Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Militer Israel mencegat kapal Global Sumud Flotila saat tengah berlayar menuju Gaza di perairan Mediterania Timur, Senin (18/5/2026) waktu setempat. 7 WNI ditangkap.

Dalam rekaman, para aktivis dipaksa mengangkat tangan saat kapal tentara Israel mendekati armada Global Sumud.

Lalu bagaimana nasib mereka dan harapan keluarga?

Kita terhubung dengan keluarga dari salah satu WNI yang disandera Israel, Sutrawati Kaharuddin, ibunda dari Andi Angga Prasadewa.

Baca Juga [FULL] Guru Besar UGM soal Upaya Pembebasan 5 WNI Aktivis Gaza yang Ditangkap Israel di https://www.kompas.tv/internasional/669840/full-guru-besar-ugm-soal-upaya-pembebasan-5-wni-aktivis-gaza-yang-ditangkap-israel

#wni #gaza #israel

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/669870/full-7-wni-disandera-israel-ibu-andi-angga-belum-ada-informasi-keberadaan-anak-saya
Transkrip
00:00Sera Militer Israel mencegat kapal global Sumut Flotila saat tengah berlayar menuju Gaza di perairan Mediterania Timur pada Senin waktu
00:09setempat.
00:09Tujuh WNI ditangkap.
00:18Militer Israel mencegat kapal global Sumut Flotila saat berlayar menuju Gaza di perairan Mediterania Timur Senin waktu setempat.
00:27Pembajakan kapal global Sumut Flotila yang tengah menjalani misi kemanusiaan sempat direkam dan disiarkan secara langsung.
00:35Dalam rekaman, para aktivis dipaksa mengangkat tangan saat kapal tentara Israel mendekati armada global Sumut.
00:43Tentara Israel bersenjata lengkap lalu menaiki salah satu kapal dan memperingatkan para aktivis agar berkumpul di bagian depan kapal.
00:51Para aktivis, disandra.
00:53Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bilang penangkapan aktivis sebagai upaya mengisolasi aksi dan jaringan kelompok Hamas.
01:01Terima kasih telah menonton!
01:08Terima kasih telah menonton!
01:29Terima kasih telah menonton!
02:00Tujuh warga Indonesia turut ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza bersama Sumut Flotila.
02:07Dari tujuh orang, empat diantaranya adalah jurnalis dari media nasional.
02:12Mereka adalah relawan rumah zakat Andi Angga Prasadewa dan para jurnalis yakni Bambang Noroyono,
02:19Taudi Badai Rifan Bilah, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.
02:24Yang paling update justru yang saya ingin sampaikan bahwa beberapa menit yang lalu, lebih depan sih 18.30,
02:33kapal Zephiro itu di intercept.
02:36Kembali di intercept.
02:37Pada delegasi Indonesia WND.
02:39Jadi sudah tujuh jadi sekarang ini.
02:40Sudah tujuh sekarang?
02:43Sudah tujuh jadi yang disandra sekarang ini.
02:44Baru 18.30 lalu itu di intercept dan ditahan,
02:48pindahkan, numpangnya semua ke kapal IOF.
02:52Ini yang di kapal Zephiro itu ada atas nama Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu.
02:58Ini warga negara Indonesia.
03:01Jadi sekarang hanya tinggal dua warga negara Indonesia,
03:05yaitu yang di Kasri Sadabad, di kapal Kasri Sadabad.
03:08Itu ada sama Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo.
03:12Keluarga Andi anggap rasa dewa berharap
03:14pemerintah Indonesia segera melakukan upaya diplomasi
03:18untuk memulangkan anaknya.
03:21Keluarga tidak bisa apa-apa.
03:23Hanya pemerintah yang bisa membebaskan anak saya.
03:26Saya kira anak saya itu memang pantas dibebaskan
03:32karena anak saya itu kan aktivis kemanusiaan, bukan teroris.
03:37Anak saya ke sana cuma bawa obat,
03:39cuma bawa kebutuhan apa untuk Palestina yang lagi kelaparan di sana.
03:48Menko bidang hukum HAM dan IMIPAS Yusril Iza Mahendra
03:51mengecam penangkapan tujuh WNI oleh tentara Israel di perairan Siprus.
03:56Pemerintah berupaya menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel
03:59dengan menempuh jalur hukum dan diplomatik
04:02dari negara ketiga dan badan hukum internasional.
04:06Karena kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel
04:09dan kita tidak dapat melakukan pengundingan langsung dengan PNP Israel
04:13tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik
04:17dan upaya-upaya hukum
04:18melalui waktuan negara ketiga dan badan-badan internasional
04:21untuk melindungi pengenderaan kita yang diculik oleh pengenderaan Israel.
04:29Indonesia bersama sembilan negara yakni Turki, Bangladesh, Brazil, Yordania hingga Spanyol
04:35membuat pernyataan bersama mengutuk serangan Israel ke konvoy kemanusiaan global Sumut Flotila.
04:42Indonesia juga mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh WNI yang ditangkap.
04:48Tim Liputan Kompas TV
04:547 WNI ditangkap militer Israel saat berlayar membawa misi kemanusiaan ke Gaza
05:00lalu bagaimana nasib mereka dan harapan keluarga.
05:03Kita terhubung dengan keluarga dari salah satu WNI yang disandra Israel
05:07Ibu Sutrawati Kahrudin, Ibu Nda dari Andi Angga Prasadewa.
05:13Assalamualaikum, selamat malam Ibu Sutrawati.
05:18Waalaikumsalam, warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam.
05:22Baik Ibu, kami turut prihatin pertama atas peristiwa yang menimpa Mas Andi.
05:26Boleh diceritakan Ibu, apakah hingga saat ini sudah mendapatkan informasi
05:31di mana keberadaan Mas Andi?
05:37Sampai saat ini belum ada.
05:39Belum ada yang menghubungi kami keberadaan anak saya di mana.
05:44Kami juga sudah menunggu itu.
05:48Kalau dari pemerintah ataupun juga dari organisasinya memberangkatkan Mas Andi,
05:53apakah ada informasinya, Bu?
05:58Iya, sampai saat ini masih disuruh menunggu.
06:01Masih disuruh?
06:02Untuk kabar selanjutnya, iya.
06:04Dari itu, dari lembaga rumah sakit tempat anak saya bekerja.
06:11Ibu, kapan pertama kali mendapatkan kabar kalau kapal yang ditumpangi Mas Andi
06:16dan juga beberapa rekan di UNI ini dibajak,
06:20kemudian mereka dibawa disandra oleh pasukan Israel?
06:24Kapan pertama kali mendapatkan kabar?
06:26Bisa diceritakan, Bu?
06:29Pertama kali itu, ya itu kemarin di jam 4 sore,
06:35saya dapat kabar bahwa kapal anak saya itu di intercept.
06:42Dan anak saya saat itu katanya sudah diculik oleh sionis Israel.
06:51Siapa, Bu, yang memberi kabar itu dan bagaimana upaya ibu dan juga keluarga
06:57untuk bisa mendapatkan informasi lanjutan mengenai kondisi Mas Andi, Bu?
07:04Kami hanya mendapat, kami mendapat kabar itu dari rumah sakit yang dimana itu anak saya memang bekerja di situ.
07:15Terus kami juga scroll, pas scroll media, di media sosial.
07:21Dan melihat banyak berita-berita bahwa anak saya sudah diculik.
07:27Ibu, sebelumnya sering berkomunikasi dengan Mas Andi ketika ikut pelayaran di Global Sumut ini, Bu?
07:35Iya, sering, setiap saat.
07:38Setiap saat saya berkomunikasi dengan anak saya.
07:42Kapan, Bu, terakhir bisa berkomunikasi dengan Mas Andi?
07:45Dan biasanya apa saja yang disampaikan oleh Mas Andi kepada keluarga, Bu?
07:52Yang disampaikan itu ya paling saya cuma ingatkan, supaya hati-hati.
07:59Cuma ya itu supaya banyak-banyak berdoa.
08:04Karena saya tahu perjalanannya itu kan tidak mudah.
08:09Ibu, berapa lama Mas Andi ikut tergabung dalam pelayaran Global Sumut ini, Bu?
08:16Sejak kapan, Bu?
08:20Kalau untuk di Global Sumut itu dari bulan Februari, kalau tidak salah.
08:27Oh, dari awal tahunnya, Bu, ya?
08:30Iya, dari bulan Februari terus kan di situ mereka ada pelatihan-pelatihan.
08:34Mereka sebelum turun berlayar.
08:38Izin sama keluarga, sama ibu, sama orang tua.
08:42Apa yang disampaikan Mas Andi untuk ikut dalam misi kemanusiaan ini, Bu, sebetulnya, Bu?
08:49Izin, iya, pasti izin.
08:50Karena setiap apapun yang akan dilakukan anak saya itu, dia selalu minta doa dari saya, sebuah ibunya.
08:58Dan ini bukan pertama kali anak saya yang melakukan, menjalankan misi seperti ini.
09:04Karena memang itu tugas dia di, kebetulan dia di rumah sakat, memang itu tugas dia di bidang respon bencana dan
09:16kemanusiaan.
09:18Dan baru kali ini, Bu, Mas Andi mendapatkan peristiwa yang tentu membuat keluarga khawatir, menantikan kabarnya juga.
09:26Sebelumnya belum pernah, Bu, peristiwa seperti ini menimpa Mas Andi.
09:29Iya, ini baru, kami sangat, ini baru kali ini anak saya menjalankan misi seperti ini yang bagi saya itu sangat
09:42berat.
09:45Ini benar-benar membuat kami shock dengan kejadian ini.
09:57Ibu, apakah ada posko yang dibuat oleh pemerintah daerah ataupun tadi organisasi rumah sakat untuk informasi bagaimana kondisi Mas Andi
10:09dan juga 6 WNI lainnya, Bu?
10:14Iya, rumah sakat itu sudah menghubungi kami sejak anak saya itu diculik, langsung dari pusat di Bandung, menghubungi kami bahwa
10:28kami akan menempuh langkah-langkah untuk membebaskan Andi Angga.
10:35Bu, apa yang ingin Ibu sampaikan, harapan dari keluarga kepada pemerintah, kepada organisasi, agar ada informasi agar ada Mas Andi
10:45bisa kembali, Bu?
10:47Apa yang ingin Ibu sampaikan, Bu?
10:50Tentu harapan saya, ya itu anak saya dibebaskan. Anak saya harus pulang dengan selamat. Anak saya kembali dipulangkan ke Indonesia
11:02dalam keadaan sehat, selamat sampai di Indonesia.
11:07Saya berharap kepada pemerintah untuk membebaskan anak saya.
11:16Amin. Tentu kita semua mendoakan dan semoga ada informasi, ada kabar baik juga nanti yang didapatkan oleh keluarga, Mas Andi
11:24bisa kembali kumpul bersama dengan keluarga.
11:26Terima kasih, Bu Sutrawati Kaharudin, Ibu Nda dari Andi Angga Prasadewa, anggota Global Sumut yang saat ini disandra oleh Israel.
11:35Terima kasih, Bu Sutrawati, untuk waktunya di Kompas Malam hari ini.
11:39Terima kasih, mohon doanya, iya.
11:42Amin, amin. Tentu.
Komentar

Dianjurkan