Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyoroti perbedaan visi pembangunan antara China dan Indonesia. Megawati mengatakan China sudah berpikir hingga 200 tahun ke depan.

"Jadi, sekarang China itu sudah punya untuk ke depannya 200 tahun. Lah mbok kita tuh mikir toh yo, orang pinter untuk apa? Masak sih Enggak bisa membuat juga seperti begitu bahwa kita nih negara ini mestinya bagaimana? Soal pangan mana?" kata Megawati saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Gelar Profesor Emeritus untuk Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga Megawati Singgung Pihak yang Dukung Pemilu Tidak Langsung: Dibilang Biayanya Besar di https://www.kompas.tv/nasional/666714/megawati-singgung-pihak-yang-dukung-pemilu-tidak-langsung-dibilang-biayanya-besar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666715/megawati-ungkap-china-punya-rencana-pembangunan-200-tahun-ke-depan-kita-tuh-mikir
Transkrip
00:00Mengapa Tiongkok yang tadinya tirai bambu dibawa oleh Bung Karno untuk apa?
00:07Asia Afrika sekarang bisa begitu, itu karena dia bangun benar nation and character buildingnya.
00:17Kalau sekarang kita ini poco-poco, gak ada deh pokoknya mau-maunya sendiri.
00:24Itu kan harus ada yang namanya, seperti apa, roadmap ke depan.
00:32Presiden Xi Jinping tulis surat sama saya, setiap kalau ada kongresnya,
00:39sekarang mega saya disuruh waktu yang kongres, keberapa itu tok ya, yang terakhir itu.
00:47Bilang, saya disuruh lagi membuat yang namanya untuk ke depan, jadi seratus tahun.
00:55Jadi sekarang China itu sudah punya untuk ke depannya, dua ratus tahun.
01:03Lampok kita tuh mikir toyo, orang pintar untuk apa?
01:08Masa sih gak bisa membuat juga seperti begitu, bahwa kita nih negara ini mustinya bagaimana?
01:15Soal pangan, mana?
01:19Ayo.
01:21Loh iyalah.
01:25Nah jadi,
01:27ya nanti silahkan mau di, artinya dipikirkan, direnungkan monggo.
01:35Tidak ya juga tidak apa-apa.
01:38Hadirin sekalian,
01:40jadi Pancasira harus menjadi sumber dari segala sumber hukum.
01:51Sekira falsafah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebangsaan, demokrasi politik, dan ekotronomi,
01:59serta keadilan sosial benar-benar dipahami,
02:04maka di seluruh sila itulah, betul keadilan itu akan berjalan dan hadir.
02:09Keadilan menjadi dasar dan tujuan,
02:12bagi cita-cita kemakmuran,
02:15tanpa hukum yang berkeadilan,
02:18persatuan bangsa begitu mudah,
02:20terkoyak oleh kepentunyaan.
02:23Ini saya khawatirnya ini bakal bisa terjadi loh.
02:27Loh iya dong,
02:29mana keadilannya?
02:30Di sinilah mengapa Bineka Tunggal Ika
02:35menyatukan perbedaan,
02:38perbedaan yang harus dirawat melalui bekerjanya keadilan politik,
02:43ekonomi, hukum, dan kebudayaan,
02:45guna memastikan agar keadilan bekerja,
02:50maka Pancacila juga harus dipahami dalam perspektif historis.
02:55Nah itu tadi,
02:57dari proses kelahirannya,
03:00sekarang sudah banyak yang pada lupa,
03:02bahwa yang namanya korban itu berapa, gitu.
03:07Coba dong pikirkan,
03:09masa kita hanya mau begini,
03:11duduk-duduk enak-enak gitu loh.
03:14Pancasila adalah saripati dari cita-cita,
03:17kemerdekaan Indonesia,
03:19yang digali oleh Bung Karno,
03:21itulah beliau,
03:22sampai 22 tahun saya bilang mendem aja.
03:27Terus apa coba,
03:29yang soal Bung Karno,
03:31gimana sih ya,
03:32yang namanya Orde Baru,
03:35itu kan bikin tap,
03:38yang dicop,
03:40itu,
03:41yang aneh dia isinya,
03:44nanti cari sendiri,
03:46kalau kepingin saya kasih,
03:48itu berapa saya hitung,
03:50saya tuh sampai mikir,
03:52padahal dia dijadikan pahlawan lah,
03:55proklamator lah,
03:57tapi ini itu ditetap aja,
04:00baru kan kemarin itu,
04:02yang namanya tap itu,
04:05dicabut,
04:06tidak berjalan lagi.
04:07Loh,
04:08ayah saya,
04:09sepertinya sepengkhianat,
04:11tapi,
04:12sama sekali,
04:13gak ada prosedurir untuk di,
04:15ini,
04:16di,
04:16di,
04:17di,
04:17di apa,
04:20di pengadilan,
04:21gak ada loh,
04:24saya bolak-balik,
04:25ke,
04:27segnek,
04:27menanyakan,
04:29status Bung Karno,
04:30ini apa toh,
04:32supaya tahu,
04:35padahal dibilang,
04:35Bapak bangsa lah,
04:37opo lah,
04:40dari aspek historis ini,
04:43kita diingatkan,
04:44bahwa Pancasila,
04:45juga melekat dengan,
04:46narasi pembebasan,
04:48maknanya,
04:49hukum yang bersumber,
04:51dari Pancasila,
04:52bersifat,
04:53bersifat,
04:54membebaskan,
04:55dari berbagai bentuk,
04:57penyalahgunaan,
04:58kekuasaan,
05:00hukum tidak boleh,
05:01membeku,
05:02tetapi harus bergerak,
05:04mengikuti dinamika,
05:05kehidupan masyarakat,
05:07selamat menjelis.
05:07Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan