Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Biaya perang Amerika Serikat di Iran, membengkak jadi sekitar 29 miliar dolar Amerika Serikat, atau Rp508,1 triliun.

Di tengah kritikan parlemen, Washington klaim sudah pegang kendali di Selat Hormuz.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum berakhir. Saling serang berlanjut di tengah gencatan senjata.

Konflik berawal pada 28 Februari, saat Amerika Serikat dan Israel memulai peperangan dengan menggempur Iran pada 28 Februari.

Hantaman itu meluluhlantakkan Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebah di Minab, Iran Selatan. 165 orang meninggal.

Teheran lalu membalas, dengan meluncurkan serangan ke Negeri Zionis dan aset militer Washington di negara-negara teluk.

Pertempuran membuat Iran menutup lalu lintas Selat Hormuz, hingga akhirnya AS dan Iran umumkan gencatan senjata dua pekan, yang dimulai 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa kejelasan.

Perang berlarut-larut, membuat biaya membengkak hingga 29 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp508,1 triliun yang dikritik parlemen Amerika Serikat.

Di tengah kritikan biaya perang yang membengkak, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan Amerika Serikat memegang kendali atas Selat Hormuz.

Hegseth mengklaim, puluhan kapal dilumpuhkan dan AS telah mengalahkan Iran.

Tetapi kesepakatan damai belum terwujud juga hingga kini. Untuk membahasnya, sudah ada Pengamat Intelijen dan Keamanan UI, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga [FULL] Analisis Pengamat soal Eropa Kerahkan Armada Perang ke Selat Hormuz, Tekan AS atau Iran? di https://www.kompas.tv/internasional/668956/full-analisis-pengamat-soal-eropa-kerahkan-armada-perang-ke-selat-hormuz-tekan-as-atau-iran

#amerika #iran #perang #trump

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/669000/full-pengamat-soal-biaya-perang-as-membengkak-rp508-1-triliun-trump-akan-hentikan-perang-di-iran
Transkrip
00:00Biaya perang Amerika Serikat di Iran membengkak hingga 29 miliar dolar atau setara lebih dari 500 triliun rupiah.
00:07Tapi kesepakatan damai belum terwujud juga hingga kiri.
00:11Untuk membahasnya sudah ada pengamat intelijen dan keamanan UI, Stanislaus Rianta.
00:16Selamat malam, Mas Stanis.
00:18Selamat malam, Mas.
00:19Ini sudah ada informasi jadi biaya perang AS itu membengkak di Iran dari 25 miliar menjadi 29 miliar dolar Amerika
00:28Serikat.
00:28Artinya apa? Apakah AS akan mengakhiri perang atau seperti apa menurut Anda?
00:34Ya, dengan protesnya Kongres terkait membengkakannya biaya perang ya,
00:40membengkakan sekitar 70 triliun ini menjadikan bahwa operasi yang akan dicanangkan oleh Trump,
00:46operasi barunya yaitu Slithamers itu saya kira akan sulit untuk diwujudkan.
00:52Makanya ini Trump kelihatan memilih jalan lain bukan dengan perang tetapi dengan diplomasi.
00:58termasuk dengan mendekati Cina dan tentu jarur-jarur kanak-kanak diplomasi Amerika juga akan berkomunikasi dengan Iran
01:05untuk menggunakan jalan lain selain perang.
01:09Karena perang ini memang mahal, biayanya mahal.
01:11Belum dihitung termasuk kerugian-kerugian seperti pesawat tempur yang jatuh,
01:15kemudian alusista termasuk korban yang meninggal.
01:17Ini banyak sekali kerugiannya.
01:19Dan Trump menghadapi ancaman besar jika tidak bisa membiaskan ini karena persoalan anggaran ini sangat sensitif,
01:26sehingga nanti akan berpengaruh terhadap pemilu selah yang akan dihadapi pada bulan November kalau tidak salah nanti.
01:32Kalau misalkan AS mencoba untuk menempuh jalur diplomasi, apakah nanti akan ada apa istilahnya,
01:41bisa menerima apa yang diajukan oleh Iran atau akan lebih mentolerir?
01:48Ya, saya kira tetap akan keras kepala ya, akan keras kepala si Pak Ameritam ini.
01:54Nama akan keras kepala dan kemungkinan malah akhirnya ya dia akan menggunakan exit strateginya
02:00dengan hanya menyatakan bahwa perang telah usai, dia telah menang lalu pergi gitu saja.
02:05Seperti yang sebenarnya sudah diduga oleh beberapa para analis bahwa kemungkinan perang ini nanti akan selesai
02:10dan keduanya menyatakan menang, walaupun faktanya kita lihat bahwa Amerika belum bisa mengalahkan Iran.
02:19Tapi ini kan isunya bergeser, sejak hari pertama perang itu kan isunya kan nuklir uranium,
02:24tapi ke sini-kesini isunya bergeser ke Selat Hormuz.
02:27Jadi ini menunjukkan bahwa sebenarnya ada ketiga konsistenan terkait tujuan perang-terang.
02:32Nah, kalau tujuan perangnya tidak konsisten, tidak jelas ya, akan sulit sekali untuk memenangkan pertempuran ini, perang ini.
02:38Kalau saat ini bergain posisi dari Amerika Serikat sendiri, bagaimana menghadapi jalur diplomasi yang akan coba ditempuh dengan Iran?
02:47Ya, pasti ancaman. Dan menggunakan ancaman dengan menggunakan ala-alusistanya.
02:51Jadi, menggunakan operasi Slatehamers atau Palu Gudam ini kan menunjukkan bahwa Amerika ingin menggunakan kekerasan yang cukup besar dampaknya
03:02entah nanti dengan berupa pesawat tempur atau puluh kendali atau apa, tapi Amerika menunjukkan bahwa dia tidak main-main,
03:08akan melakukan perang dengan skalasi yang lebih besar.
03:12Tapi, alih-alih Iran takut justru, Iran justru juga menyiapkan pasukannya, menyiapkan pasukannya, menyiapkan milisinya,
03:19dan kelihatan santai-santai saja untuk mau menerima perlawanan Amerika.
03:24Dan dari rilis-rilis, dari informasi yang tidak resmi sebenarnya, informasi-informasi dari CIA menunjukkan bahwa alusista Iran itu masih
03:33baik-baik saja,
03:34masih 70 persen, masih utuh.
03:37Termasuk yang tadi kita tampilkan, dipamerkan kepada publik untuk meyakinkan bahwa militer mereka belum habis, armanya tempur belum habis.
03:45Ya, bahkan informasi yang saya dapat, beberapa pangkalan puluh kendali di sekitar Slatehamers ada 33, itu sudah siap dijalankan.
03:52Dan sebenarnya kan Iran menggunakan taktik perang small war, perang kecil,
03:57kalau kita ada Jenderal Rusia dulu, namanya Klausowicz, itu yang ada teori small war, itu justru merepotkan.
04:06Jadi, unit-unit kecil yang nanti akan menyerang Amerika, misalnya dia menggunakan kapal di Slatehamers itu,
04:11Iran sudah menyiapkan armada untuk itu, dan jangan dianggap bahwa yang kecil itu nanti tidak berbahaya, justru itu sulit untuk
04:19ditanggal, akan merepotkan.
04:21Jadi, Iran mempunyai banyak senjata, mempunyai milisi yang kuat, dan dia mempunyai garda revolusi juga,
04:28dan ini tidak mudah untuk dikalahkan Amerika, dan tentu biayanya akan lebih besar lagi jika nanti melanjutkan perang dengan perang
04:36Slatehamers ini.
04:37Kalau misalkan tadi, XC, strateginya pergi begitu saja dengan klaim kemenangan,
04:42baik yang dilakukan oleh Iran ataupun juga Amerika Serikat, bagaimana dampaknya nih?
04:46Kalau misalkan ke Kongres di Amerika Serikat?
04:49Ya, sebenarnya kan Trump sudah pernah mengatakan beberapa kali ya, bahwa dia telah menang,
04:53dia telah menghancurkan Iran, bahwa Angkatan Udara dan Angkatan Iran telah lumpuh,
04:58tapi kan ternyata Iran masih santai-santai saja pamer kekuatan, dan ini seolah-olah menegasikan apa yang dikatakan Trump.
05:05Tapi nanti, seandainya nanti Trump mengakhiri perang ini, atau mungkin jeda sementara tanpa batas waktu,
05:12perang akan dilanjutkan oleh, secara lokal akan dilanjutkan oleh Israel.
05:17Kemungkinan...
05:18Ini kalau misalkan potensi jika perang berkelanjutan dan Amerika Serikat ikut sertani,
05:25bagaimana biaya yang harus dikeluarkan oleh Amerika Serikat ke depan nih?
05:30Ya, kita tidak tahu apa hubungan dekatnya Amerika dan Israel, apakah saling membantu, saling memberikan dana, atau apa ya.
05:38Tapi, lihat bahwa perang mungkin akan selesai secara fisik, tetapi permusuhan akan tetap terus terjadi.
05:45Nah, cara memelihara permusuhan ini, pasti ini pesanan ikra juga, itu nanti dengan serangan-serangan kecil, eskalasi-eskalasi kecil,
05:53yang tentu biayanya tidak sebesar perang, dan kemungkinan itu akan terjadi.
05:57Tapi dampaknya tentu tidak akan seluas seperti yang kita rasakan, hingga BPM mahal dan apa-apa mahal, itu tidak seluas
06:03seperti itu.
06:04Karena Amerika juga kena dampak bahwa ekonomi Amerika juga sekarang menjadi tekanan cukup besar.
06:11Baik, terima kasih untuk pandangannya ulasannya pengamat intelijen dan keamanan UI Sanis Laus Rianta.
Komentar

Dianjurkan