Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bareskrim Polri membongkar dugaan peredaran narkoba di B Fashion Hotel, Jakarta Barat. Yang mengejutkan, sistem distribusi narkoba di lokasi itu disebut menggunakan jalur “VIP only”, jadi tidak semua orang bisa membeli narkotika di sana.

Dalam penggerebekan ini, polisi menetapkan 14 tersangka dan masih memburu tiga orang lainnya yang masuk daftar pencarian orang atau DPO.

Tak hanya itu, Bareskrim menduga praktik ini sudah berlangsung selama 12 tahun dengan nilai peredaran mencapai ratusan miliar rupiah.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/15/202500/tak-sembarang-orang-bisa-beli-begini-alur-distribusi-narkoba-vip-only-di-b-fashion-hotel

Creative/Video Editor: Najwa/Leo
#BFashionHotel #Narkoba #VIP
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Tak sembarang orang bisa beli, begini alur distribusi narkoba VIP Only di B-Fashion Hotel.
00:06Bares Krim Polri membongkar dugaan peredaran narkoba di B-Fashion Hotel, Jakarta Barat.
00:12Yang mengujudkan sistem distribusi narkoba di lokasi itu disebut menggunakan jalur VIP Only,
00:17jadi tidak semua orang bisa membeli narkotika di sana.
00:21Direktur Tindak Pidana Narkoba Bares Krim Polri, Eko Hadi Santoso mengatakan
00:26kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat soal aktivitas narkoba
00:31yang diduga sudah berlangsung lama di hotel tersebut.
00:35Dalam penggerbekan ini, polisi menetapkan 14 tersangka
00:38dan masih memburu 3 orang lainnya yang masuk daftar pencarian orang atau DPO.
00:44Salah satu tersangka mengaku distribusi narkoba dilakukan secara tertutup
00:48lewat sosok yang disebut sebagai Kapten B-Fashion Hotel.
00:52Setelah adanya operasi aparat, pihak hotel disebut memberlakukan kode merah
00:56sehingga hanya tamu VIP tertentu yang bisa mendapat akses narkotika.
01:01Polisi juga mengita 16 butir ekstasi dan 111 faith etomy date dari lokasi kejadian.
01:08Diperkirakan dalam kurun waktu 12 tahun, jaringan ini telah mengedarkan sekitar
01:13328.500 sampai 657.000 butir ekstasi
01:21dan 21.900 sampai 54.750 faith mengandung etomy date
01:28yang berdampak pada ratusan ribu potensi penyalahgunaan narkotika di masyarakat.
01:34Tak hanya itu, Baristri menduga praktik ini sudah berlangsung selama 12 tahun
01:39dengan nilai peredaran mencapai ratusan miliar rupiah.
01:43Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:46Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:48Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:51Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:52Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan