JAKARTA, KOMPAS.TV - Saling serang antara Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi di tengah gencatan senjata yang sebelumnya ditegaskan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Yang terbaru, militer Amerika Serikat mengklaim berhasil melumpuhkan kapal tanker Iran. Sementara Teheran menyebut menyita kapal tanker yang dianggap mengganggu kepentingan masyarakat Iran.
Bagaimana aksi saling serang ini memengaruhi perjalanan menuju perundingan? Atau justru menuju kebuntuan?
Kita akan bahas bersama Pengamat Militer Cide, Anton Aliabbas dan Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV.
Baca Juga Putin Bocorkan Rahasia di Tengah Perang Iran-AS, Singgung Kerja Sama Nuklir di https://www.kompas.tv/internasional/667954/putin-bocorkan-rahasia-di-tengah-perang-iran-as-singgung-kerja-sama-nuklir
#iran #as #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667961/full-iran-vs-as-kembali-saling-serang-di-hormuz-pengamat-militer-cide-pengamat-hi-soroti-ini
Yang terbaru, militer Amerika Serikat mengklaim berhasil melumpuhkan kapal tanker Iran. Sementara Teheran menyebut menyita kapal tanker yang dianggap mengganggu kepentingan masyarakat Iran.
Bagaimana aksi saling serang ini memengaruhi perjalanan menuju perundingan? Atau justru menuju kebuntuan?
Kita akan bahas bersama Pengamat Militer Cide, Anton Aliabbas dan Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV.
Baca Juga Putin Bocorkan Rahasia di Tengah Perang Iran-AS, Singgung Kerja Sama Nuklir di https://www.kompas.tv/internasional/667954/putin-bocorkan-rahasia-di-tengah-perang-iran-as-singgung-kerja-sama-nuklir
#iran #as #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667961/full-iran-vs-as-kembali-saling-serang-di-hormuz-pengamat-militer-cide-pengamat-hi-soroti-ini
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:06Selat Hormuz kembali memanas.
00:09Militer Amerika Serikat mengklaim telah melumpuhkan dua kapal tanker minyak Iran pada Jumat waktu setempat
00:15setelah terjadi baku tembak dengan pasukan Iran di Selat Hormuz.
00:19Menurut Komando Pusat Amerika Serikat, kapal-kapal tersebut berupaya memasuki pelabuhan Iran di Teluk Oman.
00:26Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio memperingatkan Iran atas upaya Iran mengendalikan jalur pelayanan di Selat Hormuz.
00:34Menurutnya, membiarkan Teheran mendominasi ruter tersebut akan berbahaya bagi negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz.
01:09Sebagai balasannya, Garda Revolusi Iran menahan sebuah kapal tanker minyak yang diidentifikasi sebagai Ocean Khoi
01:17dan mengatakan kapal tersebut berupaya mengganggu ekspor minyak dan kepentingan nasional rakyat Iran.
01:24Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut,
01:26serangan terbaru Amerika Serikat terhadap negaranya bukanlah hal baru dalam hal pelanggaran gencatan senjata oleh Washington.
01:49Menurut peneliti Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisyah Kusuma Sumantri,
01:54baik Amerika Serikat maupun Iran tidak ada yang mau mengalah dan masih berusaha untuk meningkatkan daya tawar untuk sampai di
02:00level perundingan.
02:02Permasalahannya siapa yang mau mengalah terlebih dahulu?
02:05Iran tidak akan mungkin mau mengalah karena ini akan dianggap sebagai existential crisis sebagai Iran.
02:09Ini akan dilihat sebagai salah satu tadi disebutkan oleh Pak Kasim bahwa ini merupakan daya tawar yang bisa dipegang oleh
02:15Iran
02:15dalam mendapatkan level perundingan atau di level internasional.
02:20Lalu yang kedua kita lihat Amerika Serikat sendiri, sekarang kan dia menutup akses Iran terhadap perekonomian Iran.
02:27Nah sekarang kalau kita lihat keduanya ini masih berusaha untuk menaiki tangga ekskalasi gitu ya.
02:32Dan ini agak susah untuk kembali ke meja perundingan selama keduanya tidak melakukan confidence building measure,
02:38pembangunan misalnya kepercayaan di antara keduanya.
02:41Ketegangan di Selat Hormus terjadi saat penjatan senjata dan diplomasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung
02:47dan menunjukkan bahwa konflik belum benar-benar meredah.
02:58Saling serang antara Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi di tengah kencatan senjata yang sebelumnya ditegaskan oleh Donald Trump
03:05yang terbaru militer Amerika Serikat mengklaim berhasil melumpuhkan kapal tanker Iran.
03:10Sementara Teheran menyebut mengita kapal tanker yang dianggap mengganggu kepentingan masyarakat Iran.
03:15Bagaimana aksi saling serang ini mempengaruhi perjalanan menuju perundingan atau justru menuju kebentuan?
03:22Kita akan bahas bersama dengan penggaman militer Said Anton Ali Abbas dan dosen hubungan internasional BINUS University Tia Mariatul Kiptia.
03:30Selamat pagi Mas Anton, Mbak Tia.
03:33Selamat pagi Mas Bre.
03:35Saya ke Mas Anton terlebih dahulu.
03:37Mas Anton saling serang antara Amerika Serikat dan juga Iran terjadi.
03:41Selat Hormus memanas.
03:42Ini apakah artinya gencatan senjata tinggal nama saja dan akan mengarah ke perang terbuka?
03:49Kalau ditanya apakah ini situasinya perang terbuka, perang di laut, ya jelas perang di laut.
03:55Karena jelas bahwa kedua negara terlibat aksi saling tembak, itu yang pertama.
04:00Kedua ada double blokade, kalau kita bicara tentang blokade itu jelas adalah pernyataan perang.
04:07Jadi kalau misalnya ada merujuk pada dua itu, jelas ini adalah konisnya perang.
04:12Problemnya adalah kedua belah pihak sama-sama tidak mau menggunakan kondisi perang.
04:16Itu lain soal.
04:18Dan memang ini akan masalahnya adalah ketika kita bicara tentang bagaimana kontrol terhadap Selat Hormus Mas Bre.
04:25Ini yang memang paling pelik.
04:26Dan terlebih ketika kita bicara dalam kondisi terakhir, aksi saling perangnya, ini justru kemudian semakin mengkhawatirkan.
04:36Seakan-akan kemudian jadi ada di depan mata apakah memang kita akan jadi full scale lagi kembali seperti lalu atau
04:42tidak.
04:43Tapi kemudian saya melihat bahwa ini mungkin adalah gaya dari Iran dan Amerika Serikat dalam bernegosiasi.
04:49Kenapa? Karena kemudian ketika mereka saling mengirimkan tekanan, itu mereka juga mengirimkan proposal gitu ya.
04:57Kan kali ini adalah pihak Amerika Serikat misalnya itu memberikan 14 poin proposal gitu ya.
05:03Termasuk misalnya penghentian pengayaan uranium sebelum 12 tahun, lalu menyerahkan uranium yang diperkaya 400 pada Amerika Serikat dan lain-lain.
05:13Jadi saya melihatnya ini adalah sebenarnya gaya mereka berdua untuk melakukan negosiasi yang memang tidak langsung disampaikan oleh Pakistan gitu,
05:23melalui Pakistan gitu.
05:24Jadi saya melihatnya aksi saling menekan ini adalah bentuknya memang apa, inilah cara mereka bernegosiasi.
05:31Bagaimana kemudian tadi mereka meleverage posisi saling menekan harapannya adalah proposal mereka disetujui.
05:39Dan tentu saja dari sisi Amerika, Amerika lagi, terutama Trump, Trump lagi berpacu dengan waktu karena dia tentu saja berharap
05:46sebelum misalnya kunjungan ke Cina,
05:49dia sudah berhasil mendatangani antara kesepakatan damai dengan Iran gitu.
05:55Jadi sehingga nanti dalam pertemuan dengan Xi, setidaknya posisi tawarnya di depan Xi itu, Xi Jinping itu sudah semakin meningkat
06:04gitu.
06:05Itu yang saya lihat Mas Bre.
06:06Oke, Mas Anton bilang ini adalah cara negosiasi dari Amerika Serikat dan juga Iran untuk saling menekan gitu ya.
06:12Tapi saya ke Mbak Tia, Mbak Tia, apakah memang benar dengan cara saling menekan ini untuk bernegosiasi mereka bakal ketemu?
06:20Karena kalau dari laporan Wall Street Journal ini kabarnya bakal ada pertemuan nih antara Amerika Serikat dan juga Iran di
06:26Pakistan paling tidak paling cepat sepekan ke depan.
06:30Nah, kalau caranya saling tekan maksimal dengan saling serang seperti itu, apakah ini akan bekerja dalam tanda kutip?
06:37Will it work gitu?
06:39Mudah-mudahan ke arah sana ya Mas Bre, karena sebetulnya Iran itu sudah lama sekali ingin sampai pada titik perdamaian
06:47kan begitu ya.
06:47Tapi kan memang action Trump ini ada-ada saja begitu ya.
06:51Jadi kita berharap justru di 1 Mei itu konflik ini sudah selesai.
06:55Tapi tiba-tiba ada freedom project, kemudian menyerang kapal Iran sebanyak 7 kalau tidak salah, kemudian melakukan tindakan-tindakan yang
07:03memang memprovokasi saya melihatnya.
07:05Sementara Iran memang culture politiknya itu dia tidak akan diam.
07:10Setiap kali ada serangan dia pasti serang balik.
07:12Belum lagi kapal-kapalnya yang juga diserang oleh pihak Amerika Serikat, sementara itu teritori milik Iran begitu.
07:19Jadi memang tidak akan selesai kalau pattern yang dilakukan oleh Trump ini seperti ini terus.
07:27Menyerang, itu saya pikir itu bukan menuju ke arah perdamaian karena memang Iran ini berbeda.
07:33Berbeda dengan negara-negara lain yang memang biasanya pattern Amerika Serikat itu melakukan pressure terhadap lawannya itu dengan cara menyerang.
07:40Kalau Irak, pendekatannya tidak demikian.
07:43Saya tidak paham dengan Trump ini.
07:45Kenapa selalu melakukan aksinya seperti itu?
07:48Kalau memang mau menuju ke perundian, tidak demikian.
07:51Iran itu tidak bisa ditekan dengan cara kekerasan.
07:55Semakin ditekan dengan cara kekerasan, dia akan semakin melawan begitu.
07:59Apapun bentuk perlawanannya, dia tidak akan diam.
08:03Jadi artinya dengan cara Trump tiba-tiba menyerang, tiba-tiba dia ada proyek freedom yang atas nama mengawal begitu ya.
08:12Kapal-kapal dari Hormuz menuju beberapa kawasan, kemudian menyerang kapal-kapal Iran, itu justru akan menyebabkan Iran semakin keras begitu
08:21ya.
08:21Jadi memang pendekatannya itu harus soft.
08:23Kemudian harusnya Amerika Serikat bisa menahan diri untuk tidak melakukan serangan-serangan.
08:28Selama Amerika Serikat melakukan serangan-serangan, ini justru akan semakin jauh ke perundingan.
08:33Harusnya diam dulu, kemudian tidak melakukan tindakan provokasi.
08:38Belum lagi ditambah sekarang dua negara, Kuwait dan Saudi Arabia, membuka pangkalan militer Amerika Serikat.
08:43Ini jadi semakin rumit begitu, Mas Bre.
08:46Harusnya kan bisa tidak sih Amerika Serikat diam dulu begitu ya, supaya round 3 ini bisa tercapai.
08:53Karena kan ARAC sudah bertemu dengan Cina, nanti 14-15 ya kalau tidak salah, pihak Trump juga akan bertemu dengan
09:00Xi.
09:00Dan kita diharapkan setelah kedua belah pihak bertemu dengan Cina,
09:04sebagaimana saya katakan bahwa pasti Cina bisa memediasi, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
09:10Tapi kalau dua belah pihak sempat bertemu dengan Xi, saya berharap ada satu titik lah untuk menuju round 3 ini
09:18begitu ya.
09:19Tapi di sela-sela ini bukan aksi menyerang terus Amerika Serikat itu.
09:23Harusnya diam dulu, karena itu tadi.
09:26Iran itu berbeda, semakin diserang dia akan melawan terus.
09:29Diserang lagi melawan terus, jadi akan semakin jauh dari perundingan begitu.
09:34Cobalah silent dulu, diam dulu, kemudian tidak melakukan tindakan apapun, tidak ada ide-ide begitu ya.
09:41Yang membuat suasana semakin atensi, semakin naik begitu.
09:45Saya yakin dan percaya ini akan kembali ke meja perundingan.
09:50Tapi itu tadi dengan syaratnya tidak melakukan tindakan provokasi apapun dihormus begitu.
09:55Amerika Serikat seperti tidak bisa membaca gitu ya, Iran seperti apa.
10:00Saya ke Mas Anton. Mas Anton, jika melihat mungkin Iran memang tidak pernah mau atau bisa ditekan,
10:06dengan Amerika Serikat terus bilang bahwa, bahkan Trump bilang bakal bikin Project Freedom Plus gitu ya,
10:12setelah Project Freedom yang sebelumnya kemudian sempat dihentikan sementara.
10:15Nah, apakah dengan kemudian kemarin Arab Saudi dan juga Kuwait mencabut pembatasan untuk penggunaan pangkalan militer ini,
10:22kemungkinan akan diakukan untuk Project Freedom Plus oleh Amerika Serikat?
10:27Mas Brey, kita harus tahu dulu, Amerika ini adalah negara didaya.
10:31Jadi behavior yang dilakukan oleh Trump itu adalah behavior dari pemimpin negara didaya, itu satu.
10:37Kedua, memang ada upaya Amerika untuk memprovokasi, mulai dari misalnya tiga kapal perusak mencoba mendekat ke Selat Hormuz,
10:45yang kemudian ada aksi saling tembak dan lain-lain.
10:48Apakah Iran terpancing? Jawabannya enggak.
10:50Kalau misalnya Iran pengen serius, Iran itu sudah punya misalnya yang hypersonic dan supersonic.
10:55Itu tidak dilakukan, dia tidak meluncurkan itu.
10:58Jadi Iran tahu bahwa ini adalah upaya provokasi gitu ya,
11:02tapi kemudian dia mencoba untuk mengontrol permainannya.
11:05Jadi kenapa? Karena misalnya dengan meluncurkan sesuatu, itu kan dilakukan oleh Amerika Serikat.
11:09Amerika Serikat memang sedang menunggu di mana saja titik-titik penyimpanan misal-misal itu gitu.
11:14Jadi itulah kenapa misalnya ada serangan, beberapa serangan gitu,
11:19dekat ke Pelabuhan Bandar Abbas dan lain-lain.
11:21Itu kan gara-gara, oh ada ketahuan nih, di sini tempat peluncur-peluncurannya gitu ya.
11:25Jadi Iran itu memainkan juga langgamnya gitu.
11:29Jadi dia tahu bahwa gayanya Amerika ini akan selalu menekan.
11:32Dan jangan salah bahwa selama ini kita, apa,
11:36jangan kita membayangkan bahwa perundingan itu perundingan secara langsung seperti kita tatap muka ini.
11:40Dari awal misal dari Oman lalu itu kita memang bahwa perundingan yang dilakukan Iran sama Amerika Serikat itu tidak pernah
11:45secara langsung gitu.
11:46Jadi memang akan ada messenger.
11:48Itulah kenapa saya bilang bahwa sekarang ini adalah sebenarnya model perundingan gitu.
11:51Kenapa? Karena dari kedua belah pihak itu saling exchange message gitu.
11:56Jadi kita memang tidak membayangkan bahwa saya, dirimu gitu, itu duduk satu meja, kita bernegosiasi, bukan modelnya seperti itu.
12:04Jadi memang ini adalah saling tukar-menukar pesan melalui perantara yang namanya Pakistan.
12:09Dan sekarang Qatar juga ikut terlibat gitu.
12:11Jadi saya pikir memang Amerika mencoba untuk melakukan provokasi ketika bagaimana ada tiga kapal perusahaan.
12:18Tapi kan mereka juga mengukur, akhirnya mereka mundur gitu.
12:20Jadi mereka tahu bahwa ini Iran kemudian sudah mulai mengetes, dia sudah ngasih warning, jangan teruskan lagi.
12:27Ini kami sebagian kecil dan lain-lain.
12:29Sehingga kemudian mereka berpikir ulang.
12:31Bahwa kemudian ada double blokade lalu kemudian juga misalnya kemarin ditembakin gitu ya kapal tanker.
12:39Ya itu adalah bentuk-bentuk provokasi, bentuk-bentuk tekanan ya, tekanan ekonomi kepada Iran gitu.
12:45Tapi Iran juga tahu bahwa bagaimana dia mendelay gitu.
12:48Kenapa?
12:48Kalau sampai ini nanti tidak ada deal sebelum mereka, apa, Trump berkunjung kepada Cina.
12:56Ini kan kemudian kartunya akan banyak dimainkan oleh Cina.
12:59Bagaimana kemudian kemarin misalnya kunjungan Araksi ke Cina, itu kan Cina yang mengundang.
13:05Artinya apa?
13:05Cina itu sudah mulai terbuka menunjukkan posisinya dalam konflik ini.
13:10Dia tahu bahwa kemudian dia posisinya mendapat keunggulan dan menikmati keunggulan itu di depan Trump.
13:16Jadi saya pikir yang seperti ini adalah hal biasa dalam negosiasi bagaimana saling menekan.
13:23Dan Trump memang tahu bahwa dia jauh lebih dikejar waktu untuk bisa menandatangani kesepakatan sebelum pertemuan.
13:30Itulah kenapa kemudian ada beberapa tekanan.
13:34Dan kalau Israel kan sudah jelas meminta bahwa ini kasih deadline 24 jam, kalau nggak itu langsung serang semua fasilitas
13:41infrastruktur.
13:42Itu kan yang diinginkan oleh Israel.
13:45Tapi lagi-lagi, Amerika itu sedang berpikir, apakah kalau misalnya memang akan tekanan besar yang lebih besar misalnya.
13:51Apakah itu Project Freedom Plus gitu ya.
13:53Itu akan dilakukan, itu dampaknya seperti apa gitu.
13:57Iran tahu bahwa dulu ketika misalnya perang tanker gitu, ada namanya operasi mantis gitu ya, praying mantis.
14:06Itu gara-gara apa? Gara-gara ketika kapal perang Amerika Serikat itu kena ranjau lautnya Iran.
14:12Sehingga kemudian Iran ditembaki, diserang oleh Amerika Serikat.
14:16Iran paham dengan itu, jadi Amerika sengaja memancing gitu.
14:19Jadi padahal waktu itu ketika bicara tanker war dalam perang Irak tahun 1980-an, Iran itu bukan musuhnya Amerika Serikat
14:25loh.
14:25Tapi sekarang kan sudah jelas ini, mereka itu adalah saling berhadapan-hadapan.
14:29Itulah kenapa kemudian Iran mencoba juga menahan diri gitu ya, untuk tidak menunjukkan bagaimana kekuatan asimetrisnya gitu.
14:38Jadi tapi dia juga memang sengaja untuk melakukan buying time gitu.
14:41Jadi memang kita harus secara jeli ya, secara jeli melihat ini yang konfliknya adalah konflik asimetris,
14:47ada satu adalah negara didaya, lalu model negosiasinya adalah model negosiasi tidak langsung gitu.
14:53Jadi ya tadi saya bilang, iya ini adalah memang model negosiasinya mereka.
14:58Bagaimana kemudian Iran menyampaikan pesan kepada Pakistan, Pakistan lalu menyampaikan kepada Amerika Serikat 14 poin,
15:05lalu dibalas dengan Amerika Serikat menunjukkan 14 poin yang juga mengalami perbedaan.
15:10Dan dari situlah kemudian akan dicari.
15:12Saya menduganya bahwa bisa jadi, kalau memang ini dipaksakan untuk menuju kesepakatan damai, bisa jadi.
15:18Ini adalah mungkin nanti sangat-sangat parsial bagian yang mana yang bisa disetujui.
15:22Jadi dengan kata lain, Trump juga lagi ingin mencari cara bagaimana setidaknya ada yang bisa disepakati oleh bersama Iran,
15:29sebelum ketemu dengan Presiden China.
15:32Itu yang saya lihat, Mas.
15:33Oke, cara-cara seperti ini yang kemudian dipilih oleh Iran dan juga Amerika Serikat.
15:38Mbak Tia, memang saat ini mungkin sedang berlangsung gitu ya,
15:41negosiasi di belakang panggung menggunakan Pakistan disana sebagai mediatornya,
15:45tapi disini ada tokoh baru yang masuk kemudian Tiongkok seperti itu.
15:49Menlo sudah bertemu antara Iran dan juga Amerika Serikat,
15:53tanggal 14 nanti juga antara Trump dan Xi Jinping akan ketemu gitu ya.
15:56Memang apakah kuncinya ini adalah di Tiongkok sebenarnya?
16:00Kalau kita lihat dari tanggal 28 sampai sekarang,
16:02Pakistan sebagai penengah belum bisa loh sampai sekarang menuju ke kesepakatan.
16:07Apakah dengan hadirnya Tiongkok ini bisa membuat adanya kemungkinan
16:12Iran dan juga Amerika Serikat bakal bertemu di satu meja, bukan dengan cara seperti ini?
16:18Ya, dari awal kan saya sudah katakan bahwa memang mediatornya hanya Pakistan itu pasti akan deadlock begitu ya.
16:25Jadi memang Cina cepat atau lambat akan terlibat.
16:29Tapi saya pikir mungkin ke depan juga di round 3 tidak akan terlibat langsung
16:33dan memang dalam proses negosiasi memang tidak bertemu langsung.
16:36Tetap muka, kita bagaimana tahu dari mulai Oman kemudian Swiss,
16:40kemudian di Pakistan juga mereka tidak berhadap-hadapan.
16:44Sudah pasti Iran akan menolak begitu ya.
16:46Tapi memang ini ada satu harapan Mas Brey dengan munculnya Cina ini ya,
16:51walaupun secara tidak langsung, saya pikir tetap Cina akan secara tidak langsung
16:55karena kepentingan Cina terhadap Amerika Serikat juga besar.
16:58Barang-barang Cina juga cukup besar masuk ke Amerika Serikat begitu ya.
17:02Dan bagaimana Cina juga tetap mempertahankan eksistensi Iran di Timur Tengah begitu.
17:07Jadi memang Cina dalam hal ini harus hati-hati,
17:10tidak mungkin seperti Pakistan yang langsung menjadi mediator begitu ya,
17:13mengundang kedua negara itu tidak akan terjadi.
17:15Tapi setidaknya kita ada harapan ketika Cina mulai bicara politik dengan pihak Iran
17:20dan juga dengan pihak Amerika Serikat,
17:22mudah-mudahan mereka berdua kembali kepada perundingan begitu ya,
17:27kemudian dilakukan apa namanya, pembicaraan,
17:31ya tentu secara tidak langsung,
17:32kemudian menemukan titik-titik dalam perbedaan tersebut.
17:35Karena dari 14 poin yang diajukan oleh Iran,
17:37Trump teriak lagi tuh bahwa Amerika Serikat belum bisa menerima poin-poin tersebut,
17:43dianggap Iran sudah tidak memiliki apa-apa menurut Amerika ini ya.
17:47Kemudian apa namanya,
17:49angkatan lautnya juga sudah tidak punya,
17:50kemudian kemampuan uranium nuklirnya juga sudah lumpuh begitu ya.
17:55Jadi tidak masuk akal kata Trump,
17:5714 poin yang diajukan oleh Iran tersebut begitu.
17:59Dan ini juga merupakan tekanan dan Iran,
18:03lagi-lagi tidak akan mudah terprovokasi,
18:06dia akan menjawab tekanan-tekanan tersebut,
18:08jadi Iran hanya mengikuti irama yang dimainkan Amerika Serikat saya pikir.
18:11Jadi kalau Amerika Serikat menyerang secara fisik,
18:14dia akan melakukan hal yang sama.
18:16Amerika Serikat menyerang secara tekanan begitu ya,
18:19dalam poin-poin agreement dia juga akan melakukan hal yang sama begitu.
18:23Dan ketika Trump ditekan oleh Kongres,
18:26dengan Undang-Undang 1973 itu yang tentang power resolution,
18:31suara power resolution,
18:33dia masuk mengajukan 14 poin itu tadi.
18:35Jadi mengikuti irama Iran ini begitu ya.
18:38Jadi kita harapkan kalau memang misalnya mau menuju ke perundingan tiga,
18:44harusnya memang Trump ini melakukan satu aksi,
18:47karena saat ini saya melihat bahwa di pihak Amerika Serikat lah,
18:50saat ini memang membutuhkan untuk perundingan tersebut begitu ya,
18:53karena semakin dekatnya posisi,
18:56kondisi politik domestik di Amerika Serikat.
18:58Jadi sebaiknya tidak melakukan tindakan provokasi apapun,
19:00tapi kan kita tidak bisa pegang Trump.
19:02Trump itu berbeda,
19:03begitu hari ini dia menyatakan,
19:05oke selesai konflik dengan Iran.
19:06Besok dia akan melakukan hal yang memang di luar analisis kita.
19:10Tiba-tiba dia melakukan satu aksi provokasi lagi,
19:13dan Iran kemudian menjawab provokasi tersebut,
19:17terus saja seperti itu.
19:19Jadi kalau misalnya menuju round tiga,
19:21sebaiknya memang keputusan Trump ini
19:24harus lebih kepada silence statement.
19:29Karena setiap kali dia melakukan satu kebijakan,
19:32apapun itu tiba-tiba menyerang kapal-kapal Iran,
19:35begitu ya, atau melakukan penyerangan-penyerangan tekanan,
19:38begitu, Iran akan menjawabnya.
19:40Jadi ini khawatirnya mengganggu justru
19:43kemenuju perundingan tiga ini, Mas Bre.
19:46Oke, Mas Anton,
19:47jika kemudian yang dipilih oleh Amerika Serikat
19:49adalah tetap dengan style seperti ini,
19:51gaya provokasi, gaya serang untuk menekan Iran,
19:54bagaimana kekuatan Amerika Serikat dan juga Iran sendiri?
19:56Karena dari agensi IA sendiri bilang bahwa ternyata
19:59menyebut militer Iran itu masih bisa kemampuan militernya signifikan,
20:03bahkan bisa bertahan sampai tiga, empat bulan ke depan.
20:06Bahkan juga dibilang,
20:07salah satu perjabat AS bilang bahwa
20:09rudal bergeraknya peluncurnya masih ada 75 persen, gitu.
20:13Ini internalnya AS aja sudah bilang seperti itu.
20:16Kemudian bagaimana sebenarnya kekuatan Amerika Serikat sekarang?
20:20Gini, Mas.
20:21Jadi simpel.
20:22Kan Presiden Trump itu berkali-kali bilang
20:24bahwa kemampuan militernya Iran itu sudah lumpuh dan lain-lain.
20:28Tapi kan itu dinyatakan ketika melakukan serangannya dari jauh.
20:33Bagaimana memvalidasinya?
20:35Memvalidasinya itu simpel.
20:36Caranya seperti apa?
20:37Caranya harus melalui ground invasion, gitu ya.
20:40Jadi ketika mereka melakukan serangan darat,
20:42itu baru tahu apakah memang
20:44kelumpuhan militer dari Iran itu sudah mencapai itu.
20:47Itu satu.
20:48Kedua, karena mereka masih menimbang-nimbang
20:50apakah berani atau tidak berani, gitu.
20:52Makanya kemudian mereka melakukan blokade laut.
20:55Nah, ada indikasi kemudian
20:58kenapa militer Iran itu dianggap masih belum lumpuh.
21:03Itu adalah ketika melakukan blokadenya
21:05hanya dari Laut Arab dan Samudera Hindia, gitu.
21:08Jadi mereka tahu bahwa ada kemampuan
21:11rudal jelajahnya milik Iran itu bisa sampai, gitu.
21:15Itu belum lagi kemudian kemarin
21:18ada tiga, yang beberapa waktu lalu
21:20misalnya ada tiga kapal perusak
21:21yang kemudian mendekat ke Selat Hormuz, gitu.
21:23Jadi kalau misalnya Amerika memang berani
21:25dan sudah yakin bahwa militernya Iran itu sudah lumpuh,
21:28mereka pasti berani-berani saja.
21:30Tapi kan problemnya tidak itu dilakukan.
21:32Artinya apa?
21:32Artinya mereka sangat paham bahwa
21:34kemampuan pertahanan Iran itu
21:37belum sepenuhnya lumpuh.
21:39Bahkan, gitu ya, bahkan
21:40stoknya masih banyak.
21:41Nah, itulah kemudian yang sangat dipertimbangkan oleh Amerika Serikat
21:45yang ditujukan sampai saat ini.
21:46Kenapa misalnya mereka selalu menimbang-nimbang ulang
21:49rencana untuk melakukan serangan
21:50termasuk juga operasi terbatas di Iran, gitu.
21:54Jadi, karena mereka paham bahwa
21:56sekalipun misalnya,
21:58Amerika itu secara di atas kertas itu
21:59itu superior di atas Iran.
22:01Tapi problemnya dalam menghadapi model kaya Iran seperti ini,
22:05di mana pertahanan pantainya itu cukup kuat,
22:07misalnya ada banyak, dan lain-lain.
22:11Superior bagaimanapun,
22:12kita bicara tentang militer, kekuatan militer,
22:15itu pasti harus berhitung ulang.
22:16Kenapa?
22:17Karena mereka punya banyak kapal perusak, ya.
22:21Tapi ketika itu akan diserang secara berbarengan,
22:23yang kecil, dan lain-lain,
22:25itu pasti, apa,
22:26daya responnya itu pasti tidak akan secepat
22:28dari yang punya Iran.
22:30Itulah kenapa kemudian
22:31mereka cuma berani cuma untuk provoke-provoke itu saja.
22:34Dan itunya pun provoknya pun dari jauh.
22:36Nggak berani memang, misalnya,
22:38langsung mau melintas, dan lain-lain.
22:40Toh juga, misalnya, operasi Project Freedom,
22:42itu belum pernah dilakukan se-selayanya
22:44waktu tanker war, gitu,
22:45lewat seperti biasa.
22:46Itu mereka tidak berani, tuh, seperti itu.
22:48Cuma, tuh, maju, apa,
22:50maju tiga kapal perusak, misalnya.
22:52Jadi,
22:53kalau kita bicara di atas kertas,
22:55memang superior.
22:56Tapi,
22:57kemampuan pertahanan dari Iran sendiri,
22:59itu memang tidak sepenuhnya luput.
23:00Dan Amerika tahu, gitu.
23:02Amerika tahu bahwa ini ada ancaman di depan mata
23:06ketika mereka untuk melakukan provokasi.
23:07Itulah kemudian provokasinya selalu dilakukan
23:10secara terukur.
23:11Sampai segini saja, gitu.
23:13Jadi,
23:13saya pikir,
23:14kalau ini memang eskalasi,
23:15ya jelas.
23:16Iran tahu bagaimana kemudian ingin,
23:18ingin,
23:20menghancurkan titik-titik vital.
23:21Apalagi sekarang Iran sudah mengancam.
23:23Bagaimana dia akan menghancurkan,
23:25misalnya,
23:25kabel bawah laut.
23:26Kalau kabel bawah laut itu dihancurkan,
23:28kita bisa bayangkan bagaimana
23:30ketergantungan dari negara-negara teluk, gitu,
23:32terhadap transmisi data
23:34kabel bawah laut yang mencapai 90 persen.
23:36Bisa bayangkan, tuh,
23:37bank, internet, dan lain-lain,
23:39kolaps.
23:39Iran cuma 40 persen ketergantungannya.
23:41Jadi, bisa kita bayangkan,
23:42Iran tuh masih punya
23:43titik-titik strategis yang bisa dihancurkan,
23:46tidak bicara hanya sekedar selatan hormus.
23:48Tapi di bawah laut juga dia bisa hancurkan.
23:51Dan itu banyak dikalkulasi, gitu loh.
23:53Itulah,
23:55namanya,
23:55tekanannya.
23:56Jadi, ketika time is taking,
23:58itu tekanannya makin lama makin besar.
24:00Kenapa?
24:00Karena Iran kemudian menyicil.
24:02Ini ada kartu yang ini lagi yang saya bisa hancurkan.
24:03Kartu ini lagi yang saya bisa hancurkan, gitu.
24:05Jadi, ketika Uni Emirat Arab
24:08diserang, misalnya yang terakhir,
24:09ya itu adalah sebagai sebuah sinyal, gitu.
24:11Jadi,
24:13harap untuk,
24:14apa namanya,
24:14menahan diri, gitu.
24:16Jadi, Iran tuh cuma ingin-ingin memberi sinyal.
24:18Jangan main-main,
24:19jangan main-main,
24:20saya masih ada, gitu.
24:21Itu yang saya lihat, Mas Bre.
24:23Oke.
24:24Apa ya, provokasi terukur.
24:25Karena Amerika Serikat sendiri juga sadar,
24:27sebenarnya, Iran masih punya kekuatan gliter, gitu ya.
24:30Saya kembali ke Mbak Tia.
24:31Mbak Tia, kita bicara soal 14 point draft yang kemungkinan memang sedang disusun dan dibahas oleh Amerika Serikat, Iran, maupun
24:38juga oleh Pakistan, gitu ya.
24:40Ada yang bilang bahwa sebenarnya 80% sudah ada kesepakatan di sana,
24:44tapi masih ada ganjalan mungkin di Selat Hormuz, dan juga di Pengayaan Uranium.
24:48Nah, tapi dengan misalnya hadirnya Tiongkok, dengan kedua negara antara Iran dan juga Amerika Serikat sudah sama-sama akan bertemu
24:56Tiongkok ini ya.
24:57Apa yang kemudian diminta oleh masing-masing negara, misalnya Iran?
25:00Apakah Iran meminta agar Tiongkok bersuara di Dewan Keamanan PBB, misalnya untuk mencabut sanksi terhadap dia?
25:07Atau misalnya Amerika Serikat meminta agar Iran membuka Selat Hormuz, agar misalnya tadi dia bisa keluar sebagai pemenang,
25:16dia adalah orang yang bisa membuka kebebasan pernavigasi di Selat Hormuz?
25:20Saya pikir tidak di UN ya, jadi memang sistemnya itu adalah tawar-menawar ini nanti dibawa ke dalam perundingan.
25:30Saya pikir UN saat ini fungsinya nyaris tidak ada, begitu ya.
25:37Statement pun nyaris tidak terdengar di awal-awal kita dengar.
25:42Kemudian belakangan kita bagaimana General Sekretarinya UN juga tidak pernah terdengar lagi bersuara, begitu.
25:49Jadi nanti sistemnya, Mas Bre, mereka akan melakukan tawar-menawar ini atau negosiasi ini di round 3 ini.
25:57Dari poin 14 yang diajukan Amerika Serikat, 14 poin yang diajukan oleh Iran, nanti dilihat titik temunya di mana, begitu.
26:04Saya melihat justru Amerika Serikat bisa meng-approve sebetulnya beberapa poin yang berkaitan dengan ekonomi.
26:10Misalnya pelonggaran sanksi, itu sebetulnya bisa dilakukan oleh Amerika Serikat.
26:13Maka betul itu, hampir sepakat 80% ini.
26:17Bahkan saya berpikir, wah ini akan segera selesai.
26:21Tiba-tiba itu tadi, Trump mengeluarkan lagi aksi yang memang kita tidak bisa analisis, begitu ya.
26:26Karena kalau dari segi apapun, dari segi kondisi politik di Amerika Serikat, keinginan publik Amerika Serikat, rakyat Amerika Serikat,
26:33itu semuanya perang ini harus berakhir.
26:36Dari Iran juga sangat available untuk kembali ke perundingan.
26:39Iran juga kan memang butuh untuk segera berdamai, begitu ya.
26:43Kemudian poin berikutnya tentang uranium, ini juga saya pikir bisa diselesaikan.
26:47Hanya saja mungkin jumlah tahunnya ya, Amerika berharap tahun berapa,
26:52Iran berharap mungkin dinaikkan menjadi lebih-lebih sedikit lagi, begitu ya.
26:59Dan saya pikir ini juga masih bisa dibicarakan.
27:00Hormuz juga bukan sesuatu yang berat, saya lihat begitu ya.
27:05Jadi memang ini akan kembali fungsinya seperti semula,
27:08menjadi jalur transportasi tanker-tanker dari berbagai kawasan, dari berbagai negara,
27:13dari Timur Tengah menuju negara-negara lain, begitu ya.
27:17Dan Iran saya pikir juga bisa kooperatif untuk tidak lagi mengambil fee,
27:21misalnya dari Hormuz ini atau keuntungan Hormuz ini.
27:24Ini kan dia mengambil fee itu kan karena memang konflik, jadi menjadi strateginya Iran, begitu.
27:30Jadi tidak ada poin yang memberatkan, saya justru melihat poin yang memberatkan,
27:35itu yang berkaitan dengan Israel.
27:36Kembali saya menyebut Israel, karena memang suka tidak suka negara ini terlibat sebetulnya dalam perang ini,
27:43begitu ya, jadi tidak hanya Amerika Serikat dan Iran saja, begitu.
27:47Ketika hampir perundingan mau selesai, ada saja yang dilakukan oleh Israel,
27:51lobby yang dilakukan oleh Israel, kembali deadlock lagi.
27:54Nah itu yang dikhawatirkan.
27:55Jadi faktor eksternal ini yang mengganggu, begitu ya.
27:58Karena sebetulnya Amerika Serikat dan Iran itu pernah mempunyai sejarah yang manis,
28:03begitu ya, dalam bilateral kedua negara.
28:06Dan mereka tidak ada sandungan yang cukup signifikan untuk melakukan kerjasama kembali,
28:10meskipun berbeda dengan sistem politik Iran sekarang, begitu ya.
28:15Tapi kalau misalnya ada bisikan kembali dari eksternal itu tadi, dari Israel,
28:19bagaimana kabarnya juga netanya menelpon GDFans ketika ada perundingan di Islamabad,
28:25ini juga merupakan intervensi.
28:27Jadi saya justru melihat bahwa sandungan ini adalah dari eksternal.
28:33Trump bisa saja, bisa saja manut begitu ya, karena memang tekanan di Kongres,
28:39dan bisa kembali ke meja perundingan.
28:42Iran sudah pasti, walaupun banyak yang menyatakan bahwa ini dari Ayatullah Mujtaban yang cukup keras kepala.
28:48Saya melihat tidak.
28:49Semua Ayatullah di Iran itu cukup kooperatif kok.
28:51Bagaimana kita melihat ada perundingan di Swiss saat itu kan Ayatullah Ali Hamanai masih ada, begitu ya.
28:57Kalau kita memahami bagaimana Ayatullah dalam bermain politik, sistem vilayat El-Fakih di Iran,
29:02Iran itu cukup kooperatif dan mau sekali dengan perundingan,
29:05karena dia juga sudah lama di bawah sanksi.
29:07Justru ini kesempatan untuk bagaimana melonggarkan sanksi,
29:10memperbaiki perekonomian Iran, begitu ya.
29:12Tapi itu tadi mas, sandungannya itu dari Israel ini.
29:15Apakah dia akan diam ketika ada deal-deal misalnya di bidang uranium,
29:18itu kan membahayakan Israel. Tentu Israel diam dengan kondisi ini.
29:22Ini saya baca secara petak politiknya, begitu ya.
29:25Bahwa di antara mereka berdua, ini ada negara lain yang tidak ingin Amerika Serikat dan Iran ini bertemu.
29:33Bertemu dalam kritik, terutama di uranium, begitu ya.
29:36Demikian mas Bre.
29:37Itu gangguan eksternal yang harus diwaspadai untuk apa ya,
29:41sebagai penggancal kesepakatan antara Amerika Serikat dan juga Iran.
29:44Kita nantikan, benarkah dalam sepekan ke depan,
29:47paling cepat ini akan terjadi penundingan tahap ketiga antara Amerika Serikat dan juga Iran.
29:51Kita nantikan bersama-sama.
29:53Terima kasih.
29:53Mbak Tia, Mariatul Kiptia, Kulisan Hubungan Internasional, BINUS University,
29:57dan juga Mas Anton Ali Abbas, pengamat Militerside,
30:00sudah bergabung di Stafi Indonesia Pagi.
30:01Selamat pagi.
30:02Terima kasih.
Komentar