KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meremehkan kemampuan militer Iran dan menyebut Teheran seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah.
Namun Menlu Iran, Abbas Araqci memperingatkan AS harus waspada, agar tidak terseret kembali dalam perang terbuka.
Kita bahas saling lempar tekanan dengan dua narasumber, ada dosen Departemen Hubungan Internasional Unair, Muhammad Ayub Mirdad dan dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Duarte.
Baca Juga AS dan Negara Teluk Ajukan Resolusi DK PBB Kecam Iran Blokade Selat Hormuz | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/667341/as-dan-negara-teluk-ajukan-resolusi-dk-pbb-kecam-iran-blokade-selat-hormuz-kompas-petang
#trump #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667364/full-trump-minta-iran-kibarkan-bendera-putih-iran-akan-menyerah-kompas-petang
Namun Menlu Iran, Abbas Araqci memperingatkan AS harus waspada, agar tidak terseret kembali dalam perang terbuka.
Kita bahas saling lempar tekanan dengan dua narasumber, ada dosen Departemen Hubungan Internasional Unair, Muhammad Ayub Mirdad dan dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Duarte.
Baca Juga AS dan Negara Teluk Ajukan Resolusi DK PBB Kecam Iran Blokade Selat Hormuz | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/667341/as-dan-negara-teluk-ajukan-resolusi-dk-pbb-kecam-iran-blokade-selat-hormuz-kompas-petang
#trump #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667364/full-trump-minta-iran-kibarkan-bendera-putih-iran-akan-menyerah-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Presiden Amerika Serikat Donald Trump meremehkan kemampuan militer Iran dan menyebut Teheran seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah.
00:08Namun menlu Iran Abbas Arakshi beringatkan Amerika harus waspada agar tidak terseret kembali dalam perang terbuka.
00:15Kita bahas saling lempar tekanan dua pihak bersama dengan narasumber.
00:19Ada dosen Departemen Hubungan Internasional UNER Muhammad Ayub Mirdad dan juga pengamat geopolitik Universitas Udayana Evata Filomeno Duarte.
00:30Selamat sore Bapak-Bapak, semoga sehat selalu.
00:33Ya, selamat sore.
00:35Saya ke Pak Ayub terlebih dahulu.
00:38Pak Ayub kita mengatakan bahwa Donald Trump mengklaim bahwa perang yang terjadi saat ini walaupun dia mengatakan sebagai epicure namun
00:47merupakan perang mini terhadap Iran.
00:49Dan ini kita tahu ada tekanan Kongres Amerika Serikat sehingga Trump menyatakan bahwa ini adalah perang mini.
00:54Namun untuk saat ini sebenarnya beberapa besar kekuatan Iran yang diklaim oleh Trump sudah tidak berdaya dari alutsista milik Iran.
01:06Sebenarnya saya melihat Trump ini kurang konsisten ya dalam pernyataan-pernyataannya kurang lebih tiga hari terakhir ini.
01:16Yang pertama, tanggal 4 Mei sampaikan proyek-proyek Freedom ya.
01:22Atau yang mengamankan kapal-kapal dari Serat Hormuz.
01:26Tapi besoknya langsung berhenti proyek tersebut.
01:30Dan setelah itu minta Iran raise flag bandera putih.
01:36Nah pertanyaannya apakah Iran akan raise flag putih atau tidak?
01:41Menurut saya pasti tidak.
01:44Kalau Iran mau menyerah atau surrender, Iran sudah waktu 6 minggu ketika perang dengan AS dan Israel sudah menyerah.
01:54Iran sebenarnya sudah terluka, luka yang cukup besar.
01:57Kehilangan pemimpin tertingginya dan jambanya kerusakan dan kehancuran yang terjadi di Iran sendiri akibat perang tersebut.
02:08Tapi menurut saya, Iran masih kuat.
02:11Walaupun secara ekonomi di bawah tekanan yang sangat besar, kehilangan per hari di atas 400 juta dolar karena blok ada
02:21di Selat Hormuz.
02:23Tapi Iran membuktikan selama belasan tahun dan sampai sekarang, Iran bisa hidup di bawah tekanan ekonomi.
02:33Walaupun itu lukannya cukup besar terhadap situasi Iran.
02:38Tapi secara militeri, Iran menurut saya masih kuat.
02:42Kuat dan Iran akan tetap bertahan dari resilient terhadap tekanan dari AS.
02:51Tapi kita tidak lupa bahwa ini ada perang psikologi juga.
02:56Karena setiap pernyataan-pernyataan dari Donald Trump itu pasti ada pengaruh terhadap dua-dua masyarakat.
03:07Di AS juga, Donald Trump ingin membuktikan bahwa saya seorang pemimpin atau presiden yang tegas dan keras.
03:15Karena tekanan ada di AS juga.
03:19Dan juga untuk global bahwa AS atau Trump ini sebenarnya menunjukkan kekuatan militernia bagi mereka dan khususnya bagi Iran sendiri.
03:33Jadi ada tekanan psikologis dan juga militernia terhadap Iran.
03:39Tapi semua kalau kita lihat, Iran tetap menurut saya masih bisa bertahan dan bisa membalas secara cukup keras kalau ada
03:50terjadi serangan dari AS terhadap Iran.
03:56Ya, saya ke Mas Hefata.
03:58Mas Hefata kita akan tahu bahwa kunci di Selat Hormuz ini menjadi titik yang saat ini tengah terus menjadi konflik.
04:06Terutama antara Amerika Serikat dengan Iran.
04:09Untuk saat ini kita melihat bahwa tur diplomatik atau diplomatik tur telah dilakukan oleh pihak Iran melalui Mendo Abbas Arakshi.
04:15Dan terakhir ketemu dengan pihak Tiongkok atau Cina.
04:19Untuk saat ini seperti apa Anda melihatnya bahwa titik Iran ini terus memainkan peranan dan juga mampu menekan balik.
04:26Dengan apa yang telah diminta oleh Donald Trump untuk melakukan negosiasi damai.
04:34Baik.
04:36Pertama bahwa dalam kondisi kali ini kita bisa melihat Iran memainkan posisi yang cukup sangat strategis.
04:44Kita tahu bahwa Iran mampu untuk mengontrol Selat Hormuz sampai saat ini.
04:48Kita lihat bahwa strategi blokade yang sudah dilakukan Amerika juga ada yang efektif, ada berapa catatan yang juga tidak efektif.
04:55Akan tetapi sebenarnya posisi tekan, titik tekan dari Iran ini memang kita harus lihat bahwa ada dua vaksi yang berdiri
05:03ya saat ini.
05:04Antara vaksi dari Pajaskian dan juga dari IRGC sendiri yang bisa kita katakan berada pada posisi deep state.
05:10Nah dalam berapa eskalasi yang terjadi, dalam berapa pola-pola diplomasi yang kita bisa lihat itu.
05:16Memang ada beberapa poin-poin yang terus akan berubah-ubah.
05:19Pertama mereka berharap agar nanti diplomasi ini fokus kepada pembukaan Selat Hormuz.
05:24Nanti ujung-ujungnya akan ditarik juga kepada nuklir.
05:27Nah nanti akan juga berubah pada masalah terkait dengan situasi-situasi dan juga kekelaman politik yang masa lalu.
05:33Tiba-tiba nanti akan diangkat, diubah ya dan juga posisi Israel yang belum jelas.
05:38Saya kira sebenarnya kita melihat bahwa Iran ini memainkan diplomasi, satel diplomasi yang sangat-sangat unik.
05:46Karena opsi diplomasi yang dilakukan oleh Iran ini menjadi sangat banyak begitu.
05:50Dan dia sudah meminta beberapa negara-negara besar juga untuk kembali memperhatikan bahwa masalah Selat Hormuz ini adalah masalah energi
05:57dunia.
05:58Dan saya melihat bahwa tik-tik tekan itu yang membuat Amerika merasa bahwa harus ada operasi militer secara penuh.
06:04Sedangkan Iran mengatakan bahwa asalkan kalian punya etikat baik, maka Selat Hormuz ini bisa dibuka.
06:09Saya lihatnya demikian.
06:10Oke, untuk Pak Ayub, untuk saat ini tentu kita mengatakan bahwa dalam situasi ditekan secara ekonomi maupun militer oleh Amerika
06:17Serikat,
06:17rudal dan drone Iran ini dituding oleh UIA menyerang kilang minyak di Fujairah.
06:24Untuk saat ini seperti apa sebenarnya? Apakah serangan itu benar-benar ada?
06:28Dan kemudian apakah juga ini menjadi saling tuding kemudian Amerika Serikat melakukan serangan?
06:34Saya rasa kita harus melihat ini perlu berhati-hati ya melihatnya.
06:41Karena ada tudingan dan ada juga penolakan dari pihak Iran.
06:44Secara keras, Iran menolak tudingan tersebut atau deny apapunnya serangan dari Iran ke UIA.
06:57Ada tiga kemungkinan ya menurut saya.
07:01Yang pertama, memang Iran melakukan serangan tetapi memilih menyangkal ya.
07:08Karena situasi ini ya konflik kita tahu masih sangat rapuh kawasan tersebut.
07:13Untuk menghindari eskalasi langsung dan tekanan internasional.
07:18Itu kemungkinan yang pertama.
07:20Yang kedua, serangan dilakukan oleh proksi.
07:23Karena Iran punya proksi-proksi di kawasan tersebut.
07:26Atau kelompok yang dekat dengan Iran.
07:31Sehingga memberi Iran ruang untuk apa namanya istilahnya plausible deniability.
07:37Jadi Iran bisa denial serangan tersebut.
07:41Kami tidak lakukan.
07:42Tidak ada serangan dari Iran terhadap UIA.
07:45Dan yang ketiga, ada kemungkinan operasi pihak ketiga.
07:49Karena banyak yang terlibat di sana untuk memanfaatkan situasi tersebut.
07:56Atau apa namanya, false flag.
07:59Untuk mendorong konflik lebih luas di kawasan.
08:05Jadi, secara geopolitik, banyak negara teluk dan barat.
08:09Ya, tentu yang kita lihat sejak kemarin itu tetap cenderung mengaitkan serangan tersebut ke Iran.
08:16Karena Iran pola ketengangan sebelumnya juga penggunaan drone dan juga rudal.
08:22Serta konteks di konflik selaturmu saat ini semuanya ya, kaitkannya dengan Iran.
08:27Jadi, ada yang lebih penting lagi.
08:29Kalau kita anggap itu benar-benar Iran lakukan.
08:34Walaupun ada pernyataan keras dari Iran.
08:37Justru menunjukkan bahwa Teheran ingin memberi sinyal deterrence.
08:44Bahwa jika UAE melakukan atau benar-benar terlibat langsung menyerang Iran.
08:51Maka Iran akan, konsekuensinya akan sangat besar.
08:55Sangat besar terhadap bagi UAE bahkan di kawasan.
09:00Karena itu penolakan ini, apa namanya.
09:03Iran bisa dibaca, penolakan Iran bisa dibaca sebagai upaya menghindari perang terbuka langsung dengan UAE.
09:12Sambil tetap menjaga juga tekanan politik dan psikologis di kawasan.
09:18Jadi, ada beberapa kemungkinan menurut saya.
09:21Dan susah buktikan ya.
09:24Karena kita lihat statement dari Iran jelas sekali menolak serangan tersebut.
09:29Tapi, menurut saya di antara tiga kemungkinan itu yang ada, apa namanya, possibility ini ya.
09:37Yang terjadi serangan di, terhadap, atau di Fujairah, di UAE.
09:43Oke, saya kembali ke Mas Evata.
09:46Mas Evata bahwa berkali-kali, terutama dari menu Amerika Serikat, Mark Rubio,
09:51dan kemudian dari Donald Trump sendiri menyatakan bahwa Epic Fury telah berakhir
09:56dan kemudian sekarang walaupun saat ini sedang dihentikan sementara, Project Freedom,
10:01bahwa Trump mengakhiri ataupun perang telah berakhir tentu.
10:06Yang berkaitan dengan tekanan dari Kongres Amerika Serikat.
10:10Apakah ini merupakan salah satu siasat dari Presiden Donald Trump
10:13untuk mengakhiri ataupun berdamai dengan Iran?
10:18Mas Evata.
10:21Ya, keinginan berdamai memang masih belum terlihat dengan jelas ya.
10:25Tetapi keinginan untuk menghentikan eskalasi itu sudah mulai terlihat ya.
10:30Tetapi, situasinya kali ini makin dinamis dalam upaya untuk melakukan operasi.
10:36Freedom ini juga masih ada beberapa catatan-catatan dan juga evaluasi yang harus dilakukan oleh Amerika
10:41bahwa dalam upaya mereka untuk mengontrol security dan juga energi di wilayah khususnya di Teluk Persia,
10:48ini masih ternyata kurang efektif.
10:50Maka dari itu, hal yang paling cukup konkret yang saya lihat kali ini adalah
10:54dengan adanya serangan yang tadi sudah dilakukan ke Uni Emirat Arab,
10:58di sana ada semacam, kalau dalam pandangan saya,
11:01Uni Emirat Arab ini kemegahan atau kemewahannya terletak pada perekonomian mereka.
11:06Nah, serangan ini adalah serangan yang ditujukan memberikan pesan
11:09agar segera Uni Emirat Arab memberitahu kepada Amerika untuk menghentikan perang.
11:14Saya melihat demikian ya.
11:15Jadi, strategi yang dilakukan oleh Iran itu justru membawa pada satu dimensi yang baru ya.
11:21Meskipun ini disebut dengan false flag,
11:23tapi dalam beberapa catatan sebenarnya informasi ini sudah bocor dari tanggal 2.
11:27Dari tanggal 2 dari komunitas intelijen itu sudah mengatakan bahwa
11:30Fujairah adalah titik yang paling enak dan harus segera diserang,
11:33karena dengan cara demikian maka operasi terhadap freedom ini akan gagal.
11:38Karena kita tahu bahwa pencekikan terhadap Amerika Serikat ya,
11:41sebenarnya itu pada titik tekan ekonominya Iran.
11:44Nah, dengan seluruh kapal itu tidak bergerak,
11:46maka ini akan menguntungkan Amerika Serikat.
11:48Harapannya begitu.
11:48Tapi tiba-tiba aliansi mereka diserang,
11:51maka akan ada perpecahan ya di dalam tubuh koalisi.
11:53Dan saya melihat bahwa sebenarnya dalam posisi kali ini,
11:57Donald Trump itu berada dalam kontrol yang sangat-sangat prima sekali ya,
12:02meskipun dalam beberapa catatan seolah-olah Amerika kehilangan kendali.
12:05Tetapi dalam posisi kali ini,
12:07ini masih berada dalam eskalasi yang diharapkan oleh Donald Trump.
12:10Karena Amerika Serikat itu mengharapkan ada kekacauan.
12:14Ketika ada kekacauan, ada ketidakstabilan,
12:16otomatis semua negara-negara khususnya di wilayah Timur Tengah
12:19akan bergantung secara khusus dalam masalah pertahanan ya,
12:24khususnya untuk suplai, anti udara mereka,
12:27ataupun rudara-rudara yang baru dan lain sebagainya.
12:28Ini akan menciptakan ketergantungan yang baru.
12:30Maka serangan ini justru bisa memberikan posisi daya tawar yang kuat untuk Amerika lagi,
12:35melakukan opsi-opsi militer jauh mungkin lebih besar lagi.
12:38Saya lihatnya demikian.
12:40Pak Ayu, untuk saat ini tentu kita mengerti bahwa dengan adanya false flag
12:44dan kemudian tadi adanya agar negara-negara di teluk itu
12:49tetap bergantung terhadap Amerika Serikat untuk mendapatkan pelindungan,
12:53terutama dengan nantinya bila proyek freedom ini terus berjalan.
12:56Nah, Anda melihat seperti apa upaya dari Iran
12:59dan juga upaya dari terutama proksi dari Iran
13:02untuk menetapkan bahwa Selat Hormuz itu merupakan kendali
13:06dan juga kedaulatan berada di wilayah Iran?
13:10Nah, itu hal yang sangat jelas bagi Iran ya, pihak Iran.
13:14Selat Hormuz itu tidak bisa dibahas atau diskusi sama Iran.
13:21Iran tidak mau menolak atau Iran selalu menyatakan bahwa
13:26Selat Hormuz itu bagian dari teritorinya
13:30dan itu hal yang tidak akan berubah selama ini.
13:33Jadi, itu bagian dan leverage paling besar bagi Iran juga ya.
13:39Dan kalau saya pernah bilang ada tulisan dari Dmitry Medidov,
13:44mantan Presiden Rusia, dia bilang Selat Hormuz itu salah ala adalah senjata nuklear baru Iran.
13:51Jadi, itu sangat penting bagi Iran dan sampai sekarang tetap Iran bertahan di posisi tersebut.
13:58Jadi, kalau negara-negara dari teluk yang ingin, apa namanya ya,
14:06ada satu hal lagi yang saya baru ingat, bahwa ada polarisasi ya,
14:11polarisasi yang terjadi di negara teluk, di antara negara teluk.
14:15Siapa mau dibihak siapa? Apakah mereka milih mau dibihak Iran karena aturan perang tersebut 6 minggu yang kemarin itu?
14:25Atau tetap pilih pihak Amerika Serikat?
14:29Jadi, mereka ini sebenarnya ada kepentingan untuk memihak dengan Amerika Serikat demi keamanan dan menjaga oleh Amerika Serikat.
14:40Tapi, di sisi lain juga mereka melihat Iran ini sebenarnya salah satu negara yang cukup kuat.
14:46Dan kalau mereka menjauhkan dirinya dari Iran, Iran selalu bisa mengancam dan bisa menjadi ancaman bagi mereka.
14:53Jadi, kalau Selat Hormuz itu bagian penting dari Iran dan itu leverage-nya Iran, daya tawar-nya Iran,
15:01dan Iran tidak akan lepaskan selat tersebut dan selamanya menurut pihak Iran dan pemerintah Iran itu akan bagian dari Iran.
15:14Baik, kita nantikan bagaimana proses negosiasi yang juga terkait dengan saling adu perang otot dan juga saiwar tadi yang disampaikan
15:23oleh Pak Ayub.
15:23Dan kita nantikan bagaimana proses dinamika di Timur Tengah dan kita harapkan adanya kesepakatan dan juga perdamaian terutama antara Amerika
15:32Serikat dengan Iran.
15:33Terima kasih sekali lagi Bapak Muhammad Ayub Murdad, dosen hubungan internasional UNIR,
15:37dan juga Efata Filomeno Boromeo, pengamat geopolitik dari Universitas Sudaya.
15:42Selamat sore Bapak-Bapak, sehat-sehat selalu.
15:45Selamat sore.
15:46Selamat menikmati.
Komentar