00:00Mengapa Tiongkok yang tadinya tirai bambu dibawa oleh Bung Karno untuk apa?
00:07Asia Afrika sekarang bisa begitu, itu karena dia bangun benar nation and character buildingnya.
00:17Kalau sekarang kita ini poco-poco, gak ada deh pokoknya mau-maunya sendiri.
00:24Itu kan harus ada yang namanya, seperti apa, roadmap ke depan.
00:32Presiden Xi Jinping tulis surat sama saya, setiap kalau ada kongresnya,
00:39sekarang mega saya disuruh waktu yang kongres, keberapa itu tok ya, yang terakhir itu.
00:47Bilang, saya disuruh lagi membuat yang namanya untuk ke depan, jadi seratus tahun.
00:55Jadi sekarang China itu sudah punya untuk ke depannya, dua ratus tahun.
01:03Lampok kita tuh mikir toyo, orang pintar untuk apa?
01:08Masa sih gak bisa membuat juga seperti begitu, bahwa kita nih negara ini mustinya bagaimana?
01:15Soal pangan, mana?
01:19Ayo.
01:21Loh iyalah.
01:25Nah jadi,
01:27ya nanti silahkan mau di, artinya dipikirkan, direnungkan monggo.
01:35Tidak ya juga tidak apa-apa.
01:38Hadirin sekalian,
01:40jadi Pancasira harus menjadi sumber dari segala sumber hukum.
01:51Sekira falsafah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebangsaan, demokrasi politik, dan ekotronomi,
01:59serta keadilan sosial benar-benar dipahami,
02:04maka di seluruh sila itulah, betul keadilan itu akan berjalan dan hadir.
02:09Keadilan menjadi dasar dan tujuan,
02:12bagi cita-cita kemakmuran,
02:15tanpa hukum yang berkeadilan,
02:18persatuan bangsa begitu mudah,
02:20terkoyak oleh kepentunyaan.
02:23Ini saya khawatirnya ini bakal bisa terjadi loh.
02:27Loh iya dong,
02:29mana keadilannya?
02:30Di sinilah mengapa Bineka Tunggal Ika
02:35menyatukan perbedaan,
02:38perbedaan yang harus dirawat melalui bekerjanya keadilan politik,
02:43ekonomi, hukum, dan kebudayaan,
02:45guna memastikan agar keadilan bekerja,
02:50maka Pancacila juga harus dipahami dalam perspektif historis.
02:55Nah itu tadi,
02:57dari proses kelahirannya,
03:00sekarang sudah banyak yang pada lupa,
03:02bahwa yang namanya korban itu berapa, gitu.
03:07Coba dong pikirkan,
03:09masa kita hanya mau begini,
03:11duduk-duduk enak-enak gitu loh.
03:14Pancasila adalah saripati dari cita-cita,
03:17kemerdekaan Indonesia,
03:19yang digali oleh Bung Karno,
03:21itulah beliau,
03:22sampai 22 tahun saya bilang mendem aja.
03:27Terus apa coba,
03:29yang soal Bung Karno,
03:31gimana sih ya,
03:32yang namanya Orde Baru,
03:35itu kan bikin tap,
03:38yang dicop,
03:40itu,
03:41yang aneh dia isinya,
03:44nanti cari sendiri,
03:46kalau kepingin saya kasih,
03:48itu berapa saya hitung,
03:50saya tuh sampai mikir,
03:52padahal dia dijadikan pahlawan lah,
03:55proklamator lah,
03:57tapi ini itu ditetap aja,
04:00baru kan kemarin itu,
04:02yang namanya tap itu,
04:05dicabut,
04:06tidak berjalan lagi.
04:07Loh,
04:08ayah saya,
04:09sepertinya sepengkhianat,
04:11tapi,
04:12sama sekali,
04:13gak ada prosedurir untuk di,
04:15ini,
04:16di,
04:16di,
04:17di,
04:17di apa,
04:20di pengadilan,
04:21gak ada loh,
04:24saya bolak-balik,
04:25ke,
04:27segnek,
04:27menanyakan,
04:29status Bung Karno,
04:30ini apa toh,
04:32supaya tahu,
04:35padahal dibilang,
04:35Bapak bangsa lah,
04:37opo lah,
04:40dari aspek historis ini,
04:43kita diingatkan,
04:44bahwa Pancasila,
04:45juga melekat dengan,
04:46narasi pembebasan,
04:48maknanya,
04:49hukum yang bersumber,
04:51dari Pancasila,
04:52bersifat,
04:53bersifat,
04:54membebaskan,
04:55dari berbagai bentuk,
04:57penyalahgunaan,
04:58kekuasaan,
05:00hukum tidak boleh,
05:01membeku,
05:02tetapi harus bergerak,
05:04mengikuti dinamika,
05:05kehidupan masyarakat,
05:07selamat menjelis.
05:07Terima kasih.
Komentar