Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - MPR mengundang 10 siswa peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Pertemuan ini merespons viralnya protes salah satu peserta atas penilaian dewan juri dalam lomba cerdas cermat.

Berikut wawancara jurnalis KompasTV, Vedrizqa Ananda, dan juru kamera Arief Rahman dengan siswa peserta lomba cerdas cermat.

Baca Juga Buka Suara! Peserta Cerdas Cermat MPR dari SMAN 1 Pontianak Bertemu DPR, Ungkap Hal Ini di https://www.kompas.tv/nasional/668584/buka-suara-peserta-cerdas-cermat-mpr-dari-sman-1-pontianak-bertemu-dpr-ungkap-hal-ini

#cerdascermat #mpr #pontianak #viral

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668640/peserta-cerdas-cermat-mpr-dari-sman-1-pontianak-tak-menyangka-viral-soal-jawaban-benar-disalahkan
Transkrip
00:00Keberita lainnya saudara, MPR mengundang 10 orang siswa peserta Lomba Cerdas Cermat 4 pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat.
00:08Pertemuan ini merespons viralnya protes salah satu peserta atas penilaian Dewan Juri dalam Lomba Cerdas Cermat.
00:16Berikut wawancara Jurnalis Kompas TV, Fedris Kaananda dan juga Juru Kamera Arief Rahman dengan siswa peserta Lomba Cerdas Cermat.
00:24Tentu saja kita orang dewasa juga kadang membuat kesalahan dan kemudian ada juga adik-adik kita yang mengkritik.
00:30Bagaimana kemudian jiwa besar kita ini bisa dikritik oleh anak-anak kecil ini merupakan kedewasaan yang sangat luar biasa.
00:36Seperti halnya kemarin terjadi di Lomba Cerdas Cermat MPR RI yang mana diselenggarakan ini mengajak seluruh siswa Indonesia untuk dapat
00:44melek mengenai konstitusi negara dan juga bagaimana negara Indonesia ini berdemokrasi.
00:49Nah kemarin ketika kemudian grup C dari SMA Negeri 1 Pontianak ini mereka berani menyuarakan ketidaksetujuan mereka terkait dengan hasil
00:58dari Dewan Juri dan mereka ini berani speak up.
01:01Ini hal yang sangat luar biasa dan banyak juga mendapatkan atensi dari publik dan kemudian apresiasi juga kepada adik-adik
01:06kita ini.
01:07Sekarang kita sudah bersama dengan adik-adik kita ini yang jauh-jauh datang dari Pontianak.
01:12Apa ya kejadian yang kemarin? Mungkin bisa dikasih tahu apa sebetulnya yang mendorong OCA untuk berani berbicara, berani untuk mengutarakan
01:23pendapatnya?
01:24Dari kita ini sendiri Kak, dari awal kita kan sudah menamakan untuk kemistri seperti yang sudah kawan-kawan saya katakan
01:29tadi.
01:30Jadi ketika kita membangun kemistri ini juga kita saling terbuka kemudian kita ini membangun rasa berani ketika kita punya salah,
01:37kemudian ada yang perlu dievaluasi.
01:39Dari itulah kita belajar untuk ketika dalam perlombaan, ketika ada kekeliruan, itu perlu kita evaluasi juga dengan penelenggara lomba itu
01:48sendiri.
01:49Jadi itu adalah sebuah dorongan juga dari bibit kemistrinya.
01:53Nah perasaan OCA sekarang mendapatkan atensi yang luar biasa ini sebetulnya nyaman atau tidak?
01:57Atau mungkin gimana yang OCA rasa?
02:01Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensi yang bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming.
02:07Jadi dari saya dan tim, berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami.
02:16Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya.
02:23Oke, makasih banyak teman-teman.
02:25Nah itulah tadi bagaimana dinamika dari perjalanan SMA satu negeri Pontianak ini untuk mengikuti lomba cedas cermat empat pilar.
02:34Bagaimana kita melihat bagaimana generasi-generasi muda ini tidak hanya pintar, tapi public speakingnya juga pintar.
02:39Dan ini merupakan potensi Indonesia emas ke depannya.
02:42Tentu kita sangat senang punya adik-adik ini dan apresiasi yang luar biasa kami sampaikan untuk adik-adik.
02:47Kepedis Keananda, Arief Rahman, Kompas TV, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan