00:00Saya juga tidak hanya ingin anak-anak itu cerdas secara akademik.
00:05Saya berharap dengan adanya guru memberikan contoh yang baik,
00:08itu mereka bisa mempunyai kebiasaan yang baik juga.
00:11Di sisi utara Yogyakarta, di tengah sederhananya ruang kelas,
00:17ada sosok muda yang terus bertahan,
00:19yang rela mengabdikan dirinya untuk masa depan bangsa.
00:23Raihan, seorang guru honorer muda yang telah mengabdi selama 4 tahun.
00:31Dengan penghasilan yang terbatas,
00:33ia tetap setia mengajar setiap hari,
00:36mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD.
00:40Kalau di sekolah ini saya kurang lebih sudah dari 2022,
00:45berarti 4 tahunan.
00:47Jumlah siswa itu biasanya 19 sampai 27 siswa.
00:52Saya tinggal di Bantul kurang lebih 22 kilo dari sini.
00:59Saya percaya bahwa saya punya kemampuan di bidang pendidikan,
01:04di bidang mengajar, di sisi lain.
01:08Saya juga punya rasa bangga, punya rasa senang.
01:11Ketika murid-murid saya itu setelah belajar,
01:14dia punya pengetahuan baru, punya kemampuan baru,
01:18atau bahkan kebiasaan baru yang dimana itu harapannya nanti bisa membantu dia di masa dewasa nanti.
01:26Kesulitannya itu biasanya lebih sulit untuk anak-anak kelas bawah,
01:31seperti kelas 1, 2, 3.
01:32Karena mereka cenderung masih memiliki fokus belajar yang kurang fokus.
01:38Masih senang bermain, masih kecanda sama temannya,
01:42jadi perlu penyesuaian.
01:44Biasanya sih kita sesuaikan dari media atau metode pengajarnya.
01:50Seperti kalau kelas-kelas bawah itu kan mereka cenderung lebih senang bermain,
01:54atau lebih senang bernyanyi.
01:56Jadi kita banyak membuat media atau metode pengajar
01:59yang dimana anak tuh bisa belajar sambil bermain.
02:02Saya untuk di sekolah ini,
02:05Alhamdulillah itu Rp800.000.
02:08Tapi saya juga nyambi,
02:10mengajar di sekolah lain juga di utara sini.
02:13Sebenarnya dia bayarannya sedikit lebih.
02:15Di bawahnya sedikit,
02:16tapi ya untuk diakumulasikan ya cukup lah untuk saat ini.
02:19Karena kebetulan saya juga masih tinggal sama orang tua,
02:23jadi masih bisa kayak untuk bertahan hidup lah gitu.
02:27Mungkin untuk nabung itu masih bisa ya sedikit-sedikit,
02:30tidak banyak.
02:31Tapi ya cukup mepet ya.
02:33Kalau untuk uang benzin itu,
02:36saya matok satu minggu tuh kisaran 50 sampai 60.
02:41Tergantung semisala kayak.
02:42Terkadang sekolah ada kegiat market day
02:44atau seminar yang semacamnya itu.
02:47Kalau memang saya diharapkan untuk bisa ikut juga
02:50atau ikut berperan juga di dalamnya,
02:52jadi lebih sering bolak-balik ke sini.
02:54Tantangan untuk menjadi guru tuh seperti itu,
02:56jadi naik jabatannya cukup lama.
02:58Ketika kita masuknya tuh memang pada saat belum ada bukaan lah.
03:01Ketika sebuah pekerjaan itu memiliki penghasilan
03:04atau timbal balik yang besar,
03:07orang akan berlomba-lomba untuk ke arah sana,
03:09untuk masuk ke bidang tersebut.
03:11Semakin banyak orang yang masuk,
03:13bisa jadi.
03:14Kualitasnya itu kan semakin naik,
03:16mereka akan ada persaingan di dalamnya.
03:17Ketika ada persaingan kan,
03:19kualitas orang-orang yang di dalamnya,
03:20yang dicari itu yang lebih baik lagi kan kualitasnya.
03:23Makanya dengan sejahteranya guru,
03:26menurut saya orang-orang akan meningkatkan kualitasnya lagi.
03:30Akan berlomba-lomba agar dia tetap ada di bidang tersebut.
03:33Mungkin mereka di sini hanya 6 tahun atau 3 tahun,
03:37tapi jika kita mengajarkan kebiasaan yang baik,
03:40harapannya adalah mereka bisa menjadi seperti slogan guru,
03:44pembelajaran sepanjang hayat.
03:45Jadi mereka bisa terus belajar atas hal-hal yang mereka sukai,
03:49ataupun bahkan mungkin nanti hal-hal yang saat ini
03:53lingkungan mereka itu sedang butuhkan.
03:55Jadi mereka bisa belajar kemampuannya
03:57dan menjadi orang-orang yang berperan penting di masyarakat.
04:01Harapan saya mungkin pemerintah bisa sedikit melihat bahwa
04:05guru honorer itu hadir atas kebutuhan.
04:08Bukan hanya kebutuhan untuk memenuhi
04:11apa yang memang wajib sekolah sediakan,
04:13tapi juga untuk mengembangkan potensi
04:16ataupun meningkatkan kualitasnya.
04:18Tetap semangat, tetap istiqomah
04:22untuk bisa berperan dalam pendidikan,
04:25untuk bisa terus memberikan sumbangsi
04:27dan memberikan kebaikan kepada siswa.
04:30Mungkin untuk saat ini kita masih
04:32mungkin belum cukup dipandang,
04:34belum cukup diperhatikan,
04:36tapi semoga kita bisa mendapatkan
04:38apa yang memang selama ini kita inginkan.
04:43Kedekatan usia membuat proses belajar terasa berbeda,
04:47lebih cair, lebih santai,
04:50namun tetap bermakna.
04:53Nama saya Nara dari kelas 6,
04:55jadi apotekan.
04:57Orangnya itu baik, ramah, sering.
05:00Dia itu suka bercanda,
05:01jadi kelasnya itu asik,
05:03terus habis itu jadi enggak tegang gitu loh pelajarannya,
05:06terus habis itu pelajarannya jadi lebih masuk juga,
05:09terus habis itu bisa memahaminya itu lebih cepat.
05:13Kesejahteraan itu orangnya itu baik,
05:16sandia itu seru, bisa diajak bercanda.
05:19Kesejahteraan itu orangnya baik, ramah,
05:22enggak suka marah.
05:24Kehadiran guru muda membawa warna baru dalam pendidikan,
05:29namun di sisi lain,
05:31tantangan kesejahteraan tetap menjadi persoalan.
05:35Di sekolah kami kebetulan hanya tersisa satu guru honorer,
05:39yaitu guru bahasa Inggris,
05:41yang lainnya berstatus ASM, P3K, dan PNS.
05:45Menurut saya sih masih dibawah standar UMR,
05:48karena UMR kita kan 2,2 ya,
05:51kalau enggak salah di sini masih dibawah 1 juta untuk baji guru honor.
05:55Guru honor sangat dibutuhkan,
05:57karena memang kebutuhan guru itu kurang.
06:00Di SD sekarang di kurikulumnya ada mata pelajaran bahasa Inggris,
06:06di mana masuk struktur kurikulumnya di intrakurikuler.
06:09Jadi kami harus menghadirkan guru bahasa Inggris
06:13yang backgroundnya S1 bahasa Inggris.
06:15Kebetulan Mas Rehan ini lulusannya S2 bahasa Inggris juga,
06:20dan Alhamdulillah SDM yang sangat potensial di kami gitu ya.
06:24Jadi sangat dibutuhkan.
06:26Kami sudah mulai menambah jam,
06:30ditambah ekstra kurikuler untuk kelas bawah.
06:32Jadi kalau kelas 3 sampai kelas 1 itu masuk di intra,
06:35jadi harus itu mape wajib ada di intrakurikuler.
06:39Kelas 1 dan 2 enggak harus ada bahasa Inggris.
06:42Kami menambah lagi ekstra kurikuler bahasa Inggris,
06:46yang jamnya di siang hari setelah intra,
06:49yang ngajar miserehan juga.
06:51Kemudian kami mengupayakan penambahan kesejahteraan
06:56melalui ekstra komputer.
06:58Nah, di tahun ini ada program coding KKA begitu ya.
07:01Nah, kami inputkan di penambahan ekstra kurikuler komputer.
07:06Kemudian yang ngajar kami optimalkan dari guru honor yang ada.
07:10Kalau segi sarana-prasarana,
07:12Alhamdulillah sudah cukup.
07:14Namun mungkin yang jadi concern di sini,
07:18kalau letak sudah enggak bisa di ini ya,
07:20kita pinggir jalan memang bising gini.
07:22Tetapi untuk ruangan,
07:25itu kami masih sebenarnya membutuhkan ruangan komputer.
07:29Nah, ini harapannya ada penambahan satu ruang komputer gitu ya.
07:33Karena mengingat beberapa tahun ini
07:35ujiannya berbasis online menggunakan komputer gitu.
07:39Harapan kami pemerintah terus memikirkan
07:43kesejahteraan guru honorer,
07:44harusnya pemerintah lebih concern ke sana.
07:46Karena guru itu tonggak pendidikan.
07:49Mereka itu akan mencetak generasi masa depan.
07:52Yang harusnya pemerintah benar-benar memikirkan
07:55kesejahteraan para guru.
07:57Guru itu teladan.
07:59Harus diguguh dan ditiru.
08:01Kemudian dimanapun dia berada,
08:04dia harus menunjukkan keperibadian
08:06yang bisa jadi teladan untuk siapa saja.
08:09Misalnya terus semangat di tengah keterbatasan,
08:13teman-teman guru honorer di seluruh Indonesia
08:16harus terus mengabdikan diri
08:19untuk pendidikan yang lebih baik.
08:22Dan juga insya Allah siapa yang menanam
08:25itu pasti akan menuai hasilnya.
08:28Entah suatu saat nanti,
08:30saya yakin value nilai-nilai yang diberikan oleh para guru
08:35itu akan berdampak untuk generasi emas di masa yang akan berada.
08:40Di usia di mana banyak orang masih mencari arah,
08:44ia justru memilih untuk memberi arah bagi orang lain.
08:49Guru honorer generasi muda
08:51bertahan di antara idealisme dan realita.
08:58Terima kasih.
08:58Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar