Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Di balik peran pentingnya dalam mencerdaskan generasi bangsa, banyak guru honorer masih hidup dalam keterbatasan ekonomi. Liputan ini mengangkat sisi human interest dari kehidupan guru honorer, bagaimana mereka bertahan dengan penghasilan minim, tetap mengajar dengan dedikasi tinggi, serta harapan mereka terhadap perhatian pemerintah. Tidak hanya menampilkan kesulitan, liputan ini juga memperlihatkan makna pengabdian dan panggilan hati sebagai seorang pendidik

Creative/Video Editor: Najwa/Leo
#Perjuangan #Guru #Honorer

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Saya juga tidak hanya ingin anak-anak itu cerdas secara akademik.
00:05Saya berharap dengan adanya guru memberikan contoh yang baik,
00:08itu mereka bisa mempunyai kebiasaan yang baik juga.
00:11Di sisi utara Yogyakarta, di tengah sederhananya ruang kelas,
00:17ada sosok muda yang terus bertahan,
00:19yang rela mengabdikan dirinya untuk masa depan bangsa.
00:23Raihan, seorang guru honorer muda yang telah mengabdi selama 4 tahun.
00:31Dengan penghasilan yang terbatas,
00:33ia tetap setia mengajar setiap hari,
00:36mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD.
00:40Kalau di sekolah ini saya kurang lebih sudah dari 2022,
00:45berarti 4 tahunan.
00:47Jumlah siswa itu biasanya 19 sampai 27 siswa.
00:52Saya tinggal di Bantul kurang lebih 22 kilo dari sini.
00:59Saya percaya bahwa saya punya kemampuan di bidang pendidikan,
01:04di bidang mengajar, di sisi lain.
01:08Saya juga punya rasa bangga, punya rasa senang.
01:11Ketika murid-murid saya itu setelah belajar,
01:14dia punya pengetahuan baru, punya kemampuan baru,
01:18atau bahkan kebiasaan baru yang dimana itu harapannya nanti bisa membantu dia di masa dewasa nanti.
01:26Kesulitannya itu biasanya lebih sulit untuk anak-anak kelas bawah,
01:31seperti kelas 1, 2, 3.
01:32Karena mereka cenderung masih memiliki fokus belajar yang kurang fokus.
01:38Masih senang bermain, masih kecanda sama temannya,
01:42jadi perlu penyesuaian.
01:44Biasanya sih kita sesuaikan dari media atau metode pengajarnya.
01:50Seperti kalau kelas-kelas bawah itu kan mereka cenderung lebih senang bermain,
01:54atau lebih senang bernyanyi.
01:56Jadi kita banyak membuat media atau metode pengajar
01:59yang dimana anak tuh bisa belajar sambil bermain.
02:02Saya untuk di sekolah ini,
02:05Alhamdulillah itu Rp800.000.
02:08Tapi saya juga nyambi,
02:10mengajar di sekolah lain juga di utara sini.
02:13Sebenarnya dia bayarannya sedikit lebih.
02:15Di bawahnya sedikit,
02:16tapi ya untuk diakumulasikan ya cukup lah untuk saat ini.
02:19Karena kebetulan saya juga masih tinggal sama orang tua,
02:23jadi masih bisa kayak untuk bertahan hidup lah gitu.
02:27Mungkin untuk nabung itu masih bisa ya sedikit-sedikit,
02:30tidak banyak.
02:31Tapi ya cukup mepet ya.
02:33Kalau untuk uang benzin itu,
02:36saya matok satu minggu tuh kisaran 50 sampai 60.
02:41Tergantung semisala kayak.
02:42Terkadang sekolah ada kegiat market day
02:44atau seminar yang semacamnya itu.
02:47Kalau memang saya diharapkan untuk bisa ikut juga
02:50atau ikut berperan juga di dalamnya,
02:52jadi lebih sering bolak-balik ke sini.
02:54Tantangan untuk menjadi guru tuh seperti itu,
02:56jadi naik jabatannya cukup lama.
02:58Ketika kita masuknya tuh memang pada saat belum ada bukaan lah.
03:01Ketika sebuah pekerjaan itu memiliki penghasilan
03:04atau timbal balik yang besar,
03:07orang akan berlomba-lomba untuk ke arah sana,
03:09untuk masuk ke bidang tersebut.
03:11Semakin banyak orang yang masuk,
03:13bisa jadi.
03:14Kualitasnya itu kan semakin naik,
03:16mereka akan ada persaingan di dalamnya.
03:17Ketika ada persaingan kan,
03:19kualitas orang-orang yang di dalamnya,
03:20yang dicari itu yang lebih baik lagi kan kualitasnya.
03:23Makanya dengan sejahteranya guru,
03:26menurut saya orang-orang akan meningkatkan kualitasnya lagi.
03:30Akan berlomba-lomba agar dia tetap ada di bidang tersebut.
03:33Mungkin mereka di sini hanya 6 tahun atau 3 tahun,
03:37tapi jika kita mengajarkan kebiasaan yang baik,
03:40harapannya adalah mereka bisa menjadi seperti slogan guru,
03:44pembelajaran sepanjang hayat.
03:45Jadi mereka bisa terus belajar atas hal-hal yang mereka sukai,
03:49ataupun bahkan mungkin nanti hal-hal yang saat ini
03:53lingkungan mereka itu sedang butuhkan.
03:55Jadi mereka bisa belajar kemampuannya
03:57dan menjadi orang-orang yang berperan penting di masyarakat.
04:01Harapan saya mungkin pemerintah bisa sedikit melihat bahwa
04:05guru honorer itu hadir atas kebutuhan.
04:08Bukan hanya kebutuhan untuk memenuhi
04:11apa yang memang wajib sekolah sediakan,
04:13tapi juga untuk mengembangkan potensi
04:16ataupun meningkatkan kualitasnya.
04:18Tetap semangat, tetap istiqomah
04:22untuk bisa berperan dalam pendidikan,
04:25untuk bisa terus memberikan sumbangsi
04:27dan memberikan kebaikan kepada siswa.
04:30Mungkin untuk saat ini kita masih
04:32mungkin belum cukup dipandang,
04:34belum cukup diperhatikan,
04:36tapi semoga kita bisa mendapatkan
04:38apa yang memang selama ini kita inginkan.
04:43Kedekatan usia membuat proses belajar terasa berbeda,
04:47lebih cair, lebih santai,
04:50namun tetap bermakna.
04:53Nama saya Nara dari kelas 6,
04:55jadi apotekan.
04:57Orangnya itu baik, ramah, sering.
05:00Dia itu suka bercanda,
05:01jadi kelasnya itu asik,
05:03terus habis itu jadi enggak tegang gitu loh pelajarannya,
05:06terus habis itu pelajarannya jadi lebih masuk juga,
05:09terus habis itu bisa memahaminya itu lebih cepat.
05:13Kesejahteraan itu orangnya itu baik,
05:16sandia itu seru, bisa diajak bercanda.
05:19Kesejahteraan itu orangnya baik, ramah,
05:22enggak suka marah.
05:24Kehadiran guru muda membawa warna baru dalam pendidikan,
05:29namun di sisi lain,
05:31tantangan kesejahteraan tetap menjadi persoalan.
05:35Di sekolah kami kebetulan hanya tersisa satu guru honorer,
05:39yaitu guru bahasa Inggris,
05:41yang lainnya berstatus ASM, P3K, dan PNS.
05:45Menurut saya sih masih dibawah standar UMR,
05:48karena UMR kita kan 2,2 ya,
05:51kalau enggak salah di sini masih dibawah 1 juta untuk baji guru honor.
05:55Guru honor sangat dibutuhkan,
05:57karena memang kebutuhan guru itu kurang.
06:00Di SD sekarang di kurikulumnya ada mata pelajaran bahasa Inggris,
06:06di mana masuk struktur kurikulumnya di intrakurikuler.
06:09Jadi kami harus menghadirkan guru bahasa Inggris
06:13yang backgroundnya S1 bahasa Inggris.
06:15Kebetulan Mas Rehan ini lulusannya S2 bahasa Inggris juga,
06:20dan Alhamdulillah SDM yang sangat potensial di kami gitu ya.
06:24Jadi sangat dibutuhkan.
06:26Kami sudah mulai menambah jam,
06:30ditambah ekstra kurikuler untuk kelas bawah.
06:32Jadi kalau kelas 3 sampai kelas 1 itu masuk di intra,
06:35jadi harus itu mape wajib ada di intrakurikuler.
06:39Kelas 1 dan 2 enggak harus ada bahasa Inggris.
06:42Kami menambah lagi ekstra kurikuler bahasa Inggris,
06:46yang jamnya di siang hari setelah intra,
06:49yang ngajar miserehan juga.
06:51Kemudian kami mengupayakan penambahan kesejahteraan
06:56melalui ekstra komputer.
06:58Nah, di tahun ini ada program coding KKA begitu ya.
07:01Nah, kami inputkan di penambahan ekstra kurikuler komputer.
07:06Kemudian yang ngajar kami optimalkan dari guru honor yang ada.
07:10Kalau segi sarana-prasarana,
07:12Alhamdulillah sudah cukup.
07:14Namun mungkin yang jadi concern di sini,
07:18kalau letak sudah enggak bisa di ini ya,
07:20kita pinggir jalan memang bising gini.
07:22Tetapi untuk ruangan,
07:25itu kami masih sebenarnya membutuhkan ruangan komputer.
07:29Nah, ini harapannya ada penambahan satu ruang komputer gitu ya.
07:33Karena mengingat beberapa tahun ini
07:35ujiannya berbasis online menggunakan komputer gitu.
07:39Harapan kami pemerintah terus memikirkan
07:43kesejahteraan guru honorer,
07:44harusnya pemerintah lebih concern ke sana.
07:46Karena guru itu tonggak pendidikan.
07:49Mereka itu akan mencetak generasi masa depan.
07:52Yang harusnya pemerintah benar-benar memikirkan
07:55kesejahteraan para guru.
07:57Guru itu teladan.
07:59Harus diguguh dan ditiru.
08:01Kemudian dimanapun dia berada,
08:04dia harus menunjukkan keperibadian
08:06yang bisa jadi teladan untuk siapa saja.
08:09Misalnya terus semangat di tengah keterbatasan,
08:13teman-teman guru honorer di seluruh Indonesia
08:16harus terus mengabdikan diri
08:19untuk pendidikan yang lebih baik.
08:22Dan juga insya Allah siapa yang menanam
08:25itu pasti akan menuai hasilnya.
08:28Entah suatu saat nanti,
08:30saya yakin value nilai-nilai yang diberikan oleh para guru
08:35itu akan berdampak untuk generasi emas di masa yang akan berada.
08:40Di usia di mana banyak orang masih mencari arah,
08:44ia justru memilih untuk memberi arah bagi orang lain.
08:49Guru honorer generasi muda
08:51bertahan di antara idealisme dan realita.
08:58Terima kasih.
08:58Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan