00:00Kita beri kapal, kapal ada yang kecil, ada yang kemenengah, dan ada yang kapal-kapal besar.
00:09Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil.
00:22Terima kasih, cukup ya dari saya, cukup.
00:36Lagi? Lanjut?
00:39Apa lagi yang harus saya bicara?
00:48Bagaimana di Gurun Talu MBG sudah ada di sekolah-sekolah?
00:56Sudah?
01:00Ada yang belum?
01:04Ada yang belum?
01:06Iya, nanti yang belum dicatat ya.
01:09Segera kita, kita segera.
01:14Pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG.
01:23Semuanya.
01:26Yang tidak perlu, nggak apa-apa.
01:28Iya kan?
01:29Iya kan?
01:31Kalau anak-anak orang kaya nggak perlu, nggak apa-apa.
01:35Benar?
01:36Iya kan, nggak dipaksa.
01:38Tapi, kita ingin anak-anak kita kuat.
01:43Kita ingin anak-anak kita semangat.
01:46Kita ingin anak-anak kita pintar.
01:49Kita ingin anak-anak rajin belajar.
01:54Betul?
01:56Gimana, wali kota, bupati, sekolah-sekolah di Gurun Talu sudah terima layar, layar pinter?
02:04Sudah?
02:05Iya.
02:07Satu.
02:08Tapi, mulai tahun ini, tiap sekolah akan terima tiga.
02:17Berarti, saya berharap akhir tahun ini, tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pinter.
02:29Karena dia memang pinter.
02:31Kita bisa gunakan interaktif.
02:34Tahun depan kita tambah lagi.
02:36Nantinya semua ruang kelas akan punya layar-layar pinter itu, saudara-saudara.
02:43Yang nantinya guru-guru di tempat yang sulit, dia bisa dibantu dari pusat pelajarannya, tambahan, silabusnya, bantuan-bantuan, bahan.
03:00Kita bisa langsung, waktu yang real, real time, kita akan bisa.
03:07Dan kita bisa monitor semua kelas di seluruh Indonesia, bisa kita monitor dari Jakarta.
03:15Jadi, kalau ada guru-guru yang tidak masuk, kita bisa lihat mana guru yang tidak masuk pada kali itu.
03:27Ya, pendidikan sangat penting untuk anak-anak kita.
03:31Kita akan bangun seluruh negara.
03:36Kita berada dalam keadaan kuat.
03:38Banyak negara panik, kita tidak panik.
03:40Kita sudah suasem pada pangan.
03:43Dan sebentar lagi, kita suasem pada BBM.
03:48Kita tidak akan import BBM lagi.
03:51Saudara-saudara.
03:53Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang, kekayaan harus bisa kita kuasai.
04:04Harus bisa kita kelola dengan baik.
04:06Ya, kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya,
04:17maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain.
04:22Saya kira itu dari saya.
04:24Terima kasih atas bantuan dan semangat.
04:28Saudara-saudara, terima kasih atas penerimaan saudara-saudara kepada saya.
04:34Semoga tuan yang mahasiswa selalu menyertai bapak-bapak, ibu-ibu sekalian.
04:42Saya mengerti, saya mantan tentara.
04:47Saya mengerti melayani itu menghadapi risiko yang besar.
04:53Di laut itu tidak main-main.
04:57Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah, ya.
05:04Saudara mempertaruhkan nyawa untuk mencari makan untuk keluarga-mu,
05:11untuk masyarakatmu, untuk bangsa-mu.
05:14Saya terima kasih.
05:16Untuk itu, saya bertekad untuk memperbaiki dan menghormati
05:22para nelayan-nelayan kita di seluruh Indonesia.
05:28Para nelayan sering dilupakan.
05:32Orang-orang pintu di Jakarta tidak peduli dengan nasibnya nelayan.
05:37Berubah sekarang, pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia.
05:50Terima kasih.
05:52Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:59Terima kasih.
06:02Sampai berjumpa kembali.
06:05Nanti kalau tahun depan kapal-kapal mau lebih bagus,
06:10nanti saya diundang ke sini.
06:12Saya mau lihat kapal-kapal itu.
06:14Terima kasih.
06:15Terima kasih.
Komentar