Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - AS menyatakan operasi Epic Fury, atau serangan ke Iran telah berakhir.

AS kini memasuki fase baru, yaitu Project Freedom yang berfokus pada pengawalan kapal di Selat Hormuz.

AS mengklaim tujuan perang AS di Iran telah tercapai.

Presiden AS Donald Trump mengklaim Amerika Serikat mengakhiri serangan ke Iran dan pengawal di Selat Hormuz.

Trump memperingatkan, Iran akan lenyap jika berani menyerang kapal-kapalnya.

Ia meminta Iran untuk segera mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

Beberapa waktu lalu, Iran mengklaim menembak kapal AS di Selat Hormuz, setelah mengabaikan peringatan.

Iran meminta AS segera menyingkir dari perang ini. Iran menyebut, penutupan Selat Hormuz tidak bermaksud menghentikan ekpor minyak di kawasan tersebut.

Karena Iran sadar, pasar global bergantung pada ekspor di Selat Hormuz.

Walaupun AS menyatakan perang dengan Iran berakhir, namun kondisi di Selat Hormuz masih memanas.

Ketegangan berlanjut, karena Iran masih menutup jalur strategis ini yang memicu krisis energi global.

Dengan pernyataan Epic Fury berakhir, akankah perang AS-Iran berakhir? Atau justru membuat Selat Hormuz semakin memanas?

Telah bergabung bersama kami Pengamat Geopolitik dan Timur Tengah, Mujtahid Hashem.

Baca Juga [FULL] Trump Minta Iran Kibarkan Bendera Putih, Iran akan Menyerah? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/667364/full-trump-minta-iran-kibarkan-bendera-putih-iran-akan-menyerah-kompas-petang

#trump #iran #amerika

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667381/full-analisis-pengamat-soal-trump-klaim-operasi-epic-fury-berakhir-iran-mau-bernegosiasi
Transkrip
00:00Saudara dengan pernyataan Epic Fury berakhir, akankah perang Amerika Serikat Iran juga akan berakhir?
00:06Atau justru membuat Selat Hormuz semakin memanas?
00:09Telah bergabung bersama kami, pengamat geopolitik ke dan timur tengah, Mujtahed Hashim.
00:14Selamat malam Pak, apa kabar?
00:18Selamat malam. Selamat malam Pak.
00:21Semoga kabar baik selalu bersama Anda dan juga keluarga Pak.
00:25Jadi Amerika Serikat menyebutkan narasi Epic Fury ini berakhir.
00:28Nah ini apakah bisa membuat Iran maju ke meja perundingan dengan syarat yang ditentukan oleh Trump?
00:36Ya, gini Pak, kita sedikit ya flashback kebelakang dulu.
00:43Epic Fury, kemudian Seasfire, kemudian negosiasi awal, kemudian juga mencoba negosiasi yang kedua.
00:51Sekarang ini sebenarnya mencoba untuk negosiasi yang ketiga.
00:54Nah negosiasi yang kedua, ketiga ini kan sebenarnya tidak langsung ya lewat Pakistan dan hanya mengirimkan jawaban-jawaban dokumen secara
01:03tertulis.
01:04Tapi menurut saya itu juga bagus lah untuk mengurangi tensi dunia ya.
01:12Nah, Epic Fury diumumkan oleh Trump, tapi sebenarnya itu juga belum kuat ya.
01:23Karena itu kan, Trump itu kan di dalam tweetnya ya, paling tidak itu, ya meskipun ditegaskan juga oleh Mark Rubio,
01:30Epic Fury itu adalah asumsi Iran menerima.
01:32Nah, asumsi Iran menerima Epic Fury itu selesai, kemudian sekarang fokusnya adalah masalah hormus begitu.
01:40Tapi kalau kita melihat dari pernyataan Trump itu juga efeknya juga sudah luar biasa menurunkan harga minyak dunia sekitar 10
01:50dolar ya.
01:51Yang sebelumnya kan sangat tinggi, sampai 112, 113 kan gitu, untuk brain oil ya.
02:01Nah, dengan pernyataannya Trump ini yang sangat dramatis tentunya, karena sebelumnya kan dua hari yang lalu kan dia mengumumkan operasi
02:11yang namanya Project Freedom, seperti itu.
02:15Dan ternyata Project Freedomnya selesai, juga selesai, dalam waktu dua harian.
02:22Oke, itu nanti akan kita bahas, bukan selesai tapi ditangguhkan ya Pak ya, kalau saya boleh konfirmasi.
02:27Nah, tapi kalau dengan situasi yang ada saat ini, bergen posisi Iran seperti apa yang dimiliki?
02:35Iran yang jelaskan, dia sudah mengumumkan, jadi sebenarnya masalah hormus ini,
02:42sebenarnya dua-duanya itu, ya Iran itu juga, juga apa ya, Iran itu juga menegaskan sebenarnya tidak ada blokade di
02:53hormus itu, kayak begitu.
02:55Cuman, Iran minta untuk menghormati kedaulatan atau otoritas Iran di selat hormus.
03:02Itu menurut dia adalah bagian dari wilayahnya dia.
03:05Nah, sedangkan Trump kan juga berkepentingan bahwa selat hormus harus lancar, bukan gitu.
03:11Tapi, harus tidak perlu diatur kira-kira seperti itu, dikembalikan seperti sebelum perang.
03:19Nah, ini kan sudah terjadi perang, saya pikir ini kan sesuatu yang tidak mungkin ya.
03:23Jadi, Iran kan kemarin kan otoritasnya itu kan dinamakan Persian Gulf Street Authority,
03:29dan bagi kapal-kapal yang ingin melewati selat hormus,
03:35dia harus mengirimkan email ke info at pgsa.ir ya,
03:46untuk mengirimkan administrasinya seperti apa.
03:50Nah, itulah yang diinginkan oleh Iran, bahwa Iran dia merasa dia,
03:55apalagi sekarang ini Iran juga sudah menegaskan di dalam undang-undang yang baru dibuat,
03:59tentang pengaturan pelayaran di selat hormus seperti itu.
04:03Nah, Pak Mustahil...
04:03Jadi, masalah mekanisme saja. Oke.
04:05Ya, dengan narasi yang disampaikan Trump, bahwa Epic Fury ini berakhir begitu ya,
04:10berarti akan ada titik tengah dalam meja perundingan nanti?
04:16Kita tidak tahu persis seperti apa, ya kita berharap saja.
04:20Tapi yang jelas kemarin, hari ini kan Menteri Luar Negeri Iran ketemu dengan Menteri Luar Negeri Cina,
04:28juga salah satu pembahasannya adalah penegasan tentang bukan hanya sekedar deeskalasi,
04:34yang sebelumnya itu adalah eskalasi ya, dan Iran banyak dikritik karena dia terjebak dalam eskalasi yang tidak bisa keluar.
04:42Tapi yang jelas dalam pertemuan kemarin dengan Wang Ji itu, Menteri Luar Negeri Iran,
04:50Cina sepakat bahwa segera untuk menyelesaikan permanen, gila-gila permanen ceasefire ya,
04:58tidak adanya perang dan juga mendorong terjadinya kelancaran di pelayaran selat hormus.
05:07Tapi Menteri Luar Negeri Cina itu menegaskan dia juga menghormati kedaulatan Iran seperti itu.
05:14Nah, tidak tahu seperti apa.
05:16Nah, kira-kira apa yang bisa membuat keduanya bisa duduk di meja perundingan Pak Mustahid?
05:21Karena kita juga tahu narasi-narasi yang beredar, meskipun memang Trump sebelumnya bilang kalau Epic Fury ini berakhir,
05:26tapi di sisi lain Amerika Serikat minta Iran mengibarkan bendera putih.
05:30Ini kan kelihatannya juga tidak akan dilakukan oleh Iran.
05:33Nah, ini apa yang membuat titik temu yang kemudian bisa membuat keduanya duduk di meja perundingan?
05:42Ya, Trump biasa seperti itu ya.
05:44Jadi, bahasanya selalu bersayap diikuti dengan ancaman dan itu juga sudah dijawab oleh Presiden Iran sendiri kan.
05:53Minta Iran untuk menyerah, mengibarkan bendera putih, tapi Iran mengatakan dalam, Presiden mengatakan dalam tweetnya,
06:00bahwa tidak mungkin umat Islam atau orang Islam itu, dia menyerah, apa, surrender kan gitu.
06:07Menyerah kepada Trump lah, kira-kira seperti itu.
06:09Kami hanya menyerah kepada Allah SWT kan gitu.
06:12Taslim kepada Tuhan.
06:13Dan kita tidak boleh menyerah, apalagi terhadap Trump seperti itu.
06:17Bahkan, dia juga mengajak gitu dalam komunikasinya dengan menteri,
06:23peperdana menteri baru Irak, Ali Zaidan.
06:25Kan, dia mengatakan juga, kamu juga, apa, menteri luar negeri, apa, perdana menteri Irak kan gitu.
06:33Dia minta untuk segera untuk, apa ya, mengosongkanlah wilayah Irak dari pasukan Amerika kan gitu.
06:44Jadi, bergenia Iran untuk saat ini, dengan kondisi saat ini apa Pak Mustahid?
06:48Singkat saja.
06:50Bergenia Iran jelas dia mempunyai, dia mempunyai selat hormus ya.
06:54Dia dekat di situ, posisi yang sangat strategis, secara militer juga sangat strategis.
06:58Dan itu, kalau perang didesain di situ, jelas Amerika akan kalah seperti itu.
07:04Meskipun banyak pengamat mengatakan bahwasannya Amerika mempunyai apa ya,
07:08keunggulan di bidang teknologi dan juga armada laut.
07:11Tapi, perang yang ditutupkan di wilayah situ, itu yang memainkan akan Iran pasti.
07:17Dia Iran sudah siap selama 30 tahun.
07:21Baik, terima kasih atas pandangan yang sudah Anda berikan kepada kami di Kompas Malam Kompas TV,
07:26Pengamat Geopolitik dan Timur Tengah, Mustahid Hashim.
07:29Terima kasih Pak, salam sehat selalu.
Komentar

Dianjurkan