Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Citra satelit yang ditinjau oleh Associated Press menunjukkan apa yang tampak seperti tumpahan minyak di Teluk Persia yang berasal dari sisi barat Pulau Kharg, terminal ekspor minyak mentah utama Iran.

Ami Daniel, CEO perusahaan intelijen maritim Windward AI, memperkirakan sekitar 80 ribu barel minyak tumpah dari Pulau Kharg sejak tumpahan pertama kali terdeteksi oleh citra satelit pada Selasa waktu setempat.

Belum diketahui apakah tumpahan tersebut disebabkan oleh kerusakan atau serangan udara.

Pentagon menolak berkomentar apakah militer Amerika Serikat melacak tumpahan tersebut atau apakah ada serangan baru-baru ini di Pulau Kharg.

Berdasarkan citra yang diambil awal pekan ini, tumpahan terjadi sebelum serangan Amerika Serikat terbaru.

Baca Juga Donald Trump Kembali Ancam Iran Jika Tak Segera Tandatangani Kesepakatan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/667994/donald-trump-kembali-ancam-iran-jika-tak-segera-tandatangani-kesepakatan-kompas-siang

#iran #telukpersia #minyak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668029/satelit-potret-80-ribu-barel-minyak-diduga-tumpah-dari-pulau-kharg-akibat-serangan-kompas-petang
Transkrip
00:02Citra satelit yang ditinjau oleh Associated Press menunjukkan apa yang tampak seperti tumpahan minyak saudara di Teluk Persia yang berasal
00:13dari sisi barat Pulau Khark, terminal ekspor minyak mentah utama Iran saudara.
00:21Ami Dainal, CEO perusahaan intelijen maritim Winrad, memperkirakan saudara sekitar 80 ribu barel minyak tumpah dari Pulau Khark sejak tumpahan
00:34pertama kali terdeteksi oleh citra satelit pada selasa waktu setempat.
00:39Belum diketahui apakah tumpahan tersebut disebabkan oleh kerusakan atau serangan udara.
00:43Sementara itu saudara, Pentagon menolak berkomentar apakah militer AS melacak tumpahan tersebut atau apakah ada serangan baru-baru ini di
00:52pulau tersebut.
00:53Berdasarkan citra yang diambil pada awal pekan ini, tumpahan minyak ini saudara terjadi sebelum serangan AS yang terbaru.
Komentar

Dianjurkan