JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sejumlah langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga penguatan sumber daya manusia.
Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerapan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta windfall tax terhadap komoditas nikel.
Skema ini, menurut Purbaya, masih dibahas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), namun ditargetkan dapat membantu menutup beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Iya, nanti ada. Tapi yang jelas cukup untuk menutup penaikan subsidi APBN kita," ujarnya dalam konferensi pers dengan media, Senin (4/5/2026).
Purbaya menilai pengawasan perlu diperketat agar nilai ekspor lebih transparan dan penerimaan negara bisa optimal.
"Kalau bisa diperiksa sebelum berangkat, kita bisa kendalikan kebocoran dari under-invoicing," katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui Lembaga Pengelola Pendidikan (LPP).
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Galih
#purbaya #esdm
Baca Juga Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Gugat PT KAI Rp100 Miliar untuk Korban Kecelakaan di Bekasi Timur di https://www.kompas.tv/nasional/666936/penumpang-ka-argo-bromo-anggrek-gugat-pt-kai-rp100-miliar-untuk-korban-kecelakaan-di-bekasi-timur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666952/full-menkeu-purbaya-siapkan-pajak-nikel-dorong-sdm-dan-jaga-optimisme-ekonomi
Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerapan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta windfall tax terhadap komoditas nikel.
Skema ini, menurut Purbaya, masih dibahas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), namun ditargetkan dapat membantu menutup beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Iya, nanti ada. Tapi yang jelas cukup untuk menutup penaikan subsidi APBN kita," ujarnya dalam konferensi pers dengan media, Senin (4/5/2026).
Purbaya menilai pengawasan perlu diperketat agar nilai ekspor lebih transparan dan penerimaan negara bisa optimal.
"Kalau bisa diperiksa sebelum berangkat, kita bisa kendalikan kebocoran dari under-invoicing," katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui Lembaga Pengelola Pendidikan (LPP).
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Galih
#purbaya #esdm
Baca Juga Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Gugat PT KAI Rp100 Miliar untuk Korban Kecelakaan di Bekasi Timur di https://www.kompas.tv/nasional/666936/penumpang-ka-argo-bromo-anggrek-gugat-pt-kai-rp100-miliar-untuk-korban-kecelakaan-di-bekasi-timur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666952/full-menkeu-purbaya-siapkan-pajak-nikel-dorong-sdm-dan-jaga-optimisme-ekonomi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Bersambung...
00:02Bersambung...
00:04Tapi kita masih diinduskan anak-anak
00:06Menteri SDM
00:07Saya terima aja pokoknya
00:09Jadi, jadi cukup
00:12Gak perlu ada tambahan
00:13Gak, kan
00:15Gak mungkin
00:19Kita sudah antitipasi
00:21Seperti itu, kan gak mungkin
00:23Kalau ada minyak seperti itu
00:26Itu tiba-tiba rupiah menguat atau
00:27Sambilnya di bawah itu
00:29Jadi, kita sudah ambil
00:32Angka yang semestinya
00:35Pak, ini
00:36Mau mastiin aja, Pak, ini ngeliat
00:38Tadi tadi ada asosiasi penama
00:39Nickel Indonesia, dia bilang
00:41Emang mau diskusi PNPB, berarti
00:43Memang Nickel ini juga dikenain
00:45Biar kuasa, juga kabar apa tanya
00:47Winful tax juga, Pak?
00:50Winful tax Nickel
00:52Bukan, Pak
00:54Tapi itu masih diinduskan anak-anak
00:56Menteri SDM
00:57Saya terima aja pokoknya
00:59Tapi maksudnya
01:01Berarti dikenakan untuk
01:02luar dan
01:03Winful tax
01:03Iya
01:05Masih diinduskan anak-anak
01:07Menteri SDM
01:07Tapi
01:08Yang jelas
01:09Cukup untuk menutup
01:12Kenaikan subsidi
01:13ABBN kita
01:15Nanti juga yang
01:16Nickel
01:17Bukan
01:19Bahan bakunya
01:21Salah itu bahan baku baterai
01:24Kita akan mendorong
01:25Ketumbuhan industri
01:26Baca di sini juga
01:27Dengan cara kita
01:28Terus main
01:28Bukannya juga lah
01:31Maksudnya
01:31Kayak apa, Pak?
01:32Bukannya udah-udah kan
01:33Emang udah berkembang juga
01:34Kemarin yang
01:35Di Karawang juga
01:36Kayak gitu
01:37Maksudnya apa bedanya
01:38Kalau
01:39Dengan
01:39Bapak
01:40Tadi omongannya kayak gitu?
01:43Masa ningkatin apa lagi?
01:44Ini kan saya
01:45Omongin
01:45Bukannya
01:46Perkesian ya
01:48Pokoknya
01:48Nanti dia lebih
01:50Bahan-bahan yang
01:51Maka ada
01:53Perubahan yang
01:54Maka
01:54Maka
01:54Maka
01:54Maka
01:55Maka
01:58Bukannya
01:59Maka
02:01Maka
02:02Maka
02:02Maka
02:12Maka
02:18Maka
02:23Maka
02:25Maka
02:25Bukan karena pajaknya nol dan pajaknya ada bayar keluar, BSP nggak bisa periksa sebelum barangnya berangkat.
02:37Jadi kita under-inforcing itu besar sekali, ya berpilihan kontrol kita.
02:44Saya minta itu ada bayar keluar sehingga kalau ada bayar keluar, BSP bisa periksa barangnya sebelum berangkat.
02:51Sehingga saya bisa kendalikan kebocoran dari under-inforcing atau penjelundupan.
02:56Itu utamanya, ya ada anti, keluar-ruci nggak tertentu.
03:01Tapi utamanya, saya ingin mengendalikan supaya under-inforcing atau penjelundupan bisa dikendalikan.
03:10Itu nanya mau kan?
03:14Apa yang ada di sini?
03:16Kok lu lagi maaf?
03:17Kau anak-anak di siapa ya?
03:19Nggak, Pak. Maksudnya ini kan,
03:21Pak masuk ke selain fiscal,
03:23bisa ingatkan sebagian harus diomongin,
03:25Nah, kalau yang Pak Surbatra itu sudah keluar,
03:28kan sudah dihari-hari Januari juga gitu.
03:31Sampai sekarang.
03:32Harusnya sudah keluar, tinggal ingin aja.
03:35Bulan ini, Pak.
03:36Ini dari April kan.
03:37Bulan ini, Pak.
03:39Bulan ini, Pak.
03:40Mau DHS dia, Pak?
03:42Wah.
03:43DHS?
03:43Iya.
03:44Oh.
03:47Itu sudah selesai.
03:48Nanti saya periksa lagi.
03:49Sesuatu kali lihat lagi.
03:52Begitu sudah...
03:54Keringin.
03:55Kapan-kapan saya bisa keluar ya?
03:58Boleh?
03:58Makanya keluar ya?
04:01RPK-nya?
04:03RPK masih belum bisa makanya.
04:08Nsfnk bilang boleh.
04:15Nanti saya lihat seperti apa.
04:17Saya tanya ke Bapak,
04:19saya keluarin aja begitu.
04:20Kalau ketemu, keluar ya malah lalu.
04:23Tapi nanti kita lihat prosedur yang betul seperti apa,
04:27jangan sampai saya diputun.
04:30Betul nggak boleh lihat?
04:31Mau saling-mongsa betul nggak?
04:33Tidak.
04:34Tapi agri.
04:35Pak, soalnya pembahan melihatnya apa,
04:37jadi...
04:38Jadi, kita mau ketemu setelah...
04:41...deak-baik,
04:42seseriusnya kita kasih telah di DPR.
04:45Ini, Pak.
04:46Kapan-kapan saya?
04:49Seseriusnya...
04:49...belahir dari awan.
04:51Seperti apa?
04:52Sekarang baru-barang baru.
04:53Sekarang baru lagi.
04:57Harapkan diri sudah sejauh.
04:59Karena kalau nggak kayak...
05:01Itu...
05:02Bahan-bahan diri masih banyak di sana.
05:05Jadi kalau itu keluar,
05:07nanti mereka bisa masuk ke layatu tersebut.
05:10Dan kalau ada yang main-main,
05:11saya tutup.
05:14Saya beri tanyaannya.
05:18Harap saya diri, ya.
05:21Pak, satu-satunya soal Pak,
05:23yang kamu banyak dibantu,
05:25dan diurkir,
05:26apa insentif yang bapak ditawar ya, Pak?
05:29Pak,
05:29Pak Elangga kan kemarin dari sana, Pak,
05:31juga sudah dibodoh, Pak.
05:34Ya, itu kan dibentuk.
05:35Di perintah-perintahnya, ya.
05:36Pak Elangga dan antara,
05:39kita disuruh bantu,
05:40bang-bang-bangga itu.
05:42Insentifnya nanti akan...
05:44Kita pemerintah internasional,
05:46kira-kira.
05:47Kita pemerintah sekitar 100 hektare di situ,
05:51common law di situ,
05:54cara Abu Dhabi,
05:55Abu Dhabi,
05:56Abu Dhabi,
05:58di luarnya hukum kita biasa.
06:00Di sana juga begitu.
06:01Di seluruh hektare itu common law,
06:02di luarnya hukum syariah.
06:04Kita juga seperti itu.
06:06Nanti yang berkembang di situ,
06:08uangnya bisa dikasih kemana-mana di Indonesia.
06:10Ada panjang 50%?
06:13Ada panjang 50%?
06:14Kalau di luarnya saya kasih 100%.
06:16Ini apa saya kasih?
06:18Jadinya kan gari juga.
06:21Dengan itu, ya.
06:22Nggak apa-apa.
06:23Kita masuk ke situ.
06:25Itu saja kan bisa dikaitkan sedang.
06:27Dibisa kita jualan.
06:28Menguat.
06:29Terus sumber dana untuk pembangunan menguat juga.
06:32Karena mereka bisa beri bon pemerintah.
06:36Kalau dia minta bunga,
06:38enggak.
06:39Ya.
06:39Fasilitas di ngasih.
06:41Mengapa itu bisa mengurangi
06:44peranan terdapat kita dari
06:46pemerintah-pemerintah lain ya.
06:48Mereka menemukan kompor lain.
06:49Jadi supply,
06:51pemerintah kita akan sebagainya.
06:54Inilah tem strategis yang
06:56ke dalam berkat.
06:58Sebelah diwujudkan.
06:59Kita tunggu.
07:01Tandang-tandang pemerintah jadi.
07:02Saya cuma membantu nih.
07:04Membuat kejahatan juga.
07:07Enforasi satu.
07:08Ya.
07:10Yang belum apa-apa.
07:11Kain-kain.
07:13Kain-kain.
07:14Kain-kain.
07:14Bisa atur.
07:15Bisa ada.
07:16Bisa pemerintahan.
07:17Bisa yang lain.
07:17Jangan tak apa-apa.
07:19Hmm.
07:20Kita lihat.
07:21Komplik enggak.
07:22Udara-untara.
07:25Ya kan yang penting dapat uangnya.
07:27Bukan neturnya.
07:27Bukan jadi organizer sebetulnya.
07:31Hentikan.
07:31Hentikan tanda-tanda pergana.
07:33Ini besar dari kawasan itu.
07:37Pak.
07:37Pak.
07:38Bagi masih dulu Pak.
07:38Berarti.
07:39Bagaimana bilang tadi.
07:40Kan mau apa-apa lagi yang Pak Aghika.
07:41Berarti motor dapat.
07:43Incentifnya si mobil juga dapat apa-apa ya?
07:46Bisa.
07:46Bisa.
07:49Bisa.
07:50Bisa.
07:50Bisa.
07:51Bisa.
07:51Bisa.
07:51Bisa.
07:53Bisa.
07:55Bisa.
07:58Bisa.
08:01Bisa.
08:03Bisa.
08:06Bisa.
08:08Bisa.
08:09Bisa.
08:27Bisa.
08:28Bisa.
08:30Bisa.
08:32Bisa.
08:42Bisa.
08:44Bisa.
08:45Bisa.
08:52Bisa.
08:55Bisa.
09:07Bisa.
09:08Bisa.
09:20Bisa.
09:28Bisa.
09:31Bisa.
09:41Bisa.
09:56Bisa.
10:00Bisa.
10:12Bisa.
10:17Bisa.
10:18Bisa.
10:21Bisa.
10:28Bisa.
10:38Bisa.
10:59Bisa.
11:01Bisa.
11:03Bisa.
11:10Bisa.
11:15Bisa.
11:16Bisa.
11:24Bisa.
11:25Bisa.
11:29Bisa.
11:35Bisa.
11:41Bisa.
11:45Bisa.
11:49Bisa.
11:50Bisa.
12:04Bisa.
12:05transportasi lalu, mulai melambat
12:09ini karena penyakutan negatif
12:12ambil teman-teman anda juga di tiktok
12:14lelaki-lelakiin, jadi kita mau krisis
12:15itu mungkin antara lain yang menimbulkan sedikit
12:19negatif sentiment
12:21disamping itu juga kan
12:23globalnya lagi begini
12:25kalau anda lagi
12:28menghadapi keadaan seperti itu
12:29ditanya maksud pas siapa anda
12:31kan pasir lagi
12:34tapi kita waspadai
12:35kita akan dorong
12:38sektor mana-mana itu
12:39dan yang lain-lain
12:40dengan menambah insentif
12:43insentif kerekonomian
12:44biar ekonomi berjalan lebih cepat lagi
12:49jadi 5 perut
12:50pas 9 perut
12:52pas 9 perut
12:53pas 9 perut
12:54tapi apakanya aja
12:59belum ada ekspektasi
13:01yang kita
13:03yang kita
13:03buat adalah kita balik
13:04sebaik kita berbalik nanti
13:07makanya saya pajak ngomong sana-sini kan
13:10sebenarnya perubaya kita ngomong
13:12bukan
13:12kita menemukan
13:16positive sentiment
13:17supaya mereka
13:18juga merubah niat
13:22investasinya ke depan
13:24tapi kan gak boleh ngomong aja
13:27kita jalankan dengan
13:29instrumen-instumen yang lain
13:30yang membantu ekonomi
13:32supaya mereka
13:32terutama lihat
13:34ada perbaikan
13:35kalau anda lihat
13:38mandiri
13:39apa
13:41seperti ini
13:42seperti ini kan
13:42naiknya kain-kainan
13:44hasil dari itu kan
13:45gak ada ketakutan
13:46itu yang mereka
13:48terpengaruh ekspektasi
13:49perang-perang ini
13:50perang itu
13:51terus yang masih banyak
13:52nakut-nakutin
13:53ada yang bilang katanya
13:55yang baru di 1998 lagi
13:57anda tahu
14:001998 itu terjadi kapan?
14:031998 itu terjadi
14:04perganda kekuasaan
14:05setelah ekonomi reseksi
14:07selama
14:07satu tahun
14:10eh belum lama
14:12juga belum
14:13jadi orang-orang itu
14:15masih lihat data
14:15lebih
14:17cermat lagi
14:20kita yang menyadari
14:22kalau ada perangkat
14:23gangguan ekonomi
14:24kita akan
14:26kasih insentif semua
14:27agar semuanya berbalik
14:32kalau
14:33jelas
14:34sebuah orang
14:34ringan
14:35komeres
14:36di
14:36maybe
14:41berapa?
14:41itu
14:45dia
14:46berapa?
14:47tadi
14:48ya
14:52gaji
14:53ya
14:53gaji
14:58gaji
15:00orang jadi ya udah jadi dengan pemilihannya klik dulu dari siamanya
15:14dan kita akan meletakkan dari beberapa teman-teman lembaga yang baik
15:20ini, itu kan top best pedagogy kan selawanya diantakan berapa
15:26itu yang belum terbentuk semua kan
15:28disitu masih ada lebih uang bisa dipakai ke situlung sementara
15:31karena ini 2 tahun ke depan
15:32jadi uangnya ada
15:35jadi bukan nambah anggaranya tapi emang belum semua terbentuk
15:39sehingga masih ada sisa
15:41sebelumnya anak gua saya gak lapor saya, saya gak tau
15:44jadi saya maaf
15:46emang suka begitu di sini rumahnya lapor
15:48lepas-lepas ini gak lapor
15:54Pak Rue buat yang penting
15:57siap siap
16:01maaf suara gere
16:03suara gere
16:03suara gere
16:04gue sampai nyelompas kasihan mali ya
16:07kalau tanya-tanya tadi kan yang soal pegawai kofdes merah putih
16:12dia kan 2 tahun dia di bawah 2N
16:14tapi setelahnya karena pejul khas
16:16dia akan berada jadi petugas operasi
16:19berarti dia di bawah sosial operasi kan Pak
16:21saya gak tau kalau tanya Pak Cusas
16:23yang saya tau ayah sebagai PR itu katanya
16:26tapi kalau dia jadi petugas di bawah operasi
16:30atau serta operasi nantinya
16:31berarti kan gaji juga kan dari APBN di keluar
16:33nah apa kasihan ya
16:35siap
16:35saya belum bicara
16:37saya belum ambil sekulian nanti
16:38jadi saya gak tau
16:40nanti saya mau ngomong
16:41emang gak tau
16:43Pak pula tanya soal portex emak
16:46kan cuman bapak bilang tuh portex yang disetap
16:48itu sepertinya selain api loki
16:51sepertinya pasal di wawah
16:52nanti bisa menurut apa
16:55Sebenarnya perbaiki kan, udah jalan tuh.
16:58Emang kemarin sempet muter-muter kan?
16:59Karena ada di pajak juga ada yang nakal.
17:02Udah kita bilang jangan pakai service perusahaan itu.
17:05Ditancep lagi ke situ, sehingga muter-muter lagi.
17:07Setelah kemarin dicabut lagi, dibanding lagi itu udah normal.
17:10Ada orang sekarang yang masih harus kita perbaiki.
17:14Ini adalah perbaikan.
17:16Cuman interface yang lebih friendly ke user,
17:19itu masih harus ditingkatkan lagi.
17:23Jadi nanti setelah main ini, kita akan fokus perbaiki itu.
17:29Orangnya, orang sendiri, semua yang bikin bukan orang-orang lagi.
17:32Jadi sekarang kamu pakai pokok-kokok?
17:35Pokok-kokok.
17:38Internal, sama anak buah saya yang jago-jago itu.
17:41Terus yang kamu minta kalah-jago di perbuatan itu ya, Pak?
17:46Aku minta malah yang bawa masalah atau apa-apa itu.
17:51Yang menjawab itu.
17:52Yang menjawab itu.
17:53Yang menjawab itu.
17:55Yang menjawab itu.
18:10Jadi kita lihat serta yang terbaik yang saya melihat.
18:15Jadi biasanya misalnya sih, yang gak pendek kemarin.
18:18Jadi artikan yang ngapain aja sama sekali.
18:21Ini kan udah lumayan kan.
18:23Yang menurut yang terbaik ini orang kita.
18:27Kalau kemarin kan baru dilapik.
18:29Kalau kemarin kan baru dilapik.
18:29Kemudian ada beberapa jaman-jaman yang di istanah.
18:32Ada yang kekala-kala takut.
18:33Terus kewajian mesti menempo kakar.
18:36Itu sebenarnya nama-nama kelarang.
18:38Dan juga yang salah kan dia kisiasi.
18:41Nama kelarangnya kisiasi.
18:44Nah, amakan dia kisiasi.
18:46Itu kan pergantian orang.
18:49Kejapan baru.
18:49Kejapan baru.
18:50Kejapan baru.
18:53Kejapan baru.
18:54Sebenarnya nggak banyak kan, masih ada.
18:58Atau diinginkan dari pos mana di Sopra, karena bahwa sendiri kincar banget kita efisiensi gitu.
19:04Oh, efisiensi tapi masih ada tempat-tempat yang kita bisa dipakai.
19:11Dimana itu?
19:12Pengen tahu aja.
19:13Ada pos-pos APBN yang bisa dipakai untuk Sopra, jadi cukup berat lagi.
19:18Apalagi nggak, nggak terjun dengan itu.
19:23Bisa?
19:25Dari ke-13 berarti bulan depan 500%?
19:30Nanti ada apa?
19:32Buatnya dipotong, Pak.
19:33Iya, buatnya dipotong.
19:35Katanya nggak 100%.
19:40Nampil langsung, Pak.
19:41Nah itu, makanya dia mau konfirmasi, Pak.
19:45Nanti saya tunggu perintah, berlanjut deh.
19:47Kalau lu saya asyik, karena mereka kan ya sudah keluar kan.
19:53Malah bau bersentuh kembali karena minggu.
19:55Berarti nggak dipotong, Pak.
19:56Kalau saya, tapi kan masih tunggu perintah juga.
20:00Kan panggil dianggarnya.
20:07Ada lagi?
20:09Ini nggak bisa nih?
20:10Wah, nasibnya berarti.
20:14Bisa.
20:15Bisa.
20:15Bukis ya, bosnya.
20:17Bukis ya, bosnya.
20:18Engjiner, lo nggak jalan, lo.
20:29Terima kasih.
20:42Terima kasih.
21:08Terima kasih.
21:32Terima kasih.
21:45Terima kasih.
21:48Terima kasih.
Komentar