Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah kebuntuan negosiasi dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbang ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping membahas kerja sama ekonomi hingga ketegangan geopolitik global, termasuk Selat Hormuz.

Dalam pertemuan tersebut, Donald Trump mengklaim Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz.

Muncul pertanyaan apakah China mampu membujuk Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Berikut analisis pakar hubungan internasional Universitas Katolik Parahyangan, Yulius Purwadi Hermawan, dan pengamat Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nostalgiawan Wahyudhi.

Baca Juga Selat Hormuz Memanas! Inggris Kerahkan Drone dan Kapal Perang | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/669064/selat-hormuz-memanas-inggris-kerahkan-drone-dan-kapal-perang-kompas-siang

#trump #xijinping #china #as #iran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/669066/xi-jinping-tawarkan-bantuan-ke-trump-bujuk-iran-soal-hormuz-ini-sorotan-pakar-hi-dan-pengamat
Transkrip
00:00Saudara di tengah kebuntuan negosiasi dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbang ke Tiongkok bertemu Presiden Xi Jinping
00:07membahas kerjasama ekonomi hingga ketegangan geopolitik global termasuk Selat Hormuz.
00:13Dalam pertemuan, Donald Trump mengklaim Xi Jinping tawarkan bantuan untuk buka Selat Hormuz.
00:19Apakah Tiongkok mampu membujuk Iran untuk membuka Selat Hormuz?
00:23Berikut analisis pakar hubungan internasional Universitas Parayangan Julius Purwadi Hermawan
00:28dan pengamati Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional Nostalgia Wan Wahyudi.
00:33Dalam pertemuan kemarin kan masih ada beberapa yang gantung ya, utamanya misalnya terkait dengan isu Taiwan.
00:41Tergantung niat baik Presiden Trump menangan isu Taiwan, baru kemudian Xi Jinping juga akan melihat apakah akan merealisasikan secara penuh.
00:51Tetapi kalau kita lihat niat baik Tiongkok dari awal, saya kira itu akan dilakukan gitu ya.
00:59Sejauh Amerika Serikat juga menunjukkan niat baik, itu bagian yang sangat penting yang saya kira Presiden Xi Jinping sangat cerdas.
01:07Ketika menghadapi seorang Presiden Trump ya, bahwa Trump menunjukkan niat baik dulu, baru komitmennya akan dieksekusi.
01:15Tidak ada pemenang yang dapat mengambil keuntungan dari perang antara Amerika Serikat dan Iran ya, itu harus diakui.
01:22Dan Tiongkok merasakan dampaknya, termasuk kemudian terkait dengan disurusi supleminya ke Tiongkok, itu harus diakui.
01:30Jadi kalau kita membaca niat baik dari Tiongkok yang visioner gitu, bahwa sesungguhnya yang diinginkan adalah penghentian perang antara Amerika
01:43Serikat dan Iran.
01:44Itu pandangan saya.
01:45Sisi dari Iran itu sudah sangat-sangat signifikan ya, ketika sejak Iran dan Amerika mau untuk duduk dalam negosiasi di
01:53Pakistan.
01:53Jadi meskipun secara profil itu merupakan salah satu usaha upaya dari Pakistan, tetapi kita tidak bisa menafikan bahwa China memberikan
02:05garansi kepada Iran untuk duduk dalam negosiasi.
02:10Jadi seperti ini Mas Brie.
02:12Jadi meskipun ada kesepakatan antara Trump dengan Xi, memang untuk sholat hormus itu berkaitan tidak hanya dengan China, tapi seluruh
02:21dunia.
02:21Jadi ekonomi dan ketahanan energi dunia juga terancam.
02:24Jadi memang ada kepentingan ekonomi bersama untuk membuka sholat hormus.
02:27Dan yang kedua yang menarik sebetulnya Mas Brie, jadi ada ketidaksepakatan ya tentang nuklir ya, yang tidak diungkapkan secara gamblang
02:35antara Trump dengan China.
02:36Trump mengatakan bahwa China sepakat untuk tidak menyediakan senjata nuklir bagi Iran.
02:42Namun ada hal yang tidak diungkapkan ya, yaitu bahwa China tetap tidak sepakat membatasi nuklir untuk keperluan sipil ataupun damai.
02:50Itu yang perlu kita senangkan.
02:53Jadi kita bisa melihat di sini secara diplomatik ya.
02:56Jadi kita bisa melihat secara profil diplomasi Amerika di dunia itu secara influence menurun.
03:02Jadi AS tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menundukkan Iran dengan kekuatan sendiri.
03:07Jadi ada permintaan, bantuan China yang merupakan momen diplomatik, defisit bagi AS.
03:13Dan juga pengakuan AS terhadap kapasitas diplomatik dan ekonomi China di dunia ya.
03:18Dan ini seolah-olah China menjadi kunci akhir dari exit way, perang Iran dan Amerika Serikat.
Komentar

Dianjurkan