Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Suhu di Madinah, Arab Saudi, saat ini mencapai 42 derajat Celsius.

Petugas haji terus memberikan edukasi dan oralit kepada jemaah guna memastikan kebutuhan cairan tubuh jemaah tercukupi.

Berikut laporan jurnalis KompasTV, Jihan Novita, yang tergabung dalam Tim Media Center Haji 2026, dari Madinah, Arab Saudi.



#madinah #jemaahhaji #cuacamadinah #haji

Baca Juga Menteri LH Luncurkan Program KELANA, Ajak Anak Muda Atasi Eco-Anxiety | INDO UPDATE di https://www.kompas.tv/nasional/668648/menteri-lh-luncurkan-program-kelana-ajak-anak-muda-atasi-eco-anxiety-indo-update



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668658/cuaca-panas-ekstrem-di-madinah-42-derajat-celsius-jemaah-haji-diimbau-jaga-kondisi-sapa-siang
Transkrip
00:00Selanjutnya saudara, suhu di Madinah Arab Saudi saat ini mencapai 42 derajat Celcius.
00:05Petugas haji terus memberikan edukasi dan juga oralit kepada jemaah guna memastikan kebutuhan cairan tubuh jemaah tercukupi.
00:11Dan berikut laporan jurnalis Kompas TV G. Hanovita yang tergabung dalam tim Media Center Haji 2026 dari Madinah Arab Saudi.
00:21Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudara suhu di Madinah Arab Saudi telah mencapai 42 derajat Celcius pada siang dan sore hari.
00:28Sementara rata-rata kelembaban udara berada di 12 persen.
00:32Kondisi cuaca panas, teriknya paparan sinar matahari dan kelembaban udara yang rendah menjadi tantangan bagi jemaah haji Indonesia dalam beribadah
00:41di Tarasuci.
00:43Petugas haji Indonesia terus memberikan edukasi dan mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga serta memperhatikan kondisi kesehatan tubuh.
00:51Di kawasan Masjid Nabawi, saudara petugas haji memberikan oralit sebagai upaya untuk memastikan kebutuhan elektrolit jemaah haji terpenuhi di tengah
01:01kondisi cuaca panas di Tanah Suci.
01:04Oralit ini diberikan untuk kemudian dicampurkan ke air minum dan dikonsumsi oleh jemaah.
01:10Gunanya, saudara, untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat beribadah di Tanah Suci.
01:15Dan berikut pernyataan dari petugas haji layanan PKP-PJH dan lansia disabilitas, Dr. Fikri Barlianca.
01:24Terutama memang kita menyediakan oralit.
01:28Jadi memang oralit ini tujuannya untuk menggantikan elektrolit yang hilang ataupun menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh.
01:38Memang cuaca di Madinah ini memang beberapa hari terakhir ini memang sekitar 40 derajat, bahkan bisa sampai 42 derajat Celcius.
01:50Memang sangat-sangat panas.
01:52Tentu memang tubuh akan merespon dengan mengeluarkan cairan yang berlebih.
01:57Makanya memang oralit ini menjadi salah satu pilihan utama sebagai cairan pengganti, ataupun cairan pengganti elektrolit tubuh yang hilang akibat
02:09cuaca panas ini.
02:11Kemudian juga memang kita selain memberikan oralit, juga kita mengedukasi ke para jemaah untuk membawa minimal satu botol air mineral
02:20di dalam tas.
02:21Jadi memang untuk membantu merehidrasi kembali tubuh mereka setelah mereka menjalankan aktivitas seharian di luar.
02:30Saudara, selain soal kecukupan cairan dan elektrolit tubuh, jemaah juga terus diimbau untuk menggunakan alat pelindung diri,
02:37seperti penutup kepala atau topi, lalu masker, sendal atau alas kaki, dan juga kaca mata hitam.
02:44Tujuannya, untuk menghindari paparan langsung sinar matahari ke tubuh yang akan berdampak pada kondisi kesehatan.
02:51Selain itu, jemaah juga bisa sering membasahi wajah, tangan, dan juga kulit,
02:56guna menghindari ancaman beragam penyakit, diantaranya dehidrasi dan sengatan panas atau heat stroke.
03:03Jihanovita, Gompas TV, Madinah, Arab Saudi.
Komentar

Dianjurkan