun para pedagang sendiri tidak bisa menaikkan harga daging sapi karena daya beli masyarakat dikhawatirkan akan semakin menurun.
03:18Mita Handayani, Reza Pratama, Bandung, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan