Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/04/164657/icw-soroti-bagi-bagi-sembako-di-monas-desak-pemerintah-buka-sumber-anggaran-yang-dinilai-tertutup

Sorotan tajam datang dari Indonesia Corruption Watch terkait pembagian ratusan ribu paket sembako saat peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta. Kegiatan yang melibatkan BUMN ini menuai tanda tanya, terutama soal transparansi anggaran yang hingga kini belum dijelaskan secara terbuka kepada publik.

ICW menilai, ketertutupan informasi ini berpotensi menimbulkan masalah serius, mulai dari dugaan penyalahgunaan anggaran hingga potensi kepentingan politik di balik kegiatan seremonial tersebut. Bahkan, lembaga tersebut menemukan pola kegiatan serupa yang terjadi berulang sejak 2025 hingga 2026 tanpa kejelasan sumber dana.

Lantas, dari mana sebenarnya anggaran pembagian sembako ini berasal? Dan mengapa transparansi menjadi isu penting dalam pengelolaan keuangan negara? Simak ulasan lengkapnya di video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sumber anggaran dinilai tertutup, Indonesia Corruption Watch soroti asal sembako di Monas.
00:06Indonesia Corruption Watch menyoroti pembagian ratusan ribu paket sembako yang dilakukan pemerintah
00:12saat peringatan Hari Buru Internasional atau May Day di kawasan Monas, Jakarta pada 1 Mei 2026.
00:20Lembaga anti-korupsi tersebut mempertanyakan sumber anggaran kegiatan itu yang dinilai tidak transparan
00:26dan belum dijelaskan secara terbuka kepada publik.
00:30Indonesia Corruption Watch mengungkap sembako yang dibagikan mencapai sekitar 350 ribu paket
00:36dan disiapkan oleh BUMN seperti Perumbulok dan ID Food.
00:41Namun hingga kini asal dana yang digunakan diduga berasal dari Kementerian Sekretariat Negara
00:47meski tidak ditemukan rincian resmi dalam dokumen pemerintah.
00:51Tak hanya itu, Indonesia Corruption Watch juga mencatat setidaknya 4 kegiatan serupa
00:56sejak tahun 2025 hingga 2026, mulai dari pembagian sembako hingga bazar di berbagai daerah
01:04yang sama-sama tidak memiliki kejelasan sumber anggaran.
01:08Menurut Indonesia Corruption Watch, ketertutupan ini berpotensi membuka celah penyalahgunaan anggaran
01:14termasuk resiko korupsi dan kepentingan politik, apalagi kegiatan dilakukan dalam momentum besar
01:20seperti kunjungan pejabat atau peringatan hari nasional.
01:24Indonesia Corruption Watch pun mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Sekretariat Negara
01:29untuk segera membuka informasi detail terkait perencanaan, penggunaan hingga pertanggung jawaban dana tersebut.
01:36Terima kasih telah menonton!
01:45Terima kasih telah menonton!
01:46Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan