00:00Ini mimpi presiden kita, ini mandiri seluruh pulau, mandiri pangan, mandiri air sudah selesai, tinggal bensin, etanol, ada penggantinya adalah
00:11sawit.
00:12Negara ini kaya banget, kemudian kita mau hilirisasi, ini hilirisasi ya, nantian dia bertanya, mimpi kita hilirisasi, apa maksudnya hilirisasi?
00:22Semua bahan baku ini diolah, semua bahan baku ini diolah, air kelapa saja, ini air kelapa, coconut water dengan coconut
00:33milk, nah ini nilainya 5 ribu triliun, satu setengah PBN, ini maksudnya presiden kita, hilirisasi.
00:41Efisiensi kemarin, saya termasuk menteri pertama, efisiensi 1,7 triliun, kemudian biaya, ini perjalanan dinas, seminar, bangun kedung, perjalanan yang
00:54kehilangkan, rapat di hotel gak boleh, di pertanian atau di rumah saya.
00:58Ini aku hilangkan, 1,7 triliun, masuk, beli pompa pada saat kekeringan, hasilnya berapa? 17 triliun.
01:06Kita hilirisasi semua, kita jadikan jangan CPO kita kirim, langsung minyak goreng, margarin, kemudian skincare, macam-macam, ada gambir, ini
01:16baru kelapa, kelapa bisa 5 ribu triliun, CPO bisa 10 ribu triliun, kemudian ada gambir, ada nah, terus ini manfaatnya,
01:26ini bisa jadi tinta pemilu, ini tinta pemilu, ini skincare, ini bisa sabun, ini bisa sampo, ini hasilnya.
01:33Terus MBG dikritik, tau gak? Kalau MBG secara politik tidak menguntungkan pemerintah, kenapa? Anak SD diberi makan, orang hamil, 2029,
01:42baru 3 tahun umurnya, tidak mungkin jadi pemilu, pemilu kan? Bener gak?
01:46Kalau secara politik, tapi bapak enggak, ingin ini seribu tahun di Indonesia, anaknya cerdas, tinggi-tinggi, stunting kita 21%
01:55dan tidak boleh menurut.
01:57Apa itu MBG? Jangan lihat dia berdiri sendiri, dia penggerak ekonomi, off-taker-nya, perhatikan baik-baik, off-taker-nya
02:05160 juta petani Indonesia, paham?
02:09Yang beli adalah MBG, dan MBG tidak dikorupsi di situ. Kalau ada salah, lapor, kita pecat, kita tangkap.
02:15Aku tanya, yang marah kalau saya lakukan semua ini, suasempada, sudah, energi kita, suasempada, ini, yang marah siapa? Yang tidak
02:27senang.
02:27Ini, apa? Eh, dia importer tidak senang, mafia tidak senang, kenapa? Tidak ada impor.
02:35Tahu kalau impor, beras saja, untung saja 2 ribu, tahu kalau 7 juta, 14 triliun untungnya satu kali impor, itu
02:43cuma satu bulan.
02:45Itulah yang menyerang habis kita, dia punya uang. Itulah menyerang pemerintah, dia punya uang.
02:52Clear kan? Lo jika apa yang saya sampaikan?
02:56Mafia tidak senang, importer tidak senang. Kenapa tidak senang? Wahjar, normal.
03:03Kita hilirisasi, baru 3 komoditas, itu bisa 20 ribu triliun hasilnya.
03:09Yang dulunya kirim kelapa, jadinya coconut meal, visio.
03:13Yang dulunya gambir, itu langsung jadi sampo, sabun, dan kemudian CPO, sawit, itu bisa jadi solar, itu bisa jadi besin,
03:25kemudian mentega, minyak goreng.
03:27Kalau kita lagi beras, kita menjadi penimbang, di bas, tapi yang lain, karena beras kita melimbang.
03:35Terus saya mengatakan mahatan selalu netos, ini juga, ini memang menghancurkan negara kita, aku hidup.
03:44Ini perhatikan ya, buka ekser, supaya kita create, buka ekser.
03:48Bukakan sekser, 115 juta pertanyaan kita, buka ekser, langsung gitu.
03:55Supaya dihitung mahasiswa yang jadinya, ini pertanyaannya tiba-tiba.
03:59Ini tiba-tiba, coba, buka ekser.
04:04Tulis 5,5 ton, padi, berapa enam?
04:105,5 ton, padi, harga agak banyak, 6.500.000, berarti kalau 6.500.000, 5 kali itu berapa?
04:2735 juta, oke?
04:30Nah, 35 juta, dibagi 4 bulan nantang, dan sudah ya, bagi 4, supaya jangan kita pakai rasa, bagi 4, berapa?
04:40Nah, bagi 4 bulan, dalam suatu keluarga, kan ada istrinya orang, ada anak yang 2, itu sensus.
04:46Berarti bagi 4 lagi, ya?
04:50Belum mau pros, jangan dulu, kita kompor, biarkan dulu saya kasih pengetahuan, supaya tidak tergantung pikiran.
04:56Pendapatannya per orang berapa?
04:582.200.000, biayanya berapa?
05:02Katakan untuk 50%
05:04Per orang, untuk bayar biaya, kan ada biaya.
05:08Anggapnya 50%, berarti 1.100.000.
05:14Mengerti maksud itu, berarti kan semua, 1.100.000 pendapatan satu orang petani.
05:21Setuju ya?
05:23Satu bulan berapa hari?
05:25Bagi 30.
05:3037.000, per hari, keuntungannya untuk makan.
05:35Gaji tukang batu berapa?
05:36Dilanggung berapa?
05:39100.000.
05:4175.000, mana banyak?
05:4375.000?
05:45Daripada 30.000.
05:46Tulis 75.000, tulis disitu petani.
05:49Petani, sini petani.
05:53Di sini, pekabatu.
05:58Di sini rokok.
06:02Satu, berapa kukus per hari?
06:06Satu kukus?
06:13Rokokan 40.000.
06:14Rokokan 40.000.
06:15Aku tanya apa sih?
06:18Murah apa mahal itu beras?
06:48Murah atau mahal itu beras?
06:49Ini rokok enggak?
06:50Ada yang menegeri di rokok mahal.
06:53Jadi, aku jangka kesimbangan.
06:56Ini HFD 14.000.
06:58Kalau 6.500, itu kali dua.
07:01Kali dua ini.
07:02Harga beras.
07:03Kalau beras.
07:03Ini kan berapa?
07:04Tulis kawal di sini.
07:05Nah, tulis beras di bawah.
07:06Sini saja.
07:07Semarang aja.
07:08Beras.
07:08Tulis.
07:09Ini kali dua.
07:10Kan terjadinya, kan?
07:11Kali dua ini berapa?
07:1230.000.
07:13Nah, kalau di beli 15.000, 14.000, dia berapa mahal.
07:16Mau enggak atau murah?
07:18Nah, satu kilo ini, itu sampai keluarga, itu sampai makan, dua hari, tiga hari.
07:22Tidak ada?
07:23Rokokan sepian 40.000.
07:25Enggak ada ketikannya.
07:26Inilah jadinya bahwa distribusi beras itu tidak mahal.
07:32Beras itu karena.
07:35Katanya dia, sum itu.
07:37Karena itu lah akhirnya koperasi.
07:40Ini benar.
07:41Ini petani, pedagang, kumpul distributor.
07:44Tapi di sini tidak kelihatan.
07:46Tidak kelihatan.
07:46Tidak kelihatan, mafia.
07:48Ini.
07:49Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
07:52Tanggal satu, mafia delapan.
07:54Tidak kelihatan, mafia itu belakang.
07:55Tidak kebayang-bayang.
07:56Jadi.
07:57Nah, ini ambil tiga ratus triuntas triliun.
08:01Ini petani kooperasi, bad posennya.
08:04Untungnya kooperasi, dikuat petani.
08:06Jadi, dua ratus enam putut tiga triliun.
08:09Dibagi-kuat petani.
08:11Bahasa itu, seratus triuntas triliun.
08:14Bahasa itu, kita tidak dapat.
08:15Wah, tidak.
08:16Ini itu kooperasinya ada pob.
08:20Atau itu penggagasnya di dalam?
08:21Cuma sosialisasinya kita tidak dapat jadik-jadik presiden kita.
08:27Sayang 4 tahun sosial, 2021.
Komentar