Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi tangkap 321 warga negara asing yang diduga menjalankan situs judi online dari salah satu kantor di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Pengungkapan berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindak lanjut oleh Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Adapun, penyidik sudah menyita sejumlah barang bukti berupa brankas paspor, ponsel hingga uang tunai dalam beberapa pecahan mata uang asing.

Hingga saat ini, ke-321 WNA masih berada di lokasi penggerebekan untuk menjalani pemeriksaan. WNA yang ditangkap ini berasal dari sejumlah negara.

Pasca penggerebekan, polisi langsung memeriksa semua WNA yang ditangkap. Pemeriksaan dilakukan di lokasi penangkapan, di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.

Polisi bilang pola kejahatan tindak pidana daring seperti judi online sudah bergeser ke Indonesia.

Ini karena kawasan yang menjadi lokasi kejahatan daring seperti Myanmar, Kamboja, Laos dan Vietnam sudah ditertibkan keamanan regional. Terkait hal ini, Polri bilang sudah mengantisipasi.

Kita bahas selengkapnya bersama Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya.

Baca Juga Polisi Tangkap 321 WNA Sindikat Judol di Hayam Wuruk, Paspor dan Uang Miliaran Rupiah Disita di https://www.kompas.tv/regional/668028/polisi-tangkap-321-wna-sindikat-judol-di-hayam-wuruk-paspor-dan-uang-miliaran-rupiah-disita

#judol #wna #hayamwuruk

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668033/full-321-wna-sindikat-judol-ditangkap-di-hayam-wuruk-pakar-keamanan-siber-sasarannya-bukan-wni
Transkrip
00:01Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV terkait dengan penangkapan 321 warga negara asing yang diduga terlibat sebagai sindikat judi
00:12online internasional yang ditangkap di sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayamwuruk, Jakarta Barat.
00:18Dan saat ini saya sudah bergabung bersama dengan pengamat keamanan SIBER, Bapak Alphonse Tanujaya. Selamat siang Pak Alphonse.
00:27Selamat siang.
00:29Masih mau memperhatinkannya.
00:32Siap.
00:33Pak Alphonse, izin kami mau bertanya sedikit tentang informasi.
00:39Ini kan cukup mengejutkan tadi seperti yang Anda katakan ya, juga menjadi sorotan.
00:43321 warga negara asing yang diduga terlibat sindikat judi online internasional.
00:50Seperti apa Pak Alphonse, data yang mungkin Anda miliki terkait dengan perkembangan aktivitas judi online di Indonesia?
00:56Khususnya karena informasi yang kami himpun juga ini sebenarnya pergeseran dari aktivitas judi online internasional dari luar negeri yang sebenarnya
01:03sudah ditertibkan.
01:04Contohnya di Myanmar dan juga Kamboja.
01:08Sebenarnya ini mungkin sasarannya bukan orang Indonesia ya.
01:13Jadi ini satu prestasi lah dari polisi Indonesia.
01:20Kemungkinan besar mereka berkoordinasi dengan Interpol.
01:24Jadi ada laporan dari kepolisian negara yang dituju.
01:28Apakah itu di China, Thailand, atau Vietnam.
01:30Jadi modusnya itu biasanya mereka akan menggunakan orang operator yang fasi dengan bahasanya.
01:39Jadi kalau kita lihat yang tertangkap gitu dari China, dari Vietnam, dari Thailand.
01:44Itu kemungkinan besar korbannya di negara itu.
01:47Jadi bukan di Indonesia.
01:50Ada saja yang kemungkinan di Indonesia tapi mayoritas pasti di negara itu.
01:54Dan ini menunjukkan satu kerjasama yang baik.
01:56Jadi memang secara tidak langsung.
02:00Jadi kalau kita lakukan penyedakan hukum sesuai dengan ketentang beraku, saya setuju sekali.
02:06Namun ada hal lain.
02:08Negara yang kita bantu itu mereka jadi berhutang budi.
02:11Jadi nanti operator judi online yang menyasar orang Indonesia,
02:16itu akan mereka beroperasi dari negara lain.
02:19Jadi kemungkinan kecil mereka beroperasi dari Indonesia itu nekat banget.
02:23Dan mudah ditangkap, mudah dideteksi.
02:24Jadi mereka beroperasi dari negara lain.
02:27Apakah itu dari China, Vietnam, Sambol Jawa, atau Myanmar.
02:30Nah itu yang kita perlu perhatikan.
02:33Lalu untuk mendeteksi ini cukup menarik.
02:37Jadi dengan adanya data ini secara tidak langsung kita melihat bahwa
02:42infrastruktur internet di Indonesia khususnya di Jakarta, khususnya di gedung yang ditangkap itu,
02:47artinya cukup mumpuni untuk melakukan operasi server judi online.
02:54Nah itu, jadi beberapa lokasi kita lihat kan banyak terjadi di Jakarta,
02:59kalau kemarin di Tripik, lalu di Batam.
03:03Artinya secara tidak langsung infrastrukturnya sudah bagus.
03:07Kalau di Bali kan ini kejadian untuk menipu orang barat ya.
03:10Nah, lalu untuk mengatasinya, ini perlu ada koordinasi, koordinasi antar lembaga.
03:16Jadi kepolisian aja nggak bisa.
03:18Kepolisian itu hanya untuk penindakan.
03:20Tapi untuk mengidentifikasi IP-nya,
03:23lalu kita butuh komdigi, ada BSSN,
03:27lalu untuk mengidentifikasi alur uangnya,
03:30kita butuh OJK, PPATK.
03:32Jadi semua sektor ini adalah super satu untuk mengatasi masalah judi online ini, Kak.
03:37Oke, Pak Alfons, artinya Anda mau bilang bahwa
03:40operasional dari judi online sindikat internasional ini begitu terstruktur,
03:45dan juga Anda mau bilang bahwa
03:47sebenarnya bandarnya atau yang memegang kendalinya tidak berada di Indonesia.
03:50Begitu, Pak Alfons?
03:52Ya, ini merupakan kejahatan terorganisir ya.
03:55Jadi, kita tahu ini, kita nggak bisa membahasnya 100%.
04:01Itu yang kita harus realistis.
04:03Maksudnya bagaimana?
04:04Jadi, katakan contohnya bandar narkoba,
04:08kamu berhasil tangkap, kamu penjarakan yang di luar sana,
04:11lalu karena ada keuntungan yang besar, ada demand-nya,
04:16itu mereka akan langsung digantikan oleh bandar yang lainnya gitu loh.
04:20Begitu pula dengan judi online dan penipuan scamming ini.
04:23Selama ada market yang besar, ada keuntungan yang besar,
04:28lalu ada masyarakat yang menjadi market-nya,
04:31itu sekali ditangkap gembong yang besar nyaput,
04:34nanti akan ada yang lainnya menggantikan gitu.
04:38Itu yang perlu kita sadari.
04:39Jadi, memang kita perlu, ini seperti maraton lah,
04:44ini bukan sprint atau lari jarak pendek.
04:46Jadi, harus dibuat satu satgas yang terdiri dari unsur-unsur tadi,
04:51dari kepolisian, dari komdigi, dari PPATK, dari OJK, dari BSSN,
04:55itu semuanya perlu, kalau memang kita ingin serius menindak hal ini,
04:59harus ditindaklanjuti sebagai satu satgas khusus ya.
05:04Baik, Pak Alfon, tadi Anda katakan, yang saya tertariknya Pak,
05:07Anda katakan bahwa kita harus realistis bahwa tidak bisa membahas minis secara 100% begitu ya.
05:11Lalu, untuk jangka pendek atau secara maksimal, apa yang harus dilakukan?
05:16Apakah hanya dengan menutup domennya saja,
05:19atau memblokir situsnya, atau seperti apa?
05:25Untuk jangka pendek, sebenarnya, kalau kita bicara untuk judi online Indonesia ya,
05:31yang umumnya akan ada IP-nya di server-server di luar negeri,
05:36yang kedua itu, mereka akan berusaha menyusupkan iklan-iklannya,
05:42baik di situs pemerintahan, atau situs yang akademik.
05:47Nah, itu yang perlu diidentifikasi, sebenarnya caranya mudah, mudahnya begini.
05:52Jadi, dari tim Satgas itu, mereka kan butuh iklan.
05:58Jadi, kita bikin saja sama seperti yang narkoba,
06:02atau pura-pura mau beli narkoba, ketangkep orangnya pasti jual.
06:05Sama, di judi online dia kan iklan kemana-mana,
06:08follow the ads, ikuti iklannya saja,
06:10lalu ketika online-nya diklik, kan ketahuan IP-nya,
06:13jangan di-block dulu setelah ketahuan IP-nya,
06:15bilang kita mau ikut judi online.
06:17Akan dikasih, ini kamu hubungi nomor WA ini.
06:20Lalu dari nomor WA itu akan dikasih,
06:22ini kamu store ke rekening ini.
06:24Nah, udah dapatkan data itu semua, baru diproses.
06:27Nomor WA-nya kasih ke kepolisian,
06:29minta ke provider, gimana ini orangnya,
06:31lalu rekeningnya minta ke OJK PPATK.
06:35Ini kemana aja alur uangnya.
06:37Nah, dari sana baru diproses ujungnya gitu loh.
06:41Jangan main di-blockir-blockirnya, percuma.
06:43Kalau kita main-blockir-blockirnya, mereka tinggal ganti website-nya.
06:47Malah kita lebih pusing gitu loh.
06:49Berarti server yang ada di luar negeri,
06:51atau pemegang kendali yang berada di luar negeri,
06:53sebenarnya tidak jadi kendali ya Pak Alfonso?
06:56Ya itu, kalau misalnya kita tadi follow the ads,
06:59yang judi online itu,
07:00akan dikasih kalau udah bayar,
07:02udah store, lalu,
07:04ini kamu masuk ke IP ini.
07:05Nah, IP itu yang di-blockir,
07:07bukan IP iklan.
07:09IP servernya.
07:10IP servernya sih gampang, udah ketahuan.
07:12Block IP-nya langsung dihajar aja.
07:15Itu mereka nggak, nggak akan berkutip.
07:17Mereka akan, mereka bisa ganti IP server,
07:19tapi akan sangat merepotkan bagi mereka.
07:22Tapi kalau kita cuma blockir iklannya aja,
07:25ya percuma kita blockir 10 iklan bisa,
07:29mereka bisa 100 iklan pakai program otomatis.
07:32Itu tindakan yang kurang cerdas kalau saya bilang.
07:35Oke.
07:36Pak Alfonso, untuk bicara soal pasar peminat,
07:39begitu ya aktivitas di Indonesia,
07:40sebesar apa?
07:44Jadi, kita simpelnya begini saja.
07:47Pengakses internet Indonesia,
07:49itu nomor 4 terbesar di dunia.
07:52Oke.
07:53Dan,
07:55kecerdasan literasi digital masyarakat Indonesia,
07:58itu relatif rendah.
07:59Jadi, ini yang dimanfaatkan gitu loh.
08:02Jadi, ini yang perlu kita sadari bahwa,
08:05secara tidak langsung,
08:07kita juga perlu lihat positifnya.
08:09Nah, positifnya apa?
08:10Secara tidak langsung artinya,
08:12digitalisasi di Indonesia cukup berhasil.
08:15Artinya,
08:16masyarakat yang melek digital cukup banyak.
08:18Nah,
08:19cuma yang kita perlu arahkan dengan baik.
08:21Jangan sampai mereka melek digital,
08:23malah jadi terjebak ke judul online,
08:25habis itu pinjol,
08:26malah kita punya generasi emas yang banyak,
08:30yang usia muda yang produktif.
08:31Nanti 10 tahun,
08:3320 tahun lagi,
08:34mereka kita harapkan bisa membawa Indonesia menjadi maju,
08:37tapi terjebak judi online,
08:39terjebak spam,
08:41hoax,
08:41dan yang lainnya.
08:42Hal-hal seperti itu yang perlu menjadi konsentrita.
08:46Lalu, bagaimana dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah
08:49dan juga pihak-pihak terkait?
08:50Apakah sudah maksimal?
08:51Ada yang perlu dievaluasi kah?
08:52Atau sebenarnya bisa lebih dari ini?
08:57Kelihatannya,
08:58koordinasinya masih kurang.
08:59Jadi, kalau kita lihat,
09:01hari ini kita apresiasi dari Polri.
09:03Tapi ini kan kemungkinan besar
09:04ada komunikasi dengan Interpol
09:06dan kekuperusahaan negara lain.
09:08Sebenarnya ini pasti yang repot banget,
09:11yang ngasih data ini,
09:12pasti dari negara-negara yang korbannya gitu loh.
09:15Karena mereka yang berkepentingan
09:16dari kita secara tidak langsung
09:18sebenarnya nggak menyasar kita.
09:20Itu sebenarnya strategi dari mereka
09:22kenapa taruh di negara lain gitu loh.
09:24Tapi kita perlu memberikan satu,
09:26kita berikan hukuman sesuai hukuman berlaku di Indonesia,
09:29habis itu kirim ke negaranya,
09:31balikin ke Cina.
09:32Di Cina itu dihukumnya berat gitu loh.
09:34Aku nggak tahu di Thailand,
09:36di Vietnam,
09:37apakah bagaimana hukumannya.
09:38Yang jelas kita sesuaikan dengan ketentuan kita,
09:41lalu balikin ke negaranya.
09:43Dan ini bukan pelanggaran imigrasi aja,
09:46tapi juga pelanggaran hukum yang serius.
09:49Oke, kalau kita dalam kehidupan sehari-hari
09:51secara langsung begitu ya,
09:53kita juga mungkin sering mengalami bahwa
09:54dari chat saja misalnya,
09:55atau dari media sosial,
09:57promosi-promosi bahkan ada beberapa influencer
09:59yang waktu itu juga terbukti
10:01mempromosikan judi online ini.
10:03Sebenarnya seterbuka itukah,
10:05dan tidak ada kekhawatiran dari pihak pengelola
10:07atau yang mengoperasikan judi online ini,
10:09tidak ada takutnya begitu Pak Alfons?
10:14Ya, sebenarnya karena ada keuntungan yang besar itu gitu loh.
10:19Dan juga, ya,
10:21kalau kita udah berhasil tangkap,
10:23lalu dimannya tetap ada,
10:25nah, tadi kan ditanyakan jangka pendeknya.
10:27Jangka pendeknya kita berusaha blokir,
10:28kita berusaha tangkap,
10:29kita tidak lanjut secara hukum.
10:31Jangka panjangnya itu,
10:33kita perlu meningkatkan literasi digital dari masyarakat.
10:37Kita perlu meningkatkan literasi finansial.
10:40Kalau misalnya literasi digital ditinggalkan,
10:42mereka nggak mudah dibohongi oleh judi online
10:45yang janji-janji bahwa akan untung,
10:47tapi sebenarnya dia cuma dikasih untung sekali dua kali,
10:51habis itu dia terjerat oleh mimpi-mimpi indah,
10:54sehingga bisa malah uang yang tidak seharusnya dia pakai,
10:59itu dia pakai untuk judi online.
11:01Lalu ada literasi finansial,
11:03yang mereka tahu bahwa jangan besar-pasak daripada tiang,
11:06jangan mengharapkan sesuatu yang besar tanpa usaha kerja,
11:10dimana sekarang kan maunya selonjur saja dapat duit,
11:13klik, like, subscribe, dapat uang.
11:16Itu sebenarnya kalau misalnya ada literasi digital dan finansial yang baik,
11:20mereka tidak mudah tergiru salah seperti itu.
11:23Berarti mimpi-mimpi keuntungan ini sangat berpengaruh ya Pak Alfons.
11:26Sebenarnya, singkat saja terakhir Pak Alfons,
11:29sulit nggak sih untuk menyelidiki aliran dananya,
11:32kemudian juga servernya berada di mana hingga bandarnya itu seperti apa?
11:35Sulit nggak sih Pak Alfons?
11:38Secara teknis tidak sulit,
11:40tetapi ini adalah patah tumbuh hilang berganti,
11:43itu masalahnya.
11:44Dan juga,
11:45kita harus realistis bahwa
11:47ini bukan dihadapi Indonesia saja.
11:50Sekarang kita lihat buktinya kan,
11:51ini Vietnam, Malaysia, Thailand,
11:54jadi kita juga jangan berkecil hati.
11:56Ini memang masalah global gitu loh,
11:59jadi kita nggak boleh berkecil hati,
12:00kita harus selalu berjuang dan
12:02tolonglah Satgas ini kerjakan dengan baik,
12:05dan ini maratot dan bukan sprint.
12:07Oke,
12:08terima kasih atas perspektif dan informasi
12:10yang telah Anda bagikan kepada kami,
12:12Alfons Tan Yudaya,
12:13pengamat keamanan siber.
12:15Terima kasih, salam sehat.
12:15Selamat menikmati.
12:17Selamat menikmati.
12:17Selamat menikmati.
12:18Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan