00:00Biaya perang Amerika Serikat di Iran membengkak hingga 29 miliar dolar atau setara lebih dari 500 triliun rupiah.
00:07Tapi kesepakatan damai belum terwujud juga hingga kiri.
00:11Untuk membahasnya sudah ada pengamat intelijen dan keamanan UI, Stanislaus Rianta.
00:16Selamat malam, Mas Stanis.
00:18Selamat malam, Mas.
00:19Ini sudah ada informasi jadi biaya perang AS itu membengkak di Iran dari 25 miliar menjadi 29 miliar dolar Amerika
00:28Serikat.
00:28Artinya apa? Apakah AS akan mengakhiri perang atau seperti apa menurut Anda?
00:34Ya, dengan protesnya Kongres terkait membengkakannya biaya perang ya,
00:40membengkakan sekitar 70 triliun ini menjadikan bahwa operasi yang akan dicanangkan oleh Trump,
00:46operasi barunya yaitu Slithamers itu saya kira akan sulit untuk diwujudkan.
00:52Makanya ini Trump kelihatan memilih jalan lain bukan dengan perang tetapi dengan diplomasi.
00:58termasuk dengan mendekati Cina dan tentu jarur-jarur kanak-kanak diplomasi Amerika juga akan berkomunikasi dengan Iran
01:05untuk menggunakan jalan lain selain perang.
01:09Karena perang ini memang mahal, biayanya mahal.
01:11Belum dihitung termasuk kerugian-kerugian seperti pesawat tempur yang jatuh,
01:15kemudian alusista termasuk korban yang meninggal.
01:17Ini banyak sekali kerugiannya.
01:19Dan Trump menghadapi ancaman besar jika tidak bisa membiaskan ini karena persoalan anggaran ini sangat sensitif,
01:26sehingga nanti akan berpengaruh terhadap pemilu selah yang akan dihadapi pada bulan November kalau tidak salah nanti.
01:32Kalau misalkan AS mencoba untuk menempuh jalur diplomasi, apakah nanti akan ada apa istilahnya,
01:41bisa menerima apa yang diajukan oleh Iran atau akan lebih mentolerir?
01:48Ya, saya kira tetap akan keras kepala ya, akan keras kepala si Pak Ameritam ini.
01:54Nama akan keras kepala dan kemungkinan malah akhirnya ya dia akan menggunakan exit strateginya
02:00dengan hanya menyatakan bahwa perang telah usai, dia telah menang lalu pergi gitu saja.
02:05Seperti yang sebenarnya sudah diduga oleh beberapa para analis bahwa kemungkinan perang ini nanti akan selesai
02:10dan keduanya menyatakan menang, walaupun faktanya kita lihat bahwa Amerika belum bisa mengalahkan Iran.
02:19Tapi ini kan isunya bergeser, sejak hari pertama perang itu kan isunya kan nuklir uranium,
02:24tapi ke sini-kesini isunya bergeser ke Selat Hormuz.
02:27Jadi ini menunjukkan bahwa sebenarnya ada ketiga konsistenan terkait tujuan perang-terang.
02:32Nah, kalau tujuan perangnya tidak konsisten, tidak jelas ya, akan sulit sekali untuk memenangkan pertempuran ini, perang ini.
02:38Kalau saat ini bergain posisi dari Amerika Serikat sendiri, bagaimana menghadapi jalur diplomasi yang akan coba ditempuh dengan Iran?
02:47Ya, pasti ancaman. Dan menggunakan ancaman dengan menggunakan ala-alusistanya.
02:51Jadi, menggunakan operasi Slatehamers atau Palu Gudam ini kan menunjukkan bahwa Amerika ingin menggunakan kekerasan yang cukup besar dampaknya
03:02entah nanti dengan berupa pesawat tempur atau puluh kendali atau apa, tapi Amerika menunjukkan bahwa dia tidak main-main,
03:08akan melakukan perang dengan skalasi yang lebih besar.
03:12Tapi, alih-alih Iran takut justru, Iran justru juga menyiapkan pasukannya, menyiapkan pasukannya, menyiapkan milisinya,
03:19dan kelihatan santai-santai saja untuk mau menerima perlawanan Amerika.
03:24Dan dari rilis-rilis, dari informasi yang tidak resmi sebenarnya, informasi-informasi dari CIA menunjukkan bahwa alusista Iran itu masih
03:33baik-baik saja,
03:34masih 70 persen, masih utuh.
03:37Termasuk yang tadi kita tampilkan, dipamerkan kepada publik untuk meyakinkan bahwa militer mereka belum habis, armanya tempur belum habis.
03:45Ya, bahkan informasi yang saya dapat, beberapa pangkalan puluh kendali di sekitar Slatehamers ada 33, itu sudah siap dijalankan.
03:52Dan sebenarnya kan Iran menggunakan taktik perang small war, perang kecil,
03:57kalau kita ada Jenderal Rusia dulu, namanya Klausowicz, itu yang ada teori small war, itu justru merepotkan.
04:06Jadi, unit-unit kecil yang nanti akan menyerang Amerika, misalnya dia menggunakan kapal di Slatehamers itu,
04:11Iran sudah menyiapkan armada untuk itu, dan jangan dianggap bahwa yang kecil itu nanti tidak berbahaya, justru itu sulit untuk
04:19ditanggal, akan merepotkan.
04:21Jadi, Iran mempunyai banyak senjata, mempunyai milisi yang kuat, dan dia mempunyai garda revolusi juga,
04:28dan ini tidak mudah untuk dikalahkan Amerika, dan tentu biayanya akan lebih besar lagi jika nanti melanjutkan perang dengan perang
04:36Slatehamers ini.
04:37Kalau misalkan tadi, XC, strateginya pergi begitu saja dengan klaim kemenangan,
04:42baik yang dilakukan oleh Iran ataupun juga Amerika Serikat, bagaimana dampaknya nih?
04:46Kalau misalkan ke Kongres di Amerika Serikat?
04:49Ya, sebenarnya kan Trump sudah pernah mengatakan beberapa kali ya, bahwa dia telah menang,
04:53dia telah menghancurkan Iran, bahwa Angkatan Udara dan Angkatan Iran telah lumpuh,
04:58tapi kan ternyata Iran masih santai-santai saja pamer kekuatan, dan ini seolah-olah menegasikan apa yang dikatakan Trump.
05:05Tapi nanti, seandainya nanti Trump mengakhiri perang ini, atau mungkin jeda sementara tanpa batas waktu,
05:12perang akan dilanjutkan oleh, secara lokal akan dilanjutkan oleh Israel.
05:17Kemungkinan...
05:18Ini kalau misalkan potensi jika perang berkelanjutan dan Amerika Serikat ikut sertani,
05:25bagaimana biaya yang harus dikeluarkan oleh Amerika Serikat ke depan nih?
05:30Ya, kita tidak tahu apa hubungan dekatnya Amerika dan Israel, apakah saling membantu, saling memberikan dana, atau apa ya.
05:38Tapi, lihat bahwa perang mungkin akan selesai secara fisik, tetapi permusuhan akan tetap terus terjadi.
05:45Nah, cara memelihara permusuhan ini, pasti ini pesanan ikra juga, itu nanti dengan serangan-serangan kecil, eskalasi-eskalasi kecil,
05:53yang tentu biayanya tidak sebesar perang, dan kemungkinan itu akan terjadi.
05:57Tapi dampaknya tentu tidak akan seluas seperti yang kita rasakan, hingga BPM mahal dan apa-apa mahal, itu tidak seluas
06:03seperti itu.
06:04Karena Amerika juga kena dampak bahwa ekonomi Amerika juga sekarang menjadi tekanan cukup besar.
06:11Baik, terima kasih untuk pandangannya ulasannya pengamat intelijen dan keamanan UI Sanis Laus Rianta.
Komentar