00:00Saudara di tengah kebuntuan negosiasi dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbang ke Tiongkok bertemu Presiden Xi Jinping
00:07membahas kerjasama ekonomi hingga ketegangan geopolitik global termasuk Selat Hormuz.
00:13Dalam pertemuan, Donald Trump mengklaim Xi Jinping tawarkan bantuan untuk buka Selat Hormuz.
00:19Apakah Tiongkok mampu membujuk Iran untuk membuka Selat Hormuz?
00:23Berikut analisis pakar hubungan internasional Universitas Parayangan Julius Purwadi Hermawan
00:28dan pengamati Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional Nostalgia Wan Wahyudi.
00:33Dalam pertemuan kemarin kan masih ada beberapa yang gantung ya, utamanya misalnya terkait dengan isu Taiwan.
00:41Tergantung niat baik Presiden Trump menangan isu Taiwan, baru kemudian Xi Jinping juga akan melihat apakah akan merealisasikan secara penuh.
00:51Tetapi kalau kita lihat niat baik Tiongkok dari awal, saya kira itu akan dilakukan gitu ya.
00:59Sejauh Amerika Serikat juga menunjukkan niat baik, itu bagian yang sangat penting yang saya kira Presiden Xi Jinping sangat cerdas.
01:07Ketika menghadapi seorang Presiden Trump ya, bahwa Trump menunjukkan niat baik dulu, baru komitmennya akan dieksekusi.
01:15Tidak ada pemenang yang dapat mengambil keuntungan dari perang antara Amerika Serikat dan Iran ya, itu harus diakui.
01:22Dan Tiongkok merasakan dampaknya, termasuk kemudian terkait dengan disurusi supleminya ke Tiongkok, itu harus diakui.
01:30Jadi kalau kita membaca niat baik dari Tiongkok yang visioner gitu, bahwa sesungguhnya yang diinginkan adalah penghentian perang antara Amerika
01:43Serikat dan Iran.
01:44Itu pandangan saya.
01:45Sisi dari Iran itu sudah sangat-sangat signifikan ya, ketika sejak Iran dan Amerika mau untuk duduk dalam negosiasi di
01:53Pakistan.
01:53Jadi meskipun secara profil itu merupakan salah satu usaha upaya dari Pakistan, tetapi kita tidak bisa menafikan bahwa China memberikan
02:05garansi kepada Iran untuk duduk dalam negosiasi.
02:10Jadi seperti ini Mas Brie.
02:12Jadi meskipun ada kesepakatan antara Trump dengan Xi, memang untuk sholat hormus itu berkaitan tidak hanya dengan China, tapi seluruh
02:21dunia.
02:21Jadi ekonomi dan ketahanan energi dunia juga terancam.
02:24Jadi memang ada kepentingan ekonomi bersama untuk membuka sholat hormus.
02:27Dan yang kedua yang menarik sebetulnya Mas Brie, jadi ada ketidaksepakatan ya tentang nuklir ya, yang tidak diungkapkan secara gamblang
02:35antara Trump dengan China.
02:36Trump mengatakan bahwa China sepakat untuk tidak menyediakan senjata nuklir bagi Iran.
02:42Namun ada hal yang tidak diungkapkan ya, yaitu bahwa China tetap tidak sepakat membatasi nuklir untuk keperluan sipil ataupun damai.
02:50Itu yang perlu kita senangkan.
02:53Jadi kita bisa melihat di sini secara diplomatik ya.
02:56Jadi kita bisa melihat secara profil diplomasi Amerika di dunia itu secara influence menurun.
03:02Jadi AS tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menundukkan Iran dengan kekuatan sendiri.
03:07Jadi ada permintaan, bantuan China yang merupakan momen diplomatik, defisit bagi AS.
03:13Dan juga pengakuan AS terhadap kapasitas diplomatik dan ekonomi China di dunia ya.
03:18Dan ini seolah-olah China menjadi kunci akhir dari exit way, perang Iran dan Amerika Serikat.
Komentar